"Uncle, Cinta itu apa?"
"Cinta itu? saat kau ingin menghabiskan sisa hidupmu bersamanya."
"Oh! Senja Cinta Uncle."
"Hahaha.... "
"Senja serius! Uncle, Love Me Please!"
Senja Aulia Husna, gadis periang yang mencari apa arti Cinta! Hingga melabuhkan kata cinta pada pria matang yang ia panggil dengan sebutan Uncle.
"Uncle tak mencintaimu senja! Kau keponakan Uncle!"
Erangan frustasi dari pria dewasa berumur 35 tahun bernama Riko Dirgantara.
Bagaimana perjuangan Senja mendapatkan Cinta Uncle Iko?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Niswa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
"Ma." Ucap Gara pada Mama Monica.
"Kenapa sayang?" Ucap Mama Monica menanggapi pertanyaan Gara, namun sorot matanya masih melihat ke arah layar ipad didepan nya, memeriksa beberapa email para investor yang masuk dan menjalin kerjasama dengan perusahaan miliknya.
"Ma." Ucap Gara lagi, karena sang Mama hanya menjawab tanpa ada pergerakan ingin melihat dirinya.
"Iya sayang. Ada apa! Katakan! Mama sedang sibuk Gara." Ucap Mama Monica.
"Ma, lihatlah jam sudah menunjukkan pukul 9 malam! Kenapa masih bekerja?" Ucap Gara protes.
"Gara, Mama harus bekerja keras. Mengurus perusahaan Papa mu tidak lah mudah sayang. Mama sebelum nya tak pernah mengurus ini semua. Dan semua yang Mama lakukan juga untukmu Gara." Ucap Mama Monica menjelaskan pada Gara.
Yah, walau usianya masih 10 tahun, Gara adalah anak yang cukup mengerti keadaaan dan bisa berfikir kritis tentang semua hal yang menyangkut dirinya. Apalagi Saat Mamanya berbicara.
Satu-satunya keluarga yang Gara miliki adalah Mama Monica. Sedangkan Papa nya? Allah lebih sayang pada papanya. Hingga di usia nya yang masih kecil Gara harus menjadi anak yatim.
"Tapi hari ini, Gara ingin mama menemani Gara tidur, membacakan dongeng untuk Gara." Ucap Gara dengan nada manja nya.
Sudah lama, mamanya selalu sibuk bekerja dan tak pernah ada waktu untuk sekedar menemani Gara tidur! bahkan makan malam.
"Hem, baiklah. Mama akan menemanimu, dan membacakan dongeng untukmu." Ucap Mama Monica.
Mama Monica kemudian menutup iPadnya, melanjutkan pekerjaan nya esok hari. Mungkin memang benar, ia terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga kurang memperhatikan Gara, putra semata wayang nya.
Padahal Gara masih membutuhkan kasih sayang darinya bukan?
...🌺🌺🌺...
Pagi hari rumah Senja.
Perlahan kedua kelopak mata Senja membuka, menyesuaikan pencahayaan yang ada di sekitar ruangan itu.
Ah, ternyata aku di kamar. Ucap Senja merasa lega!
Saat Senja menoleh kesamping ia pun terkaget dan seketika berteriak. "Arghhhh Apa yang Uncle lakukan di kamarku!" Ucap Senja berteriak dan mendorong tubuh Uncle Iko menjauh dari kasurnya.
Belum sempat Uncle Iko membuka mata secara seluruhnya, tubuhnya sudah terasa nyeri.
Brugh
Brugh
Brugh
Argh... Rintik Uncle Iko merasakan nyeri di tubuhnya.
Perlahan kedua kelopak matanya membuka sempurna dan sungguh malang nasib nya ia dapatkan pagi hari itu. Ia sudah berada di lantai.
"Apa yang Uncle lakukan di kamar ku!" Ucap Senja berteriak pada Uncle Iko untuk kedua kalinya.
Aih! Dasar keponakan tak tau diri! kau sudah membuatku repot semalaman! kau yang menahan ku di kasur mu ini bodoh! dan pagi harinya kau malah mendorong ku! Ucap Uncle Iko menatap Senja.
"Jawab Uncle! jangan menatap ku!" Ucap Senja dengan nada galaknya.
"Huft.... Kau tak tau terimakasih Senja! aku sudah menolong mu dan kau malah mendorong ku!" Ucap Uncle Iko kesal.
"Menolong? Apa maksud Uncle! Jika menolong kenapa Uncle tidur di kasur ku? Uncle mencari kesempatan dalam kesempitan ya!" Ucap Senja dengan nada galak mencercah Uncle Iko dengan ceramah nya pagi harinya.
"Dan! Argh... Uncle! apa yang kau lakukan dengan pakaian ku!" Ucap Senja dengan nada kesal namun mata nya berkaca-kaca.
"Uncle kau telah...... " Ucap Senja dengan mata berkaca-kaca sedih dan menunduk.
"Jangan berfikir buruk tentang Uncle! kau keponakan Uncle yang menjengkelkan! Uncle tak segila itu menodai mu!" Ucap Uncle Iko sinis, saat Senja dengan sorot matanya menuduh yang tidak-tidak terhadap dirinya.
"Dan kenapa Uncle bisa tidur di kasur dengan mu! Kau yang menarik Uncle untuk tidur dengan mu Senja." Ucap Uncle Iko menjelaskan.
"Aku! Itu tidak mungkin! Uncle pasti berbohong!" Ucap Senja pada Uncle Iko dengan sorot mata menyangkal.
"Kau bisa liat, di situ masih ada tempat untuk Uncle mengompres dirimu semalaman! Kau menarik Uncle karena tubuhmu semalam mengigil kedinginan." Ucap Uncle Iko menunjuk wadah yang di gunakan untuk mengompres Senja semalam.
"Dan kau berhutang penjelasan dengan Uncle! kenapa kau hujan-hujanan dan membuat tubuhmu mengiggil." Ucap Uncle Iko pergi keluar meninggalkan Senja yang termenung didalam kamar nya.
Perlahan pikiran Senja menyatukan serpihan memori nya saat kemarin sore, saat dimana ia menyatakan Cinta, lalu di tolak oleh Uncle Iko, dan ia pergi meninggalkan Uncle Iko untuk ke pantai menenangkan dirinya.
Berteriak seperti orang gila, Hingga ia harus pulang sendiri menggunakan taksi, dan naas nya saat hampir sampai di rumah taksi yang ia tumpangi mengalami mogok.
Dan dengan bodohnya ia menerjang derasnya hujan saat malam itu.
Arghh....Senja kau bodoh sekali! Apa yang di ucapkan Uncle Iko semua nya pasti benar! Argh... kenapa kau malah mendorong nya! Bukan nya berterima kasih. Lirih Senja merutuki kebodohan nya.
Argh.. Tapi Uncle juga salah! kenapa jika dia menjagaku ia harus tidur di kasur ku! pasti dia mengambil kesempatan saat aku tak berdaya. Gumam Senja menimang.
Katanya tak cinta! tapi dia memelukku semalaman! ah pasti dia mengambil kesempatan itu. Lirih Senja dalam hatinya dengan tingkat kepedean yang di luar nalar.
...🌺🌺🌺...
Uncle IKO POV
Semalaman ia membuat ku merasakan rasa bersalah karena penolakan yang aku lakukan, dan membuat rasa bersalah ku kian memuncak.
Saat ku dapati, ternyata hingga malam hari ia belum pulang ke rumah padahal di luar hujan begitu deras nya.
Perasaan ku kian menjadi saat melihatnya mengiggil kedinginan, Ku gendong dan ku rawat dia semalaman.
Aku kembali di uji, saat harus menggantikan dia pakaian, menelan ludah ku dengar kasar karena berhasil melihat setiap inci tubuh darinya,
Tak sampai disitu, ia dengan gerakan tiba-tiba menarik ku untuk berbaring dan memelukku! Kepalanya dan tangan mendusel ke sana kemari mencari posisi yang hangat, hingga gerakan nya tanpa senja menyentuh adik kecilku.
Dan kenapa hanya sekilas saja Senja menyentuh adik kecilku! dia selalu bereaksi lebih hebat dari biasanya! Oh Senja kau membuat ku semakin menggila.
Jangan lupakan ibu jariku yang berada di dalam mulutnya, ia menyedot nya seperti anak bayi saja. Erangan ku bertambah frustasi akan hal itu.
Bagi orang lain itu mungkin hal yang menjijikkan, namun bagiku! kenapa itu justru sangat menggemaskan.
Sungguh umurku sudah tak lagi muda! Nunggu karena gadis ingusan seperti dirinya membuat tindakan ku menjadi tak waras bila di dekatnya.
Pagi harinya! Ku dapati dirinya yang telah terbangun terlebih dahulu! berteriak kepada diriku! hingga mendorong tubuh ku ke lantai.
Sungguh keponakan yang tak tau terimakasih! semalaman kau membuat Uncle mu ini harus manahan semuanya mati-matian Senja! dan pagi harinya kau malah mendorong ku! Bahkan menuduhku yang bukan!
Jika ku mau, kau sudah habis dengan ku semalam! lalu ku jelaskan padanya apa yang terjadi semalam! dan menyangkal semua pikiran buruk nya padaku! setelah itu ku tinggal kan dirinya di kamar itu!
Langkah kakiku membawaku masuk kedalam kamar! merebahkan diriku untuk beristirahat kembali! Karena kemarin hari yang sangat melelahkan!
Uncle Iko POV End
🎶🎶🎶
Happy Reading ya guys**.
Dear Uncle Uncle Iko sabar ya menghadapi sikap bar-bar nya Senja yang ga ketulungan.
Uncle Iko terbaik deh.
Jangan lupa jempolnya! Dilike ya.
Aku udah UP 2 bab loh hari ini.
Semoga kalian suka ya dengan ceritaku.
❤❤❤❤💜💜💜💜💜
boleh mampir k novelku KK tinggal klik d profileku ya..