NovelToon NovelToon
The Invisible Girl

The Invisible Girl

Status: tamat
Genre:Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di Universitas Negeri Moskow, kekuasaan tidak hanya diukur dari nilai, tapi dari sirkel pergaulan. Sky Remington adalah puncaknya, putra konglomerat Rusia yang sempurna, dingin, dan tak tersentuh. Selama empat bulan terakhir, ia menjalin hubungan yang tampak ideal dengan Anastasia Romanov, gadis tercantik di kampus yang sangat membanggakan statusnya sebagai kekasih Sky.
Di dalam sirkel elit yang sama, ada Ozora Bellvania. Meskipun ia adalah pewaris kekaisaran bisnis perkapalan yang legendaris, Ozora memilih menjadi bayangan. Di balik kasmir mahal dan sikap diamnya, ia menyimpan rasa tidak percaya diri yang dalam, merasa kecantikannya tak akan pernah menandingi aura tajam Anastasia, Stevani, atau Beatrix.
Selama ini, Sky dan Ozora hanyalah dua orang yang duduk di meja makan yang sama tanpa pernah bertukar kata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggung Kekuasaan

Beberapa Tahun tahun kemudian, SMA koridor Elite High School bukan lagi sekadar tempat belajar, melainkan panggung sandiwara di mana Lucian Volkov Remington memegang kendali sebagai sutradara di balik layar.

Lucian tumbuh menjadi pemuda yang kontradiktif. Berbeda dengan ayahnya yang dingin dan sedikit tertutup, Lucian adalah magnet sosial. Ia tampan dengan rahang tegas dan mata biru safir yang bisa berubah sehangat matahari atau sedingin es dalam sekejap. Ia dikelilingi banyak teman, kapten tim anggar, dan selalu berada di pusat keramaian kantin. Namun, bagi Ozora dan Sky, mereka tahu itu semua hanyalah topeng, sebuah cara untuk mengawasi dunia tanpa terlihat seperti pengawas.

Suasana kantin siang itu mendadak sunyi saat langkah kaki yang angkuh terdengar di lantai pualam. Seraphina Charles melangkah masuk. Ia tumbuh menjadi gadis dengan kecantikan yang mengintimidasi, rambut pirang platina yang berkilau dan tatapan mata yang selalu merendahkan orang lain. Ia sombong, tahu betul bahwa kecantikan dan kekayaan ayahnya adalah senjata yang tak terkalahkan.

Di sudut kantin, Lucian sedang tertawa bersama teman-temannya, sebuah botol air mineral di tangannya. Namun, matanya tidak pernah benar-benar lepas dari sosok Seraphina. Setiap gerakan gadis itu tercatat dalam memori taktisnya.

Seraphina tidak menuju meja biasanya. Ia berjalan lurus ke arah meja di pojok tempat Clara, si perundung paling ditakuti di sekolah, sedang duduk sambil menertawakan seorang siswi baru.

Seraphina menggebrak meja Clara dengan jemarinya yang dihiasi cincin berlian. "Clara," suaranya tenang namun tajam seperti silet. "Aku dengar kau mencoba menyentuh barang-barangku lagi?"

Clara mendongak, menyipitkan mata. "Barangmu? Maksudmu siswi beasiswa itu? Dia hanya sampah, Seraphina. Kenapa kau peduli?"

Seraphina tersenyum sinis, senyum yang begitu angkuh hingga membuat suasana kelas terasa membeku. "Bukan masalah sampahnya. Tapi masalah siapa yang memberimu izin untuk membuat keributan di wilayahku? Kau pikir karena kau bisa menindas anak-anak lemah, kau berada di level yang sama denganku?"

Seraphina mengambil jus jeruk milik Clara dan menyiramkannya perlahan ke atas tas branded milik si perundung itu. "Ups. Tas ini sekarang sama sampahnya dengan perilakumu."

Clara berdiri dengan penuh amarah, tangannya melayang hendak menampar wajah cantik Seraphina. Namun, sebelum tangan itu mendarat, sebuah tangan lain menangkap pergelangan tangan Clara di udara dengan kekuatan yang membuat Clara merintih.

"Cukup, Clara," suara bariton itu tenang, namun mengandung ancaman yang tak terbantahkan.

Itu Lucian. Dia berdiri di sana dengan senyum ramah yang tidak mencapai matanya. Teman-temannya yang tadi tertawa kini berdiri diam di belakangnya, membentuk barisan pengawal yang tak terlihat.

"Lucian! Dia menyiram tasku!" teriak Clara frustrasi.

Lucian melirik tas itu sebentar, lalu beralih menatap Seraphina. Seraphina hanya melipat tangan di dada, menatap Lucian dengan tatapan menantang. Dia tidak berterima kasih, dia justru terlihat jengkel.

"Pergilah, Clara. Beli tas baru dan kirim tagihannya ke asistenku," ucap Lucian santai sambil melepaskan tangan Clara. "Tapi jika kau berani mengangkat tanganmu lagi pada Seraphina... aku tidak akan menjamin posisi ayahmu di perusahaan keluargaku tetap aman besok pagi."

Clara pucat pasi dan segera pergi dari sana bersama antek-anteknya.

Kantin kembali riuh, namun Lucian tetap berdiri di depan Seraphina. Jarak mereka begitu dekat hingga aroma parfum mawar mahal Seraphina memenuhi indra penciuman Lucian.

"Aku tidak butuh bantuanmu, Remington," desis Seraphina angkuh. "Aku bisa menanganinya sendiri."

Lucian tertawa kecil, suara yang mengingatkan pada Sky Remington saat sedang menikmati mangsanya. Dia mendekat, membisikkan sesuatu di telinga Seraphina yang membuat gadis itu menegang.

"Aku tahu kau bisa, Sera. Tapi melihatmu marah membuat detak jantungmu meningkat hingga 110 bpm," Lucian melirik arloji pintarnya yang terhubung dengan kalung yang dipakai Seraphina, kalung pemberiannya bertahun-tahun lalu yang tak pernah dilepas gadis itu. "Dan aku tidak suka melihat milikku merasa tidak nyaman karena orang rendahan seperti dia."

Seraphina menatap mata Lucian, mencoba mencari celah, namun yang ia temukan hanyalah kegelapan posesif yang sangat ia kenal, kegelapan yang sama dengan yang dimiliki orang tua mereka.

"Kau gila, Lucian," bisik Seraphina, meskipun ia tidak menjauh.

"Gila? Tidak, Sera," Lucian menyentuh helai rambut Seraphina dengan lembut. "Aku hanya memastikan bahwa di dunia yang kau anggap rendah ini, hanya aku satu-satunya orang yang levelnya cukup tinggi untuk berdiri di sampingmu. Kau boleh sombong pada dunia, tapi bagiku... kau hanyalah lili kecil yang sedang mencoba berduri."

Lucian kembali ke mejanya, meninggalkan Seraphina yang berdiri terpaku dengan jantung yang berdegup kencang, bukan karena marah, melainkan karena ia sadar bahwa ia tidak akan pernah bisa lari dari bayang-bayang seorang Remington.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰

1
awesome moment
wkwkwkwk...hsl scan yg lbh jernih
awesome moment
seraphina sdh diikat lucian bahkan sjk.msh bocil
awesome moment
tu kn...mrk n punya jisa gelap yg saling melengkapi
awesome moment
perang tik tak
awesome moment
mrk n bnr2 saling melengkapi
awesome moment
bnr2 beda mrk
awesome moment
tpt. org yg tpt utk jiwa yg tpt. y mrk. sky dan ozora
awesome moment
dikomentari sembaranga?
awesome moment
mrk n 2 org yg saling terobsesi 1 sm lain
awesome moment
akhirnya...mrk adalah pasangan ibu dan anak yg klop.
awesome moment
salah langkah. sky tu punya pemikiran yg beda. hnya ozora yg paham. membawa kemana arah pemikiran sky.
awesome moment
org cerdas, good looking, pemain watak dan beruang adalah kombinasi yg bisa meluluhlantakkan dunia org yg bikin perkara dgnnya.
awesome moment
cerdas bgts ozora. jd pengin niru dia
ros 🍂: jangan kak😭🙏
total 1 replies
awesome moment
nha kn...smua sdh direncanakan ozora dgn matang. dan...mamanya tau tu.
awesome moment
nah tu kn...bnr. mama ozora tau kekuatan ozora..tp dia membiarkan ozora memilih peran sbg gadis yg polos dan lugu. org2 salah meliat ozora
Sulati Cus
cri khas othor
awesome moment
😄😄😄😄😄kejebak kn? ozora tu cerdik. didikan mamanya. tatto tu jd bukti. bhw mamanya taubsisi kuat dia. dan membiarkan ozora berlindung di sisi lemah yg dia pilih
awesome moment
ozora, bangkitlah jgn sembunyi
awesome moment
jodoh yg menemukan jalannya
awesome moment
pheonix n type sahabat yg bisa diandalkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!