NovelToon NovelToon
I LOVE MY UNCLE

I LOVE MY UNCLE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 5
Nama Author: din din

follow Ig 👉 dindin_812
New Adult romance
WARNING!!! Sebelum baca siapkan hati, karena dijamin bakal kesel, baper, tegang dan lain lain.

Setting di London.
Jovanka adalah seorang gadis manja, ia memiliki paman bernama Jody yang begitu sangat menyayangi dirinya sejak kecil. Entah hanya sebuah perasaan sayang terlalu besar atau apa, membuat Jovanka sering merasa cemburu jika sang paman dekat dengan wanita lain.

Hingga suatu ketika karena akal bulus seseorang, membuat Jovanka dan Jody mengalami tragedi satu malam. Jovanka yang tidak ingin Jody merasa bersalah pun memilih pergi, tahu jika tidak mungkin baginya bisa bersama adik sang mamah, meski bunga-bunga cinta tumbuh di hatinya.

Namun, siapa sangka dibalik itu semua, Jovanka tidak tahu kalau Jody ternyata bukanlah adik kandung sang mamah. Lalu bagaimana kisah mereka selanjutnya? Baca selengkapnya di sini.



Pict from Pinterest editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19- Jarak sebuah hubungan

"Jo, Paman di bawah! Turunlah!" pinta Jody yabg yang tidak mengetahui jika yang menjawab panggilan itu adalah Aiden.

"Dia sudah tidur!" jawab Aiden.

Mendengar suara Aiden entah kenapa membuat Jody merasa tidak senang.

"Ada di lantai berapa tempatmu? Aku akan membawanya pulang," tanya Jody dengan nada agak tinggi.

Aiden lantas tidak langsung menjawab, ia menatap wajah Jovanka yang tertidur kemudian ia mematikan ponsel Jovanka. Jody meraih jaketnya yang tergantung di dekat pintu, kemudian ia keluar untuk turun ke bawah.

Jody yang terkejut ketika Aiden mematikan panggilannya pun bermaksud menanyakan no ruang apartemen Aiden ke satpam, namun langkahnya terhenti ketika melihat Aiden keluar dari dalam lift.

Jody terlihat menatap Aiden dengan rasa kesal karena pemuda itu berani mematikan panggilannya untuk jovanka. Aiden berjalan santai dia hanya memberikan isyarat dengan mengayunkan jarinya di udara tanda mengajak pria yang lebih tua 8 tahun darinya itu untuk mengikutinya.

Mereka duduk berhadapan di sebuah Coffee shop, Aiden dengan santai menyesap kopi yang sudah ia pesan.

"Kenapa kau membawaku kesini? Aku hanya ingin menjemput Jovanka," tanya Jody dengan sedikit ketus.

Aiden meletakkan cangkirnya ke meja sedikit menyesap sisa kopi di bibirnya, kemudian ia menatap Jody dalam.

"Kenapa kau memberikan harapan padanya?" tanya Aiden balik secara blak-blakan.

Jody terkejut dengan pertanyaan Aiden, ia tidak mengerti apa arti 'Harapan' yang di maksud oleh Aiden.

"Apa maksudmu?" tanya Jody menjawab pertanyaan Aiden.

"Kau tidak mungkin pura-pura tidak tahu kan? Jika kau hanya menganggapnya keponakanmu kau tidak akan memperlakukannya sampai seperti itu," ujar Aiden santai, jari telunjuknya tampak ia putar dibibir cangkir kopinya.

"Apa sebenarnya yang kau maksud?" Jody merasa bingung dengan pertanyaan Aiden yang terdengar ambigu baginya.

"Aku pernah berjanji untuk terus memperlakukannya dengan baik, tentu saja aku akan terus seperti itu," imbuh Jody yang sedari tadi masih terus menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Ck ... masih mau pura-pura! Apa kau kira aku tidak bisa membaca sikapmu pada Jovanka? Jangan memberi harapan ataupun memberi perhatian berlebih padanya, karena dia bukan gadis kecil seperti 15 tahun yang lalu," ucap Aiden yang mulai sedikit terdengar dingin.

Jody akhirnya memahami apa yang di ucapkan oleh pemuda di depannya itu, meski ia merasa anggapan Aiden tentang perasaannya pada Jovanka salah, tapi ia juga tidak mengerti dari mana Aiden bisa menilai dirinya.

"Jika kau terus memperlakukannya seperti itu, aku bisa pastikan jika dia akan berpikir kalau kau menyukainya lebih dari seorang paman ke keponakannya, jadi sebelum itu terjadi maka berhentilah memperlakukannya seperti itu, kau tahu maksudku kan?" imbuh Aiden begitu melihat Jody yang terlihat bingung.

"Mau bagaimana aku memperlakukannya atau bagaimana perasaanku padanya memangnya apa hakmu melarangku?" tanya Jody ketus.

Aiden berdiri dengan santai, satu tangannya ia masukan kedalam saku jaket yang ia pakai, tangan kirinya ia gunakan untuk menepuk bahu Jody perlahan.

"Aku memang tidak memiliki hak melarangmu, namun pikirkan saja jika ia tiba-tiba jatuh cinta padamu hanya karena sikapmu itu, tapi pada kenyataannya kamu tidak memiliki perasaan apapun padanya, lalu bagaimana perasaannya pada akhirnya? Apa kau tidak memikirkan akan hal itu?" tanya Aiden pada Jody, tanpa mendengar jawaban Jody, Aiden meninggalkan pria itu dengan rasa penuh tanda tanya.

Aiden kembali ke ruang Apartemennya, ia masih mendapati Jovanka yang tertidur pulas, Aiden melepas jaketnya kemudian ia duduk di sofa yang berhadapan dengan tempat Jovanka tidur. Pemuda itu tampak menyangga dagunya dengan punggung tangannya, menatap dalam wajah polos itu.

"Andai aku berani mengutarannya sejak dulu, kau pasti tidak akan terjerat seperti ini, meski kau tidak mengatakannya namun aku tahu apa yang kau rasakan," gumam Aiden dalam hati.

Jody pulang dengan rasa bimbang dengan perkataan Aiden, ia sendiri tidak mengerti bagaimana perasaannya pada Jovanka, selama ini ia hanya menganggap jika ia menyayangi Jovanka semata-mata karena memang dia menyukai gadis kecil putri dari orang yang sudah membuat hidupnya lebih baik.

Jody melempar jasnya di kursi, melonggarkan dasinya. Dengan masih memakai sepatu Jody merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, memandang langit-langit atap kamarnya.

***

Hari berikutnya Jovanka terbangun dengan badan yang terasa pegal karena ia semalaman tidur di sofa, Jovanka tampak meregangkan tangan dan tubuhnya membuat gerakan kecil ke kanan dan kiri untuk sedikit melemaskan tubuhnya.

Ia menatap ruangan sekitarnya sambil menutup mulutnya karena menguap, ia ingat jika itu adalah tempat Aiden.

"Sudah bangun?" tanya Aiden yang baru saja keluar dari kamarnya.

Aiden yang hanya memakai kaos polo dan celana pendek pun jelas baru saja selesai mandi, dengan mengusap rambutnya yang terlihat basah Aiden duduk di hadapan Jovanka dan langsung mengambil cangkir berisi kopi yang ada di meja.

"Mandi sana!" perintah Aiden.

"Aku semalam ketiduran ya?" tany Jovanka yang tampak masih terlihat mengantuk.

Aiden yang baru saja menyesap kopinya hanya mengangguk, ia menaruh cangkirnya di meja.

"Semalam Jody menelfonmu!" ucap Aiden.

Mendengar kata Jody membuat Jovanka langsung membuka matanya lebar-lebar, ia langsung mengecek daftar panggilan di ponselnya.

"Apa yang dia katakan?" tanya Jovanka setelah melihat daftar panggilan telfonnya.

"Dia ingin menjemputmu, tapi aku bilang kau sudab tidur," jawab Aiden.

Jovanka tampak terdiam, biasanya ia akan marah jika mendapat panggilan dari Jody namun tidak bisa bicara dengan pemuda itu, tapi sekarang Jovanka sepertinya ingin merubah kebiasaannya itu.

*

*

*

*

*

*

*

Aiden mengantar Jovanka me perusahaan, gadis itu memilih tidak pulang ke rumah Jody terlebih dahulu, ternyata saat datang ke tempat Aiden dia sudah bersiap dengan kemungkinan yang ada.

"Terima kasih sudah mengantarku," ucap Jovanka seraya melepas seat beltnya.

"Nanti sore apa ada waktu? Aku ingin mengajakmu jalan-jalan selepas bekerja," tanya Aiden.

"Oke ... jemput ya!" jawab Jovanka dengan nada manja.

Aiden tersenyum senang. Jovanka pun turun dari mobil Aiden, ia lantas segera masuk ke perusahaan.

Jody yang tengah bersiap tampak berdiri di depan cermin besar yang terdapat di kamarnya, melihat dirinya dalam pantulan cermin Jody membetulkan dasinya, namun terlihat jelas raut khawatir muncul di wajahnya itu karena sampai pagi pun Jovanka tidak tampak kembali ke rumah.

Sedikit menghela napas ketika mendapati kamar Jovanka yang benar-benar kosong, Jody pun akhirnya berpikir untuk pergi ke perusahaan terlebih dahulu.

*

*

*

*

*

*

Perasaan lega muncul ketika Jody tahu dari sekretarisnya jika Jovanka sudah berada di dalam ruangannya, pria itu langsung masuk kedalam dan benar ia mendapati Jovanka yang sudah sibuk dengan laptopnya.

"Pagi," sapa Jody yang sudah berdiri di depan meja Jovanka.

Menyadari atasannya sudah datang, Jovanka pun bangkit dari kursinya, dengan sedikit membungkuk Jovanka memberi salam pada Jody layaknya memberi salam pada bosnya.

"Pagi, Pak!" Jovanka membalas sapaan Jody.

Merasa aneh, Jody pun menatap Jovanka yang masih berdiri di hadapannya, ia menjadi curiga jika Aidenlah yang meminta gadis itu untuk bersikap seperti itu.

"Apa Aiden yang mengajarimu bersikap seperti ini?" tanya Jody dengan sedikit menyipitkan matanya tanda tak percaya Jovanka bersikap seperti itu.

1
Sari Ana
kalau kisah tentang orang tuanya jovanka itu,, judulnya apa thor??
.: chasing past love, Kak
total 1 replies
Mumu Mujayanah
ku baca ulang g bosen 😄😄🤣
.: makasih🥰🥰
total 1 replies
Mumu Mujayanah
suka ceritay bgus bgt
Diah Mitha
hadeehh si luna udah punya warisan langsung dari ibunya 😂
Qaisaa Nazarudin
Apay kasusnya selesai gitu aja,Hanya dgn ancaman gitu,Menurut ku Alice cewek yg nekat,Aku pasti setelah ini dia akan melakukan yg lebih parah lg,Tanpa memikirkan resikonya,Percaya deh..
Qaisaa Nazarudin
Thalia adalah strinya Aiden nanti kan??👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk mampos kau Alice,Target mu sudah dibawa kabur,Biasanya rencana jahat mmg selalunya gagal Tapi berhasil ke org yg tepat,Biasanya yg ku baca di mana2 novel kan gitu 😂
.: wkwkwkwkw
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Pastinya ubat perangsang,Di sini kan Jo dan Jody melakukannya sampai Jo bisa hamil..
Qaisaa Nazarudin
Ingin menjodohkan kamu dgn anaknya,,Ternyata CEO yg sukses dlm bisnis TAPI Bodoh dan gak Peka dlm soal hati dan perasaan,ckck 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Masih aja gengsi yg di gedein,Ego nya terlalu tinggi,.
Qaisaa Nazarudin
Ke london ngejar2 Jo tapi malah nikah dgn org lain,Aiden..Aiden..😅
Qaisaa Nazarudin
Ih pantesan Aiden bilang ke Malik kalo Susan itu tukang malak 🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Jody juga punya rasa yg sama tapi Jody takut mengungkapkan nya, mungkin dia pikir dia hanya paman angkat, Ortunya Jo sudah banyak menolongnya, Jadi dia merasa gak pantas aja sama Jo..
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti Jo kan 😂
Qaisaa Nazarudin
Di novelnya Malik dan Susan aku gak liat dan tak tau wajahnya Aiden, Nih baru nongol babang Aiden..👏🏻👏🏻👍🏻😍😍
Qaisaa Nazarudin
Pertama kali ketemu novel yg pameran utamanya visual nya emang cantik..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Aiden kakaknya Susan kah?
susi 2020
🥰🥰🥰😍
susi 2020
😍😍🥰😘
susi 2020
😍😍🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!