Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
"Hallo Pa!" Mama Dita menyapa sang suami melalui sambungan telepon.
"Ma, Papa ke sana sekarang juga ya. Papa juga kangen sama si kembar!" Tiba - tiba Papa Gunawan bicara dengan lembut pada sang istri nya.
"Iya Pa, Mama tunggu sekarang juga ya. Makasih Pa!" Mendadak ketegangan di wajah Mama Dita langsung menghilang.
'Hups, lega. Kirain tadi Papa bakal marah, kan dia melarang untuk bertemu dengan anak - anak untuk sementara waktu!' Batin Mama Dita di dalam hati.
"Kapan Bayu akan kembali Vir?" Tanya Mama Dita pada Vira.
"Entah lah Ma, kata nya seminggu di luar kota!" Vira menjawab pertanyaan sang Mama.
Vira ketar - ketir saat ini, dia takut orang tua nya mengetahui apa yang kini menimpa nya. Vira masih ingin bermain - main dengna Bayu dan Miranda, jika sampai orang tua nya tahu maka sudah pasti sekarang juga mereka akan bertindak dan Vira tidak bisa lagi memberi mereka pelajaran.
Vira ingin melihat mereka semua menderita dengan caranya sendiri, tanpa melibatkan orang tua nya sama sekali.
******
Hari yang di nanti Vira sudah tiba, dia sudah datang ke kantor nya sejak pagi. Vira ingin kejutan yang dia berikan sempurna, dia tidak ingin melewat kan sedikit pun misi balas dendam nya.
Sementara itu, di rumah orang tua nya Bayu sedang ada drama antara orang- orang yang ada di dalam nya.
"Bayu, pokok nya hari ini juga kamu harus transfer uang sama ibu. Kebutuhan kita di rumah ini banyak, di tambah lagi sekarang anggota keluarga kita bertambah. Jadi uang bulanan untuk ibu harus bertambah juga!" Bu Tuti berkata pada anak nya.
"Mas, aku juga mau nya kita pindah secepat nya ke rumah kita. Aku ingin hanya ada kita berdua saja di dalam rumah kita!" Pagi- pagi Miranda sudah cemberut.
"Iya, secepat nya kita akan menempati rumah kita!" Bayu asal bicara saja untuk menyenangkan hati Miranda.
Bayu saat ini ketar - ketir, dia tidak tahu bagai mana nanti menjelaskan pada Vira. Berbeda dengan Miranda, dia tampak sangat bahagia karena impian nya untuk tinggal di rumah Mewah dan besar akan segera terwujud.
"Mir, sebaik nya hari ini kamu di rumah saja. Biar aku yang pergi ke kantor!" Bayu berkata pada Miranda.
"Gak ah, aku mau nya ke kantor sama mas!" Jawab Miranda dengan manja.
"Mir, sebaik nya kamu di rumah saja. Mas takut kamu dan Vira akan bertemu!" Bayu berkata pada Miranda.
"Mas, sebaik nya kamu cerai kan saja istri dekil mu itu. Aku akan membantu mu mengurus perusahaan!" Miranda berkata dengan percaya diri nya.
Bayu hanya terdiam, mencerai kan Vira adalah hal yang gampang. Tapi perusahaan itu milik orang tua nya Vira, Bayu ingin menguras uang yang ada di perusahan itu sebanyak - banyak nya. Bayu terobsesi memilik 2 orang istri, istri pertama yang memberi nya kekayaan dan kemewahan. Sedang kan istri kedua nya sangat cantik dan masih muda lagi, merupakan kebanggaan bagi Bayu memiliki 2 orang istri.
Setelah melewati drama di rumah ibu nya, Bayu dan Miranda pergi ke kantor. Hari sudah cukup siang, sudah jam 10 pagi ketika Miranda dan Bayu baru tiba di kantor.
Tidak ada lagi sambutan penuh hormat untuk kedua nya, semua orang memandang mereka dengan tatapan sinis. Bisik - bisik para karyawan lain yang mengatakan bahwa Miranda adalah pelakor membuat telinga nya menjadi panas.
"Heh, jaga mulut kalian. Mau di pecat rupa nya!" Bentak Miranda pada 2 orang perempuan yang sedang menggibahi diri nya.
"Siapa kau berani mengancam kami, dasar pelakor tidak tahu malu!" Balas salah satu dari mereka.
"Kurang ajar kau!" Teriak Miranda sambil beringsek maju ingin mengajar kedua perempuan itu.
Tapi Bayu dengan cepat menahan Miranda, dia tidak ingin Miranda menambah masalah nya.
"Sudah lah Miranda, buang - buang waktu saja mengurusi mereka!" Bayu mencegah Miranda.
"Mas, mereka berani nya bicara macam - macam tentang kita! Aku mau mereka di pecat sekarang juga" Miranda tetap kukuh ingin menghajar mereka berdua dan ingin agar orang- orang yang menggibahi diri nya.
"Ayo Miranda!" Bayu akhir nya menyeret Miranda agar menjauhi mereka.
Kedua nya langsung naik ke atas melalui lift, di mana ruangan mereka berada. Kedua nya langsung masuk ke dalam ruangan mereka, tapi pemandangan di dalam nya membuat jantung mereka seolah berhenti berdetak.
Vira duduk di balik meja nya dengan senyum yang mengembang di sudut bibir nya, menyambut kedua sejoli yang baru saja datang ke kantor.
"Vira, kenapa kau ada di sini?" Tanya Bayu dengan gugup.
"Kenapa memang nya jika aku ada di sini, kau lupa siapa pemilik tempat ini?" Tanya Vira lengkap dengan senyum penuh ejekan untuk kedua nya.
"Berani nya kau datang ke sini, di mana meja dan semua barang - barang saya?" Tanya Miranda dengan ketus.
"Sudah aku buang!" Jawab Miranda santai.
"Dasar tidak tahu malu, berani nya kau datang ke tempat ini!" Miranda semakin geram mendengar ucapan Vira.
"Vir, pulang lah. Kita bicara nanti di rumah!" Bayu sengaja meminta Vira untuk pulang segera.
"Kalian yang harus pergi dari tempat ini, bukan aku!" Jawab Vira tegas.
"Siapa diri mu berani nya mengusir kami dari sini. Perusahaan ini milik mas Bayu!" Ujar Miranda dengan sinis.
"Sekarang silah kan kau tanya pada laki - laki yanh sudah menikahi itu, siapa pemilik tempat ini?" Vira berkata sambil mengarah kan telunjuk nya tepat di wajah Bayu.
Seketika wajah Bayu memucat, dia tidak menyangka bahwa Vira sudah mengetahui pernikahan nya dengan Miranda.
"Mas, usir wanita ini dari tempat ini. Dia sudah berani - berani nya membuang semua barang - barang ku!" Miranda berkata sambil bergelayut manja di lengan Bayu.
"Bagai mana mas?" Tanya Vira sambil melipat tangan di dada.
"Vira, pulang lah dulu. Jangan bikin keributan di sini!" Kembali Bayu mengusir Vira.
"Cepat pergi, kamu sudah di usir dari sini!" Ujar Miranda dengan senyum sinis nya yang di penuhi dengan ejekan.
Vira tidak bergeming, dia tetap duduk santai di kursi nya sambil menikmati kegugupan dan ketegangan di wajah Bayu. Melihat Vira yang tidak sedikit pun beranjak, Miranda lalu memanggil sekuriti untuk menyeret Vira keluar.
Pintu terbuka dan masuk lah seorang sekuriti ke dalam ruangan itu, dia menunduk kan kepala nya di hadapan Vira.
"Pak, bawa wanita ini keluar sekarang juga. Dia sudah membuat keributan di tempat ini!" Miranda memberi perintah pada sekuriti itu sambil menunjuk wajah Vira.
Sekuriti itu bingung dan dia menatap Vira dengan tatapan bingung, sementara Vira menikmati pemandangan di depan nya dengan bahagia.
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅