NovelToon NovelToon
Dua Kesayangan CEO Dingin

Dua Kesayangan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ra za

Zivara Amaira adalah gadis yatim piatu yang tinggal bersama paman dan bibinya. Tempat yang seharusnya menjadi perlindungan justru berubah menjadi luka. Sebuah fitnah yang direncanakan oleh sepupunya membuat Zivara harus pergi. Tanpa diberi kesempatan membela diri, Zivara diusir dan dipaksa menelan hinaan atas kesalahan yang tak pernah ia lakukan.

Di sisi lain, Arga Aksara Wisesa adalah pria dingin dan misterius, yang tak memikirkan cinta. Ia hanya fokus pada pekerjaan dan keponakan kecilnya yang harus kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan setahun yang lalu.
Dua jiwa yang berbeda dipertemukan oleh takdir. Namun masa lalu, ambisi orang-orang di sekitar mereka, dan rahasia yang perlahan terkuak mengancam kebahagiaan yang baru saja tumbuh.
Akankah cinta mampu menyembuhkan luka yang terlalu dalam, atau justru membuka pintu bagi pengkhianatan yang lebih menyakitkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra za, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Berikan Pelajaran

“Nyonya… Nyonya tidak apa-apa?” tanya Roy dengan suara cemas.

Vara hanya mampu mengangguk pelan. Tubuhnya masih gemetar hebat akibat kejadian barusan. Napasnya belum stabil. Ia bahkan tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi jika Roy tidak bergerak cepat. Mungkin saat ini ia sudah tergeletak di jalan… mungkin juga sudah kehilangan nyawanya.

Sejak awal, Roy memang sudah merasa ada yang tidak beres. Sebuah mobil hitam tampak mengikuti mereka sejak tadi. Kecurigaannya semakin kuat ketika Vara turun dari mobil. Saat Vara hendak menyeberang jalan, mobil hitam itu tiba-tiba melaju kencang ke arahnya.

Dalam hitungan detik, Roy berlari dan menarik tubuh Vara dengan kuat ke belakang. Mobil itu melesat begitu saja, gagal mencelakai istri tuannya.

Kini Vara sudah berada kembali di dalam mobil. Luna langsung memeluknya erat.

“Tante… Tante tidak apa-apa, kan?” ucap Luna dengan suara bergetar, air matanya tak berhenti mengalir.

Gadis kecil itu sungguh ketakutan. Ia tidak ingin kehilangan lagi seperti saat ia kehilangan kedua orang tuanya.

Vara mengelus lembut punggung Luna.

“Tante tidak apa-apa, Sayang,” ucapnya berusaha tenang, meski tubuhnya sendiri masih gemetar.

“Maaf, Nyonya. Ini Minum dulu,” ujar Roy sambil menyodorkan sebotol air mineral.

Vara segera menerimanya dan meneguknya perlahan, berusaha menenangkan diri.

Setelah memastikan keadaan sekitar benar-benar aman, Roy menyalakan mesin mobil dan segera membawa mereka pulang.

Di Perusahaan. Di saat yang bersamaan, Arga tengah memimpin rapat penting ketika ponselnya bergetar. Ia melihat nama salah satu bodyguard yang ditugaskan menjaga Vara dan Luna.

Entah mengapa, hatinya mendadak tidak tenang.

Arga berdiri dari kursinya. “Lanjutkan sebentar,” ucapnya pada peserta rapat sebelum menjauh untuk menerima panggilan.

“Ada apa?” tanya Arga dengan suara rendah namun tegas.

“Maaf, Tuan. Saya ingin melaporkan bahwa Nyonya Vara hampir mengalami kecelakaan.”

Wajah Arga seketika menegang. “Apa maksudmu?” suaranya mulai terdengar panik.

“Tadi saat menjemput Nona Luna pulang sekolah, Nyonya sempat turun untuk membeli sesuatu. Saat beliau hendak menyeberang, sebuah mobil melaju dengan sengaja ke arah Nyonya.”

Arga mengepalkan tangan. “Lalu bagaimana istriku?”

“Nyonya tidak apa-apa, Tuan. Beliau hanya syok. Untung Roy bergerak cepat dan menarik Nyonya sebelum mobil itu mengenai beliau.”

Arga mengembuskan napas berat, namun emosinya jelas memuncak.

“Cari pengemudi itu. Jangan sampai lolos,” perintahnya dengan rahang mengeras.

“Siap, Tuan.”

Panggilan terputus.

Arga kembali ke ruang rapat dengan raut wajah yang jauh berbeda. Ia memanggil Erick untuk mendekati nya. Erick yang melihat perubahan itu langsung berdiri.

“Ada apa, Ga?” tanya Erick.

Arga menatapnya serius. “Rick, tolong ambil alih meeting ini. Urusan presentasi proyek dan negosiasi kontrak, kamu yang lanjutkan.”

Erick mengernyit. “Tunggu, memangnya ada apa? Wajahmu tegang sekali.”

“Istriku hampir celaka. Sepertinya disengaja.”

“Apa?” Erick terkejut. “Vara bagaimana?”

“Dia tidak apa-apa. Tapi aku harus pulang sekarang.”

Erick mengangguk tanpa ragu. “Tenang saja. Urusan kantor serahkan padaku. Kalau perlu, aku akan pantau semuanya sampai selesai.”

Tanpa membuang waktu, Arga segera meninggalkan kantor.

Mobil yang ditumpangi Vara baru saja memasuki halaman rumah ketika mobil Arga menyusul dan berhenti tak jauh dari sana.

Arga turun dengan langkah tergesa dan langsung menghampiri istrinya.

“Vara, kamu tidak apa-apa?” tanyanya panik saat Vara keluar dari mobil.

Vara tersenyum tipis. Entah mengapa, melihat kekhawatiran di wajah Arga membuatnya sejenak melupakan kejadian mengerikan tadi. Selama hidupnya, belum pernah ada seseorang yang begitu mengkhawatirkannya.

“Aku tidak apa-apa. Untung Pak Roy cepat menarikku,” jawab Vara lembut.

Arga langsung memeriksa wajah dan tangan Vara, memastikan tak ada luka.

Sementara itu, Luna turun dengan wajah sembab dan mata merah akibat terlalu lama menangis.

Mereka masuk ke dalam rumah. Di ruang tengah, Melani yang melihat mereka langsung berdiri.

“Arga, kamu sudah pulang? Vara, kenapa wajahmu pucat sekali? Luna, kenapa kamu menangis?” tanyanya tanpa jeda.

Arga menarik napas sebelum menjelaskan. Ia menceritakan kejadian yang baru saja terjadi sesuai laporan yang ia terima.

Melani dan Nicholas terperanjat.

“Siapa yang berani mencoba mencelakai menantuku?” ucap Melani dengan suara bergetar menahan marah.

Nicholas pun terlihat murka. “Pelakunya sudah ditemukan?”

“Anak buahku sedang mencarinya, Pa. Aku pastikan orang itu tidak akan lolos,” jawab Arga tegas.

Sorot matanya berubah dingin. Dan siapa pun yang berada di baliknya… akan menyesal telah menyentuh Vara.

---

Anak buah Arga akhirnya berhasil menangkap pria yang mencoba mencelakai Nyonya mereka. Setelah membawanya ke markas dan melakukan interogasi intensif, pria itu akhirnya mengaku bahwa ia hanya menjalankan perintah seseorang.

Begitu mengetahui siapa dalangnya, anak buah Arga segera menghubungi tuannya.

Saat itu, Arga sedang duduk di sisi tempat tidur, menemani Vara yang akhirnya tertidur karena kelelahan dan syok. Ponselnya bergetar. Ia segera berdiri dan menjauh agar tidak membangunkan istrinya.

“Bagaimana?” tanya Arga dengan suara rendah namun tegas.

“Tuan, pelaku sudah mengaku. Ia diperintahkan oleh seseorang.”

“Siapa?” Arga bertanya tak sabar.

“Nona Julia, Tuan.”

Rahang Arga langsung mengeras. Sorot matanya berubah dingin.

“Julia… Aku sudah membiarkanmu bebas setelah apa yang kau lakukan pada Luna. Tapi sekarang kau berani mengganggu istriku,” gumamnya penuh amarah. “Kali ini, aku pastikan kau dan keluargamu tidak akan hidup tenang.”

Setelah memastikan Vara benar-benar tertidur pulas, Arga keluar dari kamar dan menuju ruang kerjanya

Di sana, Nicholas sudah berdiri seolah menunggunya.

“Anak buahmu sudah berhasil?” tanya Nicholas begitu Arga masuk.

“Sudah, Pa. Ternyata dalangnya adalah Julia… putri dari sahabat Papa sendiri,” jawab Arga tanpa basa-basi.

Nicholas terdiam. Ia benar-benar tidak menyangka Julia berani bertindak sejauh ini.

“Papa tidak menyangka dia akan sekejam itu,” ucap Nicholas pelan. “Kalau begitu, Papa serahkan semuanya padamu. Beri mereka pelajaran agar tahu batasan.”

Arga mengangguk singkat, lalu meninggalkan ruang kerja tanpa menoleh lagi. Amarahnya sudah terlalu penuh untuk ditahan.

Ia segera menghubungi Erick yang masih berada di perusahaan.

“Ada apa, Ga?” tanya Erick begitu menerima panggilan.

“Aku ingin kau menghancurkan perusahaan Steven,” ucap Arga lugas tanpa penjelasan panjang.

Erick terdiam sejenak, lalu memahami maksudnya. “Jadi, orang yang ingin mencelakai Vara pasti Julia?”

“Kau benar. Sudah cukup aku bersikap baik. Kali ini, mereka semua harus diberi pelajaran.”

Erick tersenyum tipis. “Itu mudah. Tenang saja, dalam waktu singkat perusahaan mereka akan hancur.”

“Lakukan sekarang.”

Panggilan terputus.

Tanpa membuang waktu, Erick mulai menjalankan rencananya.

Di Perusahaan Steven, suasana mendadak kacau.

“Tuan, saham perusahaan tiba-tiba turun drastis!” lapor asistennya dengan wajah panik.

Steven yang sedang memeriksa berkas langsung berdiri dan membuka layar monitor. Matanya membesar melihat grafik yang anjlok tajam.

“Apa ini?” desisnya. “Kenapa bisa begini? Siapa yang berani memainkan saham perusahaanku?”

Dalam hitungan menit, telepon berdering tanpa henti. Investor mulai menarik dana. Mitra bisnis membatalkan kerja sama.

Perusahaannya berada di ambang kehancuran.

“Tidak mungkin ini terjadi tanpa campur tangan seseorang,” gumam Steven murka. “Siapa yang berani mengusik ku?”

Sementara itu, Julia yang belum mengetahui apa yang sedang terjadi di perusahaan ayahnya, justru sedang menunggu kabar dari orang suruhannya. Karena tak kunjung mendapat informasi, ia memilih pergi berbelanja bersama ibunya.

Mobil mereka baru saja terparkir di pusat perbelanjaan ketika dua pria berbadan besar tiba-tiba menghadang langkah mereka.

“Ayo, Nona. Kalian ikut kami,” ujar salah satu pria dengan suara dingin.

“Apa maksud kalian? Ikut ke mana? Kami tidak mengenal kalian!” bentak Diana.

“Tidak perlu banyak tanya. Ikut saja,” jawab pria itu tegas.

Julia dan Diana berusaha melawan, namun tenaga mereka tak sebanding. Dalam waktu singkat, keduanya berhasil diseret masuk ke dalam sebuah mobil lain dan dibawa pergi.

Jeritan mereka tertelan suara kendaraan yang melaju meninggalkan area parkir.

1
erviana erastus
akhirnya 🤭🤭🤭🤭🤭
erviana erastus
apakah itu ortunya julia? hhhhmmmmm 🤔🤔🤔🤔
erviana erastus
nggak lama giliran kalian 🤣 ganggu aza terus vara
erviana erastus
satu mslh selesai tinggal satu mslh dr pihak vara
erviana erastus
satu keluarga tolol pingin kaya dgn cara instan tinggal tunggu satu orang lg yg blm ditangkap 🤣
Evi Lusiana
kok mnggil suaminy lgsg nama,lbih baik lg klo ganti dgn mas,hubby,ato kak
Evi Lusiana
kok vara gk mint waktu tuk berpikir y lgsg iya in aj
Evi Lusiana
mampus kau julia
Evi Lusiana
💪vara
Evi Lusiana
emng d rmh arga gk da cctv
Evi Lusiana
emng rmhny gk ada cctv ny
erviana erastus
habis kali ini kau julia
erviana erastus
mampus kau julia 🤭
erviana erastus
julia lagi blm kapok kalo blm sekarat 😏😏😏😏
erviana erastus
lalat satu ini kapan dibasmix, arga apa kamu nunggu vara terluka dulu baru kamu bertindak
erviana erastus
cari mslh si reza jd orang tenang2 aza apa?
merry
ia pgl om ikutan pglnn Luna 😄😄😄 biasa knn bgtuu ibu iktinn ank ya pgl om kcuali dblkng ank br pgl nama 😄😄😄
Ranasela
seruu banget kakm😍
erviana erastus
pasti si julia
erviana erastus
batas cinta ya om 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!