NovelToon NovelToon
Kontrak Dua Minggu

Kontrak Dua Minggu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Wanita Karir
Popularitas:119
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Marisa Sartika Asih sedang berada di titik terendah hidupnya. Dalan satu hari, ia kehilangan pekerjaan dan batal menikah karena tunangannya, Bara, berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ditengah keputusasaan dan jeratan kebutuhan biaya rumah sakit ibunya di kampung, Marisa bertemu dengan Dalend, seorang Pria asing yang misterius.

Dalend menawarkan sebuah kesepakatan tak terduga. Marisa cukup berpura-pura menjadi pasangannya di depan keluarganya selama dua minggu hingga satu bulan. Imbalannya adalah uang tunai sebesar 50 juta rupiah. Terdesak oleh gengsi dan kebutuhan ekonomi, Marisa pun dihadapkan pada pilihan sulit antara harga diri atau jalan keluar instan dari keterpurukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 (Part 2)

Dalend menggeser tubuhnya sedikit, memblokir jalan Marisa kembali ke kamar. Ekspresi serius Dalend tiba-tiba berubah menjadi nakal.

"Tapi, kenapa kamu tidak menawarkan solusi yang lebih baik?" Tanyanya, suaranya kembali menjadi godaan yang  lembut.

Marisa mengangkat alis, matanya  memancarkan rasa ingin tahu yang waspada. "Solusi apa?" Meletakkan obat nyamuk itu diatas asbak.

"Mungkin..." Dalend membungkuk, berbisik di telinga Marisa. "Nyamuk tidak akan berani masuk jika kita berbagi satu selimut. Itu aturan alam. Mereka takut pada  aroma cinta sejati."

Pipi Marisa memerah. Dia tahu dia seharusnya menolak,  memarahi Dalend, yang tulus mencerminkan kerinduan,  membuat hatinya luluh.

"Aturan alam macam apa itu? Dalend," Marisa berbisik, tersenyum kecil.

"Aturan yang kita buat, Marisa," balas Dalend, menatap cincin safir biru di jari manis Marisa. Dia mendekat, menempelkan bibirnya  di dahi Marisa. "Aku tidak meminta apa-apa yang melanggar janji. Aku hanya meminta kamu. Di sini, di sampingku."

Keheningan kembali menyelimuti mereka. Marisa bisa mendengar detak jantungnya sendiri. Dia telah berjuang keras untuk dirinya sendiri, dan sekarang, di sinilah dia, anchor-nya yang kembali, meminta kesetiaan yang sama darinya.

"Dengar, Dalend, " Marisa berbisik, suaranya tegas tapi lembut. Dia meletakkan obat nyamuk bakar itu di sudut. "Aku menepati janjiku padamu. Cincin ini adalah buktinya. Tapi itu tidak berarti aku akan tidur denganmu sebelum kita benar-benar sah."

Dalend menarik napas. Dia tahu dia telah melangkah terlalu jauh.

"Kamu benar," Dalend mundur selangkah, melepaskan aura rayuannya. Dia tersenyum,  kali ini bukan senyum nakal, tapi senyum yang penuh pengertian. "Aku hanya bercanda. Aku ingin menunggu. Menunggu sampai kita berdua berdiri di atas kaki kita sendiri, tanpa bayangan Bima atau Angkasa Raya."

Dalend mengambil obat nyamuk bakar itu lagi, dan berjalan kembali ke kasur kapuknya.

Marisa hanya mengangguk, hatinya terasa hangat. Dia menghargai Dalend yang menghormati keputusannya.  Dalend telah berubah. Bukan lagi Anak manja Angkasa Raya yang sombong tapi seorang pria yang berjuang untuk value dirinya.

"Tapi... jika kamu tidak bisa tidur, kamu bisa mencariku lagi," Marisa berbisik dari balik pintu yang setengah tertutup.

Dalend tersenyum lebar. "Janji?"

"Janji," balas Marisa.

...

Pagi menjelang. Cahaya matahari masuk melalui celah jendela. Dalend terbangun, menemukan Marisa duduk di sampingnya sedang mematikan obat nyamuk, tanpa babibu ia memeluk Marisa. Ia belum pernah tidur senyenyak ini di mana pun.

Marisa tersenyum tulus.

"Pagi, Manajer Operasional Properti, " sapa Marisa.

"Pagi, Tunangan, " Dalend membalas, mencium puncak kepala Marisa. "Hangat."

Mereka harus segera bersiap. Mereka hanya punya sedikit waktu tersisa. Setelah sarapan singkat, Dalend berbicara dengan Marisa mengenai rencana kepulangan.

"Kita akan kembali ke apartemen baruku, bukan yang dulu. Ini apartemen yang lebih kecil, tapi aman dari mata-mata Mama," jelas Dalend. "Kamu harus siap,  Marisa. Aku mau ngajak kamu ke kantor Angkasa Raya.  Kamu akan diperkenalkan sebagai kekasih ku, bukan tunangan. Itu akan memicu perdebatan, tapi kita harus tampil sebagai tim yang kuat."

Marisa mengangguk, mengenakan hoodie abu-abu yang Dalend kirimkan.

"Aku siap. Tapi aku harus pastikan ibuku aman dulu," Marisa menatap ibunya, yang kini tersenyum penuh makna saat mereka berpamitan.

"Pergilah, Nak. Jangan khawatirkan Ibu. Pria itu menatapmu dengan mata yang tulus. Itu lebih mahal dari semua perhiasan di Jakarta," ujar Ibu Marisa, menggenggam tangan Dalend. " Jaga putri Ibu, Nak."

"Saya janji, Tante. Kali ini, aku akan melindunginya, " kata Dalend.

Saat mereka melangkah keluar, Marisa kembali menatap rumahnya yang kecil. Ia tahu, perjalanannya kembali ke Jakarta bukan lagi tentang sandiwara atau uang, melainkan tentang cinta dan perang yang sesungguhnya.

Dalend mengambil koper Marisa yang berisi pakaian sederhana, dan mobil mewah itu melaju perlahan, membawa mereka kembali ke medan pertempuran: Jakarta.

Namun, kali ini, Marisa tidak pergi sebagai anchor yang akan menghilang. Ia pergi sebagai partner sejati.

1
Sherlys01
Semangat yaa😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!