kekuatannya menyebabkan dia bisa mengendalikan boneka tapi semakin sering ia menggunakannya ia pun mulai di Kendalikan oleh kekuatan sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19: Simpul Penciptaan dan Lahirnya Kembali Kebenaran
Ryo berdiri di ambang Benang Asal, sebuah kekosongan informasi yang mendalam di jantung Anyaman Kosmik. Di sekelilingnya, ratusan Dalang dan pemimpin spiritual menahan napas, terhubung melalui Anyaman Kosmik, menjadi saksi dari momen yang mungkin akan mengubah realitas itu sendiri. Lyra, tangannya masih menggenggam Ryo, menyalurkan semua dukungan dan kejelasan yang ia miliki.
Benang Asal, seperti yang Ryo pahami, bukanlah sebuah benda yang dapat dipegang, melainkan sebuah "prinsip" yang terlupakan, sebuah fondasi yang tidak pernah sepenuhnya terwujud. Mengikatnya berarti mengaktifkannya, membawa kembali kebenaran fundamental yang telah lama absen dari alam semesta.
"Ini bukan tentang kekuatan, Ryo," Lyra membisikkan, pikirannya terhubung dengan Ryo. "Ini tentang kebenaran. Apa kebenaran yang mendasari segala sesuatu?"
Ryo memejamkan mata, membiarkan benang intinya merespon. Ia tidak lagi mencoba mencari Benang Asal itu dengan paksa. Ia membiarkan Benang Asal itu mencarinya. Ia membuka dirinya, menjadi sebuah kanal, sebuah resonansi bagi apa yang seharusnya ada.
Ia mengingat semua pelajaran yang telah ia dapatkan: kehancuran Kekosongan, manipulasi Kresna, dan ketakutan Valoria. Ia mengingat bagaimana ia menemukan kembali benang intinya sendiri, bagaimana ia belajar untuk mengikat, bukan memutus; untuk membebaskan, bukan mengendalikan. Ia adalah Dalang Keseimbangan.
"Benang Asal adalah... kehendak bebas," Ryo berbisik, sebuah pencerahan yang datang dari relung terdalam jiwanya. "Kebenaran bahwa setiap benang memiliki hak untuk menenun takdirnya sendiri, tanpa dominasi, tanpa manipulasi, dan tanpa kehampaan. Ini adalah esensi keberadaan, esensi kehidupan."
Ketika Ryo menyadari ini, Benang Asal merespon. Kekosongan informasi itu mulai terisi, bukan dengan kekuatan paksa, melainkan dengan pengetahuan yang telah lama dinantikan. Ryo merasakan gelombang informasi membanjiri kesadarannya: pemahaman yang mendalam tentang setiap benang, setiap koneksi, setiap potensi yang ada di alam semesta. Ini adalah kebenaran universal tentang individualitas, pilihan, dan saling keterhubungan.
Ia tidak "mengikat" Benang Asal dalam arti Dalang biasa. Ia "membangunkannya," mengaktifkannya kembali dalam anyaman kosmik. Ia menenunnya kembali ke dalam realitas dengan niat kehendak bebas sebagai intinya.
Gelombang energi yang kuat memancar dari Ryo, meluas melalui Anyaman Kosmik ke seluruh Dalang dan pemimpin spiritual, dan dari mereka, menyebar ke seluruh alam semesta. Para Penjaga Keseimbangan, yang masih mengawasi, kini tidak lagi menentang, melainkan mengamati dengan ketertarikan. Mereka merasakan kebenaran yang baru saja diaktifkan, sebuah penyesuaian fundamental dalam struktur realitas.
Lyra merasakan energi yang memancar dari Ryo. Itu bukanlah kekuatan yang menghancurkan atau mendominasi, melainkan sebuah energi "mengatur." Sebuah kekuatan yang membawa kembali harmoni, yang menyelaraskan benang-benang yang tidak pada tempatnya. Ia merasakan benang intinya sendiri berdenyut dengan pemahaman baru, seolah sebagian dari dirinya yang sebelumnya "lupa" kini telah mengingat.
Ketika Ryo membuka matanya, alam semesta terasa berbeda. Bukan perubahan fisik yang drastis, melainkan perubahan persepsi. Ia kini melihat Benang Asal teranyam kembali ke dalam setiap aspek keberadaan, dari atom terkecil hingga galaksi terbesar. Ia melihat kehendak bebas sebagai fondasi, sebagai hak dasar setiap benang, setiap kehidupan.
Ryo terengah-engah, jatuh ke pelukan Lyra. Tubuhnya lelah, pikirannya melampaui batas yang pernah ia bayangkan. Namun, ada kepuasan mendalam di matanya.
"Aku berhasil, Lyra," Ryo berbisik, suaranya dipenuhi kekaguman. "Benang Asal telah diaktifkan kembali. Kebenaran tentang kehendak bebas telah teranyam kembali ke dalam anyaman kosmik."
Para Dalang dan pemimpin spiritual di sekeliling mereka perlahan membuka mata. Wajah mereka dipenuhi kekaguman dan pemahaman yang mendalam. Mereka merasakan perubahan itu, sebuah penyesuaian halus namun fundamental dalam realitas.
Master Eldrin, dengan air mata di matanya, maju dan memeluk Ryo. "Kau telah melakukan yang tidak terpikirkan, Pangeran. Kau telah mengikat Benang Asal. Kau telah menenun kembali kebenaran yang terlupakan."
Konsekuensi dari tindakan Ryo akan sangat besar. Tidak ada yang tahu persis bagaimana pengaktifan Benang Asal ini akan mempengaruhi realitas. Namun, satu hal yang pasti: alam semesta kini memiliki fondasi yang lebih kokoh, sebuah kebenaran fundamental yang telah lama absen.
Ryo, dengan Lyra di sisinya, telah melampaui gelar "Dalang Jiwa". Ia kini adalah Dalang Keseimbangan, pengikat kebenaran, penenun takdir yang paling fundamental. Ia telah menghadapi kegelapan eksternal, musuh internal, dan kini, ia telah menyentuh inti dari keberadaan itu sendiri, menenun kembali kebenaran yang terlupakan. Kisahnya adalah kisah tentang kekuatan, kerentanan, dan kemampuan luar biasa dari satu benang untuk mengubah seluruh anyaman.