NovelToon NovelToon
Sabira

Sabira

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Putri asli/palsu / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: devi oktavia_10

Terlahir dari keluarga berada dan putri bungsu satu satunya, tidak menjamin hidup Sabira Rajendra bahagia.

Justru gadis cantik yang berusia 18 th itu sangat di benci oleh keluarganya.

Karena sebelum kelahiran Sabira, keluarga Rajendra mempunyai anak angkat perempuan, yang sangat pintar mengambil hati keluarga Rajendra.

Sabira di usir oleh keluarganya karena kesalahan yang tidak pernah dia perbuat.


Penasaran dengan kisah Sabira, yukkkk..... ikuti cerita nya..... 😁😁😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Tok....

Tok...

"Ya, tunggu sebentar. " sahut bi Tuti dari dalam rumah, mendengar ada yang mengetuk pintu rumah Sabira.

Dengan tergopoh gopoh bi Tuti membuka pintu, takut tamunya menunggu lama.

Cek lek....

Pintu terbuka dari dalam rumah.

"Den." kaget Bi Tuti yang tidak menyangka Devan datang berkunjung ke rumah sang adik.

"Halloo... Bi, apa kabar." sapa Devan tersenyum ceria.

"Ehhh.. Iya, kok aden tau kami di sini? " heran bi Tuti yang masih menghalangi pintu masuk.

"Tau dong, masa nggak sih." kekeh Devan.

"Kasih masuk dong bi, berat nih." ujar Devan mengangkat barang bawaannya.

"Ehhh... I-iya." kaget bi Tuti, memberi ruang agar Devan bisa masuk ke dalam rumah itu.

Mata Devan membawa barang belanjaannya ke arah dapur, dengan santainya dan bi Tuti mengikuti dari belakang.

"Bira mana bi? " tanya Devan lagi.

"Ada di kamarnya den, sepertinya kelelahan, tadi baru pulang main voli." ucap bi Tuti.

Devan mengangguk tanda mengerti, " di mana kamarnya bi? " tanya Devan lagi, karena ada dua kamar di rumah itu.

"Yang itu den." tunjuk Bi Tuti ke arah kamar Sabira.

Devan kembali menganggukan kepalanya, tolong rapihin barang belanjaannya ya, dan itu juga sudah ada makan malam buat kita, jadi bibi nggak usah masak." ujar Devan.

"Baik den." sahut bi Tuti dengan sopan, segera melakukan perintah tuan mudanya itu.

Ternyata Devan banyak sekali membawa makanan ringan dan juga buah buahan ke sukaan Sabira.

"Memang hanya den Devan yang tidak berubah kepada non Sabira, walau terkesan acuh, tapi selalu memperhatikan hal hal kecil seperti ini." gumam bi Tuti tersenyum bahagia.

Cek lek...

Devan membuka pintu kamar sang adik dengan hati hati, takut membangunkan adik bontotnya yang sedang beristirahat.

Devan melangkahkan kaki panjangnya ke arah tempat tidur sang adik, dan dia duduk di pinggir tempat tidur itu.

Tangan Devan terulur merapikan anak rambut sang adik, dan memperlihatkan wajah lelahnya Sabira.

"Capek ya, sayang." gumam Devan mengecup sayang dahi Sabira.

"Akhirnya abang bisa melihat kamu lagi, dan memeluk kamu saat tidur, sejak kamu pergi dari rumah, abang nggak bisa tidur nyenyak, karena kehilangan guling hidup abang." kekeh Devan yang ikut merebahkan diri di samping sang adik.

Bi Tuti terharu melihat pemandangan tersebut, akhirnya satu persatu keluarga nona mudanya datang mencari nona mudanya, orang yang seharusnya mendapat limpahan kasih sayang, bukan rubah licik yang tidak tau diri itu yang harus mendapatkan perhatian keluarga kandung Sabira, bi Tuti berharap secepatnya orang orang menyadari kelakuan licik Aura.

"Semoga ini awal kebahagian anda, nona." gumam bi Tuti menghapus tetesan air mata di pipinya.

Sementara di dalam kamar sana, Sabira semakin jauh masuk ke dunia mimpi, tidurnya semakin nyenyak mendapatkan pelukan dari abang.

Begitu pun dengan Devan, yang sudah ikut masuk ke dalam dunia mimpi, beberapa waktu terkhir ini dia sangat susah untuk tidur pulas, tapi lihat lah sekarang, baru saja tubuhnya menempel di atas kasur itu, lansung terdengar dengkuran halus dari bibirnya, tangannya sudah bertengger indah di pinggang sang adik.

Di tempat yang berbeda, Kaifan sedang bersungut sungut kesal, karena tidak menemukan Devan di rumah.

"Kemana sih anak itu." kesal Kaifan.

"Ada apa sih bang, dari tadi mengomel nggak jelas." omel sang mama.

"Mama lihat Devan nggak? " tanya Kaifan kepada sang mama.

Beberapa waktu belakangan ini dia sering pulang larut malam, bahkan nggak pulang sama sekali, entah apa yang dia lakukan di luar sana, mama juga nggak tau, setiap mama tanya, selalu bilang bukan urusan mama." keluh bu Karin.

"Anak itu." geram Kaifan.

Bu Karin kembali termenung, dia ingat kata kata Devan, dia terlalu abai kepada Sabira anak bungsunya itu, dan terlalu mengistimewakan anak pungutnya, hingga membuat anak bungsunya kehilangan kasih sayang dan lebih suka mengurangi diri di dalam kamar, dan juga jarang mau berkumpul dengan keluarga selama ini.

Bu Karin menyesali perbuatannya itu, yang tidak bisa berbuat adil kepada ke dua putrinya, bahkan cendrung suka membela Aura dan menyalahkan Sabira yang belum tentu bersalah, dan selalu menomor satukan Aura ketimbang Sabira.

Kini anak bungsunya pergi membawa luka yang sangat dalam, keluar tanpa membawa uang sepersen pun, dan sudah tidak mau mengakui dirinya sebagai keluarga lagi, sungguh bu Karin sangat menyesal saat ini.

Tak Jauh dari itu pak Johan juga merasa sangat bersalah, telah membuat kesalahan besar di dalam hidupnya, dengan kalapnya dia memukul tubuh putri bungsunya dengan cambuk, sungguh penyesalan pak johan tiada akhir.

Andai waktu bisa di putar kembali, pak Johan tidak akan memperlakukan anak bungsunya seperti itu, namun apa daya, nasi sudah menjadi bubur, putrinya telah pergi dari rumah, dan dengan lantang menyuarakan, tidak ingin lagi memakai nama besar Rajendra, dan juga tidak sudi di anggap anak oleh dirinya, bahkan putrinya menyesal telah lahir dari benihnya, sungguh sakit hati pak Johan mengingat kata kata yang di ucapkan sang putri.

Lain hal dengan Aura yang uring uringan di dalam kamarnya, semenjak Sabira tidak lagi tinggal di rumah ini, bukanya kebahagian yang dia dapatkan, tapi keluarga angkatnya semakin dingin saja kepada dirinya, justru papa dan mama angkatnya seperti membatasi diri dengan dirinya.

Mereka sibuk dengan penyesalan masing masing, menyesali perbuatan mereka yang menyakiti anak bungsu mereka, itu membuat Aura sangat kesal, bahkan batas kartu kredit Aura di batasi oleh orang tua angkatnya itu, membuat Aura meradang, tapi apa daya dia tidak bisa protes, yang ada dia benar benar bisa di depak dari rumah ini, apa lagi Devan terus saja mencari gara gara dengannya, membuat dia tidak bisa bergerak sesuka hati.

"Agggkkkk.... Dasar menyebalkan, bahkan loe sudah keluar dari rumah ini masih saja menyusahkan gue, dasar Sabira sialan! " maki Aura frustasi.

"Bagaimana ini, gue butuh uang untuk membeli tas keluaran itu, gue nggak mau orang lain me dapatkannya, mau di taro di mana muka gue nanti." gerutu Aura.

"Apa yang harus gue lakuin ya, biar mendapatkan uang sebanyak itu." gumam Aura mondar mandir di dalam kamarnya.

Bersambung....

Haiii... Jangan lupa like komen dan vote ya.... 😘😘😘

1
Muft Smoker
hahahahaha ,, emank boleh se yakin Dan se menyeramkan ituu waahaai kau makhluk astral ,, 🤭🤣🤣
Muft Smoker
benar tu jgain si sabira Dari si Sundal jepit ,,
makhluk astral satu tu jgn di remehin🤭🤣🤣
Muft Smoker
sailing pantau memantau nii ,, ciieee ciiiee ,, uhuk uhk ,,
waah sbntar lgi si aur auran kena Batu ny ,,
🤭🤣🤣👍
Muft Smoker
bi ,, tu ,, tii ,,
Muft Smoker
regan mamaak bukan Devan ,,
🤭😄
Muft Smoker
semangat trus mamak ,,
💪
Muft Smoker
nama ny mungkin tuti susilawati jd bisa tuti bisa wati kak ,, di maklumi aj ,,
story ny bagus cuma bingung di penempatan nama aj ,, 🤭😄👍
Muft Smoker
mungkin nama ny Devan putra galang atau galang putra Devan jd yx itu2 aj org ny🤭😄😄
Muft Smoker
yx ni kayakny author butuh aqua ,, 🤭🙏
Muft Smoker
sabira kuat ,,
ayoo tunjukan sama mereka org2 yg membenci Dan meremehkan mu kklo km bisa bangkit tanpa mereka ,,
isgiyarsi isgi
nagus
Putra Ganteng
bagus sekali ceritanya 👌🏻
Atoen Bumz Bums
eleh
Atoen Bumz Bums
beli CCTV baru Devan pasang diem-diem
Atoen Bumz Bums
nanti di akhir bab baikan sama keluarganya
macam dicerita yang lain
Atoen Bumz Bums
klo aku lgsg pigi Uda punya duet sendiri
Nina Rochaeny
nama selalu berubah-ubah ya thor
Yuni Ngsih
aduuuuuh Author maksudnya gmn nih cerittamu ko cuma sampai kawin sih ko ngga diceritain kehidupan Bagas & istrinys .....ku tunggu Thor ....🙏🙏🦶
Yuni Ngsih
Baru tau ya kelakuan Aura kaya setan bgtu baru myadar ORTU maupun si Kaifan kaka Tertuamya sebelumny kynya Thor mtnya Rabun ya ....huhuhu.....tp sekarang sudah menyadarinya klwrga Sabira ,tp klw Si Aura msh disitu tetep aza julit hrs nya anak yg ky gitu di Maskin Pesantren / buang ke Panti Asuhan biar tau rasa....hahaha .....eh ku ko ngeyel ya Thor pdhal cuma ceritra ......gara" Author menceritrakannya ....hebat ...semangat Thor ..👍👍👍💪💪💪🙏🙏🙏
Yuni Ngsih
Authooor ceritramu hebat banget tuk kawula muda banyak contoh " fakta...apalagi yg diperankan Sabira ku sangat ska sekali meskipun Orang Tuanya sangat Bodoh ngebela anak Pungut yg sabar Sabira pasti setelah hujan akan muncul pelangi ....lanjut Thor 🙏🙏🙏👍👍👍💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!