NovelToon NovelToon
Murid Tengil, Kesayanganku

Murid Tengil, Kesayanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cintamanis / Komedi / Cintapertama
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Menjadi guru tampan dan memiliki karisma over power memang tidak mudah. Dialah Adimas Aditiya, guru muda yang menjadi wali kelas sebuah kelas yang anehnya terlalu hidup untuk disebut biasa.

Dan di sanalah Rani Jaya Almaira berada. Murid tengil, manis, jujur, dan heater abadi matematika. Setiap ucapannya terasa ringan, tapi pikirannya terlalu tajam untuk diabaikan. Tanpa sadar, justru dari gadis itulah Adimas belajar banyak hal yang tak pernah diajarkan di bangku kuliah keguruan.

Namun karena Rani pula, Adimas menemukan jalannya rumahnya dan makna cinta yang sebenarnya. Muridnya menjadi cintanya, lalu bagaimana dengan Elin, kekasih yang lebih dulu ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Dia Semakin Mendekat

Pantaslah tak ada ketertarikan Rani pada PTN, dia seolah tak peduli akan nilainya di sekolah. Karena tujuan dia sudah jelas, keinginan dia sudah tentu, dan tempat dia memang sudah ada.

"Ran?" Adimas menggenggam tangan Rani, tatapannya lembut, senyum nampak terukir di sudut bibir Adimas.

"Benar, apa tampilan saya tidak layak?" Senyum terukir di bibir Rani kini, Tuan Ghiffari ikut tersenyum.

"Mungkin iya, yang jelas lima tahun ke depan mungkin aku sendiri akan sulit mengenalimu, Nak." Rani merasakan dadanya terguncang, benar dadanya terguncang hebat kini.

Tuan Ghiffari bahkan sudah tahu apa yang dia rencanakan di masa depan. Mengerikan sekali, namun memang begitulah keluarga Ghiffari.

"Ada pepatah mengatakan, saat kulit buah mulai memerah maka dalamnya akan ikut memanis. Namun namanya tidak akan berubah, saya Rani dan akan tetap begitu." Jawab Rani. Ibu Adimas tersenyum tulus, pesanan es krim mereka sudah tiba.

Mereka menikmatinya, kecuali Adimas. Entah, dia merasa tidak rela bila Rani pergi. Apa di masa depan Rani akan sama seperti sekarang? Akan terus mengejarnya? Atau justru berbeda?

Tanpa disadari, kedua tangan kiri mereka sejak tadi terus bergenggaman. Tuan Ghiffari menyadari keresahan Adimas, begitu pun dengan ibunya, namun mereka juga sedikit banyaknya telah menyelidiki tentang Rani.

"Kami permisi dulu, Dad, Mom." Adimas berdiri dari duduknya, ada banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada Rani.

"Hati-hati, ini hadiah kecil dariku. Kamu manis sekali, Nak," Nyonya Aditiya melingkarkan gelang emas di pergelangan tangan Rani. Sebuah tulisan ‘Aditiya’ terukir pada gantungan gelang itu. Rani tersenyum, keduanya berpelukan sebelum akhirnya Rani dibawa pergi oleh Adimas.

"Kamu mengatakan semuanya, lihat dia sampai ketakutan begitu. Apa kamu tidak tahu cara menyambut menantu dengan benar?" Kesal Nyonya Aditiya, Tuan Ghiffari hanya terkekeh, menarik pinggang sang istri agar duduk mereka jauh lebih dekat.

"Anak kita terlalu bodoh, sayang," ucap Tuan Ghiffari menyalahkan Adimas. "Bila aku tidak memberitahunya sekarang, itu akan menjadi penyesalan Adimas selamanya. Dan mungkin kita juga." Ucap lagi Tuan Ghiffari. Istrinya hanya menghela napas kasar.

.

.

Rani dibawa Adimas lagi. Di dalam mobil tak ada pembicaraan, hanya sunyi saja. Adimas juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Adimas sudah menemukan rumahnya. Dia tidak rela bila Rani meninggalkannya, mungkin dia bisa meninggalkan Elin saat itu juga demi Rani. Namun, apa bedanya dia dengan bajingan bila mengatakan semuanya pada Rani nanti?

Rani dibawa berputar dalam mobil lebih dari satu jam, hingga akhirnya mereka menepi. Rani sejenak melihat ke arah plang besar tempat loket, tempat yang sering didatangi Rani dan Elyra saat mereka sedang tidak ada pekerjaan.

[HARUSKAH AKU SEBUTKAN NAMA TEMPATNYA?]

Ya, Situ Darma. Sebuah danau buatan yang sudah ada sejak zaman penjajahan. Rani dan Adimas keluar bersamaan setelah sampai di area parkir.

Rani sudah lama tidak ke sana. Setelah Elyra menikah, dia juga jarang bermain dan lebih sering diam di rumah saat libur dan merakit barang-barang kesayangannya.

Angin di sana kencang, meski begitu di sana juga tidak begitu ramai, namun tidak juga sunyi. Ada beberapa tenda yang digunakan untuk berkemah. Ada juga orang-orang yang sedang bernyanyi dengan api unggun di depan mereka, petikan gitar terdengar bersahutan nyaring.

“Ayo!” Ajak Adimas, Rani mengangguk mengikuti langkah Adimas dari belakang. Sebuah tenda memang sudah dipesan Adimas, bukan untuk mereka tinggali, namun hanya untuk mereka bersantai di tepi situ.

“Bisa main gitar?” tanya Adimas yang kini menyalakan api unggun di depan tenda mereka. Rani duduk di pintu tenda, menatap makanan di dalam tenda yang seolah sudah disiapkan, semua alatnya juga sudah siap.

“Bisa, mau versi ahli atau amatir nih?” Kekeh Rani, Adimas tersenyum mengambil teko kecil berisi air bersih dan membiarkannya di atas tungku.

“Versi terbaik kamu.” Jawab Adimas, Rani tersenyum lebar dan mengambil gitar.

“Mau request?” Rani mulai menyetel gitarnya dan matanya tertuju pada Adimas, wajah Adimas yang dicahayai api unggun membuat kehangatan di sana makin sempurna.

“Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah. Kau membuat diriku akan selalu memujamu…” Nyanyi Rani awal, gitarnya mulai dipetik dengan merdu.

"Di setiap langkahku, ku kan selalu memikirkan dirimu. Tak bisa ku bayangkan hidupku tanpa cintamu..." Rani bernyanyi dengan merdu, matanya terpejam sejenak, membiarkan perasaannya memenuhi semua melodi dalam nyanyiannya.

"Boleh ikut bergabung?" Dua orang pria yang juga membawa gitar nampak mendekat ke arah tenda Rani dan Adimas.

"Ti-"

"Ayo!" Jawab Rani, ucapan Adimas tergantung. Dia menghela napas kasar, sifat Rani yang memang mudah berteman dengan siapa pun membuat Adimas tak berdaya di sana.

"Ayo nyanyi lagi," ucap salah satu dari dua pria itu, Rani mulai berpikir.

"Hahaha, boleh." Ucap Rani dan kembali bernyanyi, semuanya nampak senang, kecuali Adimas yang sejak tadi merasa tidak suka dengan kedekatan mereka yang saling tidak kenal nama justru akrab seperti teman.

"Ran, mau cokelat panas atau kopi?" tanya Adimas saat air yang dia masak sudah matang.

"Cewek lebih suka dihangatin pakai pelukan, Bang, bukan pakai minuman." Celetuk salah satu pria yang tadi ikut bernyanyi.

"Mau dipeluk, Ran?" tanya lagi Adimas, Rani terkekeh dan menggeleng pelan.

"Enggak deh, Mas," jawab Rani sembari tertawa ringan.

"Wah, tadinya ku kira dia kakakmu, Neng. Kita jadi ganggu dong. Kita balik ke tempat kami deh." Ucap kedua pria itu membawa kursi kemah mereka menuju ke tenda mereka lagi.

"Nih, cokelat." Ucap Adimas menaruh cangkir besar di depan Rani. Rani tersenyum lembut.

"Makasih, Mas," Rani mengangkat cangkir itu dan langsung meminumnya.

"Astaghfirullah!" Rani langsung merasakan panas luar biasa di bibirnya. Dia langsung gelagapan dan menaruh kembali cangkir itu.

"Panas! Panas!" Ucap Rani mengipasi bibirnya dengan tangannya sendiri.

"Ya panas lah, Ran. Sini lihat!" Adimas menatap bibir Rani dari dekat, bibir yang nampak kemerahan akibat panas, lip gloss yang dipakai Rani sudah menyatu dengan bibirnya.

Adimas menyentuh bibir Rani dengan lembut dan secara jujur, dari lubuk hati terdalamnya dia sangat tergoda. Bibir manis itu, rasanya bagaimana ya?

"Mas, apa tidak apa-apa bibirku?" tanya Rani, Adimas terdiam sejenak, dia mulai mendekatkan wajahnya seolah ingin melihat dari dekat. Rani sontak memundurkan kepalanya, Adimas mengangkat wajahnya.

"Bisa diam tidak?" tanya Adimas, Rani menahan napasnya seketika saat wajah Adimas kian mendekat.

"Udah?" tanya Rani lagi, Adimas tak menjawab dan malah menarik tengkuknya.

Hei, ayolah. Rani bukan orang sepolos itu bila segi mata. Dia sudah melihat berbagai jenis orang dan drama, apalagi drakor dan drachin. Dia sadar apa yang dilakukan oleh Adimas, Rani membulatkan matanya saat leher dan kepalanya sudah terkunci oleh Adimas.

Kuy.. Yang mau info GA ataupun juga info update, bisa gedor GC Lixx. "rumpi"

1
Miss Typo
sukurin tuh Hanan makanya jangan macam², jangan berani deketin lagi calon istri Adimas 😁
Miss Typo
bukan kaya oli, emang sayurnya pakai oli
Ya Allah malam² ngajak ditahan sambil batuk² 🤣🤣🤣
dasar Aryaaaaa astaghfirullah 🤣
LIXX: wkwkwk 🤣bisa gitu
total 2 replies
Miss Typo
rubah penampilan mu Dimas
Miss Typo: berarti tenang 🤣
total 4 replies
Miss Typo
aku ikut senyam senyum ikut bahagia kayak Adimas 😁
pingin denger cerita Rani, yg ayah nya menjodohkan Rani sampai nangis gitu.
apa ibu nya Rani gak cerai dan jadi satu sama istri muda suaminya, kalau benar gak rela bgt aku.

dah 3 bab tapi masih kurang rasanya 😁
Miss Typo: asiap di tunggu thor 👍😁
total 2 replies
Miss Typo
tetap semangat thor 💪🥰
LIXX: oke😘😘
total 1 replies
Miss Typo
Adimas kayak Gilang sama jodohnya 🤣
tetap ngakak walaupun mirip Gilang, tapi ngakak nya di tahan sampe perut sakit, mlm² di kira mba Kunti kalau ngakak 🫢
Miss Typo: komenku typo 😭
total 2 replies
vita
bagus ceritanya
Vie
waduh... dia jadi "pemborong" ternyata... tampan2 kok "pemborong" sih 🤭🤭🤭🤭
Vie
itu udah bagian dari takdir kamu, karena kamu juga sama somplaknya sama dia.... jadi biar hidupmu selalu ceria karena dikelilingi orangrang2 yang ceria.... 🤭🤭🤭🤭
Vie
aku ikutan greget juga ih... pengen ikutan juga sama lyra bejek2 tuh ayah sama jalangnya..... 😤😤😤
Vie
aku sebenarnya udah curiga saat tau ayahnya Rani kerja teeus jarang pulang, hanya kirim uang saja. mana ada soerang laki2 dwwasa yang sudah berumahtangga bisa kuat saat jauh dari istrinya....
Vie
sebelum menjadi imam maaa depan, kamu harus terbiaaa dwngan imam maaa sekarang dulu dong adimas.... gimana sih kamu tuh... 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
LIXX: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Pᴀɴɢᴇʀᴀɴ Kᴇ-7
bagus soundtrack nya ly
LIXX: o makacih kang dadang😘
total 1 replies
Miss Typo
selama 4 thn itu ada cerita wok yg ngejar² Rani gak ya? atau mlh Kyun yg jatuh cinta ke Rani 😁
Miss Typo: makin penasaran nih jadinya 😁
total 2 replies
Miss Typo
mau baca cerita Elyra kok takut nyesek nangis terus 🙈
kayaknya banyak mengandung bawang
LIXX: gak ada,
total 1 replies
Miss Typo
hajar tuh ibu tiri Rani semangat Elyra go go go 🤣
Miss Typo
aku ikut emosi melihat papa nya Rani
Miss Typo
semangat Rani,,, jam segini ke bangun baca novel sambil nangis 😭🙈
Miss Typo: masama thor 🤗
total 2 replies
Miss Typo
sudah ku duga, pasti ayahnya Rani punya istri di luar negeri. berharap sih ibunya Rani pisah dgn ayahnya, apapun alasannya gak suka aku kalau mereka masih bersatu 😭
Miss Typo: iya deh thor, gpp biar makin seru 😂
total 6 replies
Miss Typo
wah makin seru nih 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!