NovelToon NovelToon
HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

HIDUP DALAM TUBUH IBU YANG KEJAM

Status: tamat
Genre:Tamat / Fantasi Timur / Time Travel
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nisa saumatgerat

seorang gadis dari zaman modern, yang melakukan touring di salah satu gunung tertinggi yang ada di Indonesia. dan menyebabkan dirinya meninggal setelah berhasil menaklukkan gunung tertinggi itu.

namun, arwah yang ditarik itu, bukannya pergi kealam baka, malah melakukan perjalanan waktu ke dunia yang lampau, yang mungkin hanya ada dalam sejarah.

ia, sang gadis bernama Aryani mayora merasuki tubuh seorang ibu yang kejam, yang tega menyiksa anak kandung sendiri tanpa ampun. nama wanita itu adalah Anarawati.

lalu, bagaimana kah Kisah Aryani setelah mengambil alih jasad ibu kejam itu.?? yuk.. disimak..🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. bersikap baik

Ia tidak merasakan sesuatu melingkar di jari manisnya yang menandakan bahwa cincin yang ia temukan saat melakukan pendakian gunung Jayawijaya ikut bersama dengan dirinya di dunia ini. Cincin itu tidak sengaja terkena darah Ariana saat terjatuh dalam jurang, dan Karena itulah cincin itu ikut bersamanya, karena jiwanya dengan cincin tersebut telah menyatu. tapi, anara tidak menyadari hal itu. Kemudian ia langsung beralih mengambil sayur hijau itu untuk dimasak. Ia membersihkan sayur hijau tersebut dan mengiris-irisnya.

Sementara kedua anak kembar itu, pelan-pelan mengintip kegiatan ibu kejam mereka. Karena sepertinya Ibu mereka akan memasak, si sulung yang sudah bersifat dewasa sebelum waktunya langsung mengambil inisiatif untuk menghidupkan api. walaupun masih merasa takut untuk melihat ibu mereka.

tapi, Karena selama ini, dirinya lah yang selalu disuruh untuk menghidupkan api tersebut. anak pertamanya itu yakin, kalau sang Ibu pasti tidak akan bisa menyalahkan api dengan teknik kuno itu.

Sekembalinya Aryani, ia melihat seorang bocah kecil yang sedang berusaha menghidupkan api di sebuah tungku dengan tangan mungilnya itu.

Aryani yang baru saja kembali dan melihat aksi anak tersebut, tiba-tiba ingatan asing kembali berputar di kepalanya. ia melihat bagaimana tubuh ini memaksa anak kecil untuk menghidupkan api sampai tangannya nyaris terbakar.

namun pemilik tubuh tersebut tak mempedulikan hal itu. Aryani yang lagi-lagi mendapatkan kenyataan pahit, bahwa anak sekecil ini sudah bekerja dengan begitu keras, ia hanya bisa merutuki sang pemilik tubuh yang benar-benar kejam terhadap darah dagingnya sendiri.

Anak itu, yang sadar atas kedatangan ibunya dibuat gelegakapan sendiri. Takut kalau sang Ibu tiba-tiba marah begitu saja. Bukankah sifat ibunya yang memarahi mereka secara tiba-tiba itu sering terjadi ?? Itulah yang ia takutkan. Aryani yang melihat anak itu ketakutan langsung tersenyum dan menghibur.

"Terima kasih nak. Tidak perlu takut seperti itu pada ibu. Ibu minta maaf karena sudah menyakitimu dan adikmu. Sekarang pergilah duduk, sampai Ibu menyelesaikan masakan ibu. Setelah itu kita makan bersama-sama." Ujar Aryani dengan lembut sambil mengelus pipi yang sudah jadi tengkorak itu akibat terlalu kurus kerempeng.

Anak itu pun terkejut lagi dengan sikap ibunya, namun ia langsung menurut. Ia langsung beranjak dari posisi itu dan mengambil tempat duduk dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari ibunya. Ia dari sana mengamati gerak-gerik sang ibu yang menurutnya benar-benar bersikap ajaib hari ini. ia tidak pernah mendapati sikap lemah lembut sang Ibu selama ini.

dulu saja, kalau sang kakak memegang sesuatu tanpa perintah dari sang ibu, mereka pasti akan mendapatkan amukan dari ibu mereka. seolah sang Ibu merasa jijik kepada anak-anaknya. bahkan tanpa mereka melakukan sesuatu yang salah sudah bisa mendapatkan amarah yang sangat besar dari sang ibu.

"Kakak. Apakah ibu tidak apa-apa..?? Kenapa Ibu tiba-tiba menjadi baik..??" Tanya sang Adik yang tiba-tiba datang menyusul dan duduk di samping sang kakak.

Anak sulung yang bernama Nakula itu langsung melihat ke arah sang adik. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. kalau saja mereka tidak takut untuk lari dari rumah tersebut dan meninggalkan Ibu mereka, mereka pasti sudah melakukannya sejak dulu. namun karena kondisi tubuh yang tidak memadai akhirnya mereka tidak melakukan hal tersebut.

"Kakak juga tidak tahu. ingat, Jangan terpesona dan terbuai dulu dengan sifat ibu yang sekarang. Palingan beberapa saat lagi, pasti Ibu sudah kembali dengan sifatnya semula. Tapi kita berdoa saja mudah-mudahan ibu akan memiliki sifat seperti ini, hari ini sampai selama-lamanya." Bisik sang kakak lagi dengan ekspresi dingin. Ia tak ingin berharap terlalu jauh melihat sifat ibunya yang berubah. Takut nanti dirinya akan kecewa.

"Iya Kak, dewa mengerti..." Ujar Sadewa yang ternyata nama kedua anak itu diberi nama Nakula dan Sadewa.

Mereka berdua duduk dan mengamati aktivitas yang dilakukan ibu mereka sampai akhirnya masakan sayur itu selesai dan dihidangkan sebagaimana mestinya.

Tak ada aroma wangi dari makanan itu, karena memang tak ada bumbu-bumbu yang bisa digunakan untuk membuat wangi masakan. Hanya ada garam air dan juga sayur hijau sebagai bahannya.

Setelah menata makanan yang benar-benar tidak layak itu, Aryani langsung memanggil kedua anak yang duduk tidak terlalu jauh darinya untuk segera bergabung.

"Ayo Nakula, Sadewa. Kemari bergabung bersama ibu untuk makan bersama." Panggil Aryani kepada keduanya.

Mereka lagi-lagi saling memandang satu sama lain. Karena tidak biasanya Ibu mereka ini memanggil mereka untuk makan bersama. Biasanya mereka berdua hanya akan memakan sisa makanan ibu mereka yang sudah tidak banyak itu. Dan mereka juga harus membagi nya berdua.

"Kenapa malah saling memandang seperti itu..?? Ayo sayang kemari ... makan bersama ibu.." panggil Ariani lagi kepada kedua anaknya.

dan Dengan perasaan bingung tak menentu keduanya langsung mendekat kearah sang ibu. keduanya langsung mengambil posisi duduk berdempetan dengan saudara lainnya. Namun menjaga jarak dari ibu mereka. Aryani tak lagi mempermasalahkan hal itu. yang penting mereka makan, Ia dengan telaten mengambil sayuran itu dan menyuguhkannya di Depan anak-anaknya.

"Ayo makan sayang. Untuk sekarang, kita makan ini dulu ya. Nanti, ibu akan keluar mencari makanan untuk kita." Ujar Aryani lagi.

Anak-anak itu pun mengangguk dan langsung menyantap makan itu dengan lahab. Bahkan Aryani memilih untuk mendahukan anak-anaknya makan terlebih dahulu.

Kalau ada sisa mereka, baru ia akan makan. Karena dalam bayangan ingatan yang ia dapatkan. Anak-anak itu selalu makan makanan sisa ibu mereka yang sudah tidak banyak.

Hal itu juga yang membuat Aryani begitu geram terhadap ibu mereka itu. Nakula dan Sadewa yang melihat ibu mereka yang lagi-lagi bersikap tidak seperti biasanya, membuat mereka menghentikan aksi makan mereka dan menatap sang ibu.

Mereka menjadi takut sendiri, jangan-jangan mereka terlalu rakus dan akhirnya mendapatkan pukulan lagi. Aryani yang melihat anak-anak itu berhenti makan, langsung bertanya.

"Loh..!! Kok berhenti..?? Apa kalian sudah kenyang. Makanan nya masih banyak nak..!!" Seru Aryani dengan penuh kasih sayang. Kedua anak itu menggeleng kan kepala ketika mendengar penuturan sang ibu.

"Lalu, kenapa berhenti. Ayo lanjutkan makannya. Habiskan saja sayang.." ujar Aryani lagi dengan lembut. Mereka berdua saling pandang. Nakula sebagai anak pertama Langsung memberanikan diri untuk bertanya.

"Maaf Bu. Apakah ibu tidak makan..??" Tanya Nya dengan ragu-ragu. Takut kalau ia salah lagi di Depan sang ibu.

Aryani pun tersenyum mendengar pertanyaan sang anak yang sepertinya memperhatikannya. Ia juga terkekeh lucu kala menyadari seorang bocil yang tiba-tiba menjadi anaknya itu ragu-ragu memberikan pertanyaan kepadanya.

"Kalian makanlah dulu nak. Nanti ibu akan makan Setelah kalian kenyang." Ujar Aryani lagi dengan lembut.

Kedua anak tersebut yang memang masih sangat lapar langsung kembali menyuapkan sayuran bening dan hijau itu ke dalam mulut mereka. Sampai akhirnya Nakula menyadari kalau sayuran itu tinggal sedikit lagi. Ia pun langsung menyenggol sang adik dan memberikan kode untuk berhenti makan.

1
Rizghandini Trompang
imajinasi ny good
Raudah Anis
banjir air mata ku😭😭😭
Noni Diani
Luar biasa
Noni Diani
Lumayan
momi
Luar biasa
Jade Meamoure
lah trus istri adipati mana ya yang nugasin selir ke 3 buat ngurusin Anara saat kecil karna ibu kandungnya tak mau mengurusnya sedikit bingung d chapter ini
Jade Meamoure
salep Thor koq jadi seleb ya 😄😄😄
Asna
Luar biasa
Evi Yana
apa akan di up lg kah thor ???
Llyzaa
serius dighosting dri 2023 smpe 2025 thorr tegaa kamuuu
Nurul kasyfiyah Muchtar
seru cerita nya
gun ting tang
kok mau menyalahkan anarawati emang dia minta untuk di cari😂
Nona Vemilia
ya ampun ngg terasa.. semangat thor jgn lma2 ya gantungx😁
Wildan Aly
bagus kak😁😁
Siti Mariyam
aturan jngn butik, tp toko pakaian kan cerita jaman dulu tor.
Anggi Ta
Luar biasa
echa purin
👍🏻
sihat dan kaya
Tampuk Kepimpinan
sihat dan kaya
namanya juga mayat Yoga..... ya matilah..... hahahahahahahha
sihat dan kaya
PAPAH Thor..... MEMAPAH....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!