Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 20
"Loh ada motor Bang Kenzo?"ucap Sahara pelaan saat masuk kedalam halaman rumah sederhana tempat tinggal dirinya dan sang ibu.
"Assalamualaikum..."sapa Sahara masuk kedalam rumah.
"Waalaikumsalam..."jawab mereka semua yang ada di dalam rumah.
"Loh, ada Abang juga disini?"ujar Sahara setelah mencium tangan ibunya. Mama Rianty masuk ke dalam dapur akan menyiapkan makan malam untuk mereka makan.
"Bagaimana hari pertama kerja?"tanya Kenzo santai sambil meniupkan asap yang keluar dari mulutnya. Mereka memilih mengobrol di taman samping rumah yang masih rindang dengan pepohonan disana.
"Lumayan capek juga. Namanya juga jadi OG bang,"kekeh Sahara.
"Kenapa nggak kerja di cafe Abang saja bareng sama anak-anak yang lain?"tanya pria beranting di telinganya.
Wajah Kenzo sangatlah tampan dengan rahang tegas, hidung mancung dan tatapan mata yang bahkan sangat tajam. Dia adalah pria yang mengajak dan melindungi Sahara selama mereka kesulitan dengan keuangan mereka.
"Aku masih bisa mencari kerja di tempat lain bang, sedangkan anak-anak kan belum tentu. Jadi biarkan saja mereka yang bekerja disana mencari nafkah untuk keluarga dan sekolah mereka,"jawab Sahara sambil tersenyum manis membuat Kenzo memalingkan wajahnya.
"Apa kabar sama Mami bang?"tanya Sahara.
"Mami sudah jauh lebih baik sekarang. Mungkin dia juga akan tinggal disini,"jawab Kenzo.
"Wah serius bang? Aku rasanya sudah kangen sekali dengan Mami,"jawab Sahara dengan mata berbinar.
Kenzo hanya tersenyum saja melihatnya. Karena memang Sahara dekat dengan ibunya. Hanya saja dua tahun terakhir ibunya berada di luar negri untuk melakukan pengobatan.
"Kamu bersih-bersih dulu Nak... Setelah itu kita makan, ajak juga Kenzo makan dengan kita. Mama sudah masak untuk kalian,"ucap Mama Rianty.
"Ah iya baiklah Ma... Bang aku pamit sebentar ya,"pamit Sahara.
Kenzo hanya mengangguk kecil dan mengambil ponselnya di dalam saku celana.
Setelahnya dia menghubungi seseorang di sebrang sana. Entah siapa yang dia hubungi. Karena pria itu begitu misterius. Sehingga agak sulit di tebak dengan apa yang dia lakukan. Hanya saja, dia adalah pria yang berhati lembut. Dia membuat grup genk motor dan mengumpulkan anak-anak di jalanan kemudian dia bina dan dia beri keterampilan.
Sehingga membuat mereka lebih percaya diri. Dan dia juga mempunyai usaha cafe yang lumayan rame. Sehingga anak-anak itu berkerja disana. Selain suka motor besar, balapan, sparing. Tapi Kenzo juga mengarahkan mereka kedalam hal-hal yang positif.
"Saharaaa..."Panggil Jeni sahabatnya.
"Kamu kesini Jen?" Sahara kaget saat melihat sahabatnya datang sambil tersenyum kearahnya.
"Iya gue bawain lu makanan. Lu pasti belum makan kan? Makan siang dulu gih!"jawab Jeni membuat Sahara tersenyum.
"Kita taman belakang kantor aja."ajak Sahara.
"Ra, mata mereka pada kenapa sih? Kok mereka ngeliatin Lo kek gitu banget? Apa mereka baru pertama kali liat OG cantik ya?"tanya Jeni saat melihat pandangan karyawan yang terlihat tidak suka saat melihat Sahara. Pertanyaan Jeni membuat Sahara terkekeh.
"Sepertinya mereka memang merasa tersaingi ada bidadari masuk ke kantor ini,"jawab Sahara tertawa terbahak.
"Makin percaya diri aja deh Lo jadinya! Kerjaan Lo gimana?"tanya Jeni penasaran.
"Ya cape lah namanya juga kerja jadi Office girl. Ngepel, ngelap di suruh-suruh."jawab Sahara membuat Jeni terkekeh.
"Semangat Ye... Gue gak bisa lama Ra, soalnya gue alasan aja bilang nemenin Lo. Padahal gue abis jalan sama Dava dan gue sekarang harus segera pulang lagi. Soalnya kan gue nggak ada jadwal ngampus,"ucap Jeni terkekeh.
"Jadi makanan ini buat sogokan ke gue gitu?"kesal Sahara. Jeni mengacungkan dua jempolnya dan pergi dari sana.
"Dasar teman durhajana lu..."teriak Sahara. Membuat dirinya di tatap banyak orang yang ada di sekitar sana.
"Maaf... Maaf."ucap Sahara malu kepada semua orang. Semakin saja mereka tidak suka padanya.
Setelah makan dia kembali ke lantai tiga puluh untuk bekerja. Dari pagi dia sedikit aman. Karena Brian dan Raka tidak ada. Entah pergi kemana mereka. Tapi yang pasti Sahara merasa tenang dan damai karena tidak ada Brian membuat dia leluasa untuk bekerja.
[Ra, ke basecamp ada yang ngajak sparing. 10juta, 2round]
Pesan masuk dari Lucky. Sahara sedikit bimbang antara mengambilnya atau tidak. Tapi dia mengingat kembali dia butuh uang untuk kuliahnya. karena ternyata beasiswanya tiba-tiba di cabut entah apa alasannya dia sendiri tidak faham. Sehingga dia juga mulai sekarang dia harus mencari uang untuk biaya kuliah. Ibunya tidak tau akan hal itu. Karena dia tak ingin jika ibunya malah akan kepikiran. Apalagi Mama Rianty sedang memulai bisnis barunya. Bisnis catering rumahan yang akan dia mulai.
"Oke. Gue ambil. Kapan?" balas Sahara.
[ Nanti malam jam 8 ] balas Lucky.
"Oke!"jawab Sahara.
"Aku menggaji kamu bukan untuk memainkan ponsel!"sodara bariton di belakang Sahara mengagetkan dirinya. Brian dan Raka baru saja datang.
"Astaghfirullah... Bikin kaget aja kek jelangkung. Apa susahnya salam kek kalau masuk,"kaget Sahara membuat Brian membolakan matanya sedangkan Raka hanya terkekeh mendengar dan melihat keberanian Sahara bicara kepada Brian seperti itu.
"Kau! Benar-benar. Masuk ke dalam ruanganku!"emosi Brian.
"Astaghfirullah, kena hukuman apa ya?"ucap Sahara pelan.
"Sabar ya... Apalagi mood Brian sedang tidak baik-baik. Kamu berdoa semoga dia tidak menggigitmu,"bisik Raka.
"Rabies dong!"jawab Sahara santai membuat Raka tertawa sambil geleng kepala.
Sahara mengikuti Brian di belakangnya. Langkah panjang Brian memang terlihat sangat kesal dan marah padanya.
Bruuuk
Sahara malah menabrak tubuh Brian saat berada di dalam ruangannya. Saat tak sengaja tiba-tiba Brian berhenti dan berbalik. Bahkan Brian yang juga sedang tidak dalam menjaga keseimbangannya malah terjatuh, kemudian Sahara ikut terjatuh menimpa tubuh Brian.
"astaghfirullah... Apa lagi ini? Kenapa anda malah tiba-tiba berhenti dan ngerem mendadak pak? Padahal tadi kan anda jalan cepet banget kek orang di tagih utang!"cerocos Sahara.
Dia mendongakkan wajahnya dan melihat Brian yang malah terdiam di bawahnya menatap Sahara. Secara tidak sadar pandangan Brian menatap lekat wajah cantik Sahara. Bahkan bibir mungil Sahara yang sedang mengoceh mencuri perhatiannya. Rasanya ingin sekali dia menghap bibir Sahara, bahkan secara tiba-tiba di bawah sana terasa sesak dan mulai menggeliat secara otomatis tanpa di minta.
"Bangun! ngapain kamu masih di atasku. Apa memang ini rencana kamu? Ingin memelukku seperti ini?"ucap Brian ketus padahal dia sedang menutupi kegugupannya.
"Idih, amit-amit,"jawab Sahara bangun dan berdiri tegak di depan Brian. Menunggu hukuman dari pria itu.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶