ON GOING | UPDATE SETIAP HARI
Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.
"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"
"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega
"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega
"cancel aja pak makasih!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan tidak sengaja
Sudah genap 5 hari ayra di rawat, ia merasa sudah enakan namun masih dilarang untuk pulang
"ga aku mau pulang bete banget disini!" keluh ayra
"belum ada info dari dokternya! banyak minum air putih makanya!" ucap rega masih fokus dengan tabletnya
"tapi ga betah ga! walaupun kamarnya bagus tetap aja ga betah di kamar terus!"
rega beranjak dari duduknya lalu mendorong kursi roda tepat di depan ayra dan membopong ayra untuk menaiki kursi roda.
"aku mau pu-" ucapan ayra terpotong karena rega melanjutkan bicara nya
"nurut aja ra! aku bawa kamu ke suatu tempat pasti kamu suka!"
rega berjalan bersama ayra yang duduk di kursi roda. mereka menaiki lift dan tibalah di taman rooftop yang memperlihatkan senja ibu kota.
"adem banget disini! kenapa baru ajak aku kesini?" tanya ayra
"aku ga tega kamu masih sakit takut nambah sakit kalo aku bawa kesini!"
ayra mengangguk lalu terdiam dengan melihat pemandangan di depannya membuat hati ayra lega dan pikirannya tenang
"waktu di pemakaman, itu abang aku dan adik aku, tapi aku ga kenal cewe yang di samping abang aku" ucap ayra
tatapannya sendu dan seperti memendam rasa sakit yang selama ini ia kubur dalam dan perlahan tergali kembali dengan melihat kedua saudaranya
"mereka seolah nyalahin aku atas kematian ibu dan ayah! mereka ninggalin aku sendirian saat itu terjadi! saat aku terpuruk tidak ada 1 orang pun di keluarga aku yang merangkul"
"bahkan aku di larang untuk ikut anter ayah dan ibu terakhir kalinya" lanjutnya
tidak terasa ia meneteskan air matanya. rega hanya mengelus surai rambutnya agar lebih tenang
"apapun pandangan keluarga kamu, aku tetap dukung kamu dan selalu ada untuk kamu jadi kamu gakan pernah sedih"
"sebelum itu aku mau minta sesuatu ke kamu" ucap ayra
"aku mau memaafkan mereka dan berusaha berdamai walaupun agak sulit" lanjut ayra
"bilang ke aku kalo kamu udah siap untuk ketemu mereka" ujar rega
anggukan kepala ayra seraya menjawab ucapan dari rega
"balik ke kamar yu, udah mau magrib" ucap rega dan ayra menurutinya
sampai di kamar rawat inap. rega dan ayra hanya diam sibuk dengan kesibukan masing-masing
"kata dokter kamu besok bisa pulang! tapi tetap harus ada yang ngawasin!"
"temen-temen aku bisa temenin aku di rumah besok! setelah kamu anter aku, kamu bisa pulang!" jawab ayra
rega hanya mengangguk lalu bersiap tidur begitu juga dengan ayra
...***...
keesokan paginya, mereka bersiap untuk pulang, karna jarak rumah ayra dan rumah sakit dekat jadi mereka sampai cepat
"udah kamu pulang aja, temen aku bentar lagi sampai" ucap ayra
"aku tunggu sampai temen kamu sampai" ujar rega
"kamu langsung balik ke rumah kan?" tanya ayra
"kayanya aku balik ke kantor, banyak yang harus aku kerjain"
"gabisa istirahat sehari? kamu hampir seminggu temenin aku loh"
"gabisa nanti kerjaan aku tambah numpuk sayang" ujar rega
tanpa sadar ternyata teman-teman ayra baru sampai dan mendengar percakapan itu hanya terbengong. resa dan elio langsung duduk di sofa samping mereka berdua
"sayang ya?" ledek elio
"kalian udah sampai. kamu pulang aja mereka udah sampai" celetuk ayra dengan salah tingkah karna malu ketahuan teman-temannya
rega menghela nafas panjangnya dan pamit ke mereka lalu berlalu pergi dari pekarangan rumah ayra
"selama hampir seminggu lu sakit tapi sama sekali ga ngabarin tuh karna ini ya?" tanya teresa
"ga ngabarin karna emang ga pegang hp sama sekali. boro-boro pegang hp bisa makan aja bersyukur walaupun dikit dan ga nafsu" jawab ayra
"oh iya gua tuh mau tanya, sebelum lu sakit, ketemu sama luca kan?" tanya elio penasaran
"iya minta maaf ke dia, dia ga marah sih malah orangnya positif vibes banget jadi seru aja gak ada rasa bersalah banget jadinya" ucap ayra sambil ngemil buah yang mereka bawa untuknya
"sadar ra! dia punya gua!" celetuk elio
"ga doyan ayra sama yang begitu! lagian dia udah mau nikah ya kali ngambil punya lu si luca" jelas teresa dan di jawab anggukan oleh ayra
mereka bertiga bercanda ria. awalnya ayra merasa badannya masih lemas tapi saat ada mereka jadi lebih baik
malam harinya rega keluar dari kantornya jam 9 malam. dia menyetir bukan kerumahnya tapi ke rumah ayra
"kok jadi kesini ya arahnya? karna udah terlanjur lewat jalan ini lebih baik beli makanan dulu" ucap rega lalu mampir ke tempat makan yang masih buka
sesampainya di depan rumah ayra. rega mengetuk rumah itu dan teresa yang membukanya lalu rega masuk ke rumahnya
"iya ay makasih loh!!" ucap elio
rega yang baru masuk mendengar elio memanggilnya ayra dengan panggilan ay membuatnya sedikit jengkel
"kamu cowo ko masih disini?" tegur rega ke elio
elio yang melihat itu hanya melihat rega dengan tatapan heran
"gua nginep disini!" celetuk elio
ayra yang melihat itu langsung mengambil bingkisan yang dibawa rega lalu di taro di atas meja dan dia menarik lengan rega hingga sampai depan rumahnya
"kamu kenapa ga?" tanya ayra
"ngapain dia disitu? dia cowok dan apa tadi dia bilang mau nginep? dia manggil kamu ay? maksudnya apa?" tanya rega dengan beruntun
ayra menahan tawanya karna rega tidak tau tentang elio
"dia ga suka cewek dan kamu tau kan orang yang aku temuin di cafe itu pacarnya dia namanya luca" jelas ayra dan rega hanya membelalak-an matanya tidak percaya
"udah sekarang makan aja, kamu bawa apa?" tanya ayra sambil menarik tangan rega masuk ke dalam
"tadi aku beli nasi goreng karna cuma itu yang buka dan aku ga tau kamu suka apa jadi aku beli aja nasi goreng dan teman-temannya"
"banyak banget loh ini!" ucap ayra
"gapapa ay gua bisa abisin ini ko!" celetuk elio
tatapan tajam dari rega di tunjukan ke elio saat mendengar elio memanggil ayra dengan sebutan ay
"ganti panggilannya! emang gak ada panggilan lain?!" celetuk rega ke elio
"dih sewot banget pak! cemburu mah bilang pak! jangan libatin gua yegakk ca!" balas elio dengan kekehannya dan becandaannya
"udah lah ga! lagian elio juga tau batesan kok! udah makan aja!" ujar ayra melerai mereka
jam menunjukan pukul 11 malam dan rega pamit pulang karna sudah terlalu malam.
"besok akhir pekan aku mau ngajak kamu ke rumah mama, katanya mama mau ketemu kamu" ucap rega
"mama udah pulang dari perth?" tanya ayra
"udah, disana cuma 3 hari aja" jawab rega
"oh iya soal fitting wedding dress itu, aku udah setuju ya sama pilihan kamu! jadi gak ada perubahan lagi! tapi kalo kamu masih kurang sreg sama pilihan aku gapapa nanti kita fitting lagi" jelas rega
"ngga perlu, lagian kita cuma nikah kontrak dan 1 tahun aja setelah itu kan masing-masing jadi itu bukan wedding impian aku!" ucap ayra dengan lantang
rega yang mendengar itu hanya mengangguk setuju namun di hatinya dia merasa agak sesak dan berharap agar itu bisa menjadi wedding dream ayra tapi ternyata dia salah karna ayra benar-benar menganggap itu sebagai pernikahan bisnis semata
"inget ya aku jemput jam 10!" lanjut rega
"iya yaudah pulang sana udah malem banget!" usir ayra lalu menutup pagarnya
rega yang melihat itu hanya menggeleng lalu tersenyum dan masuk ke dalam mobilnya untuk pulang