Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 – Kamu Cuma Kurir Pengantar!
Keesokan harinya, gedung Imperial Entertainment menjulang megah di pusat distrik bisnis Kota Jakarta.
Perusahaan ini menaungi banyak artis papan atas dan model terkenal, masing-masing dengan penghasilan fantastis dan jutaan penggemar. Tak heran, deretan mobil mewah berjajar rapi di depan gedung. Ferrari, Bentley, hingga Maybach.
Di tengah kemewahan itu, Kevin Sanjaya justru datang mengendarai motor butut, sambil mengenakan seragam kurir Ojol seperti biasa.
Motor sederhananya tampak sangat tidak selaras dengan lingkungan sekitar. Namun, ekspresi Kevin Sanjaya tetap tenang.
Hari ini, ia bukan datang sebagai kurir biasa.
Hari ini, ia datang sebagai pemilik sekaligus direktur perusahaan ini.
Saat Kevin Sanjaya hendak masuk ke gedung, sebuah suara wanita terdengar dari belakangnya.
“Kevin Sanjaya? Kenapa kamu ada di sini?”
Ia menoleh.
Orang itu adalah Regina.
Hari ini, ia jelas berdandan dengan sangat serius. Wajahnya dirias sempurna, bibir merahnya menggoda, dan ia mengenakan gaun ungu berpotongan rendah yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan berani. Jelas, ia ingin memberi kesan terbaik pada bos baru.
Di belakangnya, dua pengawal berdiri dengan tatapan meremehkan ke arah Kevin Sanjaya.
“Kenapa?” Regina menyipitkan mata dan tersenyum dingin.
“Jangan bilang kamu tergila-gila padaku setelah kemarin, lalu mengikutiku sampai ke sini?”
Kevin Sanjaya tertawa kecil.
“Aku tidak mengikutimu. Tapi memang, aku datang ke sini hari ini untuk menemuimu.”
Regina tentu tidak tahu, Pria yang berdiri di depannya adalah bos barunya.
“Kamu bilang tidak tertarik padaku, tapi sekarang malah mengejarku?” Nada bicara Regina penuh sindiran.
“Kevin Sanjaya, perasaanku padamu dulu itu cuma kebodohan masa muda. Jangan berkhayal. Kita sudah berada di dunia yang berbeda.”
“Regina, kamu salah paham,” jawab Kevin Sanjaya dengan expresi datar.
“Aku memang tidak pernah menyukaimu dari dullu.”
Ucapan itu langsung membuat wajah Regina memerah karena marah bercampur malu.
“Apa, apa yang kamu katakan barusan?!”
Ia menggertakkan gigi.
“Jadi sekarang kamu mendekatiku karena uang?”
“Kamu cuma kurir pengantar! Gajimu tidak seberapa. Jangan berpura-pura suci. Aku artis terkenal, waktuku mahal. Aku tidak bisa berurusan denganmu dan sampai terlambat bertemu bos baruku.”
“Ujung-ujungnya kamu cuma mau uang, kan?”
Sambil berkata demikian, Regina mengambil buku cek dari tas Chanel-nya, menulis cepat, lalu menyobeknya dan menyodorkan pada Kevin Sanjaya.
“Ini seratus juta rupiah. Jumlah yang mungkin butuh lima tahun bagimu untuk mengantarkan makanan.”
“Anggap saja ini menutup masa lalu kita. Jangan pernah membicarakan hubungan kita lagi. Kalau sampai bocor ke media dan merusak reputasiku, perusahaan kami tidak akan membiarkanmu lolos.”
“Dan jangan berani bilang ke teman-teman lama soal uang ini.”
“Sekarang pergi, Kembali antar makananmu.”
Kevin Sanjaya menatap cek itu dengan ekspresi kosong.
Seratus juta rupiah?
Baginya sekarang, uang receh pun lebih bernilai.
Ia benar-benar tidak menyangka bahwa gadis polos yang dulu pernah menyukainya telah berubah menjadi wanita yang begitu sombong karena ketenaran.
Jika bukan karena adiknya, Teresa Sanjaya, yang sangat mengidolakan lagu-lagu Regina, Kevin sudah lama memasukkannya ke daftar hitam.
Tanpa berkata apa-apa, Kevin Sanjaya menatap Regina dengan tatapan dingin.
Lalu.......
Srrttt!
Di depan matanya, Kevin Sanjaya merobek cek itu menjadi potongan-potongan kecil.
Potongan kertas itu jatuh satu per satu ke tanah.
Wajah Regina langsung membeku.
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁