NovelToon NovelToon
Rebel Hearts

Rebel Hearts

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Kau tahu apa masalahmu, Salena? Kau terlalu sibuk menjadi sempurna sampai lupa caranya menjadi manusia." — Zane Vance.
"Dan kau tahu apa masalahmu, Vance? Kau pikir dunia ini panggung sirkusmu hanya karena teman-teman bodohku memanggilmu Dewa. Dasar alay." — Salena Ashford

Zane Vance (21) pindah ke Islandia bukan untuk mencari musuh. Tapi saat di hari pertama dia sudah mendebat Salena Ashford—si putri konglomerat kampus yang kaku dan perfeksionis—perang dunia ketiga resmi dimulai.

Semua orang memuja Zane. Mereka memanggilnya "Dewa dari New York" karena pesonanya yang bad boy, dingin, dan Urakan Ganteng (ini kata teman Selena), kecuali Salena.
Namun, semakin keras Salena berusaha menendang Zane dari tahtanya, semakin ia terseret masuk ke dalam rahasia hidup cowok itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

malam yang memabukkan

Tiga bulan berlalu seperti mimpi yang berbahaya namun memabukkan. Di balik kewibawaan dinding Mansion Ashford, Zane dan Salena telah menjadi ahli dalam seni penyamaran.

Di depan Tuan Ashford, Zane adalah pria yang menjaga jarak dan penuh hormat, namun di balik pintu kamar yang terkunci rapat atau di dalam mobil balap yang melesat ke arah tebing, mereka terus memupuk api yang seharusnya padam.

​Malam-malam panjang mereka menjadi rutinitas yang adiktif. Zane sering kali menyelinap melalui balkon atau menggunakan kunci duplikat yang diberikan Salena, hanya untuk merasakan kembali kehangatan kulit wanita yang telah menjadi candunya itu.

​Namun, seminggu belakangan ini, Singa Islandia itu tampak kehilangan taringnya.

​Salena terlihat pucat. Wajahnya yang biasanya segar kini sering kali tampak layu, dan bau parfum maskulin Zane yang biasanya ia sukai mendadak membuatnya harus berlari ke kamar mandi setiap pagi.

"Hanya masuk angin, Zane," katanya setiap kali Zane menatapnya dengan cemas. "Udara Islandia sedang tidak bersahabat, mungkin aku hanya kelelahan dengan tugas kuliah."

​Malam itu, di saat badai salju di luar mansion meredam suara apa pun, Zane kembali menyelinap ke kamar Salena. Ia baru saja melepaskan kemejanya, memperlihatkan otot punggungnya yang kokoh di bawah cahaya temaram lampu tidur.

​Zane merangkak naik ke atas ranjang, bersiap untuk menindih tubuh Salena dan memulai ritual malam mereka yang penuh gairah.

Namun, saat ia mendekat, ia melihat Salena memijat keningnya dengan mata terpejam. Aroma minyak kayu putih yang menyengat tercium dari tubuh Salena, menggantikan aroma bunga yang biasanya menggoda indra penciumannya.

​Zane terdiam. Posisi tubuhnya tertahan di atas Salena. Tiba-tiba, otaknya yang selama ini hanya dipenuhi oleh hasrat seolah mengalami gangguan teknis, seperti kaset rusak yang berderit dan melambat. Ia teringat akan peringatan keras ayah Salena tentang menjaga kehormatan sebelum altar. Ia juga teringat akan betapa intensnya mereka melakukan hubungan itu dalam tiga bulan terakhir tanpa sedikit pun jeda.

​Zane menarik napas dalam, matanya menatap tajam ke arah Salena yang masih meringis kecil.

​"Salena," panggilnya, suaranya terdengar sangat rendah dan sarat akan kecemasan yang mendadak muncul.

​"Hmm?" Salena menyahut tanpa membuka mata.

​"Kita sudah menghabiskan banyak malam bersama... kita melakukannya hampir setiap kali ada kesempatan," gumam Zane. Ia menjeda kalimatnya, mencoba menghitung hari di dalam kepalanya.

"Tapi... aku baru sadar. Sejak malam pertama kita di kabin pegunungan itu hingga detik ini... aku tidak ingat pernah melihatmu kesakitan karena siklus bulananmu. Salena, kapan terakhir kali kau menstruasi?"

​Salena seketika membuka matanya. Pertanyaan itu menghantamnya lebih keras daripada rasa mual yang sedari tadi menyiksanya. Ia terdiam, mencoba menggali ingatannya sendiri. Wajahnya yang semula pucat kini berubah menjadi seputih salju.

​"Aku... aku tidak ingat, Zane," bisik Salena, suaranya bergetar. "Aku terlalu fokus pada skandal Kharel, pada ayahku, dan... padamu. Aku bahkan tidak memperhatikan kalenderku."

​Zane bangkit dari atas tubuh Salena dan duduk di pinggir ranjang, menyugar rambutnya dengan frustrasi. Ia menatap telapak tangannya sendiri yang gemetar. Selama ini mereka begitu liar, begitu terobsesi satu sama lain hingga melupakan konsekuensi biologis yang paling nyata.

​"Seminggu ini kau mual-mual parah, Sal. Kau tidak suka bau parfumku, kau lemas, dan kau tidak datang bulan selama tiga bulan?" Zane menoleh, menatap perut rata Salena dengan pandangan yang sulit diartikan, antara ketakutan yang hebat dan harapan yang tidak berani ia ucapkan.

​"Jangan katakan itu, Zane," desis Salena, air mata mulai menggenang di matanya. "Jika Papa tahu... dia benar-benar akan membunuhmu. Dia akan menghancurkanmu."

​Zane tidak menjawab. Pikirannya melayang pada peringatan ayah Salena: Jangan merusak putriku sebelum sumpah di depan altar.

Sumpah itu belum terucap, namun kerusakan yang dimaksud ayahnya, sebuah nyawa baru, mungkin sudah mulai tumbuh di rahim Salena.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰🥰

1
falea sezi
phoenik goblok
falea sezi
Karel ini jalang bgt ya g bersukur dpet phoenik dan phoenik nya goblok kayak g ada cwek. lain aja
Epha Yusra
ceritanya bagus... berbeda...
Vina Vina
Sedihnyaaaa...../Sob/
falea sezi
Zane sebenarnya suka Karel. gk sih Thor
Anisa Muliana
padahal keluarga Vance berpengaruh di New York masak gk ada pembalasan utk si penabrak? kenapa rasanya kayak pasrah aja gtu..dan yg bergerak utk membalas malah Katiya..😌
Anisa Muliana
ditunggu update ceritanya thor..😁
Anisa Muliana
serius ceritanya seru thor😍 dan bikin deg"an bacanya Krn gk bisa nebak alurnya kyk gmna..
Anisa Muliana
sepertinya seru ceritanya thor😊
sakura
...
anggita
ikut dukung ng👍like sama iklan☝saja.
anggita
tato yg keren😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!