NovelToon NovelToon
Transmigrasi Alea : Kehidupan Kedua Sang Ratu Mafia

Transmigrasi Alea : Kehidupan Kedua Sang Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita perkasa / Reinkarnasi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rs_31

Akibat sebuah kecelakaan, Alea—Ratu Mafia yang ditakuti dunia bawah—bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang siswi SMA yang cupu, norak, dan selalu menjadi sasaran perundungan.
Lebih buruk lagi, gadis itu bukan hanya dibenci di sekolah, tetapi juga ditolak oleh keluarganya sendiri. Penampilan lusuh dan tingkahnya yang dianggap memalukan membuatnya hidup tanpa suara, tanpa pembelaan.
Kini, jiwa dingin dan berbahaya milik Alea menempati tubuh yang selama ini diremehkan semua orang.
Sekolah yang dulu penuh ejekan mulai terasa tidak aman.
Keluarga yang dahulu membuangnya perlahan menghadapi perubahan yang tak bisa mereka kendalikan.
Akankah mereka menyesal telah membenci Alea?
Ataukah justru Alea yang tak lagi peduli untuk memaafkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rs_31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Derren Vs Arabella

Tepat pukul sepuluh malam, anggota Black Mamba mulai berdatangan ke lintasan gunung itu. Padahal balapan baru akan dimulai satu jam lagi, namun mereka sudah sangat antusias hingga datang lebih awal.

Suara motor yang meraung memecah keheningan malam.Lampu-lampu kendaraan menyorot jalanan berkelok yang menjadi lintasan kebanggaan mereka.Namun langkah mereka tiba-tiba terhenti saat melihat sosok yang berdiri di tengah lintasan bersama Rafaell.

Seorang wanita dengan tatapan tenang siapa lagi jika bukan Arabella Kalandra pemimpin Black Mamba.

"Gilaaa gue nggak salah lihat kan? Itu Queen?" tanya salah satu anggota Black Mamba yang sudah bertahun-tahun bergabung.

Pria itu menyipitkan mata, seolah memastikan apa yang dia lihat bukan ilusi.

"Iya itu memang Queen," jawab temannya pelan.

Beberapa anggota lain mulai berbisik satu sama lain.

"Akhirnya Queen kembali," gumam pria itu sambil menghela napas lega.

Dia sudah lama bergabung dengan Black Mamba, bahkan jauh sebelum Derren dan anggota baru lainnya. Dia tahu betul bagaimana Ara selalu berdiri paling depan setiap kali anggotanya dalam bahaya.

Bagi mereka, Ara bukan hanya pemimpin.Dia adalah alasan Black Mamba tetap disegani.Namun tidak semua orang terlihat lega.

Di sisi lain lintasan, beberapa anggota saling bertukar pandang dengan raut wajah ragu.

"Tapi.. apa Queen masih sekuat dulu?" tanya salah satu dari mereka dengan suara pelan.

"Bukannya dia baru saja keluar dari rumah sakit?" sahut yang lain.

"Iya, gue juga dengar dia sempat koma."

"Katanya juga dia mengalami amnesia."

Suasana mendadak berubah.Bisikan mulai terdengar di mana-mana.Sebagian merasa senang melihat Ara kembali.

Namun sebagian lainnya justru diliputi kekhawatiran.Jujur saja, kabar tentang kondisi Ara membuat mereka was-was. Tidak sedikit yang mulai meragukan apakah pemimpin mereka masih mampu berdiri di puncak seperti dulu.

Malam ini bukan hanya soal balapan.Bagi Black Mamba, malam ini adalah jawaban dari satu pertanyaan besar.

pakah Queen mereka benar-benar telah kembali.Atau hanya bayangan dari masa lalu.

Di tengah keramaian para penonton dan anggota Black Mamba, Derren akhirnya muncul dengan penuh percaya diri.

Suara langkahnya terdengar santai, seolah malam ini kemenangan sudah berada di tangannya.

Beberapa anggota Black Mamba langsung menoleh saat melihatnya datang.

Derren berjalan perlahan melewati kerumunan, lalu berhenti tepat di hadapan Ara dan Rafaell.

Tatapannya penuh tantangan.

"Queen, sudahlah menyerah saja. Lebih baik lo pergi dan serahkan Black Mamba ke gue," kata Derren santai sambil menatap Ara dengan senyum mengejek.

Beberapa anggota yang berdiri di sekitar mereka langsung terdiam.

 Suasana yang tadi ramai mendadak terasa tegang.Namun Ara sama sekali tidak terlihat panik.

Dia hanya berdiri diam menatap Derren tanpa ekspresi, seolah ucapan pria itu tidak berarti apa-apa.

Bahkan sorot matanya terlihat begitu tenang.

"Lo udah siap malam ini?" tanya Ara singkat, sama sekali tidak menanggapi ucapan Derren tadi.

Derren tertawa kecil mendengar pertanyaan itu.

"Tentu saja, Queen," jawabnya dengan nada penuh percaya diri.

Namun senyumnya berubah menjadi lebih sinis.

"Jangan sok jadi Queen deh, lo. Jangankan mengingat tempat ini, lo bahkan nggak ingat siapa diri lo sendiri," kata Derren dengan nada mengejek.

Beberapa anggota Black Mamba mulai berbisik pelan setelah mendengar ucapan itu.

Ara hanya tersenyum miring menatapnya.Tatapan matanya tajam, namun wajahnya tetap tenang.

"Tentu saja gue nggak ingat," gumam Ara dalam hati.

"Karena gue itu Alea Adinata Queen mafia."

"Bukan Arabella Kalandra, Queen Racing Black Mamba."

Namun semua kalimat itu hanya dia simpan di dalam pikirannya.

Tidak satu pun orang di sana yang tahu kebenaran itu.

Derren kembali menatap Ara dengan senyum meremehkan.

"Queen, lo masih berani balapan di lintasan ini?" tanyanya.

Ara mengangkat sedikit alisnya.

"Kenapa?" tanyanya datar.

Derren tertawa pelan sebelum kembali berbicara.

"Lo nggak takut dengan tempat ini?"

"Takut? Apa yang harus gue takutkan?" tanya Ara.

Sungguh, dia merasa sangat lucu dengan perkataan Derren. Kenapa dia harus takut? Bahkan dulu dia sudah berkecimpung di dunia gelap, dunia yang jauh lebih berbahaya dari lintasan balapan seperti ini.

Derren terdiam sesaat.

Dia mendengus kesal karena gagal memprovokasi Ara. Bukannya membuat Ara gentar, justru sekarang dia sendiri yang terlihat semakin marah.

Rahangnya mengeras saat menatap Ara.

"Ck, masih saja sok tenang," gumam Derren pelan.

Ara hanya menatapnya tanpa perubahan ekspresi sedikit pun.

Sikap tenang Ara justru membuat Derren semakin kesal.Beberapa anggota Black Mamba yang berdiri tidak jauh dari mereka mulai memperhatikan situasi itu dengan serius.

Mereka tahu, percakapan ini bukan sekadar adu mulut.

Ini adalah pertarungan harga diri.

"Baiklah," kata Derren akhirnya sambil menyeringai tipis.

"Kalau lo memang nggak takut buktiin aja di lintasan."

Ara mengangkat sedikit alisnya.

"Buktiin?"

"Iya," lanjut Derren.

"Balapan malam ini bakal nentuin siapa yang pantas jadi Queen Black Mamba."

Suasana di sekitar mereka langsung berubah tegang.Beberapa anggota saling berpandangan.Semua orang tahu apa arti dari taruhan itu.

Jika Ara kalah maka posisi Queen akan benar-benar jatuh ke tangan Derren.

Rafaell yang sejak tadi berdiri di samping Ara langsung menoleh padanya.

"Ra." Namun Ara mengangkat tangannya sedikit, memberi isyarat agar Rafaell diam.

Tatapan Ara kembali tertuju pada Derren, begitu sangat tenang namun sangat dingin.

Seolah balapan ini bukan sesuatu yang perlu dia khawatirkan.

"Baik," kata Ara singkat.

Jawaban itu membuat beberapa anggota Black Mamba langsung terkejut.

Derren pun tersenyum lebar.

"Bagus."

"Karena malam ini gue bakal nunjukin ke semua orang kalau Queen yang lama sudah selesai."

Ara tersenyum tipis.

Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda dalam sorot matanya.

"Jangan terlalu percaya diri," kata Ara pelan.

"Lintasan ini belum tentu berpihak sama lo."

Suasana mendadak sunyi.Angin malam berhembus melewati lintasan gunung itu.Semua orang mulai sadar.Malam ini bukan hanya tentang balapan, tapi malam ini adalah malam perebutan tahta Black Mamba.

"Ara, gue akan pastikan kalau malam ini lo akan hancur."

Derren menatap Ara dengan senyum penuh kemenangan, seolah balapan ini sudah selesai bahkan sebelum dimulai.

Beberapa anggota Black Mamba saling berpandangan setelah mendengar ancaman itu.

Namun Ara hanya menatap Derren dengan tenang.

Tatapan dinginnya membuat suasana di sekitar mereka semakin sunyi.

"Lihat saja nanti," jawab Ara singkat.

Derren mendengus kecil.

"Masih saja sok tenang."

Dia lalu berbalik dan berjalan menuju motornya yang sudah terparkir tidak jauh dari sana.

Motor sport hitam dengan modifikasi agresif itu langsung menarik perhatian para anggota.

"Itu motor baru Derren?"

"Gila, speknya pasti udah dimodif habis-habisan."

Beberapa anggota mulai berbisik melihat motor itu.

Sementara itu Rafaell menoleh ke arah Ara.

"Ra lo yakin?" tanyanya pelan.

Ara tidak langsung menjawab.Dia menatap lintasan gunung di depannya.Jalanan berkelok tajam yang diterangi lampu jalan redup itu terlihat seperti ular panjang yang siap menelan siapa pun yang lengah.

Lintasan itu bukan lintasan biasa.

Tempat itu adalah lintasan yang dulu hampir merenggut nyawanya.

Namun anehnya, tidak ada rasa takut sedikit pun di dalam diri Ara.

"Apa gue pernah balapan di sini?" tanya Ara tiba-tiba.

Rafaell terlihat sedikit terkejut dengan pertanyaan itu.

"Iya," jawabnya pelan.

"Dan lo selalu menang."

Ara tersenyum tipis.

"Kalau gitu malam ini juga sama."

Rafaell menghela napas panjang.

Dia tidak tahu harus merasa lega atau justru khawatir.

Beberapa saat kemudian salah satu anggota Black Mamba maju ke tengah lintasan.

"Balapan dimulai tiga puluh menit lagi!" teriaknya keras.

Kerumunan langsung menjadi semakin ramai.Suara mesin motor mulai terdengar dari berbagai arah.

Derren sudah duduk di atas motornya sambil menatap Ara dengan penuh tantangan.

Sementara Ara berjalan perlahan menuju motornya sendiri.

Motor hitam miliknya berdiri kokoh di pinggir lintasan.

Beberapa anggota Black Mamba langsung terdiam saat melihatnya.

"Itu motor Queen."

"Dia benar-benar akan balapan."

Ara berhenti di depan motornya.

Tangannya perlahan menyentuh setang motor itu.

Entah kenapa, ada perasaan aneh yang muncul di dalam dirinya.

Seolah tubuhnya mengingat sesuatu yang tidak bisa diingat oleh pikirannya.

Sebuah ingatan yang hilang.

Ara lalu naik ke atas motor itu dengan tenang.

Saat mesin motor dinyalakan.Suara raungan mesinnya langsung menggema di sepanjang lintasan gunung.Beberapa anggota Black Mamba langsung merinding mendengarnya.

"Suara motor Queen."

"Udah lama banget gue nggak dengar itu."

Derren menatap Ara dengan tajam dari kejauhan.

Namun di dalam hatinya, ada sedikit rasa tidak nyaman yang mulai muncul.Balapan bahkan belum dimulai tapi aura Ara sudah mulai terasa.

" Gue semakin penasaran, apakah Derren mampu mengalahkan Queen malam ini?"

1
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Tinta_Hitam: cus lanjut baca. jangan kupa saran dan keritikannya ya guys
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!