NovelToon NovelToon
Membuang Tunangan Sampah, Ku Nikahi Pamannya

Membuang Tunangan Sampah, Ku Nikahi Pamannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

Di khianati tunangan sampah, eh malah dapat pamannya yang tampan perkasa!

Cerita berawal dari Mayra andini kusumo yang mengetahui jika calon suaminya Arman, berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri.

Di hari pernikahannya mayra mengajak Dev-- paman dari Arman untuk menikah dengan nya, yang kebetulan menjadi tamu di pernikahan keponakannya. Dan mayra juga membongkar perselingkuhan arman dan Zakia yang di lakukan di belakangnya selama ini.


Cerita tidak sampai di situ, setelah menikah dengan Dev, Mayra jadi tahu sisi lain dari pria dingin itu.

Dapatkan mayra meluluhkan hati Dev yang sekeras batu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari- hari sebelum badai

Mayra meninggalkan The Hermitage dengan kontrak bertanda tangan di dalam tasnya dan perasaan campur aduk di dadanya. Di satu sisi, dia lega--rencananya akan berjalan. Dev setuju. Tiga hari lagi, dia akan mendapat balas dendamnya.

Tapi di sisi lain, ada rasa takut yang mulai merayap. Ini benar-benar terjadi. Dia akan menikah dengan pria yang bahkan tidak dia kenal dengan baik. Tinggal satu atap dengannya. Menjadi istrinya--meski hanya di atas kertas.

Saat mengemudi pulang, Mayra terus mengulang percakapan terakhir mereka sebelum berpisah.

"Tiga hari lagi, saya akan ada di barisan belakang gereja. Saat pastor bertanya apakah ada yang keberatan, lakukan seperti yang Anda rencanakan. Sisanya serahkan pada saya," kata Dev sambil berdiri, bersiap pergi.

"Bapak... yakin dengan ini?" tanya Mayra sekali lagi--memberi kesempatan terakhir untuk Dev mundur.

Dev menatapnya dengan tatapan yang sulit dibaca. "Saya tidak pernah membuat keputusan yang saya tidak yakin, Nona Kusumo. Pertanyaannya: apa Anda yakin?"

Mayra menegakkan bahunya, menatap balik dengan mata penuh keteguhan."Sangat yakin."

"Bagus," Dev mengangguk. "Satu lagi. Setelah ini, panggil saya Dev. Bukan Pak Dev. Kita akan menjadi suami istri, formalitas berlebihan akan terlihat aneh."

Mayra tertegun sebentar, lalu mengangguk. "Baik... Dev."

Nama itu terasa asing di lidahnya. Tapi juga... pas.

*Dev tersenyum tipis. "Sampai jumpa tiga hari lagi, Mayra."

Itu pertama kalinya Dev memanggil namanya tanpa embel-embel "Nona". Dan entah kenapa, cara dia mengucapkan nama itu--dengan suara dalam yang tenang--membuat jantung Mayra berdetak sedikit lebih cepat.

Sekarang, duduk di dalam mobilnya yang terparkir di garasi rumah, Mayra menatap kontrak yang sudah ditandatangani. Tanda tangannya dan tanda tangan Dev, berdampingan di kertas legal itu.

Ini nyata. Ini benar-benar akan terjadi.

Mayra mengambil napas dalam, lalu keluar dari mobil dan masuk ke rumah. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Rumah sepi, ayahnya mungkin sudah tidur, Siska dan Zakia entah di mana.

Mayra naik ke kamar dengan langkah lelah. Begitu pintu tertutup, dia bersandar di balik pintu dan merosot ke lantai. Semua ketegangan yang dia tahan sejak tadi akhirnya meledak.

Tapi bukan dalam bentuk tangisan.

Mayra tertawa.

Tawa kecil yang perlahan menjadi tawa lepas. Dia tidak bisa percaya dia benar-benar melakukan ini. Rencana gila yang bahkan tidak pernah terlintas di pikirannya seminggu yang lalu, sekarang akan benar-benar terjadi.

Tiga hari lagi, Arman dan Zakia akan mendapat pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.

...----------------...

Hari H minus 3

Pagi itu, Mayra bangun dengan perasaan berbeda. Lebih ringan. Lebih... berkuasa.

Dia sudah punya rencana. Sudah punya sekutu. Sekarang dia hanya perlu memastikan semuanya berjalan sempurna di hari H.

Saat sarapan, Zakia duduk di seberang dengan roti panggang dan jus jeruk, ia sedang scrolling Instagram dengan santai.

"Pagi, dek! Tinggal tiga hari lagi ya! Excited nggak sih?" tanya Zakia dengan senyum yang dibuat-buat manis.

Mayra tersenyum balik--senyum yang sama manisnya, tapi dengan makna yang sangat berbeda. "Sangat excited, Kak. Aku nggak sabar."

"Aku juga nggak sabar ngeliat kamu jadi pengantin cantik," kata Zakia sambil meraih tangan Mayra dan meremasnya dengan "penuh sayang". "Kamu pasti akan jadi pengantin paling cantik."

Mayra menatap tangan Zakia yang menyentuh tangannya--tangan yang sama yang menyentuh tubuh Arman dengan intim. Perutnya mual, tapi dia tahan.

"Terima kasih, Kak. Dan terima kasih juga sudah mau jadi bridesmaid-ku. Artinya banyak buat aku," kata Mayra dengan tulus yang dipalsukan.

Zakia tersenyum lebar. "Sama-sama, dek. Aku kan kakakmu. Aku akan selalu ada buat kamu."

"Sampai kamu merebut tunanganku, kan?" batin Mayra dengan sinis.

Tapi dia hanya tersenyum manis dan melanjutkan sarapan.

Siang harinya, Mayra mendapat panggilan dari Arman.

"Sayang, kita lunch bareng yuk. Aku kangen," kata Arman dengan suara yang dibuat-buat manja.

Mayra menatap ponselnya dengan perasaan jijik. Tapi dia harus tetap main peran.

"Boleh, sayang. Di mana?"

"Di Sky Dining, Plaza Indonesia. Aku book yang private room ya. Biar kita bisa quality time sebelum sibuk pernikahan," jawab Arman.

Private room. Quality time. Kata-kata yang dulunya membuat Mayra berbunga-bunga, sekarang hanya membuat perutnya mual.

"Oke, sayang. Jam berapa?"

"Jam 1. Aku jemput ya."

"Oke. Love you."

"Love you too, calon istriku."

Mayra menutup telepon dan menatap layar dengan tatapan kosong. Tiga hari lagi, dan dia tidak perlu lagi berpura-pura mencintai pria itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Lunch dengan Arman berlangsung di private dining room yang mewah dengan pemandangan Jakarta dari ketinggian. Arman memesan makanan favorit mereka--wagyu steak dan lobster thermidor--dan terus berbicara tentang betapa excitednya dia dengan pernikahan mereka.

"Aku sudah atur semuanya untuk honeymoon kita di Edinburgh. Hotel bintang lima disana dengan sunset view. Kamu pasti suka," kata Arman sambil memegang tangan Mayra di atas meja.

Mayra tersenyum. "Kedengarannya sempurna, sayang."

"Dan aku juga sudah beli rumah buat kita di Kemang. Modern minimalist, sesuai selera kamu. Nanti habis honeymoon kita langsung pindah ke sana," lanjut Arman dengan mata berbinar.

Rumah. Honeymoon. Masa depan.

Semua rencana untuk kehidupan yang tidak akan pernah terjadi.

"Kamu selalu tahu apa yang aku mau," kata Mayra sambil memaksakan senyum.

Arman mengangkat tangan Mayra dan menciumnya. "Karena aku mencintaimu, May. Kamu adalah segalanya buat aku."

Bohong. Semuanya bohong.

Tapi Mayra tidak bilang apa-apa. Dia hanya tersenyum dan membiarkan Arman terus berbicara tentang masa depan palsu mereka.

Saat Arman pergi ke restroom sebentar, ponsel Mayra bergetar. Pesan dari nomor tidak dikenal, tapi dia tahu ini dari Dev.

"Sudah siap untuk tiga hari lagi?"

Mayra tersenyum kecil sambil mengetik balasan:

"Sangat siap."

Balasan Dev datang cepat:

"Bagus. Jangan nervous. Saya akan ada di sana."

Entah kenapa, pesan singkat itu membuat Mayra merasa... aman. Seperti ada seseorang yang mendukungnya, yang ada di pihaknya.

"Terima kasih, Dev."

Mayra menyimpan ponselnya saat Arman kembali, dan melanjutkan makan siang dengan pria yang tidak dia cintai lagi.

...----------------...

Hari H minus 2

Hari ini adalah hari rehearsal dinner, acara makan malam untuk latihan prosesi pernikahan dengan keluarga dekat dan bridal party.

Mayra harus datang ke gereja tempat mereka akan menikah, berjalan di aisle untuk latihan, berlatih exchange vows, dan tersenyum untuk semua orang.

Saat dia berjalan di aisle dengan lengan ayahnya-- latihan untuk hari H- dan Mayra menatap Arman yang berdiri di altar dengan senyum lebar.

Pria itu terlihat sempurna di mata semua orang. Tampan, sukses, dari keluarga baik.

Tapi Mayra tahu kebenarannya. Di balik senyum itu ada kebohongan. Di balik janji-janji manisnya ada pengkhianatan.

"Kamu cantik sekali, sayang," bisik Bambang di sebelahnya dengan suara bergetar, ayahnya hampir menangis karena haru.

Mayra merasakan dadanya sesak. Ayahnya yang polos tidak tahu apa-apa. Tidak tahu bahwa dua hari lagi, di tempat yang sama ini, akan ada chaos yang tidak pernah dia bayangkan.

"Terima kasih, Pa," bisik Mayra sambil memegang erat lengan ayahnya.

Setelah latihan selesai, mereka semua pindah ke restoran untuk rehearsal dinner. Meja panjang sudah dihias cantik, makanan mewah tersaji, wine mengalir.

Mayra duduk di samping Arman, berhadapan dengan Zakia yang tersenyum manis sambil sesekali melirik ke Arman.

Pak Hendra--ayah Arman--berdiri untuk memberikan toast.

"Dua hari lagi, anak kami akan menikah dengan wanita yang luar biasa. Mayra, kami sangat senang kamu akan jadi bagian dari keluarga Prasetyo," kata Pak Hendra sambil mengangkat gelas wine.

Semua orang bertepuk tangan. Mayra tersenyum dan mengangguk sopan.

Tapi pikirannya melayang: Dua hari lagi, keluarga Prasetyo akan malu besar. Dan aku tidak sabar untuk melihatnya.

Setelah Pak Hendra, giliran Bambang yang memberikan speech.

"Mayra adalah harta paling berharga dalam hidup saya. Sejak istrinya meninggal, Mayra lah yang memberi saya alasan untuk terus hidup," suara Bambang bergetar. "Arman, saya serahkan putri saya pada Anda. Tolong jaga dia dengan baik. Tolong buat dia bahagia."

Arman berdiri dan memeluk Bambang. "Saya berjanji, Pak. Saya akan menjaga Mayra dengan sepenuh hati."

Mayra merasakan dadanya sesak melihat ayahnya yang polos mempercayai pria sampah itu.

"Maafkan aku, Pa. Tapi aku harus melakukan ini, "batin Mayra.

Malam itu berlanjut dengan tawa, obrolan, dan perayaan. Semua orang terlihat bahagia.

Kecuali Mayra.

Di balik senyumnya, dia sedang menghitung mundur.

Empat puluh delapan jam lagi.

......................

Hari H minus 1

Hari terakhir sebelum pernikahan.

Mayra bangun dengan perasaan yang sangat aneh--campuran antara nervous, excited, dan takut.

Besok adalah hari di mana seluruh hidupnya akan berubah. Tidak ada jalan kembali setelah ini.

Pagi itu, Mayra pergi ke salon untuk treatment hari pernikahan--facial, hair spa, manicure, pedicure. Semua persiapan agar dia terlihat sempurna besok.

Saat dia duduk di kursi salon dengan masker wajah, ponselnya bergetar. Pesan dari Dev.

"Besok jam berapa prosesi dimulai?"

"Jam 2 siang. Prosesi masuk gereja jam 2.30."

"Baik. Saya akan ada di sana jam 2."

Mayra menatap pesan itu dengan jantung berdebar.

"Dev... terima kasih. Untuk semuanya."

Balasan Dev datang setelah beberapa menit:

"Jangan berterima kasih dulu. Tunggu sampai semuanya selesai. Dan Mayra—apapun yang terjadi besok, jangan ragu. Lakukan sesuai rencana. Saya akan back up Anda."

Mayra tersenyum kecil. Entah kenapa, kata-kata Dev memberinya kekuatan.

"Oke. Sampai jumpa besok."

"Sampai jumpa, calon istri."

Mayra menatap kata-kata "calon istri" itu dengan perasaan aneh. Besok, dia akan benar-benar menjadi Nyonya Armando.

Bukan Nyonya Prasetyo seperti yang semua orang kira.

Sore harinya, Mayra mendapat surprise dari Arman, dia datang ke rumah Mayra dengan buket bunga mawar merah yang sangat besar.

"Besok kita tidak akan bertemu sampai di altar. Jadi aku mau kasih ini sekarang," kata Arman sambil menyerahkan bunga itu.

Mayra menerima dengan senyum palsu. "Terima kasih, sayang. Ini cantik sekali."

Arman menarik Mayra ke dalam pelukan. "Besok kamu akan jadi istriku. Aku nggak sabar, May."

Mayra membalas pelukan itu sambil menatap kosong ke depan. Ini pelukan terakhir. Besok, semuanya akan berakhir.

"Aku juga nggak sabar," bisiknya.

Setelah Arman pergi, Mayra naik ke kamar dengan buket bunga di tangan. Dia melempar bunga itu ke tempat tidur dan menatapnya dengan tatapan kosong.

Besok.

Besok adalah hari di mana Arman dan Zakia akan mendapat pelajaran terbesar dalam hidup mereka.

Besok adalah hari di mana Mayra akan mengambil kendali atas hidupnya sendiri.

Besok adalah hari di mana semuanya berubah.

Mayra membuka lemari dan menatap gaun pengantinnya, gaun putih mewah dengan detail lace yang rumit, train panjang yang dramatis, veil yang anggun. Gaun yang seharusnya dia pakai untuk menikah dengan Arman.

Tapi besok, dia akan memakainya untuk menikah dengan Dev.

Mayra menyentuh kain halus gaun itu dengan perasaan campur aduk.

"Besok," bisiknya pada bayangannya sendiri di cermin. "Besok adalah harimu, Mayra. Jangan takut. Jangan ragu. Lakukan."

Malam itu, Mayra hampir tidak tidur. Dia terus mengulang rencana di kepalanya. Setiap detail. Setiap langkah.

Saat pastor bertanya "Apakah ada yang keberatan?", dia akan angkat suara.

Dia akan memanggil Dev.

Dia akan membongkar skandal Arman dan Rania.

Lalu dia akan menikah dengan Dev di depan semua orang.

Sesederhana itu--dalam teori.

Tapi Mayra tahu besok tidak akan sesederhana itu. Akan ada drama. Akan ada chaos. Akan ada orang yang marah, shock, bingung.

Tapi Mayra siap.

Dia sudah kehilangan segalanya--harga diri, kepercayaan, cinta yang dia kira tulus.

Besok, dia akan mendapatkannya kembali.

Dengan caranya sendiri.

Subuh, saat matahari belum terbit, Mayra duduk di tepi tempat tidur dengan gaun pengantin yang sudah terpasang di mannequin, makeup dan aksesoris sudah disiapkan rapi.

Ponselnya bergetar. Pesan dari Dev.

"Selamat pagi. Hari ini adalah hari besar kita. Anda siap?"

Mayra tersenyum--senyum pertamanya yang tulus sejak lama.

"Sangat siap. Terima kasih, Dev. Untuk segalanya."

"Sama-sama, Mayra. Kita akan melewati ini bersama. Saya akan ada di sana."

Mayra memeluk ponselnya sebentar, merasakan kehangatan dari kata-kata singkat itu.

Lalu dia berdiri, menatap pantulan dirinya di cermin.

Hari ini adalah hari pernikahannya.

Tapi bukan seperti yang semua orang kira.

Hari ini, Mayra Andini Kusumo akan menunjukkan pada dunia bahwa dia bukan wanita yang bisa diinjak-injak.

Hari ini, dia akan bangkit.

Dan dia akan menang.

****

Bersambung...

1
arniya
mampir kak
Siti Maryati
enak alur ceritanya
Siti Maryati
👏👏👏👏
Ryn
lanjut thourr
Siti Maryati
aku juga siap .....
menunggu mu update lagi
Siti Maryati
Doble triple ya up nya
olyv
lanjut....
Siti Maryati
seru
Siti Maryati
ditunggu up nya ya
astr.id_est 🌻
😄😄 wahh karya baru lagi thor semangat terus ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!