Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.
Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan
Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan Diva
Di dalam kamarnya yang tertutup rapat, Diva duduk bersandar di kepala tempat tidur, memeluk lututnya erat-erat. Ruangan itu gelap, hanya diterangi oleh cahaya layar ponselnya yang sesekali berkedip, namun ia tak berniat menyentuhnya. Pipi kanan dan kirinya masih terasa panas, bekas tamparan Pak Reno masih terasa menyengat setiap kali ia menyentuhnya dengan ujung jari. Tapi rasa sakit itu tak sebanding dengan hancurnya Diva saat tak dapat lagi bekerja sebagai pramugari.
"Dasar tidak berguna... mempermalukan keluarga... nama sudah tercoreng..."
Kalimat-kalimat itu terus berputar di kepalanya seperti piringan hitam yang rusak. Diva menengadahkan kepalanya ke langit-langit kamar yang gelap, berusaha menahan air mata yang kembali ingin tumpah. Ia ingat betul bagaimana perasaannya saat pertama kali mengenakan seragam pramugari. Rasa bangga itu meluap-luap, ia berpikir bahwa dengan karir itu, ia bisa membuktikan pada papa Reno dan mama Ayu bahwa ia layak menjadi bagian dari keluarga mereka. Namun, semua itu runtuh karena satu kesalahan fatal terlalu memaksakan diri pada Bara, pria yang hatinya jelas tak pernah berpihak kepadanya.
Sementara Vina mamanya Bara terlihat begitu syok ketika mengetahui Kalau Diva di pecat menjadi pramugari karena berusaha menggoda Bara. Dan Bara juga di kenakan sanksi selama dua Minggu karena dia tidak bersalah, tapi karena kesalahan yang tak bisa menghindari diva jadinya Bara hanya di kenakan sanksi.
Suaminya Bayu juga mengomentari hal itu.“Lihatlah Ma, Diva yang terlalu agresif pada Bara akhirnya dia kenah getahnya sendiri.Dia di pecat menjadi pramugari, dan dia tidak akan pernah di terima di maskapai lain.”
Vina menghela napas panjang, lalu menggelengkan kepalanya "Aduh,kok Diva jadi seperti ini yah.mama tahu dia sangat menyukai Bara, dan mama selalu yakin kalau dia wanita yang baik dan cocok untuk Bara. Tapi sekarang mama tidak menyangka dia akan bertindak sejauh itu. Menggoda Bara rekan kerjanya kerja di tempat kerja.Itu hal yang sangat tidak profesional.Pantas saja dia dipecat."
“Mama sih yang kemarin mati-matian ingin Diva jadi jadi istri Bara. Tapi lihat buktinya,” sambung Bayu lagi.
“Benar pa, Ternyata penilaian mama salah besar. Mama kira dia wanita yang sopan dan tahu diri, tapi nyatanya dia justru bertindak melampaui batas. Kalau sampai dia benar-benar jadi istri Bara, siapa tahu nanti dia malah akan membuat masalah yang lebih besar lagi di keluarga kita. Untunglah hal itu tidak sampai terjadi.”
...----------------...
Sementara itu, di taman kota yang masih sepi, Bara dan Aluza masih duduk berdampingan di bangku kayu. Suasana di antara mereka begitu tenang,“Jadi selama dua Minggu ini aku tak memiliki penerbangan apapun karena aku hanya di kenakan sanksi selama dua Minggu ALuza”Ucap Bara yang mulai menceritakan kejadian tadi siang pada Aluza.
Aluza hanya bisa menutupi mulutnya, ia merasa kasian pada Diva.“Kasihan sekali Diva Pasti dia sangat terpukul sampai harus kehilangan pekerjaannya yang begitu dia banggakan.”
“Tapi bagaimana pun itu adalah kesalahan dia sendiri Aluza, dan di pecat itu sudah menjadi takdir nya.”Sahut Bara.
Aluza hanya menghela nafas matanya menatap kosong melihat rumput yang ada di dekat kakinya.“bagaimana pun untung nya ada bukti kan kalau kamu di nyatakan tidak bersalah dan jika di ruangan pilot itu tidak ada bukti mungkin kamu akan mengalami nasib yang sama seperti diva.
Bara terdiam mendengar ucapan Aluza. Ia tahu kekasihnya benar. Jika saja tidak ada rekaman CCTV mungkin posisinya sekarang akan sangat berbeda. Alih-alih hanya mendapatkan sanksi libur dua minggu, ia bisa saja kehilangan lisensi pilotnya atau bahkan dipecat, sama seperti nasib yang menimpa Diva.
“Kamu benar, Aluza,” jawab Bara pelan, suaranya terdengar serius. “Aku sangat bersyukur ada bukti yang membuktikan kalau aku tidak melakukan apa-apa, kalau aku sudah berusaha menolak dan menjaga jarak dengan benar. Kalau tidak ada bukti itu aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padaku, pada karirku.”
Padà saat asyik mengobrol seketika ponsel Bara berbunyi.yang menelpon nya adalah mamanya sendiri.“Hallo ma, ada apa?"
“Bara kamu di mana sekarang!?mama lihat berita katanya kamu kena sanksi selama dua Minggu ya"
“Apa berita nya itu juga sampai di mama! Oke baiklah ma Aku akan pulang sekarang"
Setelah telepon Bara dan Mamanya tidak tersambung lagi Bara kembali bicara pada Aluza yang ada di samping nya.“Malam ini kamu tidur di rumah ku saja yah, soalnya mama ingin bicara hal penting sama kamu"
Aluza menautkan kedua alisnya.“Mama kamu ingin bicara penting sama aku?"
‘Mama Bara ingin bicara apa sama aku, pasti dia akan bilang buat aku jauhi Bara'Bisik Aluza pada dirinya sendiri.