Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bersama Josua
Sore hari Josua datang dengan mobil perusahaan, ia membawa ku untuk makan malam bersama. Aku mau ikut dengan nya karena janjinya Josua tidak akan membahas tentang hubungan kami lagi, dia cerita kalau PT ini dibawah naungan ayah sang pacar nya.
Keluh kesahnya tentang hubungan baru ini semakin membuat ku yakin ada penyesalan dihatinya kenapa dulu hubungan kami dia tinggalkan. "Aku sudah dilamar Jo," kataku menghentikan keluh kesahnya akan wanita itu, "Oh selamat ya," katanya padaku.
Menutupi malunya dia pilih dengan membahas pekerjaan, walaupun sama-sama membawa alat berat resiko kerja di bagian kontruksi begini jauh lebih banyak tanggung jawab, dia juga cerita tentang Kalimantan dan rencana dia akan tinggal disana setelah pernikahan, namun pernikahan belum menemukan tanggal yang cocok. "Lista Ijonk juga mau menikah." ku infokan aja kepada dirinya mana tau mau satu tanggal nantinya.
"Kapan? Nanti bisa samaan pula." Aku mengangkat kedua bahu ku. "Ngomong-ngomong pacar baru mu orang mana?" Ia gak tau aja, ku perlihatkan foto bang Dean kepada nya. "Ini... Yang, di komunitas mu itu kan." Aku mengangguk kan kepala menikmati nasi goreng kambing dan juga kentang goreng.
"Kalau bisa kau enggak usah nampak kan diri didepan dia, nanti dia tau lagi kamu bukan sepupuku."
"Astagaa, gak siap-siap ya sifat buruk mu itu." Ucap Josua menghabiskan ayam geprek pesanannya. "Kurang ajar memang sifat buruk mu itu." Maksudnya yang bagian mana ini, menipu ini? Ah aneh bener itu bukan menipu,itu namanya sedia payung sebelum hujan.
Kami makan sampai kenyang, Josua menatap wajah ku memperhatikan sesuatu detail nya. " kurusan kau ya." ucapan Josua ku balas dengan bekas infus satu hari lalu. " Ohh lalap lah kau sakit, karena enggak sama aku itu kau jadinya lemah." Josua bangke, bisa-bisanya kau masih sanggup ngebully aku di saat kondisi ku seperti ini.
"Kau pula ninggalin aku, gimana lah," aku tanpa sengaja memegang tangan Josua,
itu real benar-benar bukan ku sengaja. Jadinya Josua canggung kan dengan ku, aduh ada-ada ajalah, tiba nya bisa pula Josua
ikut nyanyi dibagian tengah lagu yang sering di nyanyikan BCL (bunga citra lestari) berjudul karena ku cinta kau, pada bagian lirik ini seakan diperdalam oleh Josua:
Semua itu karena ku cinta kau
Saat kau ingat aku ku ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Ku tahu kau s'lalu ingin denganku
Ku lakukan yang terbaik
Yang bisa ku lakukan
Tuhan yang tahu ku cinta kau
Jika kau tak percaya padaku
Sakitnya aku
Jika lebih dengar mereka
Sedih hatiku
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau.. kau...
Dan pada lirik di bait akhir 'semua itu karena ku cinta kau... Kau...' Josua menggenggam tanganku, menatap tajam ke arah ku.
"Hargai pasangan masing-masing lah Jo, aku kalau kamu ajak untuk dinner sekedar ngobrol mau tapi kalau kamu pancing untuk di luar itu bukan tipikal ku Jo."
Hampir saja ku tinggalkan Josua diantara marah ku, ia tau betul kalau aku enggak suka dipegang-pegang kenapa dia buat apakah dia lupa? Lebih parahnya lagi kalau aku enggak suka cara dia mempermainkan emosi ku seperti tadi, apa maksudnya menyanyi begitu dihadapan ku.
Suasana jadi canggung, sampai dirumah aku jadi kepikiran dengan kejadian tadi. Aku marah karena bang Dean minum-minum bareng temannya, apa bedanya sama aku, aku juga lakuin kesalahan dengan jalan sama Josua terus malah ngakuin Josua sepupu ku lagi.
Ahh besok harus kerja dan lanjut kuliah, harus semangat Miwa kamu sudah berada sejauh ini.
Ngantuk sudah mendatang, saatnya berteman dengan tempat tidur selimut beserta AC. Ku akhiri Minggu ini dengan berkata i m enjoy that moment.
Pagi ini aku sudah mulai bekerja di kantor cabang, bagaimana kira-kira jiwa ke pimpinan ku dalam 6 bulan kedepan.
Ini hidup yang memperihatinkan, jam 5 pagi lewat 15 menit sudah mulai siap berangkat, Senin yang melelahkan. Lama-lama nanti bisa tinggal ini rumah, paling entar cari kost kalau kira-kira ribet banget.
"Nanti aku boleh singgah ke rumah." bang dean mengirim kan pesan suara, lama sekali baru aku ada niat membalasnya.
Miwa:[ aku bakal pulang larut malam, enggak mungkin bisa ketemu. Sekarang aku sudah ada dikantor Bekasi.]
Chat ku hanya di baca oleh bang Dean, dan ya hari ini pun tugas kantor sudah bantai aku se mabuk-mabuknya, mau gak dikerjain sudah tanggung jawab harus di emban, Ini lagi bang Dean kenapa telepon sih.
Daripada berulang terus bagusan dia ku ajak curhat kali ya. "Pusing aku, jauh banget dari rumah ke sini. Masa harus ngekost lagi sih. Kek banyak uang aja.
"Ada apa?" Aku sedang menikmati waktu santai ku dengan body lotion sekaligus body care lainnya.
"Kau masih marah?" Tanya bang Dean langsung ke inti masalah. "Kok bisa sih Abang kek gitu."
"Enggak lah," aku menarik nafas dalam, kelihatan capek terlihat begitu nyata— menarik selimut lanjut untuk beristirahat santai, ku ambil satu bagian penting dalam hidup yaitu untuk istirahat dengan maksimal.
"Lumayan juga aku, 3 jam pulang balik dari kantor..." mataku terpejam namun bibir ku ingin bercerita. "Capek." Aku terlelap nyaman dengan suasana dimana ada bang Dean.
Bang Dean tidak mematikan panggilan itu, malah ku lihat di jam 5 dia juga sudah siap dan masak, selayaknya bikin konten layar handphone menghadap fokus kepada dia.
"Abang lagi dimana?" kataku sembari mengeringkan rambut.
"Di kost,ini di dapur umum nya." suara wajan berlawanan dengan suara hairdryer, gambaran rumah tangga nanti di Jam 5 pagi, istri bersolek suami sibuk di dapur hahaha ada-ada aja. "Enak Lo," tawaran bang Dean atas nasi goreng buatannya.
Bekal ia susun sendiri, dan tidak lupa ia merapikan kembali dapur. Pergi meninggalkan kost dengan panggilan masih terus menyala. "Aku juga mau berangkat nih, ke Bekasi." Bang Dean melihat ke arahku sembari memutar balikan kemudi mobil.
"Jauh banget, ngapain?" Ia kembali fokus menyetir, sesekali menatap ke arahku. "Ya sekarang aku disana kerjanya, dikantor cabang."
"Udah tinggal dirumah aja kamu, nanti ambil kunci sama aku, kan kamar sudah tahap renovasi sekalian kamu yang awasi disana." tawar bang Dean kepada ku.
"Kalau sudah selesai di renovasi kemungkinan nanti kita pindah kesana." Bang Dean sibuk dengan handphone nya satu lagi, aku tidak memperpanjang soal rumah itu, ya juga ya kalau ada yang bisa ditempati kenapa tidak.
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰