NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Naga Biru

Legenda Pendekar Mata Naga Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Reijii

Cerita mengikuti Chen Wei, seorang pemuda dari keluarga Cina yang menjadi penerus kekuatan Mata Naga Biru – salah satu dari tiga artefak kuno yang mampu membangkitkan atau mengalahkan Kaisar Naga, makhluk yang pernah hampir menghancurkan dunia. Setelah kampung halamannya dihancurkan oleh Sekte Darah Naga yang mencari ketiga mata naga untuk menguasai dunia, Chen Wei memulai perjalanan panjang untuk melindungi artefak tersisa, belajar mengendalikan kekuatan naga dalam dirinya, dan mengumpulkan sekelompok sahabat yang setia.

Melalui ujian yang penuh bahaya, pertempuran dengan musuh yang kuat, dan pengungkapan rahasia sejarah keluarga serta hubungan dengan musuhnya, Chen Wei harus memilih antara menggunakan kekuatan untuk membalas dendam atau untuk melindungi keseimbangan alam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21: Menunggu Jam Puncak

Setelah runtuhnya Gunung Beku Abadi, mereka membawa Kaisar Iblis – yang kini dikenal dengan nama aslinya, Tian Chen – kembali ke Akademi Pelindung Naga untuk menjalani proses pemulihan dan penyembuhan yang panjang. Tempat yang dulunya digunakan untuk melatih pendekar muda kini diubah menjadi ruang pemulihan khusus, di mana Tian Chen bisa menerima perawatan spiritual dan fisik dari para ahli terbaik di daratan tengah.

Selama beberapa bulan, para penyembuh dan pendeta dari berbagai komunitas bekerja bersama untuk membersihkan energi kegelapan yang masih menempel pada tubuh dan jiwa Tian Chen. Liu Qing dan Hong Yu menghabiskan sebagian besar waktunya di sisi dia, menggunakan ramuan penyembuh kuno dan kekuatan alam untuk membantu proses penyembuhan. Lambat laun, ekspresi wajahnya yang penuh kesedihan mulai berubah menjadi lebih tenang dan damai.

Pada suatu pagi yang cerah, Tian Chen akhirnya mampu berdiri dengan sendirinya dan berbicara dengan jelas. Dia mencari Chen Wei dan berkumpul dengan dia di taman yang tenang di belakang akademi. Pohon-pohon yang rindang dan kolam air jernih memberikan suasana yang damai, cocok untuk percakapan yang akan mengubah arah sejarah dunia.

“Terima kasih telah memberikan saya kesempatan kedua,” ujar Tian Chen dengan suara yang lembut namun penuh rasa syukur. “Saya telah merenungkan semua yang telah saya lakukan selama ribuan tahun yang lalu. Saya berpikir bahwa dengan menguasai dunia, saya bisa menyelesaikan penderitaan yang saya rasakan. Tapi saya salah besar – saya hanya menyebarkan lebih banyak penderitaan kepada orang lain.”

Chen Wei mengangguk dengan pemahaman. “Kita semua pernah membuat kesalahan, Tian Chen. Yang penting adalah kita memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan itu dan berusaha memperbaikinya. Dunia ini telah berubah banyak sejak masa lalu, dan sekarang kita memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik bersama-sama.”

Tian Chen mengeluarkan sebuah batu kecil yang berwarna hitam pekat namun menyala dengan cahaya putih lembut di tengahnya. “Ini adalah inti dari kekuatan saya yang asli – kekuatan untuk memahami dan merasakan penderitaan orang lain. Saya ingin memberikan ini kepada kamu sebagai tanda bahwa saya sungguh-sungguh ingin membantu membangun dunia yang lebih baik. Bersama dengan Hati Naga, kekuatan ini bisa membantu kita memahami kebutuhan semua makhluk dan menciptakan keseimbangan yang sebenarnya.”

Pada saat yang sama, sebuah pesan darurat datang dari tim penyelidik yang sedang meneliti lokasi runtuhan Gunung Beku Abadi. Mereka menemukan bahwa sebagian energi kegelapan yang tidak terkendali telah menyebar ke seluruh daratan tengah, menginfeksi beberapa lokasi penting dan menyebabkan gangguan pada keseimbangan alam. Bahkan lebih mengkhawatirkan, mereka menemukan bukti bahwa kekuatan kegelapan yang sebenarnya bukan berasal dari Tian Chen saja – ada sumber lain yang lebih besar yang telah mengendalikan dia dari balik layar selama berabad-abad.

Chen Wei segera mengumpulkan dewan pembina untuk membahas temuan ini. Mei Hua datang dengan membawa manuskrip kuno yang baru saja ditemukan, yang menjelaskan tentang “Kegelapan Abadi” – kekuatan primordial yang ada sebelum alam semesta terbentuk, yang selalu mencari cara untuk menghancurkan keseimbangan dan kembali menguasai segala sesuatu.

“Menurut catatan ini,” ujar Mei Hua dengan suara yang serius, “Kegelapan Abadi akan muncul secara penuh setiap seribu tahun sekali, mencoba untuk menghancurkan semua bentuk kehidupan dan mengembalikan alam semesta ke keadaan awal yang kosong. Waktunya sudah dekat – tepat pada malam bulan purnama yang akan datang, tepat empat tahun setelah pertempuran di Gunung Api Naga. Dan lokasi di mana ia akan muncul adalah tepat di tengah Lautan Tak Berujung – di Pulau Tempat Naga Lahir.”

Chen Wei merasakan bahwa waktu telah tiba untuk menghadapi ujian terakhir yang telah mereka nantikan selama ini. Semua yang telah mereka alami – dari perjuangan melawan Sekte Darah Naga hingga pemulihan Tian Chen – telah mempersiapkan mereka untuk momen ini.di mana semua akan menemukan akhir yang layak.

“Kita harus mengumpulkan semua kekuatan yang kita miliki,” kata Chen Wei dengan suara yang jelas dan tegas. “Ini bukan hanya tentang melindungi dunia kita – ini tentang melindungi seluruh alam semesta dari kehancuran total. Setiap orang yang percaya pada kebaikan dan keseimbangan harus bergabung bersama kita dalam perjuangan terakhir ini.”

Dalam waktu singkat, pesan telah disebarkan ke seluruh dunia. Pendekar dari semua daerah datang dengan sukarela, membawa keahlian dan kekuatan khusus mereka. Rakyat biasa juga berkumpul, membawa makanan, perlengkapan, dan dukungan spiritual yang sangat dibutuhkan. Bahkan dari daerah yang dulunya adalah musuh, orang-orang datang untuk membantu, menunjukkan bahwa keinginan akan kedamaian dan kebaikan telah menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Pada hari keberangkatan, mereka berkumpul di pelabuhan besar yang telah disiapkan khusus. Tiga puluh kapal besar siap untuk membawa mereka melintasi Lautan Tak Berujung menuju Pulau Tempat Naga Lahir. Di atas kapal-kapal tersebut terdapat simbol-simbol dari berbagai komunitas dan agama, semuanya menyatu dalam satu tujuan yang sama – melindungi dunia dari kehancuran.

Chen Wei berdiri di atas kapal utama, bersama dengan teman-temannya yang telah berdampingan dengannya melalui semua suka dan duka. Tian Chen berdiri di sisinya, sekarang menjadi sekutu yang dipercaya dan membawa kekuatan khususnya untuk membantu dalam perjuangan yang akan datang. Kaisar Naga muncul di langit dengan bentuk yang megah, memberikan perlindungan dan bimbingan bagi seluruh armada yang akan berlayar.

“Kita telah datang jauh dalam perjalanan kita,” ujar Chen Wei dengan suara yang terdengar di seluruh pelabuhan. “Kita telah belajar bahwa kekuatan sejati bukanlah berasal dari kekerasan atau kekuasaan, melainkan dari cinta, persahabatan, dan kerja sama. Hari ini, kita akan membuktikan bahwa kebaikan akan selalu menang atas kegelapan!”

Armada berlayar keluar dari pelabuhan dengan penuh semangat dan tekad. Lautan yang tadinya ganas kini damai dan tenang, seolah alam sendiri mendukung perjuangan mereka. Di kejauhan, cahaya pelangi mulai muncul di ufuk, memberikan harapan dan keyakinan bahwa mereka akan berhasil dalam misi mereka.

Chen Wei melihat ke arah laut yang luas dan tak berujung, mengetahui bahwa perjalanan ini akan membawa mereka ke titik puncak dari semua yang telah mereka jalani. Di Pulau Tempat Naga Lahir, mereka akan menghadapi Kegelapan Abadi dalam pertempuran terakhir yang akan menentukan takdir alam semesta. Dan meskipun mereka tidak tahu pasti apa yang akan terjadi, mereka tahu bahwa mereka telah memilih jalan yang benar dan akan menghadapi apa pun yang datang dengan hati yang penuh kebaikan dan semangat yang tidak pernah padam.

“Mari kita pergi menuju masa depan yang kita impikan,” kata Chen Wei dengan suara yang penuh harapan dan tekad. “Bersama-sama, kita akan menciptakan dunia yang damai, seimbang, dan penuh dengan kehidupan yang makmur!”

1
roso
luar biasa
roso
gaskan lanjutt
roso
🔥🔥🔥
asil
🔥🔥
asil
🔥🔥🔥
koco
niceee
koco
mantap👍
amon
lanjut👍
amon
👍👍
Tomiyama Choji
🔥🔥
suo
uraaa🔥
suo
uraa🔥
suo
🔥🔥🔥
agus
👍👍
agus
luar biasa
bagas
njut🔥🔥
bagas
menyala🔥🔥
adul
gaskan alnjur🔥
adul
okeee
zaka
okee👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!