NovelToon NovelToon
Mendaki Saat Menstruasi

Mendaki Saat Menstruasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Hantu
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: TuanZx

Masih di atas gunung, Aya membuang bekas pembalutnya sembarangan ke semak-semak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TuanZx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29; Terpisah

Sambil jalan nyusurin jalan yang mulai curam. Kini giliran Iman yang jadi bulan-bulanan makhluk gaib.

Dia seolah ngeliat ada pintu gerbang gaib besar dari kejauhan, yang tersusun dari ranting-ranting pohon yang menjalar, melingkar, dan tersusun rapi, seperti ada sebuah jalan menuju ke alam lain.

Sepanjang perjalanan, Ari terus-terusan istighfar.

Iman pun berusaha menenangkan Ari.

Belum tenang hati Ari, tiba-tiba...

Sreeek!

Sreeek!

Tepat saat itu, Ari liat ada sepasang bola mata besar, sebesar kepalan tangan manusia mengikuti dari sebelah kiri.

Mata yang gede banget.

Dia yakin itu bukan halusinasi, karena Iman juga ngeliat hal yang sama.

Besar kemungkinan, mereka memang gak hanya berlima.

Dan alhasil, bulu kuduk Ari makin berdiri.

Liat gelagat Ari yang tak kunjung tenang, Iman berinisiatif untuk mendampingi kawannya itu diposisi belakang.

Karena Iman yakin, kalo apa yang dirasakan kawannya itu, benar adanya.

Ketika dijalan setapak, Iman mengambil alih posisi Ari di bagian paling belakang. Dan sejak itulah, perjalanan mulai kerasa lebih tenang.

Ari udah sedikit lega, sekali-kali dia komat-kamit baca do'a. Tapi tiba-tiba...

Kretak!

Iman ngambil sepotong ranting dari timbunan semak-semak di jalur pendakian, lalu menyelipkannya ditelinga kanan.

Dia milih ngikutin petuah orang terdahulu, sambil gak lupa terus do'a agar terus dilindungi.

Setelah melewati rute yang panjang dan melelahkan. Alam mulai menunjukkan tanda-tanda menjelang pagi.

Langit yang tadinya gelap gulita, sekarang mulai sedikit lebih terang.

Sayup-sayup, mulai kedengeran adzan subuh.

Waktu kerasa berjalan begitu cepet. Perjalanan berjam-jam yang di tempuh, udara yang semakin dingin, baju lembab bercampur keringat, tenaga yang semakin terkuras, tetep gak menyurutkan semangat lima sekawan itu.

Formasi barisan sekarang udah gak beraturan. Ari, Iman, Irwan berada di barisan depan. Sementara Ucu dan Aya berada di barisan belakang.

"Guys, kita istirahat dulu sebentar disini ya?" kata Ucu. Dan disitu dia keliatan pucet, karena dia nahan sakit di dadanya.

Merekapun sepakat buat istirahat sebentar di sebuah daerah yang sering disebut Parakbatun. (Nama daerah telah disamarkan)

Mereka pun mulai memasak air buat buat kopi.

Sambil nunggu air mateng, sebagian dari mereka ada yang udah sibuk poto-poto.

Selesai beristirahat. Ari, Irwan dan Iman ngajak buat lanjutin perjalanan.

Tapi Ucu, kayaknya masih butuh sedikit waktu buat mulihin rasa sesak yang tiba-tiba menyerangnya.

Dia bilang, "Kalian naik duluan aja keatas, nanti gua nyusul."

Dan Aya bilang, "Duluan aja, biar gua nemenin Ucu disini."

Akhirnya, Ari, Iman, dan Irwan beranjak dari Parakbatuan menuju ke Cadas. Cadas yang dimaksud adalah batas vegetasi.

Sementara Aya dan Ucu masih duduk di persinggahan untuk memulihkan tenaga. Dan saking lelahnya, mereka berduapun ketiduran.

———

"Cu, bangun! Kita ketiduran nih." kata Aya.

"Astaghfirullah, Ya. Ayo kita jalan." sahut Ucu.

Keduanya pun langsung bergegas sambil menyandang carrier di pundak.

Sementara itu, Ari, Iman, dan Irwan udah nyampe duluan di Cadas.

Sambil nunggu Aya sama Ucu, mereka mulai mengeluarkan logistik dan perlengkapan lainnya.

Karena kapasitas priuk yang gak cukup buat lima orang, akhirnya mereka mutusin untuk memasak porsi bertiga terlebih dahulu.

Tapi sayang, ketika Ari dan Irwan kelar makan, airpun habis.

Dari kejauhan, keliatan Aya dan Ucu udah hampir nyampe di cadas. Batas vegetasi.

Aya langsung lari kenceng dan langsung duduk di sebelah priuk nasi. Dia keliatan kelaparan banget.

"Sorry Bro, jatah lu, gua makan duluan. Laper banget nih." kata Aya.

"Terserahlah, yang penting nanti masak lagi. Soalnya gua juga belum makan,Ya." kata Iman.

Disaat yang bersamaan, Ari yang baru kelar makan, menghampiri Iman yang merupakan penanggung jawab logistik untuk minta serbuk suplemen kesehatan dan rokok.

"Mantap!" kata Ari sambil ngambil sebatang rokok Sampoerna Mild dari tangan Iman.

Gak lupa ia pun mengisi satu botol minumnya dengan serbuk suplemen kesehatan.

Ari juga gak sengaja mengisi carrier bawaannya dengan garam sebungkus, beberapa cabai, serta satu bungkus lagi serbuk suplemen kesehatan, yang kemudian diselipkan dikantong celananya.

Dan Aya pun gak mau ketinggalan, ia ikut-ikutan mengambil serbuk suplemen kesehatan diselipkan dikantong celananya.

Lalu tiba-tiba...

"Woi Bro! Ini piring siapa? Kayaknya gak asing?! Wah dasar kalian! Jangan-jangan ini piringnya Pak Alex yang punya warung deket rumah. Gila kalian ya?" kata Ari.

Sontak, dia melemparkan piring-piring itu ke berbagai arah.

Liat itu, Iman pun langsung ngumpulin piring-piring itu lagi. Gak ada yang protes saat kejadian itu.

Mereka hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan Ari yang kekanak-kanakan.

Setelah itu Ucu bilang, "Ayo guys! Sekarang kita giliran ambil stock air. Stock air kita kosong."

"Ri, giliran lu lah ambil air!" kata Iman.

Dia nyuruh Ari karena dia belum ngelakuin apa-apa selain makan, masak dan marah-marah.

"Kok gua? Gak ada yang lain? Gua mau kepuncak Bro!" kata Ari agak congkak.

Daripada adu mulut, akhirnya Ucu nyuruh Iman beserta Irwan untuk ngambil air.

Liat Ari yang udah hampir kelar siap-siap buat menuju puncak. Ucu nahan Ari dan nyaranin agar pergi bareng-bareng.

Tapi karna Ari keras kepala, akhirnya Ucu nyerah, dan hanya menyampaikan beberapa informasi aja.

"Yaudah, tapi lu harus inget! Patokannya Tugu Abel. Kalo nanti tersesat, patokan Tugu Abel. Balik ke Tugu itu ya? Inget Ri! Tugu Abel!" kata Ucu.

Ari pun mengiyakan informasi itu, lalu dia pergi.

Tapi, baru beberapa langkah dia jalan, Aya lari sekenceng mungkin nyusul Ari.

"Setan lu Ri, jangan berangkat sendirian lah! Gua juga kan mau ikut, ngajak kek." kata Aya.

"Jaga mulut lu Ya, ini hutan. Jangan ngomong sembarangan." kata Ari.

Aya langsung istighfar dan nutup mulutnya.

Akhirnya Aya dan Ari pergi duluan menuju ke puncak.

Dan dari sinilah, hal yang tak diinginkan sebenernya baru dimulai. Karena dari sini, mereka jadi terpisah.

Terpisah dari Ucu, satu-satunya orang dari mereka yang pernah mendaki ke gunung ini.

1
tse
jangan2 itu kuburan yang di temui Aya ya
tse
nah loh... ko Ari dateng...
jangan2 yang tadi cerita itu bukan orang asli nih..
ih serem...
pas kena sorot mobil Ari di tengok udah ga ada orangnya...
malah orangnya baru keluar dari mobilnya Ari...
gimana tuh bang kalo bener begitu kejadiaanya...
TuanZx: jawabannya ada di bab selanjutnya ya kak😍
total 2 replies
Melissa McCarthy
lanjut banggggggg
Melissa McCarthy
lanjut bang
tse
lanjutkan.. 💪💪💪💪💪
Melissa McCarthy
jam 02.05 gini bacanya jadi tambah horor thor
Melissa McCarthy
apa itu bg?
Melissa McCarthy
kerasa sampe sini merindingnya thor
Melissa McCarthy
merinding/Awkward/
Melissa McCarthy
waduh/Toasted/
Melissa McCarthy
lanjut bang
Ina Emut
tkutt
TuanZx: jangan takut, hehe. semoga terhibur. jika tak keberatan. boleh tinggalkan bintang lima ya... terimakasih
total 1 replies
Melissa McCarthy
betul tuh kak, kata bang Maka
Melissa McCarthy
bagus bgt tanpa tedeng aling-aling
tse
percaya banget...
masa cuma dari tali pocong bisa kaya...
kalo mau kaya ya usaha, kerja, dagang jangan yang aneh2 dech
tse
ga kebayang kalo aku yang ngalamin...pingsan langsung
TuanZx: hehe, semoga terhibur. jika tak keberatan boleh tinggalkan bintang lima ya. terimakasih
total 1 replies
tse
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Melissa McCarthy: 🤣😄💪💪💪💪💪💪💪
total 1 replies
TuanZx
Selamat membaca, semoga menghibur. Jika tidak keberatan, boleh lah kasi bintang 5
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!