{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.
"Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.
"Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."
Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.
Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengulang malam indah ~(21+)
Pandangan Malia tertuju pada jendela kaca yang memperlihatkan bangunan pencakar langit yang nampak indah dengan hiasan lampu warna-warni yang semakin memperindah suasana di malam itu.
Posisi Dio baru saja keluar dari kamar mandi,"Sayang,ganti baju." Dio mencoba mengingatkan istrinya untuk segera mengganti baju.
Malia langsung masuk ke kamar mandi, sebenarnya Malia sedang menyembunyikan rasa gugupnya.Mengingat malam ini adalah momen penting untuk mereka berdua yang dimana status mereka sudah menjadi suami istri.
"Kamu harus tenang."Malia mencoba menenangkan dirinya sendiri dan mengontrol rasa gugupnya.
Malia baru saja keluar dari kamar mandi,Dio langsung mendekati istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Sayang,ayo duduk disini." Ajak Dio yang menarik tangan istrinya,keduanya saling duduk berdua dengan beberapa minuman dan cemilan yang sudah ada dimeja kamar mereka.
"Jangan duduk disitu." Dio menarik pinggang Malia,dan benar saja posisi duduk Malia di atas paha Suaminya.
"Mulai lagi dia." Batin Malia yang bisa menebak jika suaminya itu meminta sesuatu.
"Apa kamu lelah sayang?" Tanya Dio tepat di telinga istrinya.
"Lumayan melelahkan." Jawab Malia yang duduk menikmati cemilan yang ada didepan meja mereka.
Dio makin memeluk erat istrinya dengan kepala bersandar di pundak istrinya, langsung saja Dio mencium leher istrinya yang diam-diam membuat Malia menahan sesuatu yang membuat geli bercampur lain yang membuat dirinya terpancing hasrat yang dia tahan.
"Sayang." Bisik Dio yang diam-diam mencium leher istrinya dengan memberikan tanda merah tepat dileher istrinya itu.
Tangannya mulai meraba bagian depan, yang dimana satu-persatu kancing baju istrinya dia lepas hingga terlihat dalaman miliknya istrinya yang semakin membuat Dio tak bisa menahan rasa gairah.
Kedua tangan Dio mulai bermain ke area dada istrinya dengan bibirnya mengecup leher sampai telinga istrinya.Malia mengeluarkan desahan lirih yang dia tahan.
"Sayang." Ucap lirih Dio pada istrinya yang mendengar jelas desahan lirih dari istrinya,Dio tak tahan lagi dan langsung saja mencium bibir manis istrinya itu.
Mereka mengekspresikan keinginan itu di atas sofa dengan Dio tak bisa menahan rasa gairah yang mulai membelenggu tubuhnya.
Tanpa mereka sadari posisi mereka berdua sudah tak memakai apa-apa hingga memancing sesuatu yang membuat Dio merasa puas.
Tanpa henti Dio mencium istrinya dari bibir sampai dada berakhir di area yang dia ingin cicipi.Dio mulai merasakan tegang diarea bawahnya, menandakan kini mereka siap untuk bertempur.Malia benar-benar tak bisa menahan rasa itu hingga Dio menarik pinggangnya.
"Ahhh.." Malia merasakan sesuatu yang memancing dirinya mendesah.
"Ahhh..sayang,lebih nikmat." Bisik Dio yang tak henti-hentinya menghentakkan sampai keduanya merasakan sensasi berbeda.
Posisi mereka saling berhadapan dengan posisi Malia di atas badan suaminya, mereka melakukan di sofa yang menjadi saksi bisu mereka.
Dio terus menggempur hingga keringatan yang memenuhi badan mereka,Dio terus mengangkat pinggang istrinya dan Dio merasakan terpuaskan.
"Sayang." Ucap Dio yang mencium area dada yang mulai merespon tegang, dengan jilatan dari lidah suaminya reaksi itu semakin membuat Malia merasakan nikmat luar biasa.
"ahhh..., lepaskan." Dengan suara lirih,tapi bukan melepaskan tapi Dio semakin mencium dan menjilati pelan-pelan.
"Ini nikmat sayang, ini benar-benar spesial untukku." Ucap Dio yang menjilati area dada istrinya dengan sentuhan hangat dari Dio.
Hampir bagian dada dipenuhi tanda merah yang bergilir diarea bawah yang sudah Dio kecup."Sangat nikmat." Batin Dio yang mengobrak-abrik area bawah dengan lidah yang masih bermain.
Malia dibuat makin tegang dengan apa yang dilakukan suaminya,"Nikmat kan sayang." Dio masih tak melepaskan dan melahapnya dengan begitu gairah.
Sedangkan Malia benar-benar tak bisa menahan rasa gairah yang seketika merasakan sesuatu yang keluar diarea itu.
Dio langsung merasakan cairan hingga mencicipi semuanya,"Tak disangka senikmat ini sayang,kini giliran aku yang akan memanjakanmu." Dio perlahan-lahan memasukkan satu hentakan membuat Malia semakin melayang.
Keduanya tak henti-hentinya melakukan itu dengan mereka melakukannya di sofa dan Dio tak hentinya memberikan gairah yang begitu mereka nikmati.
Dio menghentakkan sampai miliknya benar-benar masuk,"Sayang,terus mendesah sayang.Ini benar-benar nikmat." Dio benar-benar tak bisa hingga di malam itu menjadi malam indah untuk mereka berdua.
Pagi hari
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, terlihat Malia masih sangat pulas.Entah apa yang Malia rasakan, tiba-tiba saja dia merasakan sesuatu yang menganggu tidurnya.Seperti rasa geli yang akhirnya membuka matanya.
"Pagi sayang." Sapa Dio yang saat itu sedang berada diatas tubuhnya dengan sesekali bibirnya mencium bibir manis istrinya.
Malia dibuat terkejut dengan tindakan yang dilakukan suaminya pada dirinya."Lepas." Malia berusaha berontak tapi suaminya tetap saja tak mau menyingkir.
"Ada apa sayang?" Tanya Dio langsung memeluk istrinya.
"Aku mau ke kamar mandi." Jawab Malia yang masih malu-malu pada suaminya,tapi sayangnya Malia tak bisa menghindar karena dengan langkah cepat suaminya langsung memegang area dada yang sedari tadi tegang
"Ahhh." Tidak sengaja Malia mendesah.
"Sangat nikmat sayang." Ucap Dio yang tak akan pernah melepaskan istrinya, mereka pun melakukan sekali lagi hingga Malia merasa lelah betapa kuatnya suaminya lakukan padanya.
"ahhhh...."Akhirnya semua tuntas hingga Dio terjatuh disamping istrinya, sedangkan Malia terlihat begitu kesal dengan energi yang sudah terkuras.Dio kembali memeluk Istrinya dengan hangat.
Perlahan-lahan Malia melonggarkan peluk dari suaminya."Mau kemana sayang?" Tanya Dio yang masih memeluk istrinya.
"Dibilangin aku mau ke kamar mandi."jawab Malia dengan ekspresi marah.
"Jangan marah begitu."Dio memeluk erat istrinya.
"Aku mau mandi aku lapar, lihat sekarang jam berapa." Malia benar-benar kesal dengan suaminya yang terus menahannya.
Dio bangkit dari tempat tidurnya,"Baiklah sayang,ayo kita mandi." Dio langsung mengangkat badan istrinya.
"Aku bisa mandi sendiri." Malia protes pada suami,yang pada akhirnya mereka mandi bersama.
Satu jam kemudian
Nampak ekspresi Dio terlihat begitu bahagia,berbeda dengan Malia yang merasa kesal dengan ulah suaminya.
"Sayang, jangan marah begitu." Dio mencoba merayu istrinya.
"Sudah tahu aku lapar,masih saja menahan ku." Malia kesal pada suaminya yang selalu melakukan hal itu tanpa henti sehingga tubuhnya kelelahan menuruti inginan dari suaminya itu.
"Iya sayang,maaf.Jangan marah terus, setelah ini kita makan siang." Malia terdiam menanggapi kata suaminya.
Pada akhirnya mereka ke restoran untuk makan siang mereka, Malia terlihat tenang setelah makan siang."Sayang, setelah ini kita pergi ketempat lain." Sontak saja Malia kaget dengan rencana ini.