NovelToon NovelToon
Duda Menyebalkan Itu Jodohku

Duda Menyebalkan Itu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Pengganti / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Vania selebgram terkenal dengan cantik yang berasal dari keluarga kaya. Hidupnya bergelimang harta sedari dia kecil, meski begitu ia tidak pernah kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Ketika usianya sudah cukup untuk menikah, dia bertemu dengan laki-laki idamannya. Dia baik dan penyayang, semua kehidupannya nyaris sempurna. Tapi kayaknya pepatah manusia tidak ada yang sempurna. Kehidupan sempurnanya berubah seratus delapan puluh derajat begitu kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Ia hidup sendirian, di saat dia berkabung sanak keluarganya malah sibuk mengurus harta benda dan menelantarkan dirinya. Kekasihnya yang menjadi harapan satu-satunya pergi meninggalkannya dan memilih bersama wanita lain. Hidupnya berada di ujung tanduk, ketika hidupnya berada di titik terendah. Takdir mempertemukannya dengan duda menyebalkan beranak satu. Demi kelangsungan hidupnya ia terpaksa menerima pinangan duda beranak satu itu. Lalu bagaimana kehidupan Vania selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Berita terkini.

Vania seorang yang paling sering terkenal kini jarang tampil di sosial media setelah orang tuanya wafat. Inilah kondisi influencer cantik itu saat ini.

Vania sang influencer yang naik daun beberapa minggu yang lalu nyaris depresi di sejajar kecelakaan yang dialami oleh kedua orang tuanya. Dari beberapa berita yang tersebar, gadis cantik itu juga mendapat tekanan dari keluarga besarnya karena  merupakan pewaris tunggal.

Kecelakaan yang dialami oleh kedua orang tua saya masih menjadi misteri. Kepolisian setempat menduga kecelakaan itu terjadi karena disengaja, saat ini kepolisian sedang berusaha menyelidiki lebih dalam siapa dan apa motif pelaku.

Di sela-sela kesibukan akting drama seriesnya, Farel aktor tampan yang berstatus duda itu membaca deretan berita mengenai Vania di ponselnya. Iya duduk santai melepas karena usai syuting dilaksanakan, dibukanya gua kancing kemeja yang dia pakai supaya mengurangi rasa panas di tubuhnya.

Banyak sekali berita berseliweran di ponselnya mengenai Vania, mulai dari masalah asmara hingga wafatnya kedua orang kaya akibat kecelakaan. Farel merasa iba dengan cobaan yang dialami Vania.

"Cobaan yang menimpa Vania begitu banyak, gak terbayang bagaimana sakitnya jadi dia, kasihan sekali,"gumam Farel, ia kembali memperhatikan foto Vania yang berada di layar ponselnya." Entah kenapa setiap kali aku lihat wajah Vania rasanya gak asing. Coba aku cari di internet siapa tahu ada foto dia sebelum jadi terkenal seperti sekarang."

Farel kemudian beralih ke mesin pencari, ia mengetikkan kata kunci foto Vania sebelum menjadi terkenal. Tak butuh waktu lama, muncul beberapa foto Vania ketika masih remaja.

"Dia pernah jadi model remaja,"gimana Farel sambil melihat foto masa remaja Vania.

"Maaf mengganggu, Pak. Bapak mau makan siang di mana hari ini?" Suara asistennya yang tiba-tiba muncul sedikit mengagetkan Farel. Dengan mata yang masih tertuju pada layar ponselnya, Farel mendongak perlahan, matanya menerawang sejenak mencari jawaban.

"Kayaknya kita makan dekat sini saja. Saya tak ingin pergi jauh," jawab Farel, suaranya terdengar lelah. Dengan perlahan, dia mematikan ponsel yang tergeletak di atas meja kerjanya.

"Oh, kalau begitu di depan saja, Pak. Ada tukang ketoprak lewat. Mau saya pesan itu saja?" tanya asistennya, menawarkan pilihan yang praktis.

Farel menghela nafas, seolah-olah membebaskan sedikit beban pikiran. "Tidak, gak usah. Kita makan di sana saja, sekalian cari angin. Saya butuh suasana baru," ucapnya, mengambil keputusan akhir.

"Baik, Pak," sahut asistennya dengan nada yang penuh pengertian.

Farel menyimpan mengantongi ponselnya, ia kemudian beranjak dari kursi. Asistennya mempersilahkan Farel untuk berjalan terlebih dahulu. Dua pria itu keluar dari tempat syuting untuk mencari makan siang. Cuaca cukup membuat Farel semakin gerah, ia butuh sesuatu yang sejuk untuk menyegarkan tenggorokannya.

Ketika sampai di tempat yang di maksud asistennya ternyata yang membeli ketoprak bukan hanya warga sekitar, tapi beberapa kru juga sedang makan di sana.

"Makan pak Farel," sapa salah satu kru.

Farel mengangguk." Iya mas, saya juga mau makan ni. Keliatannya ketopraknya enak, saya jadi makin lapar," ujar Farel sembari mengelus perut keroncongannya. Kemudian ia duduk beralaskan tikar dan bergabung dengan para kru.

"Saya pesan dulu ya, pak." Ujar asistennya.

"Iya, tolong sekalian air mineral dinginnya juga ya, kebetulan panas banget hari ini."

"Siap, pak."

Adam duduk dengan nyaman di bawah pohon yang rindang sehingga sinar matahari tidak terlalu menyorot ke arahnya. Ia menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya, ia seketika teringat akan foto Vania yang masih remaja. Farel benar-benar tidak asing dengan wajah itu, apakah sebelumnya dia pernah bertemu dengan Vania di masa lalu? Farel menggelengkan kepalanya, bingung dengan dirinya sendiri yang tiba-tiba memikirkan Vania. Ia merogoh ponselnya dan memilih untuk menghubungi putri kecilnya.

"Selamat siang, Pak. Saya mbok."

"Siang mbok, eum Cila sudah pulang sekolah?" tanya Farel.

"Sudah pak, kebetulan tadi non Cila diantar sama Bu guru. Beliau tadi nanyain bapak juga."

"Oh iya, kalau begitu tolong kasih ponselnya ke Cila ya, mbok, saya mau video call."

"Baik pak, sebentar."

Sembari menunggu sambungan panggilan video pada putrinya tersambung, Farel menyandarkan tubuhnya di pohon. Ia melihat asistennya masih menunggu giliran untuk memesan. Begitu wajah Cila muncul di layar, Farel lantas mengarahkan kamera depannya  panggilan video.

"Halo, papa,"ucap Cila dengan riang.

"Halo sayangnya papah, kamu lagi main ya?"

Cila mengangguk kemudian tersenyum." Iya pah, Cila lagi main masak-masakan. Siapa tahu kalau Cila punya mamah baru, Cila bisa bantuin masak."

"Ah begitu ya, anak papah memang pintar."

"Pah," raut wajah Cila berubah menjadi sendu. " Kasihan ya Tante Vania, pasti sekarang Tante Vania sedih banget."

"Memangnya kenapa nak?" tanya Farel pura-pura tidak tau, ia sudah menduga pasti putrinya sudah mengetahui berita soal Vania.

"Orang tua Tante Vania udah gak ada."

"Cila tau dari mana?"

"Tau dari televisi pah, tadi Cila gak sengaja liat berita. Pah, Cila mau hibur Tante Vania, supaya Tante Vania bisa senyum lagi. Tapi, papah bilang belum boleh ketemu Tante Vania. Pasti sekarang Tante Vania kesepian kayak Cila."

"Tunggu papah pulang ya, nak. Jangan ke sana sendiri, papah takut kamu kenapa-napa. Sudah makan siang nak? Tapi si sekolah belajar apa?"

Cila mengangguk." Udah pah, pulang sekolah Cila langsung makan. Cila tadi belajar menggambar, nilai Cila bagus loh pah, papah mau lihat?"

Farel mengangguk, kemudian putrinya menaruh ponsel yang dia pegang dan disandarkan ke sesuatu agar tidak terjatuh. Kemudian gadis itu berada dan berlari kecil mengambil tas miliknya. Saya sangat senang begitu melihat putrinya terlihat semangat belajar di sekolah. Di sisi lain asistennya, sudah berhasil mendapatkan dua porsi ketoprak dan air mineral dingin. Asistennya itu langsung menyuguhkan hidangan itu pada Farel. Tanpa basa-basi Farel langsung meneguk air mineral itu sampai tersisa setengah.

Di layar terlihat jelas Cila sedang mengeluarkan buku gambar dari tasnya. Kemudian gadis kecil itu kembali menghadap ke arah kamera, gadis itu menarik nafas dalam kemudian kedua tangannya membuka buku gambar tersebut dan menunjukkan hasil karyanya kepada sang ayah.

"Gimana pah, gambar Cila bagus gak?" Tanya gadis itu sembari menunjukkan hasil karyanya.

Melihat hasil gambar putrinya membuat Farel tersedak kemudian ia tercengang melihatnya. Asistennya yang berada di samping Farel melihatnya dengan tatapan heran.

"Bapak kenapa? Kalau makan pelan-pelan toh."

Farel menggelengkan kepalanya." Bukan karena itu, coba deh lihat ini," ujar Farel sembari menunjukkan panggilan videonya bersama putrinya.

"Di sekolah Cila disuruh Bu guru untuk gambar keluarga. Jadi Cila gambar papa, Cila,dan tante Vania." Gadis kecil itu kemudian menunjukkan gambar peri yang berada di buku gambarnya." Nah, Kalau peri ini adalah Mama," jelas Cila.

Asistennya terbelalak, takjub dengan hasil karya Cila yang begitu mengagumkan. "Anak yang sangat kreatif, sampai-sampai bapakku tersedak gara-gara melihat gambar kamu," bisiknya dengan rasa takjub yang mendalam.

Farel menghela nafas panjang, sambil menepuk jidatnya, rasa kagum dan kebingungan yang bercampur aduk. Dalam gambar itu, Farel dan Vania digambarkan sebagai satu keluarga, membuatnya hanya bisa meringis sambil memberikan jempol. Dia terdiam, bingung harus mengucapkan apa, hatinya dipenuhi rasa haru dan kekaguman. Secara diam-diam, Farel meneguk air mineralnya hingga habis, pikirannya melayang ke Vania. "Kemarin Vania, hari ini Vania, besok juga Vania. Kenapa dia selalu ada dalam setiap sudut kehidupanku?" gumam Farel dalam hati, perasaannya bercampur antara gundah dan takjub dengan kenyataan yang baru saja tersingkap melalui kreativitas putrinya.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
falea sezi
bodoh kn ada tuh fto dio. up aja lah bego
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!