Alice Seraphia joy adalah siswi SMA kelas 12 yang bar bar,riang,dan suka menolong.
ia juga terkenal sebagai siswi yang suka bolos, terlambat dan suka membuat masalah yang jadi langganan guru BK dan OSIS juga menjadi langganan berdiri di depan bendera merah putih.
namun di balik itu dia juga siswi yang berprestasi dan memiliki banyak bakat non-akademik.
suatu hari dia membuat masalah dengan anak kepala sekolah yang membuat masalah dengannya yang membuat dia harus di hukum menghormati bendera lagi.
namun kali ini malah mengantarnya ke dunia lain di dalam novel yang baru selesai dia baca semalam dan parahnya dia masuk ke tubuh putri antagonis yang berakhir tragis karena mencelakai tokoh utama wanita yang di cintai Duke.
bagaimana kah perjalanan Alice di dunia novel untuk mempertahankan hidupnya?akankah Alice kembali ke dunia nyata atau malah.....
mari kita ikuti kisahnya.
jangan lupa like, coment, subscribe and beri penilaian.
love sekebooooonnnn buattt kalian semua🌳🌲🌴❤️❤️🌴❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R3C2YMYFMYME, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5
BRAK
Alice berdiri dan memukul keras meja.
setelah itu Alice berbalik dan langsung mencengkram erat kerah baju Rose.
"emang kenapa kalau lo anak kepala sekolah?? mau lo anak kepala sekolah atau bukan tangan gue tetap bisa meninju wajah lo pada"ucap Alice dengan suara yang naik satu oktaf.
"lo pada dari tadi udah menguji kesabaran gue, lo kunci toilet gue gue gak marah dan berusaha sabar"ucap Alice .
"ihhh sejak kapan, emang lo ada buktinya??"ucap Rose.
"huh, lu kira ini sekolah apa??ini sekolah Elite dan setiap pojok di lengkapi cctv-nya"ucap Alice.
"cih lo gak punya kuasa di sekolah ini,lo aja masuk gara-gara pas-pasan doang"ucap Rose yang benar-benar menguji kesabaran Alice yang sudah setipis tisu yang dibelah dua malah disiram dengan air lagi.
"lo pada semua semakin didiamkan semakin ngelunjak, okey!!! kalian yang memulai perang ini"ucap Alice.
PLAK
PLAK
Alice menampar wajah rose, lalu saat melihat Mila dan cila yang ingin mendekat alice menendang keduanya sehingga jatuh dan menubruk meja di kantin.
dengan tatapan marah dan tajam Alice kembali menatap ke arah Rose yang masih ia genggam erat kerah bajunya.
setelah itu tangan Alice beralih ke rambut rose dan menariknya kemudian menyeretnya mendekati ke arah tempat bibi ane jualan.
"berikan gue secebok kuah bakso bibi"ucap Alice.
"tapi..."
"berikan saja bi,nanti saya yang bayar.keadilan harus di tegakkan"ucap Alice.
lalu bibi aneh yang menjual bakso di kantin itu menuruti Alice lalu memberikan secebok kuah bakso kepada Alice.
"tidak, jangan siram gue.lo, lo bakalan gue laper ke bokap gue dan buat lo keluar dari sekolah ini"ucap Rose.
"B O D O H A M A T" ucap Alice lalu mengguyur tubuhnya rosa dengan kuah bakso itu.
Aaggggrrrrhhhhh.
Setelah itu Alice melepaskan cengkraman nya pada rambut rose lalu mengeluarkan uang 100 ribu kepada bibi ane lalu pergi dari sana seolah tidak melakukan apapun.
Regina dan Vincent mengikuti Alice yang pergi dari sana menuju ke UKS.
"lo butuh apa??"ucap Vincent.
"vin, minta tolong lo beliin seragam baru buat gue ke unit koprasi"ucap Alice.
"dan lo re, temenin gue ke UKS buat nggolesin salep"ucap Alice.
"hum"
-
-
-
"hiks hiks ini sakit banget ce,kok lo gak nangis sih??"ucap regina sambil mengolesi salep dengan lembut di punggung Alice memerah melepuh karena kuah bakso yang panas itu.
"orang punggung gue spek baja mana kerasa"ucap Alice.
"ihhh becanda nya gak seru ce"ucap regina.
"haha,hufff gue emang merasa sakit sih, tapi rasa sakit yang gue rasakan lenyap begitu saja ditelan oleh emosi gue sih. kalau bisa tuh anak gue cincang tadi, cuma gue nggak mau aja nyusahin orang tua gue, gue berharap itu menjadi peringatan bagi dia dan juga semua orang"ucap Alice.
tok tok
"udah selesai kah??ini tolong ambil seragam barunya"ucap Vincent dari luar.
Regina berjalan untuk mengambil seragam dari Vincent.
"ini seragam lo"ucap regina sambil memberikan seragam baru itu kepada Alice.
"thanks,gue ganti baju dulu"ucap Alice lalu pergi ke ruang ganti yang ada di UKS itu.
sedangkan Regina keluar menunggu bersama Vincent di luar.
"gimana keadaan tu bocah??"ucap Vincent.
"melepuh cok,kasihan kalo gue nangis tujuh tahun kalo gitu"ucap Regina.
TBC