NovelToon NovelToon
Lupa Bahwa Kau Milikku

Lupa Bahwa Kau Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Tamat
Popularitas:121.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Menikah tanpa kehadiran suami bukanlah impian Sheena. Ia terpaksa menandatangani dokumen pernikahan di catatan sipil hanya didampingi oleh ibu mertuanya, sementara Mark Smith—sang suami—lebih memilih merayakan kelulusan S2-nya di Universitas of Oxford tanpa sedikit pun memberi kabar.

Tiga bulan penuh pengabaian membuat hati Sheena mendingin. Saat Mark pulang dengan aura black flag yang kaku dan dingin, Sheena dipaksa pindah ke mansion pribadi pria itu. Mark bersikap seolah Sheena hanyalah orang asing yang menumpang hidup, karena hatinya masih tertahan pada sosok gadis kecil di halte bus bertahun-tahun lalu—satu-satunya orang yang membolehkannya menangis.

Mark tidak sadar, sapu tangan yang ia simpan bagai nyawa adalah milik wanita yang kini ia abaikan di rumahnya sendiri. Saat kebenaran terungkap, apakah Sheena masih mau menunggu pria yang sudah membuang waktunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjamuan Hambar di Meja Makan

Pagi di mansion Makati dimulai dengan kesunyian yang mencekik. Tidak ada foto pernikahan yang terpajang di dinding, tidak ada sisa kelopak bunga mawar, apalagi ucapan selamat dari kolega bisnis. Pernikahan mereka hanyalah tumpukan dokumen di atas meja birokrasi Calapan. Sebuah rahasia yang terkunci rapat.

Dulu, Ibu Lee Young Ae hampir menangis memohon agar setidaknya ada acara privat di gereja kecil atau makan malam keluarga yang hangat. Namun, Mark menolaknya dengan ledakan amarah yang jarang ia tunjukkan.

"Cukup, Ibu! Berhenti mengatur hidupku!" teriak Mark waktu itu. "Ayah sudah memaksaku membuang gitar dan membusuk di Oxford demi bisnis ini. Sekarang, bahkan setelah dia tiada, dia masih ingin mengatur siapa yang tidur di rumahku? Aku akan menikahinya, tapi jangan harap ada pesta."

Mengingat itu, Mark yang sedang mengancingkan manset kemeja mahalnya, menatap pantulan dirinya di cermin. Ia menghela napas panjang. Sebenarnya, ia sangat menyayangi ibunya. Ia tahu betapa besarnya pengorbanan wanita Korea itu—meninggalkan Seoul, beradaptasi dengan budaya Filipina yang asing, demi cinta pada ayahnya yang keras kepala. Mark sering berpikir, ayahnya sangat beruntung mendapatkan wanita selembut ibunya. Namun, rasa hormat itu tidak lantas membuatnya mau didikte dalam urusan ranjang dan hati.

Di ruang makan bawah, Sheena sudah duduk lebih dulu. Ia mengenakan hoodie abu-abu dan celana jeans, rambutnya dikuncir kuda asal-asalan. Di depannya bukan sarapan mewah, melainkan buku tebal Anatomy & Physiology. Ia tampak sibuk menandai saraf-saraf manusia dengan stabilo kuning.

Mark turun dengan langkah tegap. Ia duduk di kursi ujung, sejauh mungkin dari Sheena. Pelayan meletakkan kopi hitam di hadapannya.

"Ibu meneleponku tadi pagi," Mark membuka suara tanpa menoleh, suaranya dingin seperti es di kutub. "Dia bertanya apakah kita sudah mulai terbiasa satu sama lain. Aku bilang iya, jadi jangan hancurkan kebohonganku saat dia berkunjung lagi."

Sheena tidak mendongak dari bukunya. Mulutnya yang pedas langsung beraksi. "Oh, jadi CEO Smith Group yang agung ini ternyata bisa berbohong demi ibunya? Manis sekali. Tenang saja, Tuan Smith. Aku mahir dalam hal mengabaikan orang, jadi berpura-pura kau tidak ada adalah keahlianku."

Mark mengeratkan pegangan pada cangkir kopinya. "Bagus. Kita jalani hidup masing-masing. Kau dengan kesibukanmu yang entah apa itu, dan aku dengan perusahaanku. Jangan campuri urusanku, dan aku tidak akan peduli kau pulang jam berapa."

Sheena akhirnya menutup bukunya dengan bunyi BRAK yang cukup keras. Ia menatap Mark, kacamata bulatnya sedikit melorot ke ujung hidung.

"Sepakat. Bagiku, kau hanyalah pajangan rumah yang kebetulan berukuran raksasa," ucap Sheena tajam. "Aku berangkat. Jangan sampai kau merindukanku, karena itu akan sangat menjijikkan."

Sheena bangkit, menyampirkan tas ranselnya yang berat di bahu mungilnya, lalu melenggang pergi meninggalkan ruang makan. Ia tidak peduli Mark tahu atau tidak bahwa ia sedang berjuang mati-matian di semester III kedokteran Makati. Baginya, Mark adalah orang asing yang kebetulan berbagi alamat rumah.

Mark terdiam sejenak setelah Sheena pergi. Ruangan itu kembali sunyi. Ia merogoh saku jasnya, menyentuh sapu tangan yang selalu ada di sana. Ada kerinduan yang mendalam di matanya.

Di mana kau, gadis kecil? Batinnya.

Ia membayangkan gadis itu pasti tumbuh menjadi wanita yang lembut seperti ibunya, bukan wanita bermulut tajam seperti Sheena yang baru saja mengatainya "pajangan rumah".

Mark tidak pernah tahu, di dalam diri Sheena tersimpan sebuah bakat suara yang setara dengan Billie Eilish dan hati yang pernah menyelamatkannya belasan tahun lalu. Mereka benar-benar menjadi dua insan yang saling memunggungi, meski takdir sudah mengikat mereka dalam satu nama keluarga yang sama.

1
Edel1215
Saran thor: umur mark 34 tahunan, kalo 24 tu berasa masih mudah bgt, org umum kalo tamat kuliah itu 21 atau 22. Jd berasa bocah sm bocah
W.s • Bae: no sayang, ini sudah segala perhitungan. usia 24 itu lulusan S2. sesuai perhitungan angka usia^^😍
total 1 replies
Fajar Mulia Fitri Maharani
keren cerita nya thor😍
Witha.tarti
Telat ...untuk membaca ini...
Dara Fitriani
seru ceritanya
Inarrr Ulfah
monyat gak tuh🤣🤣🤣
destiana
keren🥰🥰
destiana
aaaaaaaaaa🤗🤗🤗 keren banget ceritanya Thor😘😘😘
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Sri Menanti
mantap thorrrr... 🥰🥰😍keren karya mu.
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
astga nagaaaaaaaa bagus bgt thorrrr😍😍😍 aku padamu pokoknya mah😍
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
baper bgt kalo punya laki model gini nih🤭, kira2 ada g yah di dunia nyata😁
Ira Nadira
mampus lu rasain😒
Ira Nadira
tp di awal td ada kata2 kalo si mathiass tau Senna pemilik sapu tangan itu kan??
Ira Nadira
yahhh pecah perawan dah😁
Ira Nadira
duh thorrrr🤣kan gw yg salting ihhh malu ahh🤭
bagus, ceritanya ringan dan manis. gak ada konflik. tapi panjangkan lah lain kali ceritanya hahah🤣
Ira Nadira
wahhh salut sama si othorrr keren bgt penulisannya😍😍 hampir g ada typo samsek😍😍
Ira Nadira
astaga astagaaaaaaaa😍😍😍 manis bgt sih akhhh🤣🤣
Ira Nadira
dari awal bab g pernah komen karna saking serunya😍😍
W.s • Bae: makasih ya kak😍
total 1 replies
Naufal hanifah
keren /Good//Good//Good/
Sari Purnama
Hmm..saya suka saya suka saya sukaaaaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!