NovelToon NovelToon
Figuran Yang Direbut Takdir

Figuran Yang Direbut Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Romansa / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shahinaz adalah gadis cantik dengan kesabaran yang nyaris tak ada. Ia tak pernah menyangka hidupnya akan berantakan gara-gara satu hal paling mustahil: terjebak di dalam novel milik sahabatnya sendiri.

Masalahnya, Shahinaz bukan tokoh utama. Bukan pula karakter penting. Ia hanya figuran—pelengkap cerita yang seharusnya tak berpengaruh apa pun. Namun segalanya berubah ketika Dreven, karakter pria yang dikenal posesif dan dominan, justru menjadikannya pusat dunianya.Padahal Dreven seharusnya jatuh cinta pada Lynelle. Seharusnya mengikuti alur cerita. Seharusnya tidak menoleh padanya.

“Aku nggak peduli cerita apa yang kamu maksud,” ucap Dreven dengan tatapan dingin. “Yang jelas, kamu milik aku sekarang.”

Selena tahu ada yang salah. Ini bukan alur yang ditulis Venelattie. Ini bukan cerita yang seharusnya. Ketika karakter fiksi mulai menyimpang dari takdirnya dan memilihnya sebagai tujuan, Shahinaz harus menghadapi satu pertanyaan besar "apakah ia hanya figuran… atau justru kunci?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Kasat Mata

Dreven Vier Kingsley, laki-laki dengan tatapan setajam silet itu, hidupnya tampak sempurna jika dinilai dari logika. Sejak lahir, kehidupannya telah dirancang dengan rapi, menjadi bagian integral dari keluarga terkemuka yang memegang kendali atas kekuasaan dan pengaruh. Latar belakangnya yang kuat dan cemerlang, juga memberikan landasan yang kokoh untuk segala sesuatu yang ingin dicapainya.

Siapapun pasti iri ketika melihat penampilan yang berkelas, kekayaan yang melimpah, dan kedudukan yang berkuasa. Setiap langkahnya dipenuhi dengan keanggunan dan keberanian yang hampir tak tertandingi. Dia sungguh tampan, menawan, banyak gadis yang memujanya hingga banyak laki-laki pula yang membencinya secara diam-diam.

"Tuan Muda, Tuan Gallenio Galtaro Kingsley sudah menunggu anda di ruang utama." kata salah satu ajudan di mansion megah itu, tepat ketika Dreven baru saja membuka pintu mobilnya.

Dreven mengangguk, Gallenio Galtaro Kingsley adalah Kakeknya. Sedangkan sang Ayah, Alkaino Arzhel Kingsley dan istri barunya, sudah sejak lama pergi meninggalkan mansion. Katanya ada perasaan penyesalan dengan perselingkuhan yang mereka perbuat, hingga akhirnya mereka memilih untuk meninggalkan semuanya dan hidup di tempat yang terpencil dengan sederhana.

Dreven sendiri memagang dua marga, Vier dan Kingsley, Vier sendiri adalah marga dari Ibunya. Ibu yang saat ini mengidap gangguan jiwa lantaran Ayahnya yang brengsek dan suka bermain wanita.

Dia hanya pergi ke mansion ini ketika memiliki urusan penting saja.

"Akhirnya cucu kebanggaan Kakek datang juga. Selamat kembali ke Mansion Kingsley ini cucuku."

kata Kakeknya dengan senyuman aneh, siapapun pasti tau jika Kakeknya tidak tulus memberikan senyum itu kepadanya. Pasti ada makna tersembunyi dan kepentingan tersendiri ketika memintanya untuk kemari.

Dreven mengamati kakeknya dengan saksama, memahami bahwa di balik senyuman itu terdapat lapisan strategi dan perhitungan. Kakeknya tidak hanya peduli dengan kehadirannya, tetapi juga dengan apa yang bisa dia bawa atau capai untuk kepentingan keluarga Kingsley.

"Ada perlu apa?" tanya Dreven to the point. Dia datang ke mansion ini setelah mengantar gadisnya pulang, jadi dia tidak punya banyak waktu untuk bercanda lagi.

Kakeknya tertawa, cucu bungsunya masih tidak bisa diajak bercanda rupanya. Dia hanya ingin memastikan satu hal, kenapa Lynelle pulang dalam keadaan yang cukup memprihatinkan.

"Kenapa kamu tidak menjaga Lynelle dengan baik? Bukannya kesepakatannya sudah jelas, kamu akan mendapat saham 10% hanya dengan menjaga Lynelle dari gangguan orang lain. Kenapa kamu tidak menjalaninya?" tanya Kakeknya dengan serius.

"Tanpa saham dari anda, saya juga sudah mendapatkan 28% kepemilikan di sana tanpa susah payah." jawab Dreven dengan wajah santai, "Berikan saja kepada anak-anakmu atau kepada cucu-cucumu yang lain. Lagipula untuk apa anda terlalu menjaga Lynelle? Bukankah itu tidak adil untuk cucu-cucumu yang lain?"

"Tidak ada alasan kenapa Kakek terlalu menjaga Lynelle. Kalian sudah menjadi saudara, sudah sewajarnya kalian rukun dan saling menjaga satu sama lain bukan?" tanya Kakeknya lagi.

Dreven tertawa kecil, laki-laki tua itu tidak tau saja kalau dia sudah menggali informasi lebih dalam lagi sebelum ini, "Bukan karena dia anak dari gundikmu?"

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, itu yang dia lihat dari Ayahnya lewat cerminan laki-laki tua dihadapannya. Banyak kesamaan diantara mereka, salah satunya adalah tidak cukup dengan satu wanita. Beruntung Dreven dulu lebih dekat dengan Ibunya, jadi ketika Ibunya menjadi gila karena sang Ayah, dia merencanakan banyak hal untuk membalas dendam.

Kakeknya yang tak lain Gallenio Kingsley itu, terkejut dengan pernyataan Dreven, lalu menunjukkan ekspresi kemarahan yang sulit disembunyikan didetik itu juga. Suasana dalam ruang utama mansion yang megah itu mendadak berubah menjadi tegang. Untung saja seluruh penghuni Mansion, sedang asyik-asyiknya berselancar di alam mimpi sekarang.

"Jangan sekali-kali menganggap remeh hubungan keluarga kita Dreven," kata Kakek Gallenio, suaranya menegaskan ketidakpuasan, "Lynelle mungkin bukan darah daging kita, tetapi dia adalah bagian dari keluarga ini. Kau seharusnya mengerti betapa pentingnya menjaga kehormatan dan integritas keluarga ini."

Dreven, tetap tenang meski tatapannya tajam, membalas dengan nada yang sama tajamnya juga," Menjaga kehormatan keluarga, atau menjaga rahasia kotor dari masa lalu yang mungkin akan merusak reputasi keluarga? Anda pikir saya bodoh? Anda tau betul bahwa Lynelle lebih dari sekedar seorang gadis yang harus dijaga, betul bukan?"

Kakek Gallenio, merasa terpojok, mencoba mengubah topik pembicaraan. "Apa kau tidak peduli pada masa depan keluarga ini? Saham yang Kakek tawarkan bukan hanya sekedar imbalan, tapi bagian dari tanggung jawabmu untuk memastikan stabilitas dan keberlangsungan kekuasaanmu di masa depan."

Dreven memainkan gelas anggur yang sedang dipegangnya dengan penuh wibawa. Andai para penghuni Mansion sedang dalam keadaan terjaga, bukannya ini momen yang pas untuk menghancurkan keangkuhan Kakeknya. Sayang sekali dia datang di pagi yang masih terlihat gelap gulita seperti ini.

Jadi buat apa Dreven main-main dengan Kakeknya, tidak ada gunanya bukan?

"Rahasiamu ada ditanganku Kakek tua.

Mintalah cucumu yang lain untuk menjaga gadis itu, aku tidak akan menjaganya karena bagiku dia hanya orang asing saja di keluarga ini. Lagipula, dia terlalu merepotkan untuk kujaga, jadi lebih baik aku menjaga Ibuku sampai sembuh saja berkat ulah anakmu itu." balas Dreven dengan santai.

Kakeknya mengepalkan tangannya, dia merasakan jika dia sudah tidak bisa memperalat Dreven lagi. Padahal dari segi manapun, Dreven adalah penerus yang sempurna dan ideal untuk melanjutkan kejayaannya. Tapi sayangnya, Dreven perlahan-lahan mulai memilih jalan lain. Dia benar-benar jauh dari keluarga Kingsley sekarang!

"Seberapa jauh keluarga Vier mempengaruhimu? Sampai-sampai Dreven yang kukenal memilih untuk menusukku dari belakang?" tanya Kakeknya lagi.

Dreven menatap Kakeknya dengan tatapan meledek, dia tidak menunjukkan rasa takut atau penyesalan apapun dimatanya sekarang. "Seberapa jauh? Mungkin jauh lebih dari yang Kakek kira. Keluarga Vier telah memberikanku perspektif berbeda mengenai kekuasaan dan keluarga. Mereka mengajarkanku bahwa kehormatan bukan hanya tentang status atau kekayaan, tetapi juga tentang nilai-nilai dan integritas pada setiap ikatan keluarga yang ada."

Kakek Gallenio menekan rahangnya, jelas frustrasi dengan jawaban Dreven. "Jadi, kau akan memilih untuk menentang keluargamu sendiri demi prinsip-prinsip yang tidak jelas ini? Apakah kamu tidak melihat betapa banyak yang sudah aku berikan untuk keluarga ini? Bagaimana dengan semua yang telah aku bangun dan pertahankan selama ini?"

Dreven meluruskan punggungnya dan memandang Kakeknya dengan penuh keyakinan. "Kakek, tidak ada yang aku tolak dari keluarga ini. Aku hanya memilih untuk tidak terjebak dalam permainan kekuasaan yang korup dan manipulatif. Jika Kakek ingin aku terlibat dalam skandal dan intrik, maka aku lebih memilih untuk mengikuti jalanku sendiri."

Suasana semakin menegangkan ketika Kakek Gallenio berdiri dari kursinya, matanya menyala penuh kemarahan. "Kamu pikir kamu bisa begitu saja menolak tanggung jawab ini dan pergi? Kamu tidak mengerti konsekuensi dari tindakanmu! Keluarga ini memerlukanmu, Dreven. Tanpa keterlibatanmu, stabilitas yang telah kami bangun selama ini bisa hancur."

Dreven berdiri, bersiap untuk meninggalkan ruangan. "Anakmu banyak, cucumu juga banyak. Pilih salah satu yang layak dari mereka, jangan pilih aku. Lagipula stabilitas yang dibangun di atas kebohongan dan manipulasi tidak layak dipertahankan. Aku akan melakukan apa yang aku anggap benar, terlepas dari konsekuensinya akan seperti apa. Jika Kakek merasa dirugikan, itu adalah risiko yang harus dihadapi."

Kakek Gallenio memandang Dreven dengan campuran rasa marah dan kekecewaan, tidak bisa menerima kenyataan bahwa cucunya yang paling berpotensi justru menolak semua yang telah dia usahakan. "Kau akan menyesal, Dreven. Suatu hari, kau akan melihat betapa pentingnya semua ini dan mungkin saat itu sudah terlambat."

Dreven melangkah keluar dari ruang utama, meninggalkan Kakeknya yang berdiri sendiri, di tengah ruangan besar yang kini terasa sangat sepi. Dia tahu bahwa jalan ke depannya tidak akan mudah, tetapi dia juga sudah tidak sanggup berada di keluarga Kingsley lagi.

Mereka terlalu menunjukkan taringnya dan melawan satu sama lain demi mendapatkan kekuasaan tertinggi. Hanya di depan media mereka seolah adalah keluarga bahagia, dan terkesan saling mendukung satu sama lain tanpa ada celah rusaknya.

"Mereka terlalu munafik." kata Dreven sambil menjalankan mobilnya keluar dari Mansion Kingsley.

Tidak ada yang sadar jika di balik pesona dan kekuatan yang menyertainya, Dreven menyimpan rahasia kelam yang tidak pernah terlihat oleh mata publik. Keluarga kecilnnya hancur berantakan, Kingsley yang katanya keluarga paling sempurna juga tidak lain hanyalah pengaturan.

Itu semua hanya sandiwara publik, tidak ada yang bisa dispesialkan dari hidupnya yang katanya sempurna itu. Dia merasa hidup saja ketika ada sosok gadis yang berhasil menarik perhatiannya dan masuk ke dalam hatinya didetik itu juga. Ladahal jika dipikir-pikir, mereka belum lama dipertemukan oleh takdir bukan?

"Selena Zerrin Johara..." kata Dreven sambil merapalkan nama itu berulang kali, kemudian tersenyum tipis.

Baru genap dua hari mereka bertemu saja, Dreven tanpa tau malu sudah mencium gadis itu saking penasarannya. Dia tidak pernah dekat dengan perempuan manapun selain Ibunya selama ini, jika para sahabatnya tau dia pernah merasakan bibir dari lawan jenis, bukannya dia akan diledek habis-habisan?

"Semua yang ada dalam diri dia itu... Candu." lanjut Dreven sambil membayangkan wajah Selena yang terlihar sempurna juga meski hanya dilihat dari jarak jauh.

Karena memikirkannya saja, tiba-tiba saja dia dirundung oleh rasa rindu yang begitu besar. Kedepannya, dia ingin tau lebih banyak soal gadis itu. Dimana tempat persembunyiannya hingga dia menjadi tak kasat mata, Dreven juga ingin tau lebih lanjut soal itu!

1
Iry
Halo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!