Kyara harus menerima ujian pahit dalam hidupnya ketika dihadapkan dengan kenyataan harus menerima tawaran menjadi istri dari Bos tempat ia bekerja demi permintaan pria tua yang sangat ia sayangi. Membuat Kyara harus berada di posisi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Bagaimana nasib pernikahan yang Kyara jalani tanpa ada satu orang pun yang tahu jika dirinya sudah menikah bahkan tidak dianggap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyayangi Kyara
"Kita sudah sampai, Nona." ucap sopir memecahkan lamunan Kyara.
"Agh, iya, Pak. Terimakasih." ucap Kyara memberikan senyum manisnya yang dibalas anggukan kepala oleh sopir sebagai jawaban.
Kyara lantas turun dari dalam mobil. Memandang bangunan menjulang tinggi di depannya. "Aku bahkan tidak tahu apartemennya di lantai berapa." Kyara mendesahkan nafasnya di udara. Badannya sudah lelah seharian bekerja. Dan kini harus dibuat pusing memikirkan tempat tinggal Bos yang berstatus sebagai suaminya.
Seketika Kyara memukul jidatnya pelan. "Kenapa aku begitu bodoh. Aku kan bisa bertanya kepada asisten Bapak Gerry!" Kyara segera menghidupkan layar ponselnya mencari panggilan terakhir di ponselnya.
Belum sempat Kyara menekan tombol panggilan, notifikasi pesan masuk mengurungkan niat Kyara untuk menelepon asisten suaminya itu.
Apartemen Tuan Gerry berada di lantai paling atas, Nona. — asisten Jimmy.
Setelah mendapatkan informasi dari Jimmy, Kyara pun melangkahkan kakinya memasuki gedung apartemen. Karena memang sudah diberitahu tentang kedatangannya oleh asisten Gerry kepada pihak keamaanan, Kyara pun diberikan kartu akses masuk ke apartemen Gerry. Apartemen Gerry memang berada di lantai atas dan hanya ada satu-satunya apartemen yang ada di lantai tersebut.
Memasuki apartemen, tubuh Kyara bergetar hebat ketika matanya bertabrakan dengan mata suaminya. Suaminya itu kini tengah menatapnya dengan tatapan membunuh. Kyara bergedik ngeri melihat tatapan setajam elang suaminya itu.
"Apa kau masih mau berdiri di situ sampai besok pagi, huh?!" bentak Gerry melihat Kyara yang tak kunjung beranjak.
"Ma-maaf, Pak." Kyara segera berjalan dengan menunduk ke arah suaminya. Jujur saja ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Berada berdua di dalam ruangan yang sama bersama suaminya membuat bulu kuduk Kyara berdiri.
"Bersihkan tubuhmu. Mama, Papa dan Kakek akan datang berkunjung sebentar lagi." perintah Gerry dengan nada dingin.
"Ta-tapi saya tidak membawa pakaian ganti, Pak..." cicit Kyara.
"Semua keperluanmu sudah disiapkan pelayan di dalam kamar. Kau bisa menggunakan kamarku saat ini untuk membersihkan diri karena kamarmu tetap dikosongkan sampai Kakek dan kedua orangtuaku selesai berkunjung." Gerry segera beranjak dari sofa yang didudukinya setelah menunjukkan kamarnya. "Jangan sampai membuatku menunggu!" ucap Gerry ketika Kyara belum beranjak dari posisinya.
Kyara segera melangkahkan kakinya memasuki kamar Gerry. Sejenak Kyara tertegun melihat kamar suaminya yang tertata rapi dan elegant. Ketika mengingat kembali tujuan awalnya memasuki kamar suaminya, Kyara segera menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
"Kakek..." lirih Kyara melihat pria tua yang baru saja memasuki apartemen diikuti kedua orang tua Gerry.
"Kyara cucuk Kakek..." Kakek Surya segera membenamkan tubuh mungil Kyara ke dalam pelukannya.
Gerry yang melihat interaksi mereka menatap tak percaya. Bagaimana bisa Kakeknya itu begitu menyayangi wanita yang tidak jelas asal usulnya. Bahkan sekarang Kakeknya sudah berhasil menikahkan dirinya dengan wanita itu. Gerry hanya bisa mengeram kesal dalam hati.
"Ma-mama.. Papa.." ucap Kyara yang masih kaku menyebutkan sebutan Mama dan Papa pada Johan dan Riana.
"Kemarilah, sayang... Mama ingin memelukmu." ucap Riana yang segera dilakukan oleh Kyara.
Setelah memberikan pelukan hangat dan ciuaman singkat di dahi Kyara, Kyara pun beralih ke Papa Johan yang sedari tadi menatapnya dengan tersenyum. Kyara mengulurkan tangannya yang dengan cepat disambut uluran tangan Papa Johan sembari mengelus rambut Kyara dengan tangannya yang bebas.
Gerry yang melihat orangtuanya begitu menyayangi Kyara semakin bertambah kesal. Bagaimana tidak, hanya dengan waktu tidak sampai satu hari mereka bisa menyayangi Kyara sedangkan Ketty—kekasihnya yang sudah satu tahun menjalin kasih dengannya tidak pernah dianggap oleh Mama dan Papanya. Bahkan restu untuk hubungan mereka pun sangat sulit untuk Gerry dapatkan.
***
*Happy reading!:)
Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉
bab ini kata Calvin wajah Cilla mirip dengan Bianca
Eeeeee...ini masalah Citra juga lamban dalam mengatasi kecurigaan Rania. Bahkan sudah ada peristiwa berani pegang atau mau betulin dasi juga masih lamban mengatasi Citra. Tapi bukan William kalau tidak heboh dulu wkwkwk
Ato bumil...hajar tuh pelakor tanpa ampun