NovelToon NovelToon
Jejak Sang Raja Legenda Prabu Munding

Jejak Sang Raja Legenda Prabu Munding

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Action / Spiritual
Popularitas:977
Nilai: 5
Nama Author: lintang88

Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang.

Sebagian hanya meninggalkan jejak—di tanah yang pernah mereka pijak, di sumpah yang tak pernah ditarik, dan di kisah yang terus dibisikkan dari generasi ke generasi.

Di tengah zaman yang bergejolak, nama Prabu Munding Jayananta mulai disebut-sebut.

Bukan sebagai penakluk yang haus kuasa, melainkan sebagai raja yang menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di bawah satu panji,

Namun semakin luas persatuan terbentuk, semakin besar ujian yang datang.

Musuh tidak selalu datang membawa pasukan.

Sebagian hadir sebagai ambisi, dendam lama, dan kebenaran yang diperdebatkan.

Jejak Sang Raja adalah kisah tentang persatuan, legenda, dan harga yang harus dibayar ketika seorang raja memilih untuk dikenang—bukan sebagai penguasa mutlak, tetapi sebagai jejak yang mengubah arah sejarah.

Jejak sang raja adalah seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;

Tahta berdarah sang pangeran

Pendekar mesum berambut perak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Firasat Ibu

" Nawang...??"

Di istana majayan prabu munding yang akan berangkat istirahat merasakan jantungnya berdebar aneh.

Tak lama, dia merasakan jejak jiwanya yang kembali'...jejak jiwa itu berasal dari kalung Nawang..

" tok..tok..tok.."

" nak mas...nak mas...ini Ambu..."

Belum memikirkan lebih jauh , ketukan pintu dan suara Ambu nya sudah terdengar.

Bergegas sang prabu membuka pintu, diluar pintu dia menemui Ambu nya yang menangis, di belakang nya ada Ama Nala..

" Ambu... ada apa..?? Kenapa menangis..??"

" Ama...ada apa ini..?

Sambil bertanya sang prabu mencium tangan ayah dan ibunya, kemudian dia memeluk sang ibu.

" aduh...duh...maaf nak mas prabu...itu si Ambu, tiba tiba saja kepikiran adik mu..tau tau nangis... minta di antar ke sini.."

" ohhhh...Ambu kangen sama Nawang? Ambu ingin bertemu Nawang ya..??

kalau Ambu mau Besok kita bisa ke Martapura.."

" bukan ...bukan begitu nak mas, Ambu memang kangen sama Nawang tapi Ambu lebih merasa Nawang dalam bahaya nak mas...ambu takut...

" bahaya?? bahaya apa..??. Martapura aman, suaminya juga bukan orang sembarangan loh

Prabu munding berkata, namun dalam hatinya gelisah dia juga merasakan hal yang sama, tapi dia tidak mau ibu nya panik, terpaksa dia berbohong, berusaha bersikap tenang.

" nak mas...tolong Ambu ya.."

" tentu...tentu.. apapun itu..Nanda pasti akan menolong Ambu..."

" tolong Ambu, nak mas pergi lihat adik mu, hati Ambu tidak enak..!"

" baik Ambu..malam ini juga Nanda pergi ke Martapura...

" benar ya nak mas ..malam ini juga berangkat.."

" iya ambu..Ambu tunggu disini , Nanda berganti pakaian terlebih dahulu..."

Keramaian ini menarik perhatian ketiga istri sang prabu, mereka keluar, menemani Ambu ratu Nilam.

Tak beberapa lama, prabu munding keluar..dia telah berganti pakaian ringkas.. pakaian ala pendekar..

" Nanda berangkat ...Ambu tenang ya.. tunggu kabar dari Nanda.

" terimakasih nak mas..."

" aiss....apa apa an sih Ambu..pake bilang terimakasih segala.

Prabu munding tertawa sambil mencium pipi sang ibu, baru kemudian dia Menghampiri ketiga istrinya untuk berpamitan,

" hati hati kanda prabu..!"

prabu munding tersenyum,dia membuat gerakan seperti orang merobek ..

Sebuah celah , muncul begitu saja dari kehampaan

 prabu munding melangkah kan satu kaki nya,masuk ke dalam.sobekan.ruang itu , tapi dia menengok kebelakang, melihat ke arah ibu nya .

Ketiga istrinya saling berpandangan, mereka.langsung menyadari ada sesuatu

Ketika prabu munding merobek ruang untuk ke kota Martapura, dia tidak melihat kota Martapura, yang dia lihat adalah lautan..

Dia sebenarnya kaget, secara tak sadar menegok ke arah ibu nya, batin nya berkata

" aihh....firasat seorang ibu ternyata begitu tajam..'

Tak mau menimbulkan kecurigaan ibu nya, tanpa ragu prabu munding meneruskan langkahnya..

Setelah melakukan itu , sosok prabu munding menghilang, sobekan ruang ikut hilang..!!

Bagi prabu munding, selama tidak menyeberangi lautan,di daratan tidak ada yang namanya tempat dan tujuan yang jauh.

Sekali melangkah dia sudah sampai tujuan.

Tapi perjalanan kali ini jauh berbeda..

" dimana ini..??.mana istana Martapura?

apa iya aku salah?

prabu munding telah sampai di Martapura dalam satu langkah, walau tadi sebelum nya telah melihat hal yang aneh tetapi dia masih terkejut juga.

Kota Martapura,.apalagi istana..tidak ada .. dihadapan nya sekarang adalah sebuah lautan yang menghitam karena gelapnya malam.

" ada yang aneh...tak mungkin aku salah..coba aku periksa.."

prabu munding berlari cepat sepanjang tepian pantai, memeriksa setiap jengkal, tubuh nya berupa bayang bayang saking cepat nya dia berlari dan berpindah pindah tempat.

Sekian lama.berlari, tak juga membuahkan hasil..

Prabu munding berdiri memandang lautan di depannya, yakin sudah dia, ada sesuatu yang tidak beres disini.

" Nawang... Nawang...!'

prabu munding mengirimkan suara jarak jauh,.berharap ada jawaban..

Tapi nihil...tidak ada jawaban, tidak ada suara apapun yang bisa dia dengar..

Prabu munding mulai cemas..

" saudara ku Umbara... datang lah..! "

Dia memanggil Umbara...akan tetapi setelah ditunggu ...Umbara tak kunjung datang !

" ehh...kenapa Umbara tidak datang??.hmpp.coba aki Welang..

" aki Welang..aki.."

dia memanggil raja siluman harimau, tapi sia sia sang raja tak kunjung datang juga..

" ki wanara..."

" ayahanda prabu buhulkasa....."

" Romo resi...Romo resi...."

Sia sia saja, semua yang dia panggil tidak datang datang juga.

" wah..wah..wah...makin aneh saja.."

"Coba aku kembali ke Majayan..! "

prabu munding merobek ruangan kosong, istana majayan terlihat di depan mata nya, dia melangkah...

Begitu melangkah seharusnya dia sudah sampai majayan, akan tetapi sekarang terjadi hal aneh..

Dia tetap di tempatnya..!!.

" celaka...ada apa ini..?? Apa yang terjadi..!!"

apa yang sedang ku hadapi?

Prabu munding mencoba lagi, istana majayan terlihat, dia melangkah, tapi dia tidak pindah,.dia tetap di tempatnya semula, hanya.maju selangkah saja.

Sama.seperti orang biasa melangkah maju satu langkah...!!

" aishhh....aishhhh...apa yang kuhadapi..

Dunia ini seperti terpisah... Memanggil teman tak bisa , sekarang melipat bumi pun tak bisa..!! ..

aishhh...tau begini, tadi aku ajak ki wanara..

Ehhh... tunggu ...apa senjata bisa ??

" kala paksi...!! .serunya

 dari jauh terdengar suara burung mencuit nyaring , sebuah gandewa muncul dari kehampaan.

prabu munding mengambil gandewa/ busur kala paksi di udara.

dia kemudian mengalungkan gandewa kala paksi di pundaknya.

" ahhh..kala paksi dapat ku panggil, tapi untuk apa??.apa yang harus ku panah??

Kala paksi bisa yang lain tidak bisa.. kenapa?

hmpp pikirkan pelan pelan..kita lihat saja nanti , akan kutunggu disini..sampai pagi..!!"

Memutuskan hal itu, dia pun tenang, dia kemudian duduk bersila, sambil berdoa, memohon petunjuk..

Sementara itu di istana,

Sekian lama menunggu, belum ada kabar juga dari sang prabu, padahal hari telah larut malam,

Ambu ratu tau persis kemampuan prabu munding, kenapa sampai waktu yang lama dia tidak juga datang?? Ambu ratu tak bisa lagi tenang..

" pasti ada yang tidak beres... duh..sang hyang agung...ada apa.ini.."

Ambu ratu menangis, yakin sudah dia pasti ada sesuatu...

" Nawang....Nawang...apa.yang terjadi pada mu nak...!"

Nanda prabu...semoga dia juga tidak kenapa napa..

Duh sang hyang agung... selamat kan anak.anak.hamba..!"

Tidak ada yang mampu menghibur, disini semua paham kemampuan sang prabu, jika tidak ada apa apa, pastilah sang prabu sudah datang, memberi kabar.

Sekarang semua hanya bisa menunggu..

Di tempat lain

Sebuah kapal terombang ambing di wilayah laut Martapura

Basura dan pengikutnya ada di kapal ini

Saat ini dia sedang menatap langit kota Martapura..

" semua berjalan baik . sesuai harapan..!!"

basura berguman lalu dia mengambil sesuatu dari kantong baju bagian dalam.

Di atas meja , basura membentangkan selembar kain, selebar handuk kecil berwarna kuning.

Kain itu penuh tulisan tulisan aneh di pinggir pinggir nya.

Ditengah kain, ada gambar matahari, penuh bulatan bulatan kecil yang mengisi ruang dalam Gambar matahari itu.

ditengah bulatan ada sebuah jarum

Jarum bergerak seperti jarum kompas, lalu dia berhenti di salah satu gambar bulatan .

" aku sudah mengunci pintu masuk nya..

sekarang kita pulang, biarkan Martapura berpesta..

Beberapa bulan ke depan baru kita kembali,untuk memanen hasil .. hahaha...!!

Kapal itu kemudian menarik jangkar,. perlahan lahan bergerak membelah lautan malam.

1
anggita
saran saja, tiap awal paragraf/alinea sebaiknya pakai huruf besar🙏
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan👍💪🙏
Batsa Pamungkas Surya
lnjiuuut
Lintang88: 👍 siappp..
total 1 replies
Batsa Pamungkas Surya
siapakah yg akan menyelesaikan kekacauan ini..?
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....
Lintang88: 😄😄..sabar ya .👍
total 1 replies
Rhaka Kelana
nah gitu dong jadi pemimpin harus tegas, berwibawa dan bijaksana jangan lembek serta mudah terpengaruh 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!