NovelToon NovelToon
RATU (Terjebak Di Tubuh Anak Malang)

RATU (Terjebak Di Tubuh Anak Malang)

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Wanita perkasa / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Putri asli/palsu / Balas dendam pengganti
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Hana, seorang anak yang tertukar pada saat dilahirkan, akhirnya bisa kembali kepada keluarganya. Namun, ia tak pernah menyangka, perasaan bahagia, kehidupan manis dengan orang tua, semuanya hanya harapan palsu semata. Ia diambil hanya untuk reputasi orang tua. Diabaikan, ditindas, bahkan mati pun tidak dipedulikan.

Jiwanya tidak menerima kematian, ia menoreh takdir pada langit, meminjam jiwa yang kuat.

Jiwa seorang Ratu hebat dari kerajaan Amerta, terpanggil untuk membalaskan dendam Hana. Jiwa leluhur yang terusik oleh derita sang penerus. Pewaris kehormatan dari kerajaan agung Amerta.

Nasib semua orang pun berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Hana berjalan di atas karpet merah dengan gaun putih yang berlumuran darah. Luka basah yang terus berdarah membuat semua orang terkesima sekaligus merasa jijik dengan keadaan Hana.

"Siapa dia? Kenapa datang dengan keadaan seperti itu?"

"Sungguh tidak tahu malu."

"Bukankah itu anak yang baru saja mereka ambil dari desa? Kenapa bisa seperti itu?"

"Sebenarnya apa yang terjadi?"

"Bukankah dia adalah tunangan Tuan Muda Evan yang sebenarnya?"

"Ini bencana, pesta kebahagiaan ini dinodai oleh darah. Leluhur pasti akan marah pada keluarga ini."

"Apakah dia masih manusia? Atau hantu?"

Deg!

Hana menghentikan langkah dan menoleh kepada yang berbicara tadi. Lirikan matanya begitu tajam menggetarkan nyali mereka. Ia kembali menatap ke depan, melanjutkan langkah menuju keluarganya.

Desas-desus pun tak terelakkan, menggelitik telinga dua keluarga yang sedang melanjutkan pesta pertunangan itu. Kehadiran Hana sungguh mengganggu meriahnya pesta tersebut.

"Sungguh memalukan! Di hadapan para tamu kenapa dia berpakaian seperti itu!" geram seorang wanita tua dari keluarga Haysa, ia memukul-mukulkan tongkatnya ke lantai, begitu malu kepada semua yang hadir di pesta.

"Apa yang terjadi?" Tuan Haysa bertanya sendiri, ia terlihat marah dengan kedatangan Hana.

"Bukankah penculik itu mengatakan dia sudah mati? Kenapa bisa ada di sini?" bisik Evan kepada Shopia.

"Aku juga tidak tahu. Kita sendiri melihat mayatnya di sana. Sungguh kebal akan kematian," balas Shopia berbisik pula.

Hana berhenti di bawah podium, menatap satu per satu mereka yang berada di atasnya. Sepasang suami istri yang merupakan calon mertuanya dulu, menatap bingung keadaan Hana. Mereka tidak tahu apa-apa, tapi juga tidak suka dengan Hana yang tumbuh di desa.

Nyonya tua Haysa maju, berjalan tertatih dibantu oleh tongkatnya. Menghampiri Hana yang mematung menatap ke podium.

Ini adalah keluargamu, Hana? Tidak satu pun orang baik di dalam keluargamu ini. Kenapa kau mau kembali waktu itu?

Batin Hana bergumam, menelisik satu per satu dari anggota keluarga yang ada di sana. Lalu, tiba-tiba ....

Plak!

Sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipinya yang dipenuhi luka gores. Hana berpaling, menahan rasa perih yang mendera lukanya.

"Anak tidak tahu diri! Apa maksudmu datang ke pesta pertunangan adikmu dengan pakaian memalukan seperti ini? Kau ingin mempermalukan seluruh keluarga, hah?" hardik nyonya tua Haysa berapi-api.

Hana mengeraskan rahang, berpaling menatap wanita tua di hadapannya. Tamparan itu berasal darinya, dari tangan tua yang sudah keriput, tapi masih bisa menyakiti cucu sendiri.

Mata Hana memindai tajam, membuat gugup nyonya tua di hadapannya.

Kenapa? Kenapa aku merasa takut kepadanya?

Nyonya tua Haysa bergumam di dalam hati, rasa takut merayap di dalam dirinya, tapi ia tepis begitu saja. Gadis di hadapannya adalah gadis desa yang lemah dan bodoh.

"Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau sudah tidak menganggap aku sebagai leluhur, hah?" bentak nyonya tua, matanya melotot tajam seperti belati yang siap menghunus.

"Leluhur? Kau ingin aku mengakuimu sebagai leluhur?" ujar Hana diakhir tawa menggelegak darinya. "Mimpi!" Hana memicingkan mata tajam.

Nyonya Tua tersinggung, tak terima dengan sikap Hana yang begitu lancang dan menantang dirinya.

"Kau ...!"

Tangan tua itu kembali terangkat hendak menampar Hana, tapi tangan Hana bergerak cepat menangkapnya. Ia mencengkram kuat pergelangan tangan wanita tua itu, tak peduli pada usia. Satu yang ia tahu, siapapun tidak boleh meremehkan seorang ratu.

"Wanita tua, kau menghadap leluhurmu sendiri tidak berlutut. Apa kau pantas menjadi penerus dari leluhur keluargamu?" Hana mengempeskan tangan wanita tua hingga membuatnya nyaris terjerembab.

Tuan Haysa, ayah Hana gegas berlari menangkap tubuh itu.

"Kau lihat! Buka matamu! Anak yang kau ambil kembali dari desa berani sekali melawanku! Apa yang kau harapkan darinya? Semestinya kau biarkan saja dia di desa!" cerocos wanita tua itu memarahi anaknya sendiri.

Nyonya Haysa menghampiri dan mengelus-elus dadanya dengan lembut. Menenangkan amarah wanita tua itu.

"Tenang, Bu. Tenangkan dirimu, jangan sampai sakit karena marah," katanya merayu.

Wanita tua itu menghentak, mendengus kesal.

"Bukan aku yang mau kembali ke keluarga ini, tapi dia yang mengambilku dengan menjanjikan kebahagiaan dan kehidupan yang mewah kepadaku. Tapi, ternyata aku hanya menjadi lelucon di keluarga ini. Jika kalian tidak menginginkan aku, kenapa tidak membiarkan aku tetap tinggal di desa?kemewahan yang kau janjikan, sama sekali tidak aku rasakan. Apa kalian benar-benar orang tuaku?" ujar Hana. Suara Hana memang rendah, tapi penuh dengan wibawa.

Mata Hana melirik Evan dan Shopia, senyum mencibir tercetak di bibirnya. Ia memandang kedua manusia hina itu.

"Kau mengaku sebagai tunanganku, tapi kemesraan itu hanya kau berikan kepada anak angkat itu. Sekarang, jasadku bahkan belum ditemukan, tapi kalian sudah tidak sabar. Aku harus merangkak dari neraka untuk menyaksikan kalian. Sungguh pasangan serasi yang menjijikkan!" lanjut Hana membuat gugup Evan dan Shopia, serta orang tua mereka.

"Lihatlah! Tuan Muda Evan sungguh tak sabar ingin segera mengikat cintanya dengan adik angkat ku. Padahal, tunangannya masih di sini. Apakah keluarga Anda begitu rendahnya, hingga menerima seorang putri angkat yang tidak jelas asal-usulnya itu?" cibir Hana menatap orang tua Evan setelah menatap para tamu undangan.

Bisik-bisik pun sampai di telinga mereka. Evan semakin gugup, tak ada kata yang keluar dari bibirnya untuk membungkam Hana.

"Kurang ajar!"

Plak!

1
Tiara Bella
semoga dpt petunjuk ya nyonya haena bt nunjukin klu shopia anaknya Elina....
Aisy Hilyah: aamiin semoga secepatnya terbongkar
total 1 replies
kaylla salsabella
diam " nyonya haena buat tes DNA shopia, Elina dan Harsa
Aisy Hilyah: nah kita lihat apa yang akan dia lakukan
total 1 replies
kaylla salsabella
nah..... gitu jangan mau di bodohin haena🤣🤣🤣
Aisy Hilyah: bener banget cicing Bae
total 1 replies
Maria Lina
kn enak double thor
hai jalang gk tau diri lo
Aisy Hilyah: terimakasih
total 1 replies
Maria Lina
kok 1 thor kurang ni lgi ya 1 lgi pliiisssssss
Aisy Hilyah: ada kak hehehe
total 1 replies
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 rasain🤣🤣
Aisy Hilyah: emang enak
total 1 replies
kaylla salsabella
ealah haena.. haena.... kamu bakal menangis darah nanti😁😁😁
Aisy Hilyah: iya bener bener banget
total 1 replies
Tiara Bella
drama tambah² ada elena jg selingkuhan ayahnya Hana....
Aisy Hilyah: hehe iyaaaa
total 1 replies
Tiara Bella
apa apa shopia Herman aku bukan anak kandung aja dimanja dan disayang melebih²in anak kandung
Aisy Hilyah: kan Hana gak berpendidikan ceritanya
total 1 replies
Maria Lina
emosi kpn tebongkarnya sih ngeselin lama amat thor
Aisy Hilyah: 🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
total 5 replies
Zieya🖤
🖤🖤🖤🖤
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
kaylla salsabella
semoga cepet bertemu
Aisy Hilyah: aamiin
total 1 replies
kaylla salsabella
lanjut
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Tiara Bella
wow raja jg ternyata datang ke dunia dimana ratu tinggal
Aisy Hilyah: kelimpungan raja kehilangan ratu
total 1 replies
Eka Haslinda
Aaaaammmiiinnnn 👍🙏
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Maria Hedwig Roning
recommended
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
kaylla salsabella
bagus cerita nya🥰🥰🥰
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
kaylla salsabella
wkwkwk kamu dengan suka rela membuka pintu rumah tuh ulat bulu🤣🤣🤣🤣
Aisy Hilyah: bener banget tunggu aja waktunya
total 1 replies
kaylla salsabella
wah ternyata liana juga udah meninggal... kira" ratu bakal tahu gak ya klu itu nan'an
Aisy Hilyah: semoga saja mereka saling mengenali
total 1 replies
Maria Lina
nh kn enak double baca nya
Aisy Hilyah: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!