NovelToon NovelToon
Langit Yang Retak, Golok Yang Sunyi

Langit Yang Retak, Golok Yang Sunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Balas Dendam / Dendam Kesumat / Ahli Bela Diri Kuno / Dark Romance
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Nnot Senssei

Ini Novel Wuxia!

Di dunia persilatan yang kelam dan penuh intrik, nama Liang Shan adalah luka yang tak pernah sembuh—anak dari keluarga pendekar agung yang dibantai secara keji oleh lima perguruan besar dan puluhan tokoh bayaran.

Sejak malam berdarah itu, Liang Shan menghilang, hanya untuk muncul kembali sebagai sosok asing yang memikul satu tujuan, yaitu membalas dendam!

Namun, dendam hanyalah awal dari kisah yang jauh lebih kelam.

Liang Shan mewarisi Kitab Golok Sunyi Mengoyak Langit, ilmu silat rahasia yang terdiri dari sembilan jurus mematikan—masing-masing mengandung makna kesunyian, penderitaan, dan kehancuran.

Tapi kekuatan itu datang bersama kutukan, ada racun tersembunyi dalam tubuhnya, yang akan bereaksi mematikan setiap kali ia menggunakan jurus kelima ke atas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Liang Shan menatap Han Xiang. Ia tahu dirinya tidak bisa membawa gadis itu ke tempat berbahaya seperti paviliun itu.

"Xiang-er, kau harus tinggal bersama Gu Mu. Dia akan melindungimu," ucap Liang Shan.

"Tidak! Aku sudah kehilangan Ayahku, aku tidak ingin kehilanganmu juga! Aku bisa membantu, aku tahu ilmu pengobatan, aku juga bisa menyamar sebagai pelayan." kata Han Xiang sambil menggeleng kuat.

"Dia benar, Liang Shan. Seorang pendekar yang sendirian akan mudah dicurigai. Tapi sepasang pengembara yang mencari kerja akan tampak lebih alami. Lagipula, kecantikan gadis ini bisa menjadi pengalih perhatian yang sempurna." ujar Gu Mu seraya mengelus janggutnya.

Liang Shan ragu, namun ia melihat keteguhan di mata Han Xiang. Gadis yang tadinya hanya memetik bunga di lembah itu kini telah ditempa oleh tragedi hingga menjadi baja yang keras.

"Baiklah, aku mengerti."

Kota Menara Langit sangat kontras dengan kediaman mereka sebelumnya. Lampu-lampu lampion berwarna merah menerangi jalanan, suara musik dan tawa riuh terdengar dari setiap penjuru.

Paviliun Hujan Abadi berdiri megah di pusat kota, itu adalah sebuah bangunan tiga lantai dengan ukiran naga yang tampak hidup.

Di sinilah tempat berkumpulnya para pejabat korup, pendekar bayaran, dan mata-mata kekaisaran.

Liang Shan mengenakan pakaian kulit sederhana dan menyembunyikan Golok Sunyi Mengoyak Langit dalam bungkusan kain panjang di punggungnya.

Han Xiang mengenakan pakaian pelayan berwarna biru muda. Mereka berhasil masuk setelah menunjukkan keahlian bela diri Liang Shan kepada pengawas paviliun, seorang pria bertubuh tambun yang hanya peduli pada otot dan emas.

Malam itu, paviliun sangat ramai. Yue Niang dijadwalkan akan tampil.

Liang Shan berdiri di sudut aula besar, matanya menyapu setiap sudut ruangan. Ia merasakan Permata Tiga Hati di dadanya mulai bergetar lebih kencang.

Tiba-tiba, seorang wanita muncul di atas panggung kecil yang dikelilingi oleh tirai sutra tipis. Wanita itu mengenakan gaun putih polos, wajahnya tertutup cadar tipis. Tangannya yang ramping mulai memetik senar kecapi.

Suara musiknya sangat aneh. Tidak sedih, tidak bahagia. Tapi terdengar seperti suara rintik hujan yang jatuh di atas makam yang sunyi.

Liang Shan memejamkan mata. Di dalam kepalanya, notasi musik itu seolah-olah menyatu dengan cahaya dari permatanya.

Bayangan tulisan yang ia lihat di kuil tua dulu—"Pengkhianat bukan mereka yang mati ..."—mulai berputar dan membentuk sebuah kalimat baru.

Namun, di tengah-tengah lagu, petikan kecapi Yue Niang mendadak menjadi sangat cepat dan tajam.

DENGG!!!

Sebuah senar kecapinya putus.

Liang Shan melihat sekelompok pria berpakaian resmi kekaisaran masuk ke aula. Di tengah mereka, duduk seorang pria dengan pakaian bordir naga, dia adalah Menteri Wei Zong.

Wajahnya dingin, dan matanya setajam elang yang sedang mengincar mangsa. Dia menatap ke arah panggung, ke arah Yue Niang.

Menteri Wei mengangkat tangannya. Lalu tiba-tiba berkata, "Berhenti musiknya. Yue Niang, aku tahu kau menyembunyikan sesuatu di balik nadamu. Serahkan sutra itu, dan aku akan mengembalikan suaramu."

Yue Niang tidak bergerak. Ia hanya menatap Menteri Wei dengan tatapan kosong.

Liang Shan tahu, waktunya telah tiba. Ia menarik bungkusan kain di punggungnya.

Golok Sunyi Mengoyak Langit kembali melihat cahaya malam!

"Menteri Wei!" suara Liang Shan menggelegar di aula, menghentikan segala aktivitas. "Kau mencari ini?"

Liang Shan menunjukkan Permata Tiga Hati yang bersinar merah darah.

Seluruh orang di aula terkesiap. Para pejabat berlarian ketakutan, sementara para pengawal Menteri Wei langsung menghunus pedang mereka.

Menteri Wei tersenyum tipis. Dia berkata, "Liang Shan. Kau benar-benar seperti lalat yang terbang menuju api. Kau pikir kau bisa keluar dari sini hidup-hidup setelah menunjukkan wajahmu?"

Liang Shan melangkah maju, goloknya menunjuk tepat ke jantung Menteri Wei.

"Aku tidak datang untuk keluar hidup-hidup. Aku datang untuk memastikan kau tidak pernah keluar dari sini sama sekali."

"Oh, benarkah? Aku jadi ingin tahu apakah ucapanmu itu bisa dipercaya?"

Lalu, pertarungan pecah dalam sekejap. Dua pengawal pribadi Menteri Wei yang berjuluk Si Kembar Maut dari Barat meluncur maju dengan pedang lengkung mereka.

Keduanya bergerak dengan sinkronisasi yang sempurna dan menyerang dari dua sisi berbeda.

"Bayangan Sunyi di Balik Hujan !"

WUTT!!!

Goloknya bergerak membentuk lingkaran cahaya hitam yang menepis serangan pedang lengkung itu. Namun, Menteri Wei bukanlah orang yang hanya bisa bicara.

Tiba-tiba dia berdiri, dan dari balik jubahnya, ia mengeluarkan sepasang sarung tangan baja yang memancarkan aura kehijauan.

"Tapak Penghancur Jiwa".

"Biarkan aku melihat, apakah ilmu silat Liang Qi benar-benar sehebat yang dikatakan orang!" teriak Menteri Wei.

Hantaman telapak tangan Menteri Wei menciptakan ledakan udara yang menghancurkan meja dan kursi di sekitarnya. Liang Shan terpaksa menggunakan tenaga dalam penuh untuk menahan serangan itu.

Di tengah kekacauan, Han Xiang melihat Yue Niang yang terpojok. Ia segera berlari menuju panggung dan menghindari sabetan pedang para pengawal.

"Yue Niang! Berikan sutra itu padaku!" teriak Han Xiang.

Yue Niang menatap Han Xiang, seolah-olah mencari keikhlasan di matanya. Setelah ragu sejenak, ia merobek bagian bawah gaunnya, mengungkapkan selembar sutra kuning yang dijahit di sana.

Ia melemparkannya kepada Han Xiang.

"Tangkap!"

Han Xiang menangkap sutra itu, namun seorang pengawal berhasil melukai lengannya.

"Ughh!"

Liang Shan yang melihat Han Xiang terluka, matanya mendadak merah.

"Mati kau!" teriaknya.

WUSHH!!!

Dalam jurus yang sama tapi dengan hawa sakti yang mengerikan, dia kembali menyerang musuhnya. Seluruh aula Paviliun Hujan Abadi bergetar. Tiang-tiang kayu mulai retak. Pusaran energi hitam menyelimuti Liang Shan, membuatnya tampak seperti dewa kematian yang turun ke bumi.

Menteri Wei Zong membelalak. "Kekuatan ini ..., tidak mungkin! Itu bukan ilmu silat Keluarga Liang!"

"Ini adalah ilmu silat yang lahir dari pengkhianatanmu, Wei Zong!" ujar pemuda itu.

Liang Shan menghantamkan goloknya ke lantai. Lantai aula hancur lebur, menciptakan gelombang kejut yang melempar Menteri Wei dan pengawalnya keluar dari gedung, jatuh ke jalanan yang ramai.

Tanpa membuang-buang waktu, Liang Shan segera pergi dari tempat itu.

Pertempuran di Paviliun Hujan Abadi barulah babak pembukaan dari sebuah tragedi yang lebih besar. Liang Shan berhasil mendapatkan pecahan ketiga selembar sutra musik Yue Niang.

Namun, Menteri Wei Zong tidak mudah dikalahkan. Dan yang lebih mengerikan, rahasia di balik surat wasiat itu ternyata melibatkan seseorang yang masih hidup di dalam istana, seseorang yang lebih kuat dari Menteri Wei sendiri.

Liang Shan menggendong Han Xiang yang terluka, sementara Yue Niang mengikutinya dari belakang.

Mereka menghilang di kegelapan gang-gang Kota Menara Langit, sementara di belakang mereka, paviliun megah itu mulai terbakar, menjadi saksi bisu kembalinya sang pewaris dendam.

1
Nanik S
Bagus Lian Shang
Nanik S
Kecapi Sakti
Nanik S
Apakah Kakek itu orang yang dicari
Nanik S
Mereka bertiga benar2 tangguh
Nanik S
Liang Shan... punya berapa Nyawa
Nanik S
God Joon
Nanik S
Liang Shan.... berat amat jalanmu
Nanik S
mereka sepasang Anak sahabat yang mati karena dikhianati
Nanik S
Jendral Zhao ternyata bukan hanya penghianat tapi Inlis yang sesungguhnya
Nanik S
teruskan... menarik sekali Tor
Junn Badranaya: Siap kak ...
total 1 replies
Nanik S
Liang Shan harusnya tinggal dengan Damai
Nanik S
Liang Shan.... apakah akan hancur bersama Goloknya
Nanik S
Ternyata Jendral besar juga terlibat
Nanik S
Mantap.... kenapa Lian Shen tidak mencari penawar racunya
Nanik S
Kecantikan sebagai Alat untuk meruntuhkan Lelaki
Nanik S
Kurangi musuh satu satu
Nanik S
Pesan pertama Golok Sunyi
Nanik S
Mantap Tor
Nanik S
Ling Shang... kehilangan kedua kali amat menyakitkan
Nanik S
Hidup dengan tubuh beracun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!