NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:27.9M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

"Aku tanya berapa total makanan yang harus dia bayar?" Damian mengulangi kata-katanya, menatap waiter tersebut dengan wajah dinginnya seperti biasa.

Waiter tersebut sampai bergidik ngeri. Pria itu terlalu tampan, tetapi terlalu menakutkan untuk di dekati. Sorot matanya yang tajam saja sudah amat sangat mengintimidasi siapa saja yang berbicara dengannya. Terutama kaum hawa.

"Se-sembilan ratus ribu tu- tuan." kata waiter itu malu dan takut-takut.

"Potong dari sini saja." Damian mengeluarkan black card-nya dari dalam dompet dan menyodorkan ke waiter wanita itu. Sementara proses pembayaran, pandangan Damian berpindah ke Talia.

Hanya gadis itu yang tidak takut membalas tatapannya. Mereka saling bertatapan lama. Damian melihat gadis itu tampak kesal dan membuang muka darinya.

"I- ini kartunya tuan." pelayan perempuan itu mengembalikan kartunya ke Damian, melirik Talia sebentar, lalu keluar dari ruangan tersebut secepat mungkin.

Suasana berubah tenang, karena Talia belum bicara. Gadis itu masih menatap Damian dengan wajah lucunya. Lucu di mata Damian tentu saja. Sesaat kemudian ekspresinya berubah. Talia berdiri dan berkacak pinggang di depan Damian.

Damian masih tidak bicara. Karena dia ingin gadis itu yang buka suara lebih dulu. Asal jangan menyanyi saja. Kepalanya bisa pusing.

"Kamu," Talia maju lebih dekat, berhenti di depan pria itu. Sebelah tangannya menunjuk, sebelahnya lagi di letakan di pinggangnya.

Damian memeluk tangannya di dada dengan gaya sombong, menunggu apa yang akan gadis itu ucapkan. Apa dia akan dimarahi karena pergi tanpa pamit bahkan tidak meninggalkan pesan apapun?

"Kamu tinggi banget. Lubang hidungmu keliatan bagus banget dari bawah sini. Kamu operasi hidung?"

Damian mengangkat alisnya. Dari sekian banyak hal yang bisa gadis ini katakan, itu yang keluar dari mulutnya? Damian sampai tidak tidak bisa berkata-kata.  Ujung bibirnya berkedut. Bisa-bisanya si bocah besar ini.

Operasi hidung? Huh! Dari kecil dirinya sudah terlahir dengan  bentuk wajah yang hampir sempurna. Untuk apa dia operasi.

"Menurutmu?" satu kata itu keluar dari mulut Damian.

"Nggak oplas? Itu asli? Masa sih? Tapi bener juga sih di dunia ini ada yang terlahir dengan wajah dan fisik yang sempurna, contohnya aku. Heran aja kenapa nggak ada agency yang sadar kalau ada emas tersembunyi di dalam kota ini. Padahal kalau aku jadi penyanyi atau paling kurang pemain film, aku pasti akan langsung terkenal di debut pertamaku, agency tempat aku bernaung akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Secara, artis terkenal!" Talia mengatakan kalimat panjang lebar itu sambil membusungkan dadanya bangga.

Mulut Damian sedikit terbuka. Tidak paham dari mana kepercayaan diri Talia ini datang.

Damian menatap Talia dengan ekspresi tercengang, tetapi dia tertarik untuk terus mendengar gadis itu berceloteh. Selama ini ia terlalu tenang, butuh seseorang yang cerewet seperti gadis di depannya ini.

"Jadi ..." Damian menyandarkan punggungnya ke kursi dengan ekspresi santai.

"Kau yakin bisa jadi penyanyi?"

Talia mengangguk penuh keyakinan.

"Jelas dong! Aku punya suara yang luar biasa uniknya, wajah yang menarik, dan karisma alami. Coba bayangkan aku tampil di atas panggung dengan lampu sorot menyorot wajahku yang bersinar. Semua orang akan bersorak. Fans-ku akan memenuhi stadion!"

Damian menatapnya lama, ingin tertawa tapi dia tahan. Beberapa menit kemudian akhirnya ia berkata,

"Tapi di telingaku suaramu lebih cocok untuk mengusir setan. Kau lupa apa kata mamamu? Babi-babi tetanggamu juga pasti kabur."

Talia mengerucutkan bibirnya dan mencebik.

"Cih, sudah menghilang gak pamit dan bikin orang yang nolongin dia sakit hati, pas ketemu malah langsung jatohin mental anak soleh. Dasar netizen. Untung orang yang di bully mentalnya kuat, kalo nggak udah bunuh diri pasti."

Kata-kata itu sukses membuat Damian tertawa kecil, suara rendahnya terdengar menggema di ruangan. Dia sampai lupa Bian dan Bas masih menunggunya di ruangan sebelah. Ia sungguh lupa waktu kalau sedang berhadapan dengan si cerewet absurd yang mengaku-ngaku pendiam itu.

"Jadi sekarang aku netizen?" Damian mengangkat alis, menatap Talia dengan pandangan penuh minat.

"Ya iyalah!" Talia melipat tangan di dada.

"Kamu nyinyir banget, tahu gak? Netizen yang budiman itu kalau ngomentarin sesuatu, minimal kasih solusi atau motivasi."

Damian mencondongkan tubuhnya ke depan, mendekat hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter.

"Oh? Mau solusi?"

Talia menelan ludah. Ini pertama kalinya Damian sedekat ini dengannya, dan anehnya, jantungnya sedikit berdebar. Tapi tentu saja, dia mengira itu debaran yang tiba-tiba muncul karena kaget.

"A- apa?" Talia menantang, meski tubuhnya sedikit menegang.

Damian menatapnya sebentar sebelum akhirnya bersandar lagi.

"Solusinya, jangan nyanyi. Dunia ini belum siap mendengar suara nyanyianmu."

Talia membuka mulut, lalu menutupnya lagi tetapi menatap Damian dengan wajah dongkol.

"Apa?" Damian menantangnya balik, ekspresi jahil tersirat di matanya yang tajam.

"Dasar nyebelin!" Talia akhirnya mendesis, wajahnya cemberut.

Damian tersenyum kecil.

"Terima kasih."

Talia mendelik.

"Itu bukan pujian."

"Menurutku itu pujian." Damian mengangkat bahu.

Talia menghela napas panjang, lalu kembali duduk.

"Ganti topik aja biar aku gak makan hati terus. Kenapa kamu pergi gak bilang-bilang? Kamu tahu aku cariin kamu kemana-mana? Aku pikir kamu  cari makanan doang di dapur, eh ternyata beneran pergi. Mana perginya nggak tinggalin apa-apa lagi. Tulis surat ke, kasih tanda mata atau kasih aku duit gitu. Hitung-hitung tanda terimakasih karena udah tolongin kamu. Aku kan agak matre anaknya." ceplos Talia hingga Damian tidak tahan lagi. Tangannya terangkat mencubit pipi Talia. Hal yang tidak pernah dia lakukan pada siapapun kecuali Bian.

"Ih, sakit tahu!"

Damian hanya terkekeh. Saat sadar, ia cepat-cepat bersikap biasa lagi dan berdeham.

"Papa? Papa kok lama banget?"

Seorang bocah muncul di depan pintu ruangan itu bersama pria dewasa. Damian dan Talia sama-sama menatap ke arah mereka. Talia mengernyitkan dahi, ia terus menatap Bian, merasa bocah itu familiar. Otaknya berpikir keras.

"Kakak fales? Pa, kakak ini yang waktu itu nyanyinya jelek banget terus jatoh dari bangku taman?"

Talia melotot. Dia menatap Bian, lalu menatap Damian bergantian beberapa kali. Wajahnya melongo seperti orang bodoh dan nampak  sangat lucu di mata Damian.

1
cecla9
Ethan nasalah apalagi Kan udinan tamat mereka
Sherly Neovita
⭐⭐⭐⭐⭐
Fitria Syafei
KK cantik kereen 🥰 kereen 🥰 terimakasih 😘
Syakirah Dzaky
🤣🤣 Damian yg ada masalah pendarahan di otak nya , tp Talia yg Gila🤣🤣
⭐️asteri
Luis ini yg dulu suka ama thalia kah ?
Syakirah Dzaky: bukan Talia , tp suka sama Kara klo tdk salah ingat . mereka kan sahabatan ada beberapa org , perempuan Hasel sama santan Kara😂
total 1 replies
Mutia Efrida
Emang Ethan ada masalah apa? Please siapin tolong jawab, kepo aku hahahah
🍒WINA🍒
semoga ada kisah ariel dan aurora dibuat kisah sendiri mae😊
damian dimasa tuanya sangat bahagia punya istri anak2 dan cucu2 rumah selalu ramai, penuh canda tawa lebih hangat...

daddy damian adalah sosok ayah yg terbaik bagi anak dan cucunya, sangat sayang dan perhatian sama keluarga...

sehat selalu ya daddy damian, diluaran daddy damian terkenal sangat kejam dan tanpa ampun bagi yg bersalah...
🍒WINA🍒
Akhirnya daddy damian pulang juga disambut hanya hangat sama cucu-cucunya masih kecil, daddy damian sangat merindukan suasana rumahnya...

daddy damian akan cepat pulih di sekeliling semua orang mencintainya, istri tercinta yg selalu gercap dan siaga😊
sehat selalu ya daddy damian istri anak2 dan cucu2 masih sangat membutuhkanmu...
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
......bunga
❤️
Manis
mama papanya bian kok nggak pernah keliatan yah🤔
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
kisah aril & aurora dimana ya thor
Manis: bantu jawab, masih mencintaimu kak.
total 1 replies
Nurminah
enaknya kalo hidup akur setia dengan anak istri di saat tua ada yg menemani
LANY SUSANA
pasangan yg so sweet😍😍😍
cinta nya betul betul ya daddy Damian ke istri 😍😍😍😍dan sabarnya dgn Thalia yg sifat nya kadang random 🤣🤣🤣🤣
phi_dvas🌼
💪👍👍
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
🍒WINA🍒
Daddy damian bertahan hidup, istri anak-anaknya dan cucu-cucunya masih mrmbutuhkan daddy damian...
semua keluarga sangat bahagia dan terharu, daddy damian semangat hidup sangat tinggi setelah melewati operasi sangat menegangkan...

mommy thalia dengan setia berada disamping daddy damian merawat, dengan penuh kasih sayang pasangan suami istri sejati....
jeakawa loving❤️
sehat selalu Mak jer agar selalu bisa membuat karya yang makin makin bagus lagi,tolong jangan putus ya cerita DAMIAN mau sampe beribu ribu BAB pun akan aku baca slalu,dan jangan sampe ada perpisahan dengan cara kematian biar mereka menua aja cukup/Pray/
Etty Sumaryanti
😃😃😃mommy y mlh yg gk pulng mandi" p dirmh sakit gk d kbr mandi mom😃😃😃
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!