" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 35
Hari hari Haruka berubah drastis dari biasanya. dia tidak pernah lagi keluar rumah, kondisinya pun tidak sekuat dulu. dia sering lemas, sering mual dan moodnya pun sering berubah ubah. Hal yang paling sering dia lakukan adalah melamun memikirkan Naoki. dia sangat merindukan lelaki itu.
meskipun sekarang daiky sudah banyak berubah. daiky selalu pulang tepat waktu, nggak pernah keluar malam dan sering memberikan dia hadiah. Namun semua itu terasa kosong bagi Haruka. Semua perlakuan baik daiky terasa tidak ada gunanya.
satu hal yang selalu Haruka pertanyakan, kenapa harus sekarang? Kenapa tidak dari dulu? Sebelum Haruka jatuh cinta dan memiliki calon anak dengan Naoki? Kenapa harus terlambat seperti ini?
Haruka tidur lebih cepat seperti biasanya karena dia tidak memiliki tenaga. Mood makanya berkurang drastis. Dia tidak mood melakukan ini itu. Dia hanya rebahan dan bermain ponsel. Mengecek cafenya saja jarang dia lakukan sekarang.
Cekleek!
Pintu kamar terbuka, daiky masuk ke dalam dan melihat Haruka yang tertidur. daiky baru saja selesai dari ruang kerjanya.
daiky berjalan mendekati Haruka, dia melambaikan tangan nya di depan wajah Haruka memastikan Haruka tidak terjaga.
" dia sudah tidur" batin daiky.
Daiky mengambil jaket dan kunci mobil. lalu dia segera Pergi dari kamar itu. daiky pergi dengan mobilnya. saat ini Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam dan saat saat yang daiky tunggu akhirnya tiba.
mobil daiky berhenti di jalan yang dekat dengan rumah orang tua Haruka. Laku daiky turun dan berjalan kaki menuju perbatasan rumah itu.
Daiky memanjat dinding perbatasan yang tidak terlalu tinggi. dia dengan mudah melewati perbatasan tersebut lalu dengan hati dan memastikan jika semuanya aman dia segera bergegas menunjuk tangga yang di simpan di halaman belakang.
daiky mengambil tangga tersebut dengan hati hati lalu mendirikan nya di dinding dekat balkon kamarnya Haruna.
" haruna kamu tidak akan dapat kabur lagi" batin daiky lalu mulai menaiki tangga tersebut hingga dia dapat meraih perbatasan balkon lalu dengan mudah dia melewati nya dan tiba di balkon tersebut.
" huh! Aman" gumamnya lirih lalu berjalan menghampiri pintu balkon.
daiky berfikir akan susah untuk dia masuk. Bisa saja pintu nya di kunci kan? Bahkan dia sudah menyiapkan kawat yang dapat membobol pintu. namun ternyata pintu nya tidak terkunci. Mungkin Haruna lupa mengunci nya.
Begitu dia masuk suasana gelap langsung menyambut kedatangan nya. Namun telinga nya dapat mendengar isak tangis lirih yang coba di tahan.
" haruna?" panggil daiky meraba saklar lampu utama lalu menghidupkan nya.
Klik!
begitu lampu menyala, daiky sangat terkejut kala matanya menatap pemandangan yang sangat tidak dia duga.
" papa, mama" gumam nya lirih. Tubuhnya terasa kaku untuk bergerak. Bagaimana tidak? Mertuanya menatap dirinya tajam, belum lagi kakak iparnya yang juga ada di sana.
" jadi kamu orangnya?" tanya Ikki dingin namun tajam.
" papa Haruna mohon. Haruna akan melakukan apapun tapi tolong lepaskan daiky, jangan perpanjangkan masalah ini. Ini demi Haruka. Haruna mohon pa" mohon Haruna dengan Isak tangis nya dan posisi yang berlutut di depan papanya.
" DASAR BAJINGAN!!" teriak seto marah lalu memukul wajah daiky hingga daiky terhuyung ke samping.
Baru juga keluar dari rumah sakit satu Minggu yang lalu. Bahkan hidupnya baru saja sembuh. namun dia sudah kembali mendapatkan pukulan.
" SETAN! LO SUDAH MEMPERMAINKAN KELUARGA GW! LO UDAH NYAKITIN KEDUA ADIK GW!!" bentak seto murka.
Yaa, orang suruhan daiky yang mencari informasi tentang Haruna adalah orang yang sama dengan orang yang Ikki bayar untuk mencari informasi tentang siapa ayah dari anak yang di kandung haruna.
Karena itu mereka dapat dengan mudah menemukan nya dan menjebak daiky untuk datang sendiri. namun dari awal mereka tidak tahu jika pria itu adalah daiky. ini benar benar kejutan untuk mereka.
" maaf..."
Hanya itu yang mampu daiky ucapkan. daiky sadar dia salah. tapi mau bagaimana lagi? Yang dia cintai itu Haruna, bukan Haruka. dari dulu dia tidak mengharap kehadiran Haruka di hidupnya.
" maaf? Lo pikir semua nya bakal selesai dengan kata maaf?!" bentak seto lalu kembali memukul daiky dan daiky sama sekali tidak membalas nya.
" cukup kak! Cukup!!" teriak Haruna dengan suara Isak tangis nya. dia mencoba menghentikan seto yang terus memukuli daiky.
" mama benar benar kecewa sama kamu runa. Kamu tega merusak rumah tangga kakak mu sendiri" ujar sakura yang merasa sangat kecewa. bahkan air matanya saja terus terjatuh sedari tadi. dia tidak menyangka putri kandung nya akan melakukan hal ini.
Bagaimana jika Haruka tahu? Dia pasti akan sangat terluka. Bagaimana tidak? Adiknya sendiri tega bermain gelap dengan suaminya. Terlebih lagi sekarang Haruna sedang hamil.
" haruna tahu Haruna memang jahat, Haruna berhak di benci oleh kalian. tapi asal kalian tahu, aku dan daiky lebih dulu kenal dari pada kak ruka" ujar Haruna menceritakan semuanya " daiky menerima perjodohan itu karena awalnya dia berfikir orang itu adalah aku, tapi ternyata yang kalian jodohkan itu adalah kak ruka"
Yaa, mereka memang lebih dulu kenal. bahkan saat perjodohan itu di lakukan mereka sudah menjalin hubungan. Dan memang saat itu daiky mengira wanita itu adalah haruna karena itu dia menerima perjodohan ini tanpa penolakan. Bahkan dia berjanji pada mendiang ibunya jika dia akan membahagiakan istrinya.
Haruna juga sudah mencoba mengakhiri hubungan mereka. Namun daiky menolaknya daiky terus memaksanya hingga dia luluh. Bahkan daiky sengaja berhubungan dengan haru agar Haruka tidak curiga dengan hubungan nya dan Haruna.
" iyaa, Haruna tidak salah. kami saling mencintai yang salah disini kalian. seharusnya perjodohan itu tidak pernah terjadi" ujar daiky ikut membela.
"DIAM!!" bentak Ikki" mulai sekarang ceraikan putri ku Haruka, dan kau harus bertanggung jawab atas Haruna dan janinnya. Pergi dari hadapan ku, mulai sekarang jangan tunjukkan wajah kalian lagi!!" ujar Ikki lantang. Dia benar benar kecewa dan marah.
" pa... Papa" panggil Haruna ingin mengejar papanya yang pergi dari kamar nya bersama mamanya.
" Lo..." ujar seto menunjuk Haruna " gw menyesal karena telah memperlakukan Lo dengan baik selama ini. gw menyesal udah kasih elo kasih sayang seorang kakak. Seharusnya adik gw cuma Haruka" ujar seto " mulai sekarang Lo bukan lagi adik gw!"
Setelah mengatakan itu dia segera pergi dari sana.
Haruna terduduk lemah di lantai yang dingin itu. Dia kembali terisak. Hancur, semua nya hancur. Masa depannya, keluarganya dan kebebasan nya. Semuanya kini telah hancur.
" kamu hamil?" tanya daiky tidak menyangka.
Yaa, dia memang belum tahu. Haruna belum memberi tahu dirinya.
" pergi daiky, gw nggak butuh Lo disini. Seharusnya Lo nggak perlu datang. Gw udah bilang hubungan kita udah selesai" ujar Haruna menatap daiky dengan mata basahnya.
" jawab gw! Lo hamil?" tanya daiky lagi. dia hanya butuh jawaban bukan pengusiran.
" yaa!" jawab haruna kasar " dan gw nggak mau ngelahirin anak ini, dia aib, dia pembawa sial. gara gara kehadiran dia hidup gw hancur" rancau Haruna yang sudah sangat stres. Dia tidak bisa lagi berfikir secara bersih.
Di kurung dalam waktu 1 bulan lebih, tidak pernah menghirup udara bebas kecuali dari balkon. Hidupnya tertekan dan tidak bebas. Di tambah lagi sekarang masalah nya malah bertambah. Rahasia terbesarnya sudah terbongkar.
" jangan macam macam! Dia anak gw! kalo dia mati Lo juga akan mati!" ancam daiky yang tidak ingin kehilangan anaknya.
dia tidak ingin kehilangan anaknya, tapi dia malah memisahkan Naoki dan anaknya.