Zivanya Aurelia Wardana (20) pergaulan bebas membuatnya mengalami mimpi terburuk dalam hidup. Menjadi ibu diusia yang masih begitu muda
Amarah Keluarga membuatnya mengambil keputusan besar untuk mengakhiri hidupnya. Namun hal itu bisa dicegah oleh seorang dokter tampan bernama Zionathan (24)
Ziva memberontak, memberi syarat pada Zio untuk mencarikan ayah bagi bayinya, menggantikan sang kekasih yang pergi entah kemana
Tak disangka jika Zionathan menjadikan dirinya sendiri sebagai ayah untuk bayi itu sekaligus suami untuk Zivanya
Bagaimana pernikahan atas dasar tanggung jawab itu dapat bertahan? dan bagaimana Zio bertindak saat ayah kandung bayi itu datang dan meminta Zivanya serta anaknya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masakan Istri
Pagi-pagi sekali keduanya bangun, Ziva melangkah lebih dulu ke dapur mendapati Mawar yang tengah sibuk dengan berbagai bahan masakan
"Mbak Mawar" sapa Ziva
Wanita cantik itu menoleh, Ziva sedikit tidak suka pada penampilan Mawar pagi ini. Harusnya ia sadar jika dirumah ini ada seorang pria
Mawar tampak seksi dengan pakaian minim, Ziva tau suaminya tak mungkin tergoda, tapi sebagai seorang istri jelas ia merasa cemburu
"Ziva, ini aku bikin sarapan!" Mawar meletakkan wadah berisi nasi goreng itu diatas meja
"Mbak Mawar habis dari rumah yaa? Kok udah ganti baju?" Tanya Ziva hati-hati, takut menyinggung perasaan Mawar
"Oh iya, tadi mas Bagus pergi sebentar makanya saya sempet ambil barang!"
Apa ini, kenapa Ziva merasa jika wanita ini sengaja ingin tinggal di rumahnya. Sepertinya takut pada suaminya hanya alasan saja
"Artinya mbak bisa pulang ke apartemen mbak sendiri dong?" Ziva mendekat, duduk dimeja makan sementara Mawar masih menata piring
"Tapi saya masih takut Ziva, saya takut kalau mas Bagus datang lagi dan menyiksa saya lagi" Kata Mawar "Gak pa-pa kan kalau saya tinggal disini lebih lama?"
Dengan tidak tahu malunya wanita itu meminta agar diberi izin
Andai Mawar tidak berpakaian seperti ini mungkin Ziva tidak akan masalah, namun melihat penampilannya wanita manapun jelas merasa keberatan
Tak lama Zio keluar dari kamarnya, hal pertama yang ia lakukan adalah memberi kecupan mesra pada puncak kepala wanitanya itu
"Mas dokter, ini saya siapin sarapan. Mas dokter pasti suka!"
Ziva sampai mengerutkan keningnya, kenapa suara wanita itu terdengar mendayu, seperti sengaja untuk menggoda
"Kakak berangkat dulu yaa sayang!" Zio yang semula akan duduk tiba-tiba saja mengurungkan niatnya
Selain ia tak ingin makan bersama Mawar, wajah istrinya juga terlihat tidak bersahabat. Yang terbaik adalah sarapan dirumah sakit
"Loh mas dokter gak sarapan dulu?" Tanya Mawar, jelas sekali raut kekecewaan dari wajahnya itu
"Iya kak, biasanya kan kak Zio sarapan sebelum kerumah sakit!" Ujar Ziva
Sebenarnya ia lebih suka jika suaminya itu pergi tanpa sarapan
"Kakak sibuk banget, nanti kakak sarapan dirumah sakit aja!" Zio berlalu meninggalkan unit apartemen itu tanpa sarapan
Bahkan teh buatan Mawar tak ia sentuh sama sekali, ia tahu jika itu memang bukan buatan istrinya
Wajah Mawar seketika terlihat sedih, sudah susah-susah bangun pagi, malah sarapan buatannya tak disentuh sama sekali
Ia mendengar jika ingin merebut hati seorang pria maka lewat perutnya. Tapi jangankan merebut hatinya, Zionathan bahkan tak ingin mencicipi masakan buatannya
"Ayo mbak! Kita sarapan dulu!"
Ziva malah dengan santainya, mengambil piring dan mengisinya dengan nasi goreng buatan Mawar
Dengan wajah merungut, Mawar ikut sarapan menikmati nasi goreng itu dengan perasaan kesal
"Nasi goreng buatan mbak Mawar enak benget!" Puji Ziva, sebenarnya ia sedikit meledek wajah cemberut Mawar itu
"Mas dokter itu suka makanan apa ya Ziva?" Tanya Mawar membuat Ziva kesal saja mendengarnya
"Emm, kak Zio suka semua. Tapi kak Zio gak suka makanan berminyak, namanya juga dokter!" Jelas Ziva
Entah apa maksud dari pertanyaan Mawar ini, membuat kesal saja
"Mbak Mawar hari ini kerja kan?"
Wanita seksi itu mengangguk "Iya Ziva, ini juga mau berangkat"
Wajah cantik itu terlihat tak bersemangat. Bagaimana tidak, ia telah mengorbankan waktu istirahat nya hanya untuk membuat sarapan bagi pria pujaannya namun berakhir sia-sia
***
"Bi!" Bi Siti sampai terlonjak karena Ziva yang datang tiba-tiba
"Iya neng?"
"Ziva mau masak, bibi ajarin yaa!"
Bi Siti sampai mengerutkan keningnya, selama Ziva tinggal disini tak pernah sekalipun wanita ini ingin belajar memasak
Bahkan Zio memang tidak mengizinkan istrinya ini untuk melakukan pekerjaan rumah
"Ada apa neg? Tumben banget neng Ziva mau belajar masak?" Tanya bi Siti heran
"Yaa pengen aja, biar suami gak ngelirik cewek lain!"
Sekarang bi Siti mengerti, majikannya ini tengah cemburu karena pagi tadi sarapan disiapkan oleh wanita lain
Walaupun Zio tidak menyentuh makanan itu tetap saja wanita ini cemburu. Bahkan bi Siti berpikir bahwa Ziva sangat jauh jika dibandingkan dengan wanita seperti Mawar
"Ya udah ayo neng! Neng Ziva mau masak apa?"
"Emm..." Wanita hamil itu tampak berpikir "Kak Zio suka makan apa?"
"Mas Zio itu lebih suka makan sayur, kayak capcay atau cah kangkung. Mas Zio juga suka makanan Indonesia, dia gak suka makanan luar negeri gitu!"
Bi Siti menjelaskan dan Ziva mendengarkan. Semua bahan telah disiapkan dan wanita cantik itu mulai memotong bahan sesuai arahan bi Siti
Semua memang Ziva yang lakukan, ia tak ingin bi Siti menyentuh bahan makanan itu. Katanya ia ingin suaminya makan hasil masakannya saja
"Tambahin garem nya neng!" Bi Siti mengarahkan, Ziva manut dan mulai memasukkan garam, serta penyedap
"Dicobain dulu neng!"
"Iya bi"
Baru saja hendak mencicipi, tiba-tiba saja ponselnya berdering, Ziva meraih benda pipih itu lalu menempelkan nya ditelinga
"Halo Mah!"
Sementara Ziva berbicara ditelepon, bi Siti melanjutkan masakannya. Wanita paruh baya itu mencicipi lalu raut wajahnya berubah
"Astaga, ini gimana kalau mas Zio makan ini? Apa nanti gak keracunan yaa?" Gumam bi Siti
Ia melirik pada sang majikan yang telah selesai dengan panggilannnya "Udah teleponannya neng?"
"Udah bi" Ziva tersenyum "Masakannya udah kan? Sini! Biar Ziva masukin rantang"
Dengan penuh semangat Ziva memasukkan hasil masakannya kedalam kotak makan siang, bi Siti hendak mencegah namun tak sampai hati
Ziva memasaknya dengan penuh semangat, jika ia beri tahu rasanya pasti wanita itu akan sakit hati dan kecewa
Bi Siti hanya berharap jika majikannya tak akan keracunan dan membuat Ziva menjadi janda
"Ziva siap-siap dulu yaa bi!" Ujar Ziva dengan wajah berseri
"Apa gak sebaiknya pake jasa ojol aja neng? Cuacanya panas banget loh kasian neng Ziva nanti!"
Wanita paruh baya itu berharap jika Ziva tak mengantarkan sendiri masakannya, jika menggunakan ojek online maka ia akan mengabari suami Ziva jika makannya tak layak makan
Zio tidak akan makan namun juga tidak akan membuat wanita cantik ini kecewa
"Ziva mau nganterin sendiri bi, biar Ziva liat gimana kak Zio nikmatin masakan Ziva!"
"Semoga masakannya gak nimbulin masalah!" Gumam bi Siti begitu wanita cantik itu melangkah meninggalkan dapur, Ziva terlebih dulu membersihkan diri lalu bersiap-siap
Mobil milik Ziva tiba didepan sebuah gedung rumah sakit, wanita cantik itu terlihat girang sembari membawa kotak makan miliknya
Beberapa orang menyapa dirinya selama perjalanan, setiap koridor dilewati untuk menuju ruang milik suaminya