NovelToon NovelToon
Duda Gunung Es Dan Gadis Kecil Kesayangan

Duda Gunung Es Dan Gadis Kecil Kesayangan

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Senja🧚‍♀️

Setelah istrinya meninggal karena sebuah kecelakaan mobil, Alkha Kim Junno seorang lelaki keturunan Korea Selatan, menjadi seorang yang sangat dingin kepada semua wanita. Sampai akhirnya dia dijodohkan dengan seorang wanita oleh mamanya, karena mamanya takut anaknya akan selamanya sendiri.

"Aku nggak mau nikah sama duda!!!" teriak Arabella Putri Jovanka, seorang gadis yang baru lulus kuliah, bahkan belum dapat pekerjaan. Dia adalah wanita yang akan dijodohkan dengan Alkha. Seorang gadis ceria, optimis, dan memiliki rasa percaya diri diatas rata-rata, juga keras kepala.

Akan tetapi, setelah melihat ketampanan Alkha. Gadis kecil itu langsung berubah pikiran. Pasalnya, Alkha adalah lelaki yang dia cintai setelah pertemuannya di sebuah club malam.
Ara jatuh cinta pada Alkha, pada pandangan pertama. Alkha adalah tipe lelaki idaman Ara.

Akankah Ara bisa mencairkan gunung es yang bisa bernafas itu?

Terus dukung author ya 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚‍♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Good Night My Little Angel

Malam harinya dengan Ara dengan paksaan dari papa dan mamanya mau ikut ke acara makan malam yang telah di rencanakan oleh keluarga Alkha dan keluarganya. Begitu sampai di restoran yang telah ditunjuk, Ara melihat sisi lain dari lelaki yang dia sukai itu. Kalau biasanya dia melihat Alkha selalu memakai jas, kali ini dia melihat hal yang berbeda. Alkha sengaja mengenakan pakaian casual dengan berbalut jaket.

Dengan penampilannya yang santai, membuat Alkha terlihat lebih muda. Ara pun tak henti-hentinya melirik lelaki pujaannya itu. Saat Alkha tanpa sengaja juga melihatnya, Ara akan salah tingkah sendiri.

Ketika kedua keluarga itu membahas tentang perjodohan anak-anak mereka. Alkha menyela dengan mengatakan kalau dia dan Ara akan pendekatan dulu, mengingat Ara yang belakangan ini menolak dijodohkan dengan dirinya.

"Aku ingin tunjukan ke Ara kalau aku ingin serius dengan dia, aku akan buat Ara kembali mencintai aku, dan buat dia percaya kalau aku tulus." ucapan Alkha itu benar-benar membuat Ara menjadi tersipu dan malu.

"Karena aku tidak mau memaksa Ara, aku tidak ingin membuat Ara bersedih karena perjodohan ini." lanjut Alkha sembari menatap Ara. Alkha sangat menghormati keputusan Ara, karena selama ini dia juga masih sangat bersalah telah membuat Ara sakit hati waktu itu, sehingga dia kehilangan cinta dari gadis kecil itu.

Di situ yang paling bahagia adalah kedua orang tua Alkha. Mereka berdua bahkan berkaca-kaca saat mendengar anak mereka akan berusaha mendapatkan gadis yang dia sukai. Mereka sangat bersyukur karena putra tertua mereka mulai bisa menerima kenyataan pahit dalam hidupnya. Juga mulai bisa menjalani kehidupan yang normal.

"Aku setuju dengan usulan CEO Kim, karena biar bagaimanapun juga, Ara anak aku satu-satunya, aku ingin dia mendapatkan kehidupan yang bahagia kedepannya. Kalau mereka memang tidak berjodoh, ya, kita bisa apa?" ucap papanya Ara. Meskipun dia sering kali memaksa Ara untuk melakukan hal yanh tidak disukai Ara. Tapi dari situ Ara bisa melihat betapa sayangnya papanya ke dia.

"Pa.." Ara yang terlalu terharu kemudian berdiri dan memeluk papanya.

"Ara sayang sama papa.." ucap Ara sembari mencium papanya. Sementara papanya hanya tersenyum dan menepuk pelan pipi Ara.

Setelah acara makan malam selesai, Alkha meminta izin kepada papa dan mamanya Ara untuk mengajak Ara jalan-jalan. Tentu saja dengan senang hati papa dan mamanya Ara mengizinkan. Itu juga adalah cara supaya Ara dan Alkha makin akrab.

Alkha membawa Ara ke sebuah tempat di atas gunung. Dari tempat itu jelas terlihat lampu kota yang gemerlapan. Juga dapat melihat ribuan bintang di langit dengan sangat jelas. Tempat itu seperti padang rumput yang luas.

Ara sangat senang dengan keindahan yang dia lihat. Dia mengutarakan kekagumannya berkali-kali. "Indah banget.." ucap Ara sembari menatap ke sekelilinganya.

"Kamu nggak bawa jaket?" tanya Alkha yang berdiri di belakangnya.

"Nggak, kan nggak tahu kalau mau kesini." jawab Ara masih belum bisa melepaskan pandangannya dari keindahan itu.

Alkha lalu melepas jaket yang dia kenakan, dan memberikannya Ara, supaya Aratidak kedinginan. Sebaliknya dia yang merasa dingin hanya sekali-kali mengusap kedua telapak tangannya menciptakan kehangatan untuk dirinya sendirinya.

"Om sering kesini?" tanya Ara sambil memakai jaket yang Alkha berikan.

"Ya, dulu.." jawab Alkha lembut.

"Sama Adela." imbuhnya.

Seketika Ara yang tadinya bersemangat menjadi murung. Entah kenapa dia merasa tidak suka dengan jawaban Alkha. Dia merasa bahwa dia hanyalah bayang-bayang Adela dalam hidup Alkha.

Sementara yang menyadari ketidak puasan Ara pun menoleh dan menatap Ara yang cemberut. "Kok diem? Laper lagi?" tanyanya dengan lembut.

"Kenapa, hm?" Alkha bertanya lagi karena Ara tidak menjawab pertanyaan sebelumnya.

"Bapak ingin kejar saya?" tanya Ara tiba-tiba.

"Iya, kenapa?"

"Bapak kejar saya karena bapak suka sama sata, atau bapak cuma merasa bersalah karena berkali-kali udah nolak saya, atau karena saya yang mirip dengan mbak Adela?" tanya Ara pelan, tapi terdengar sangat jelas kalau dia marah.

Mendengar pertanyaan Ara itu, Alkha menjadi terdiam. Dia juga tidak pasti kenapa dia berubah pikiran mau mengejar Ara. Apakah karena dia cinta, atau karena permintaan Adela dalam mimpinya beberapa hari lalu, atau karena apa dia juga tidak mengerti. Yang jelas, Alkha merasa tidak suka melihat Ara bersama lelaki lain, hati merasa gelisah saat jauh dari Ara. Dan dia akan merasa bahagia dan nyaman saat ada bersama Ara.

Melihat kediaman Alkha, membuat Ara semakin marah. Dia merasa Alkha tidak serius dengan ucapannya di depan orang tuanya tadi. Ara merasa Alkha memainkan perasaannya.

Ara melepas jaketnya dan memberikan ke Alkha dengan marah, lalu dia berdiri dan berlari meninggalkan Alkha. Alkha yang bingung kenapa Ara marah, langsung berlari mengejar Ara.

"Kenapa lari sih?" tanya Alkha menahan tangan Ara.

"Lepasin pak!" pinta Ara dengan marah.

"Lepasin pak!! Jangan pernah lagi sok baik ke saya! Jangan pernah lagi sok peduli sama saya! Dan jangan pernah lagi permainkan hati saya!!!" teriak Ara dengan menarik tangannya secara paksa.

"Maksud kamu apa?" Alkha kembali meraih tangan Ara. Akan tetapi Ara tidak menjawab pertanyaan Alkha tapi malah menangis, membuat Alkha menjadi bingung.

"Kenapa sih?" dengan sangat lembut Alkha mengusap air mata Ara.

"Jangan nangis! Kamu apa? Permen?" Alkha masih sempat-sempatnya melawak. Tapi karena Ara sedang tidak mood bercanda, dia tidak mengindahkan candaan Alkha.

Alkha pun kemudian membawa Ara pulang. Sepanjang perjalanan Ara tidak ngomong sama sekali. Bahkan saat Alkha bertanya pun dia tidak menjawabnya. Alkha yang semakin bingung akhirnya ikutan terdiam sampai tiba di rumah Ara.

Alkha turun dari mobil dan mengantar Ara masuk, serta berpamitan kepada orang tua Ara. Tapi Ara yang marah tidak memperdulikan Alkha. Begitu masuk ke rumah Ara langsung berlari ke kamarnya. Hal itu membuat papa dan mamanya kaget, dan menganggap putrinya tidak sopan.

"Maafin Ara ya nak Alkha.." ucap mamanya Ara meminta maaf atas ketidak sopanan anaknya.

"Nggak apa tante, kalau gitu aku pulang dulu.." pamit Alkha dengan sopan.

Begitu sampai di mobil, Alkha tidak langsung melajukan mobilnya. Tapi dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Ara.

Di kamar Ara yang sedang kesal berusaha menghapus air matanya. Setelah kemudian ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk. Ara lalu melihat ke ponselnya, dan melihat nama 'pangeran kodok' disana.

Pesan pertama dan kedua, Ara masih tidak mau membukanya. Setelah pesan masuk ketiga kalinya, barulah dia penasaran dengan isi pesan itu.

"Aku nggak tahu kenapa kamu tiba-tiba marah, atau mungkin karena aku tidak menjawab pertanyaan kamu tadi? Oke sekarang aku jelasin ke kamu kenapa aku mau kejar kamu." tulis Alkha di pesan pertamanya.

"Aku juga nggak tahu kenapa aku ingin kejar kamu, juga sejak kapan perasaan itu hadir, mungkin saat aku mulai kehilangan senyum kamu, kehilangan manja kamu. Dan aku rasa rasa suka itu tidak harus dengan alasan. Aku suka sama kamu, dan aku akan buat kamu jatuh cinta lagi sama aku." pesan kedua Alkha.

"Ya udah itu aja, good night my little angel, have nice dream, sweety.." di pesan ketiga, Ara mulai tersenyum. Seolah seperti mimpi, Alkha mengirim pesan seperti itu ke dia.

1
Sandrina Dalila
suka
hanhan
kalo gue jd Ara mending cari yg lain.. drpd SM Alkha.. udh jelas jelas punya penyakit itu,kalo marah g bs ngendaliin..gmn nti udh jd bininya dy
Siti Mariyam
keren
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus kak, ⭐⭐⭐⭐⭐
Erlinda
aq pikir si Ara pintar dan punya sikap .ternyata goblok. muak aq membacanya
Erlinda
lagi lagi alkha bikin kesalan gara gara mantan nya udah Ara tinggalin aja tuh si duda ngapain mau sama lelaki yg ga punya sikap dan plin plan kayak alkha
Eli Martini
kalau hanya temen kenapa sampai ngabaikan istri ,
Raning Raning
bagus keren
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "benih yang tak dianggap" makasih kak🙏
total 1 replies
Lina Maulina Bintang Libra
dasar goblok so Reska mlh ngundang vanca bodoh loh reska
Lina Maulina Bintang Libra
harusnya kmu cari tau dulu n knp g crga am mntn kmu itu
Lina Maulina Bintang Libra
hmm berarti yg buat si Adele meninggal si vanya
Lina Maulina Bintang Libra
🤣🤣🤣 cocok panggilan nya
Lina Maulina Bintang Libra
bagus LBH baik ngmng jujur ktmbng d pendam aplg maluw meong
Lina Maulina Bintang Libra
anak kecil awas bucin entar
Lina Maulina Bintang Libra
ini yg g ska am cwe yg ska ngejulitin tanpa alasan yg jelas
Ninih Setianih
Ara gemesin ...
Defi
keren
HARTIN MARLIN
Good Alfa 👍👍 kamu cerdik,selamat ya pernikahan kalian
HARTIN MARLIN
jangan mau bekerja sama dengan Vanya nanti kamu akan menyesal
HARTIN MARLIN
jangan gengsi kalau masih cinta lebih baik,baikkan aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!