NovelToon NovelToon
Dewa Kematian Dan Hantu Pedang : Menantang Takdir

Dewa Kematian Dan Hantu Pedang : Menantang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:119.2k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Takdir memang gemar memainkan jalannya sendiri, mempertemukan hal-hal yang tampak mustahil dalam satu waktu yang sama. Di masa ini, takdir mempertemukan dua arus waktu yang saling berlawanan. Seseorang dari masa depan yang kembali ke masa lalunya, dan seseorang yang bangkit dari masa lalunya untuk menapaki kembali jalan yang pernah ia lalui.

Apa yang akan terjadi pada takdir keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhasil Bertahan

Di kejauhan, para siluman yang berhenti melarikan diri menatap kubah kura-kura raksasa itu dengan perasaan campur aduk.

Di dalam pusaran petir yang menakutkan, mereka melihat sosok manusia berdiri di garis depan, menahan sebagian besar amukan langit demi dua binatang suci yang bahkan bukan dari rasnya.

Bagi mereka, tindakan Boqin Changing hampir mustahil dipahami. Dalam dunia kultivasi yang dipenuhi perebutan kesempatan, bahkan sesama ras bisa saling mengkhianati demi satu peluang kecil.  Namun pemuda itu… Ia berdiri di sana, menghadapi demi dua binatang suci yang baru dikenalnya.

Di antara para siluman, rasa hormat perlahan tumbuh. Ada yang menunduk tanpa sadar. Ada yang menatap dengan mata berbinar. Ada pula yang hanya diam, merasa sedang menyaksikan sesuatu yang akan menjadi legenda.

Tidak jauh dari sana, Sha Nuo berdiri membeku. Matanya terpaku pada sosok tuan mudanya di dalam badai cahaya itu.

Sha Nuo adalah makhluk yang telah hidup lama. Ia pernah mendengar rasanya disambar petir siksaan dunia. Ia tahu bagaimana daging terbakar dari dalam, bagaimana tulang terasa retak meski tidak hancur, bagaimana rasa sakit itu menembus kesadaran hingga membuat banyak kultivator berharap mati saja.

Dan sekarang… Tuannya menerima sebagian besar dari itu. Tubuh Sha Nuo merinding. Napasnya tertahan.

“Tuan muda…”

Suara itu hanya berbisik di tenggorokannya sendiri.

Ia tahu. Ia benar-benar tahu. Jika ia yang berada di posisi itu, ia tidak yakin mampu tetap berdiri seperti Boqin Changing. Bahkan jika selamat… luka parah hampir pasti tak terhindarkan. Namun di dalam badai itu, Boqin Changing tetap tegak.

Long dan Yue juga merasakannya. Energi petir yang masuk ke tubuh mereka terasa seperti sungai panas yang liar, tetapi masih dapat diarahkan, masih dapat diolah. Mereka bisa bertahan. Itu hanya mungkin karena seseorang sedang menanggung beban terbesar.

Long menggertakkan giginya. Matanya bergetar. Yue bahkan tak mampu berkata apa-apa. Matanya berkaca, menatap sosok pemuda itu dengan campuran syukur dan keterkejutan.

Mereka tidak tahu. Tidak ada yang tahu. Bahwa di balik semua itu… ada sesuatu yang Boqin Changing sembunyikan.

...**********...

Di tengah badai petir yang memekakkan, kesadaran Boqin Changing tetap jernih. Rasa sakit itu nyata. Nyata hingga membuat setiap serat ototnya berteriak.

Namun di balik rasa sakit itu… ada kegembiraan dingin yang berdenyut di dalam pikirannya. Kitab Kuno Tubuh Dewa Kura-Kura…

Ingatan tentang teks usang itu muncul kembali. Kitab tersebut mencatat satu hal yang jarang diketahui dunia kultivasi. Petir siksaan dunia milik binatang suci bukan sekadar ujian evolusi. Bagi mereka yang memiliki teknik pertahanan tubuh tingkat dewa… Petir itu adalah berkah.

Energi petir suci memiliki sifat memadatkan jaringan daging, menguatkan struktur tulang, serta memurnikan lapisan kulit hingga mencapai tingkat ketahanan yang melampaui logika biasa.

Kilatan petir kembali menghantamnya.

Booommmm!!!

Tubuh Boqin Changing bergetar keras. Rasa sakitnya tidak berkurang sedikit pun. Meski kubah kura-kura raksasa menyelimuti area, meski pusaka langit Baju Zirah Naga telah menyatu dengan tubuhnya, meski kualitas tulangnya berada di tingkat tertinggi… Petir siksaan dunia tetaplah petir siksaan dunia. Ia bukan sesuatu yang bisa ditahan tanpa konsekuensi.

Kulit Boqin Changing terasa seperti robek dari dalam. Dagingnya seperti diremas oleh tangan raksasa tak terlihat. Meridian-meridiannya berdenyut liar seperti kawat panas. Boqin Changing menggertakkan giginya hingga hampir berdarah.

Namun pada saat yang sama… ia merasakan sesuatu. Lapisan kulitnya memadat. Serat ototnya mengencang. Tulangnya bergetar dengan nada berat yang dalam. Tubuh dewa kura-kura miliknya… sedang berkembang. Kesadaran itu membuat sudut bibirnya hampir terangkat, jika saja rasa sakitnya tidak begitu brutal.

...*******...

Di luar badai cahaya, Sha Nuo melihat tubuh Boqin Changing disambar petir secara langsung. Kilatan itu menembus kubah, memantul di tanah, lalu menyatu kembali ke tubuh pemuda itu.

Sha Nuo bergidik. Ia bisa melihat jelas getaran pada tubuh tuannya. Bisa melihat bagaimana otot-otot itu menegang, bagaimana napasnya tertahan sesaat setiap kali petir menghantam. Rasa ngeri merambat di tulang punggungnya.

“Seberapa sakit itu…”

Ia tidak berani membayangkan. Namun yang lebih menakutkan baginya adalah fakta bahwa Boqin Changing tidak mundur. Tidak bergeser. Tidak goyah.

Seolah-olah ia memilih untuk berdiri di sana. Dengan sadar. Dengan kemauan sendiri.

Long menutup matanya sejenak, mencoba menenangkan gejolak energi di dalam tubuhnya. Namun inderanya tetap menangkap sosok itu. Sosok manusia yang berdiri di depan mereka. Yang menahan amukan langit.

Long membuka matanya kembali. Sorotnya berubah. Bukan lagi sekadar hormat. Tetapi tekad.

Yue juga perlahan meluruskan tubuhnya, meski masih bergetar. Tatapannya tidak lagi dipenuhi ketakutan murni. Melainkan keyakinan.

Jika pemuda itu bisa berdiri di sana… Maka mereka juga harus bertahan.

Di kejauhan, para siluman menatap pemandangan itu tanpa berkedip. Langit murka. Petir menari. Kubah kura-kura raksasa berdiri seperti benteng alami. Dan di dalamnya… seorang manusia menahan amukan dunia.

Tidak ada yang berbicara lagi. Karena mereka tahu. Apa yang mereka saksikan hari ini… akan menjadi cerita yang diceritakan turun-temurun.

Sementara itu, di pusat badai petir, Boqin Changing menarik napas berat.

Kilatan berikutnya sudah terbentuk di langit. Matanya menyipit. Rasa sakit belum berakhir. Dan ia… belum selesai ditempa.

Langit di atas lembah kembali berubah. Awan hitam yang sempat tercerai perlahan berkumpul lagi, berputar membentuk pusaran raksasa yang menutup seluruh cakrawala. Udara menjadi berat. Tanah bergetar halus, seolah dunia sendiri sedang menahan napas.

Di dalam kubah kura-kura raksasa, Boqin Changing mengangkat kepalanya. Di pusat pusaran itu… sesuatu sedang terbentuk. Petir besar itu akhirnya muncul kembali.

Bukan sekadar kilatan. Bukan sekadar sambaran biasa. Melainkan batang cahaya langit yang tebal, berwarna ungu kebiruan, dipenuhi pola rune alam yang berdenyut seperti urat hidup. Ukurannya jauh melampaui sambaran sebelumnya. Panjangnya seolah menghubungkan langit dan bumi dalam satu garis tak terputus.

Boqin Changing menyipitkan mata. Ia merasakan tekanan spiritual yang belum pernah muncul sepanjang ujian ini. Sepertinya ini… yang terakhir.

Keyakinan itu muncul begitu saja dalam pikirannya. Bukan dugaan, melainkan intuisi kultivator tingkat tinggi yang memahami ritme langit.

Jika ia berhasil menahan ini… Maka evolusi Long dan Yue akan sempurna. Tubuh manusia mereka… akan terbentuk.

Gemuruh keras tiba-tiba memecah langit.

Boooommm!!!

Suara itu begitu besar hingga lembah berguncang. Gunung di kejauhan memuntahkan serpihan batu. Para siluman yang menyaksikan dari jauh langsung menutup telinga, wajah mereka pucat.

Sha Nuo bahkan tanpa sadar mundur selangkah. Matanya melebar.

Petir itu turun. Tidak jatuh… melainkan menyerbu. Cahaya ungu kebiruan menembus awan, merobek udara, dan dalam sekejap menghantam kubah kura-kura raksasa.

Boooommmm!!!!!

Ledakan cahaya memenuhi segalanya. Tubuh Boqin Changing bergetar hebat. Ia menggertakkan giginya.

Rasa sakit yang sebelumnya sudah brutal kini melonjak berkali-lipat. Petir itu tidak lagi terasa seperti pembakaran, melainkan penghancuran. Seolah jutaan jarum panas menembus kulit, daging, tulang, bahkan kesadarannya sekaligus.

Darah merembes keluar dari sudut mulutnya. Kilatan-kilatan petir kecil mulai mengitari tubuhnya, menari di sepanjang otot dan meridian seperti ular cahaya liar.

Napasnya tertahan. Matanya bergetar. Ia benar-benar merasakan kesakitan. Kesakitan yang cukup membuat kultivator mana pun kehilangan kesadaran. Kesakitan yang mampu mematahkan kehendak bahkan makhluk kuat.

Namun Boqin Changing tidak jatuh. Di balik penderitaan itu… matanya tetap tajam. Ia adalah orang yang telah merasakan dua kehidupan. Ia adalah orang yang pernah mencapai puncak dunia.

Ingatan tentang Kitab Kuno Tubuh Dewa Kura-Kura berdenyut dalam kesadarannya. Setiap sambaran petir yang menghancurkan juga sedang membangun. Setiap rasa sakit sedang mengukir fondasi yang lebih kokoh.

Lebih kuat… Lebih padat… Lebih sempurna…

Ia bertahan. Bukan hanya demi Long dan Yue. Tetapi demi menempa tubuh dewa kura-kura miliknya hingga tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Petir terus menghantam. Cahaya terus meledak. Namun perlahan… intensitasnya menurun.

Kilatan raksasa itu mulai memudar, terurai menjadi serpihan cahaya kecil, lalu hilang satu per satu seperti abu yang diterbangkan angin.

Langit yang tadinya gelap pekat perlahan membuka. Awan nampak cerah. Cahaya matahari menembus. Sunyi turun ke lembah.

Kubah kura-kura raksasa memudar seperti kabut. Di tanah yang hangus, Boqin Changing masih berdiri. Pakainya compang-camping, robek di banyak bagian akibat sambaran petir. Kain yang tersisa menempel di tubuhnya yang berotot, memperlihatkan lekuk otot yang padat seperti baja hidup.

Sedikit darah masih terlihat di dekat mulutnya. Ia menghembuskan napas panjang. Lalu perlahan menggerakkan kepalanya ke kiri.

Krek…

Ke kanan.

Krek…

Gerakan sederhana itu diiringi suara otot dan tulang yang menyesuaikan diri setelah ditempa badai langit. Matanya kemudian terangkat.

Di depannya… Dua sosok berdiri. Seorang pria dewasa berambut hijau gelap dengan aura alami yang dalam seperti hutan purba.

Dan seorang perempuan dewasa berambut merah muda, auranya hangat namun menyimpan tekanan spiritual murni yang khas.

Keduanya menatap Boqin Changing dengan mata bergetar. Lalu tanpa ragu, mereka berlutut.

Tanah hangus di bawah lutut mereka retak pelan. Kepala mereka menunduk. Tidak ada kata yang langsung keluar.

Namun sikap itu sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan segalanya. Evolusi telah selesai. Di hadapan mereka… berdiri sosok yang telah membantu mereka melawan langit dan menantang takdir.

1
Nazam Roni
macet thor
Ipung Umam
lanjutkan terus menerus Thor 👍👍
Megs Kitchen
1 tip for Babang Boqin n 1 tip again for om Hantu yah 🥰🥰💕💕
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
y@y@
👍🏾⭐👍🏻⭐👍🏾
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
gak jadi buat daging naga goreng tepung buat lauk sahurnya boqin
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
mari kita buat daging naga goreng tepung
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
Ngabuburit
Iqbal Zein
pokokee joss..
Eka Haslinda
sebelum bola pemanggil datang.. Boqin Changing dah merekrut kembali pasukan nya
Rinaldi Sigar
lnjut
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow pendekar langit 🌽🔥
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
angin kelana
lanjuuuuuttt
Akhmad Baihaki
😍😍😍
Ahmad Ridwan
yok yok besok sudah 5 tahun . waktu nya berngkat ke alam yng lebih tinggi🤣
Raju
meng ngemeng !!
udh lulus mesin scanning NT g thor ??
rate novel mu udh Top 3 besar di fiksi pria...
Raju
walaupon si bogin prnh breinkarnasi...
tpi mencapai ranah pendekar langit di usia semuda itu...!!
itu WAAAAH pakai BANGET.,...
tariii
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!