NovelToon NovelToon
Sabira

Sabira

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Putri asli/palsu / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: devi oktavia_10

Terlahir dari keluarga berada dan putri bungsu satu satunya, tidak menjamin hidup Sabira Rajendra bahagia.

Justru gadis cantik yang berusia 18 th itu sangat di benci oleh keluarganya.

Karena sebelum kelahiran Sabira, keluarga Rajendra mempunyai anak angkat perempuan, yang sangat pintar mengambil hati keluarga Rajendra.

Sabira di usir oleh keluarganya karena kesalahan yang tidak pernah dia perbuat.


Penasaran dengan kisah Sabira, yukkkk..... ikuti cerita nya..... 😁😁😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Sialan...!!! kenapa jadi begini sih, seharusnya mama sama papa nggak terpengaruh sama bang Devan, harusnya mereka tetap bela gue." kesal Aura mencak mencak di dalam kamarnya.

"Ahhh... Dasar anak sialan, sudah nggak ada, masih saja menyusahkan gue, awas loe Sabira, gue bakal bikin hidup loe makin menderita, bahkan gue bakal membuat loe makin di benci keluarga loe ini, gue nggak perduli si Devan itu membela loe, gue nggak takut." geram Aura dengan wajah menakutkannya melebihi muka demit.

"Mas, apa kaga keputusan yang kita ambil selama ini salah?" lirih bu Karin.

"Entah lah, mas rasa ada benarnya juga, kita terlalu pilih kasih, karena kita pikir putri kita baik baik saja, karena dia jarang mengeluh dan mengadu kepada kita, ternyata itu salah." ujar pak Johan frustasi.

"Ibu sudah bilang kepada kita saat itu, nggak usah membawa dia pulang, cukup kita berikan ke panti asuhan, lalu kita pantau dari jauh, tapi karena kita sangat menginginkan anak perempuan waktu itu, kita kekeh membawanya pulang, dan akhirnya apa yang di takuti oleh orang tua kita itu terjadi." lirih bu Karin.

"Lalu, sekarang bagaimana? anak bungsu kita sudah pergi dari rumah ini, semua gara gara mas yang gegabah sampai mencambuknya, dan tidak pernah mau mendengarkan penjelasannya, mas menyesal." isak pak Johan, sungguh dia sangat bersalah kepada anak bungsunya, ingin menemui Sabira, dia sangat takut, takut anak bungsunya itu membenci kita.

"Nggak bisa di biarin klau kaya gini, gue harus bisa membuat papa dana mama melupakan anak sialan itu." Aura makin geram mendengar pembicaraan ku dua orang tua angkatnya itu.

"Aku harus berbuat sesuatu." gumam Aura yang kembali ke dalam kamarnya, niat hati tadi ingin mencari makanan karena cacing di perutnya mulai berdemo, namun saat mendengar pembicaraan orang tua angkatnya itu, membuat rasa lapar Aura menguar tidak tau kemana.

Sementara di tempat yang berbeda, Bagas masuk ke dalam kamar abang sepupunya tanpa permisi.

Brak....

Bunyi pintu di buka dengan paksa dari luar sana, tentu saja membuat Regan yang sedang fokus dengan kertas kertas yang berada di depannya itu, terlonjak kaget.

"Astaga, bocah tengik ini." gumam Regan, namun dia hampir saja menyemburkan tawa saat melihat wajah kesal frustrasi adik sepupunya itu.

"Kenapa loe, nggak sopan masuk keruangan orang tanpa permisi, malah berbuat arogan." cibir Regan.

Bagas masa bodo mendengar ocehan abang sepupunya itu, dia tidak perduli sama sekali, justru Bagas berjalan ke arah sofa, dan menghempaskan bokongnya dengan kasar di sofa empuk itu, dan kepalanya lansung bersandar di sandaran sofa.

"Kenapa loe, di putusin pacar? " kekeh Regan.

"Boro boro punya pacar, baru meu di dekatin aja dia sudah bikin tembok penghalang, gue kira dia lagi jual mahal, ternyata dia sudah punya kekasih, mana tampan dan mapan juga keknya." curcol Bagas.

Hahaha.....

Regan lansung menyemburkan tawanya, mendengar keluh kesah sang adik, namun ada kasiannya juga melihat wajah kusut Bagas itu.

"Rebut dong, masak gitu aja kalah." cibir Regan.

"Klau bisa di rebut mah sudah gue rebut dari kemaren, tapi masalahnya, ceweknya yang nggak mau sama gue, dari awal dia sudah bikin benteng pertahanan, gue pikir dia hanya sedikit jual mahal, ehhh... Ternyata gue salah, rupanya dia sudah milik orang lain." keluh Bagas.

Regan makin ngakak mendengar curahan hati adik sepupunya itu.

"Hahaha.... Kasian banget sih loe." tawa Regan.

"Dasar abang sialan, senang banget lihat adiknya menderita." mami Bagas mengacak acak rambutnya.

"Hahaha... Sabar bro, sabar. Laki laki itu bukan kekasih mau pun calon suaminya, tapi dia abang kandung Sabira." kekeh Regan.

Bagas yang mendengar ucapan abang sepupunya lansung mendudukan tubuhnya dengan tegap.

"Maksud loe, banga?! " tanya Bagas dengan wajah kagetnya.

"Ck, gue rasa kuping loe belum budek, masih bisa mendengar dengan jelas." cibir Regan.

"Ck, gue dengar kok, cuma gue memastikan aja, apa yang loe bilang itu benaran? " sewot Bagas.

"Ya iya lah, emang muka gue keliatan lagi berbohong." omel Regan yang kesal sama adik sepupunya itu.

"Hehehe.... Bukan begitu, maksud gue loe kok bisa tau." kekeh Bagas menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal.

"Sabira itu cucu sahabat kakek yang sedang gue jaga dari jauh, jadi. Gue menempatkan beberapa orang mata mata dan penjaga di dekat dia, yang bisa melindunginya tanpa Sabira tau." jujur Regan.

"Haaa... Loe serius bang?" tanya Bagas dengan wajah penuh penasarannya.

"Astaga, anak ini." lama lama Regan makin geram saja sama adik sepupunya itu.

"Hehehe..." cengir Bagas, tapi lama kelamaan wajahnya berubah serius.

"Tapi loe nggak suka sama dia, kan?! " selidik Bagas dengan wajah seriusnya.

"Ya suka lah, sayang malahan, siapa coba yang bisa menolak pesona Sabira itu, sudah cantik, baik hati, pintar pula, nggak ada yang nggak akan suka sama dia, kecuali orang yang berhati iri dengki sama dia." ucap Regan dengan lugasnya, membuat Bagas ketar ketir.

"Trus kak, vio mau loe apain, bukanya loe suka sama dia, tapi sampai sekarang loe diam aja lom ada niat buat mendekatinya, ngajak nikah gitu, hati hati loh, kelamaan loe cuekin di sambar orang baru nyahok." cibir Bagas.

"Bang sat! " maki Regan melempar Bagas dengan bantal sofa.

Namun bantal itu tidak mengenai Bagas, karena laki laki tampan itu dengan gesit menghindar, dan tertawa renyah.

"Adek si akan loe memang, biarin aja Sabira di ambil orang, loe nggak tau kan, Fahri CEO tampan ono juga lagi mengincar Sabira, apa lagi mereka dekat, karena Sabira lagi ada kerjasama bersamanya, dia juga mengagumi Sabira." kekeh Regan ikut memprovokasi Bagas."

"Abang si alan!! " Dan kini Bagas lah yang di buat kesal oleh Regan.

"Hahaha...." Regan makin tertawa lebar melihat wajah kesal Bagas.

"Loe tenang aja, gue nggak akan merebut dia dari loe, gue yakin loe bisa bahagiain dia, dan Sabira hanya gue anggap adik kandung bagi gue, karena dari awal rasa itu lah yang ada di hati gue, bahkan semenjak dari kecil kami sudah beberapa kali bertemu tapi mungkin saja dia sudah lupa masa itu, dan dari sejak waktu itu, gue sudah sangat menyanyanginya, tapi hanya sebatas sayang sebagai adik, tidak lebih."

"Klau loe mencintainya, gue izinkan dia bersama loe, tapi.... Sampai loe menyakiti dia, gue nggak mandang loe adik sepupu gue, gue bakal menghajar loe abis abisan, camkan itu." tegas Regan.

"Tapi yang harus loe ingat, loe jangan maksa dia, dekati dia pelan pelan, buat dia nyaman sama loe, dapatkan hatinya, lama lama dia pasti melihat loe."

"Klau loe bisa mendekati dan memberikan kasih sayang yang belum pernah dia rasakan dari keluarganya, gue pastikan dia akan menempel sama loe, karena Bira gadis yang kurang kasih sayang, karena orang tuanya sibuk memperhatikan anak pungutnya yang licik itu."

"Asal loe tau dia dan abangnya itu juga baru baikan, abangnya juga pernah menjauhinya, bahkan tidak segan segan main tangan." papar Regan dengan rahang mengetat menahan marah.

"Bangsat! gue nggak akan biarin dia di sakiti orang lagi, gue bakal jaga dia dengan baik." tekad Bagas sungguh sungguh.

Bagas Atmaja, bukan lah orang sembarangan, dia satu satunya pewaris tahta keluarga Atmaja, namun sampai saat ini tidak ada yang tau siapa dia, karena dia sengaja menyembunyikan identitasnya ke publik, dia tidak ingin orang orang memanfaatkan dirinya, dan mendekatinya karena nama besar keluarganya.

"Bagus, gue percaya sama loe, jangan biarkan si Fahri itu mendapatkan hatinya, yang bermasalah bukan Fahri tapi keluarganya yang gila hormat, gue nggak mau adek gue kenapa napa, sudah cukup dia menderita, saatnya sekarang dia bahagia, dan gue berharap kebahagian Sabira ada di tangan loe." ujar Regan dengan wajah seriusnya.

"Loe tenang aja, gue bakal jaga dia, mulai sekarang gue bakal gencar mendekatinya dan membuat dia nyaman di sisi gue." ujar Bagas penuh keyakinan.

Bersambung.....

Haiii... Jangan lupa like komen dan vote ya.... 😘😘😘😛

Maaf ya, mamak bolong bolong upnya, soalnya dunianya lagi sibuk sibuknya 🙏🙏🙏

1
Atoen Bumz Bums
eleh
Atoen Bumz Bums
beli CCTV baru Devan pasang diem-diem
Atoen Bumz Bums
nanti di akhir bab baikan sama keluarganya
macam dicerita yang lain
Atoen Bumz Bums
klo aku lgsg pigi Uda punya duet sendiri
Nina Rochaeny
nama selalu berubah-ubah ya thor
Yuni Ngsih
aduuuuuh Author maksudnya gmn nih cerittamu ko cuma sampai kawin sih ko ngga diceritain kehidupan Bagas & istrinys .....ku tunggu Thor ....🙏🙏🦶
Yuni Ngsih
Baru tau ya kelakuan Aura kaya setan bgtu baru myadar ORTU maupun si Kaifan kaka Tertuamya sebelumny kynya Thor mtnya Rabun ya ....huhuhu.....tp sekarang sudah menyadarinya klwrga Sabira ,tp klw Si Aura msh disitu tetep aza julit hrs nya anak yg ky gitu di Maskin Pesantren / buang ke Panti Asuhan biar tau rasa....hahaha .....eh ku ko ngeyel ya Thor pdhal cuma ceritra ......gara" Author menceritrakannya ....hebat ...semangat Thor ..👍👍👍💪💪💪🙏🙏🙏
Yuni Ngsih
Authooor ceritramu hebat banget tuk kawula muda banyak contoh " fakta...apalagi yg diperankan Sabira ku sangat ska sekali meskipun Orang Tuanya sangat Bodoh ngebela anak Pungut yg sabar Sabira pasti setelah hujan akan muncul pelangi ....lanjut Thor 🙏🙏🙏👍👍👍💪💪💪
Devi Novita
sebentar deren sebentar Devan sebentar pak Johan sebentar pak Burhan mumet aku namanya kok piknik mulu🤭😴
enungdedy
papanya Bagas koq jdi typo kak...tuan Daren jdi tuan Devan...jdi bingung kan yg baca😄
Lina Suwanti
ajak tinggal bersama lg tp jgn di rumah yg lama,,beli rumah baru
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Lina Suwanti
nah gitu dong Devan tunjukkan rasa sayangnya ga usah jaim
enungdedy
ahh blum puas aq knp langsung di usur sih..hrusnya dijadikn pembantu dulu lah.....sabira aja disiksa brtahun2 lho
enungdedy
ini si aura gk satu sekolah sm bira ya thor
enungdedy
ini orang tuanya kn tau sekolah bira dmna klo memang mau ktemu kno gk nyamperin disekolahnya sih
Lina Suwanti
Devan klo benar sayang Sabira kenapa harus secara sembunyi,bela dong
enungdedy
klo sahabatnya bira udh ada yg tau sifat aura dan mnyesal knp dia gk bilang sm keluarga bira supaya keluarga bira tau siapa sbnernya aura
olra
semangat thor
Yuliati Soemarlina
sedih sih sedih..kenapa bira menceritakam aib kel di depan umum..itu tdk baik thor..ceritanya panjang hanya menceritakan penyesalan yg ber ulang"...jd bosan juga bacanya...
Yuliati Soemarlina
cerita ini mutet" disini aja..thor bira utk menghilangkan traumanya bawa aja konsultasi ke psikolog..mereka pd banyak uang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!