NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Bukti di Balik Layar Kaca

"Rin, ini ponselmu," ucap Azkar rendah. "Mas kembalikan. Mas tidak akan lagi mengecek atau melarangmu berhubungan dengan teman-temannmu. Itu hakmu."

Rina melirik ponsel itu dengan tatapan datar. Ia tetap diam, namun jemarinya bergerak sedikit, menyentuh pinggiran benda persegi itu.

Azkar kemudian membuka sebuah aplikasi pesan dan menunjukkan sebuah surel (email) serta pesan resmi dari pihak sekolah Rina. "Lihat ini... Mas sudah bicara dengan Kepala Sekolahmu kemarin. Mas sudah melunasi semua administrasinya dan memastikan namamu tetap terdaftar di kelas 2 SMA. Mereka menunggu kamu sembuh, Rin. Seragammu juga sudah Mas siapkan di rumah."

Mata Rina terpaku pada layar ponsel itu. Ada namanya di sana, tertera jelas sebagai siswi aktif. Sesuatu yang ia kira sudah mati bersama pernikahannya, ternyata dihidupkan kembali oleh pria yang hampir membuatnya menyerah pada hidup.

Keheningan yang Beradu

Gus Azkar menunggu Rina bereaksi—berteriak, menangis, atau sekadar berucap terima kasih. Namun, Rina tetap pada pilihannya: Diam.

Rina hanya menatap layar itu lama, lalu perlahan memalingkan wajahnya ke arah jendela, menatap langit sore yang mulai menguning. Ia mendengarkan detak jantungnya sendiri yang masih lemah. Dalam diamnya, Rina sedang menimbang-nimbang; apakah ini hanya tipu daya sesaat agar aku menurut, ataukah ini awal dari hidup yang baru?

Meskipun mulutnya terkunci, batin Rina mulai memproses sebuah kenyataan baru. Pria di sampingnya ini, yang dulu sangat ia takuti, kini justru menjadi orang yang mengembalikan mimpinya.

Azkar tidak memaksa. Ia mengerti bahwa kepercayaan yang sudah hancur lebur tidak bisa direkatkan kembali hanya dengan satu tindakan. Ia kembali duduk dengan tenang, menjaga jarak yang membuat Rina merasa aman.

"Mas tidak minta kamu percaya sekarang," bisik Azkar. "Mas hanya ingin kamu tahu, dunia tidak seburuk yang kamu bayangkan tempo hari. Istirahatlah, Mas akan tetap di sini menjagamu dalam diam."

____________________________________________________

Rina masih memilih untuk membisu, memproses segala perubahan yang terjadi secara tiba-tiba.

____________________________________________________

Gus Azkar tertegun. Kalimat yang keluar dari bibir pucat Rina itu terasa lebih dingin daripada suhu ruangan ICU ini. Suara Rina terdengar datar, tanpa emosi, seolah jiwa yang berbicara itu memang benar-benar sudah tidak lagi memiliki gairah untuk menginjakkan kaki di bumi.

Azkar perlahan menarik tangannya yang tadi berada di dekat ponsel Rina. Ia menyadari bahwa seribu janji dan bukti fisik belum cukup untuk menyembuhkan luka batin yang sudah mendarah daging.

Jiwa yang Dipaksa Pulang

Rina menatap lurus ke depan, matanya yang sayu tidak menunjukkan binar kebahagiaan sedikit pun meskipun kabar sekolah sudah di depan mata.

"Itu menurut Anda, bukan saya," ucap Rina lirih, setiap kata terasa sangat berat keluar dari tenggorokannya yang kering. "Saya kembali ke dunia karena saya didorong... ini bukan keinginan saya sepenuhnya."

Kalimat itu bagai hantaman keras di dada Azkar. Ia baru sadar bahwa bagi Rina, kembali ke dunia ini bukanlah sebuah hadiah, melainkan sebuah paksaan yang harus ia jalani kembali. Rina merasa "dibuang" kembali ke realita yang tidak diinginkan oleh sosok-sosok di alam bawah sadarnya tadi.

Setelah mengucapkan itu, Rina kembali menutup mulutnya rapat-rapat. Ia memalingkan wajah ke arah dinding, membelakangi Azkar, menunjukkan penolakan yang sangat jelas. Ia kembali dalam diam yang membeku, seolah-olah ia hanya raga tanpa nyawa yang terpaksa bernapas karena tuntutan medis.

Penyesalan yang Tak Berujung

Azkar tertunduk, tangannya mengepal di atas pangkuannya. Ia merasa sangat kecil. Ternyata, selama ini ia hanya mementingkan egonya sendiri—ingin Rina sembuh agar rasa bersalahnya hilang, ingin Rina sekolah agar ia dianggap suami yang baik. Namun ia lupa menanyakan satu hal: Apakah Rina masih ingin hidup bersamanya?

"Maafkan Mas, Rin..." bisik Azkar dengan suara yang nyaris hilang. "Mas tidak tahu kalau kembali ke sisi Mas adalah beban bagimu."

Suasana ruangan kembali sunyi, hanya menyisakan bunyi detak jantung di monitor yang seolah mengejek keheningan di antara mereka. Di luar pintu, Ibu Rina yang mendengar percakapan itu lewat celah pintu hanya bisa menutup mulutnya menahan tangis.

Mereka semua menyadari satu hal: tubuh Rina itu mudah, namun membangkitkan keinginannya untuk hidup adalah perjuangan yang sesungguhnya.

Rina masih dalam mode penolakan yang sangat kuat terhadap dunianya sekarang.

1
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
angel
cerita nya lumayan bagus untuk halaman pertama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!