NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy
Popularitas:151.8k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23🩷 Semakin kencang gosipnya

Dea melambaikan tangannya pada Sharena dari kelas IPS. Yang rupanya, menyusul Dea ke kelas disaat Rifal belum sempat mengantarnya ke kantin.

"De!" teriaknya melambai lalu berlari.

"Hay, Sha!"

"Fal." Sharena mengangguk sekali melihat Rifal yang menenteng paper bag dari mama Sarah. Merasa jika Sharena dan Dea sudah memiliki janji, Rifal tak akan menjadi pengacau, "aku ke kelas." begitu katanya, kaku.

Gadis bernama Sharena itu melirik Dea, "sama Rifal?" bisiknya bergumam, tak ingin Rifal mendengar pertanyaannya itu.

Dea mengangguk singkat, "sama? Maksudnya aku---dia. Engga. Temen aja, tapi ---ya maksudnya, aku kenal baik sama Nara, Rifal walaupun yang lain versus banget sama anak MIPA 3." Jelas Dea, apa sih De! Ia sendiri merotasi bola matanya, rasanya Sharena tetap dengan pikirannya sendiri meskipun ia menjelaskan, buktinya....

Senyum Sharena tersungging usil, "yang lain tau?" Dea menggeleng, "engga kayanya." Dea mengernyit berpikir, tunggu...kenapa obrolan ini ambigu, seperti----ia dan Rifal memiliki hubungan spesial yang oke...ia sembunyikan dari orang lain, hah! I catch you! Begitu ekspresi Sharena kiranya.

Sharena tertawa melihat kebingungan Dea, baru kali ini bisa sebingung ini menjelaskan sebuah hubungan, lalu keduanya berjalan bersampingan menuju kantin.

Entahlah, Rifal sebenarnya malas bergerak, namun ia perlu memastikan jika Dea tidak sendirian.

Aku udah biasa, Rifal mengingat ucapan Dea tadi, maksudnya? Bukannya ia yang sering menghina orang? Mengintimidasi.

Rifal mengangkat paper bag dari Dea, menatapnya dengan hati yang kembali berseri dan perasaan menggaruk-garuk perutnya geli.

"Cieeee! Kok udahan mojoknya?! Ngga bisa jadi orang asik ya?" tawa Tasya membuat mereka tergelak.

"Belajar sama gue om." Yusuf menepuk-nepuk dadanya.

"Jijik banget." Gidik Muti mencebik, dan Rifal mendorong wajah Yusuf, "teknik pacaran Lo benerin dulu tuh. So asik." Jawab Rifal.

Astaga, benar-benar...biasanya istirahat begini, MIPA 3 akan sepi, tapi khusus hari ini mereka justru berkumpul semua tanpa terkecuali, seperti sedang menunggu sesuatu yang spektakuler.

"Tumben banget, biasanya sepi."

"Khusus hari ini, MIPA 3 rame buat hina-hina mas-mas caem, om Rifal..." jawab Vian yang langsung dihadiahi tawa dari yang lain.

Rama menunjuk papan tulis, "ian, Lo tau itu warna apa?" tuduhnya seraya menaikan kaki ke atas meja Nara dan mendekap tangannya di dada. Candaan mereka ini, begitu lepas seperti tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

"Itemmm!" jawab Dian, Mery, Susi dan Andi.

"Item, pa. Seitem nasibku!" jawab Yusuf.

"Kirain seitem hati dan empeduku." timpal Tian tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel ketika ia dan sisanya yang lain tengah mabar game online.

"Sya, laki Lo tuh...rebut hapenya Sya..." pinta Yusuf.

"Males." Tasya mendelik sinis memilih membuka bungkusan pilus.

"Males katanya, besok putus aja. Hahahahah!"

Bahkan Rifal kini ikut tertawa.

"An jir tadi si papa tuh mau ngejokes apa, Pa?" tanya Muti.

"Itu papan tulis warnanya apa?" tanya Rama.

"Item." Jawab Nara memastikan.

Namun Rama menggeleng, "bukan, itu pink warnanya yank..."

Pffttt!!! Hahahaha!

Dari sana saja mereka sudah tau apa maksudnya tanpa Rama bicara lebih lagi.

Rifal menggeleng tak peduli, ia justru memilih meng-unboxing isian paper bag dari Dea, dan ia temukan----kalua jeruk (manisan kulit jeruk bali) dalam kemasan pouch, permen susu kpbs satu pouch, teh celup dengan aroma chamomile, dan keripik strawberry.

"Widihhh, ada yang dapet hampers oleh-oleh nih! Awwwww! Om Rifal," goda Bayu.

"Dari mama Dea, ya Fal?" tanya Nara melihat itu pasalnya sama dengan yang diterimanya.

"Cieeee, calon mantuuu!"

"Berisik woy! Kaya grebek pasar aja."

Mereka langsung berkumpul mengerubungi Rifal, "apaan Lo semua? Hush, ngga akan gue buka sampe lebaran 7 tahun lagi."

"An jing pelit."

"Stingy dog atuh ..." jawab Tama.

Dea yang sudah bersiap membesuk dengan harapan bisa menjemput Inggrid pulang nyatanya harus kembali menelan kabar pahit jika Inggrid belum bisa pulang hari ini.

"Tapi Dea boleh besuk Inggrid, hari ini tante?" tanya Dea di sambungan telfon, wajahnya mendadak getir.

Dengan raut wajah yang memudar senyumnya, Dea mengangguk, "oh...oke. Ngga apa-apa, makasih ya Tante. Tante sama om yang sabar ya..." jawab Dea mematikan panggilannya.

Ia lantas mencoba memesan ojol dan berjalan sendiri menuju gerbang, "De, balik sendiri? bareng gue?"

Cukup banyak yang menawari, namun sebuah motor yang deru mesinnya sengaja dibuat berisik dengan menggerung-gerung itu menyela langkah di samping Dea, "Dea udah janji bareng balik gue. Yuk, De!" ajaknya. Dea hanya bisa melongo kebingungan, "tapi gue.."

"Naik." Tanpa aba-aba tangannya menarik tas Dea hingga gadis itu tertarik mendekat dan akhirnya mau naik. Ada pandangan tak suka dari teman yang menawari tadi. Tapi dia Rifaldi, siapa yang berani menentang?

"Sebentar ih! Ini aku udah pesen ojol."

"Batalin aja, udah lama?" Dea menggeleng, "baru aja."

"Baru jalan, batalin aja." perintahnya.

Dea menatap Rifal sekilas, pemuda ini pemaksa, tentu Dea harusnya sudah tau sejak lama, sejak ia sering menarik dan memaksanya.

Layar ponsel ditunjukan di depan Rifal, "langsung balik?" tanya Rifal saat Dea sudah naik di boncengan.

"Iya. Tadinya sampai ijin les buat bisa jenguk Inggrid, tapi ternyata Inggrid belum bisa dijenguk." ucapnya getir. Rifal mengangguk, "ya udah. Jalan-jalan aja dulu, mubadzir kan, sampe bela-belain ijin les."

"Kemana?" Dea memiringkan kepalanya.

"Makan. Atau...biasanya cewek senengnya ke mall, kan?"

"Ngapain..." ringis Dea lagi. Namun Rifal melajukan motornya lebih cepat membuat Dea refleks mengencangkan pegangannya.

Benar, Rifal memang tak pandai berbasa-basi. Bahkan ia menawarkan pada Dea, apapun yang bisa membuatnya senang...bebas ia lakukan.

"Terserah. Aku ngga terlalu paham cewek sukanya apa, terkhusus kamu...beli skin care, make up, atau main game."

Dea cukup mengernyit, tidak seperti pemuda lain yang akan menawarkan secara spesifik. Rifal justru mempersilahkan Dea memilih sesukanya. Padahal ia sedang tak ingin apapun, namun...

"Ya udah." Kini Dea yang menarik tangan Rifal untuk segera masuk ke dalam mall, membuat senyum Rifal menyungging sebelah, "kamu yang bayarin? Atau aku yang bayar sendiri?" begitu to the point.

"Aku yang bayar." jawab Rifal. Dea menthesah merasa tertantang, "oke. Karena kamu yang siap bayarin. Jangan salahin aku, kalo kamu boncos udah nawarin ke salah orang, eh engga...seharusnya kamu tau aku emang mainannya disini."

Rifal mengangguk dengan lengkungan di bibir, "Will see...seberapa mahal ngajak kamu jalan."

Tapi Dea menghentikan langkahnya lalu memandang Rifal lekat, "ini kamu ngga akan bilang yang sampe hina-hina aku lagi kan? Kali aja udah ini tiba-tiba kamu nyebar fitnah keji?"

Rifal mendengus sumbang, "itu mah kamu sama yang lain." jawabnya tak tanggung-tanggung.

Dea memutar bola matanya ke atas tak tersinggung sedikitpun, entahlah...seolah ia sudah tau watak dan terbiasa menghadapi seorang Rifaldi Elvan Januar, "tapi, ya udah sii...emang kenyataannya juga, cewek kaya aku matre." tawa Dea membuat Rifal tertawa juga, lantas tangannya itu semakin erat memegang tangan Rifal.

"Aku mau makan." pinta Dea diangguki Rifal, "tapi lagi ngga mau nasi goreng."

Dan pilihannya, jatuh pada makanan bento di area foodcourt dan station games.

.

.

.

.

1
dyah EkaPratiwi
wah sadis juga caranya bang rifal
Denok 82
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mulut mu ian paling bener ngeri2 gemesss
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
tenang wan kawan
Dea ikut kalian aman, Dea kalian tahan, kalian gk selamat.
itu ketua Genk cuma lagi tatrum aja, bukan Maslah Gedhe kog
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
rifal pasti ini
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
sabar ing🤣🤣🤣
bukan Kirana kalian di halangi Genk motor tapi karena dea
my
sok atuh yg mau adu jotos,, q cukup jd tim hore... om Fal q suka gayamu🙃😍
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
tahan
jari nya di tahan, belum tau kenyataan nya kenapa Kirana memanfaatkan willy😁
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа: takutnya salah sangka lagi wkwkwkw
total 2 replies
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
silahkan baku hantam

aku yg nonton sambil nyemilin kacang
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
wanita kan perlu hal yg spesifik
perlu kayak pernyataan.
kamu kan belum secara tega bilang Dea aku suka sama kamu, mau nggak kamu jadi pacarku.
cuma Hts, moro² cium paksa, tiba² ngajak jalan², tanpa diminta jadi donatur...
jangan salahkan Dea ,klo Dea nganggep kalian bukan siapa²
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа: makanya katanya siapa itu tadi...
santai .. biasanya juga tidur wkwkwkw.
dasar kambing gunung
total 3 replies
Madja
aku mencium bau" rencana jail mu om 🤣🤣🤣
Salim S
ooh inget ada kejadian inilah di CDPPPS...nahan loh de..sekarang paham kan kalau rifal ngga pernah main main termasuk ucapan nya soal diam menyukai mu..haah orang kaku kaya refal ngungkapin perasaan ngga ada romantis romantis nya 🤭🤭🤭
novel destiny
ini nih kerjaan si kenzi ituu..
dari sini dea-rifal mulai landing 😁😁
༺NOoN∆༻
ih rifal tuh kadang gmn yak....devinisi gemas2 mengerikan 😅
A... L*cy bangtan 💜
next next
hiro_yoshi74
gebrakn orang bucin mah luar biasa 🤭🤣🤣🤣
novel destiny
obat tremor dong yaa martabak ama nasi goreng 🤣🤣🤣
Vike Kusumaningrum 💜
🥰🥰🥰 pertama g nih ? 🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: q ke✌ dong kk
total 1 replies
Vike Kusumaningrum 💜
Kalau macem² kamu terancam Dee, makanya nurut aja, orang sayang ini. Om Fal tau keadaan kamu dan situasi pesta, Nurut jangan banyak debat, kan emang donatur yang bisa ngatur. udah nikmati aja, disayang om Fal g rugi Dee 🤭🤭
lestari saja💕
wuihhhh om fal bakal ngapain nihbuat gagalin dea
lestari saja💕
nn siapa sihhhh????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!