NovelToon NovelToon
Cinta Di Balik Gerobak Soto

Cinta Di Balik Gerobak Soto

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Berondong
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Setelah diselamatkan dari penculikan maut oleh Pratama, seorang penjual soto sederhana, Luna justru terjebak fitnah warga yang memaksa mereka menikah. Situasi kian pelik karena Pratama masih terikat pernikahan dengan Juwita, istri materialistis yang tanpa ragu "menjual" suaminya seharga Rp50 juta sebagai syarat cerai.
​Demi menolong pria yang telah menyelamatkan nyawanya, Luna membayar mahar tersebut dan memilih menyembunyikan identitas aslinya sebagai putri tunggal seorang CEO kaya raya. Ia rela hidup dalam kesederhanaan dan mengaku hanya sebagai guru TK biasa. Di tengah rasa bersalah Pratama yang berjanji akan bekerja keras membalas kebaikannya, ia tidak menyadari bahwa istri barunya memiliki kuasa untuk membalikkan nasib mereka dalam sekejap mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Arini turun dari lantai atas dengan langkah terburu-buru, membawa dokumen yang baru saja ditandatangani. Namun, matanya menyapu seluruh penjuru restoran dan ia tidak mendapati keberadaan Luna di meja sudut tadi.

Meja itu kosong, hanya menyisakan tas kecil Luna yang masih tergeletak di sana.

Firasat buruk seketika menghantam dada Arini. Ia berlari keluar menuju lobi dan berlanjut ke area depan restoran dengan wajah pucat pasi.

"Nyonya! Nyonya Luna!" teriaknya histeris, namun yang terdengar hanyalah deru bising kendaraan di jalan raya.

Arini segera merogoh ponselnya dengan tangan gemetar. Ia menghubungi tim keamanan pusat Jati Grup.

"Cepat lacak posisi Nyonya! Terjadi penculikan di restoran, Nyonya menghilang! Aktifkan protokol darurat sekarang juga!"

Setelah memberikan instruksi, Arini tidak punya pilihan lain.

Ia harus memberitahu keluarga. Dengan mobil perusahaan, ia memacu kendaraan menuju rumah kontrakan Pratama.

Sesampainya di sana, Arini berlari masuk tanpa mengetuk pintu lagi. Napasnya tersengal-sengal.

"Pak Jati! Nyonya diculik!" ucap Arini dengan suara bergetar di hadapan Papa Jati dan Pratama.

"Apa?!" Papa Jati bangkit berdiri, wajah bersahajanya seketika berubah menjadi sangat keras dan berwibawa.

"Cepat hubungi tim keamanan elite kita, kerahkan seluruh sumber daya! Laporkan ke polisi melalui jalur khusus!"

Di tengah kepanikan itu, Pratama hanya bisa terpaku.

Wajahnya menunjukkan kebingungan yang luar biasa. "Diculik? Tim keamanan elite? Pak Jati? Tunggu sebentar, Arini, apa maksudmu? Luna itu hanya seorang guru TK, kenapa sampai ada tim keamanan segala?"

Belum sempat ada yang menjawab, tiba-tiba suara tawa melengking terdengar dari arah pintu.

Juwita melangkah masuk dengan wajah penuh kemenangan, ponselnya masih menyala menampilkan rekaman video tadi.

"Hahaha! Mas Pratama, kamu itu memang pria paling lugu sedunia!"

Juwita tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk wajah Pratama yang linglung.

"Bangun, Mas! Kamu itu dibohongi mentah-mentah oleh istrimu yang 'lembut' itu. Luna bukan sekadar guru TK miskin. Dia itu wanita CEO, bos besar Jati Grup! Dia kaya tujuh turunan!"

Pratama menoleh ke arah Papa Jati dengan tatapan kosong, berharap semua ini hanya lelucon.

"Pa, apa benar yang dikatakan Juwita? Luna, CEO?"

Papa Jati menghela napas panjang, rahasia yang disimpan rapat itu akhirnya pecah di saat yang paling kritis.

Ia menganggukkan kepalanya dengan tegas.

"Benar, Pratama. Luna adalah putriku, CEO Jati Grup. Tapi sekarang keselamatannya lebih penting dari rahasia ini."

Papa Jati menarik lengan Pratama yang masih mematung.

"Ayo, ikut Papa. Kita tidak punya banyak waktu. Papa akan jelaskan semuanya di mobil sambil kita mencari keberadaan Luna!"

Pratama terseret langkah mertuanya, pikirannya berkecamuk hebat antara kenyataan tentang identitas istrinya dan rasa takut kehilangan wanita yang sangat ia cintai itu.

Sementara Juwita hanya bisa berdiri di sana, menatap mobil mewah yang meluncur pergi, tanpa menyadari bahwa ia baru saja membuka kotak pandora yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

Mobil Alphard itu membelah jalanan dengan kecepatan tinggi.

Di bangku belakang, suasana terasa sangat dingin. Papa Jati menatap lurus ke depan, sementara Pratama duduk bersandar dengan pandangan kosong.

Kebenaran yang baru saja ia dengar terasa lebih menyakitkan daripada luka pengeroyokan tempo hari.

"Pratama..." suara Papa Jati memecah keheningan.

"Papa tahu kamu merasa dikhianati, tapi dengarkan dulu alasan Luna. Dia tidak bermaksud merendahkanmu."

Pratama tetap diam, namun telinganya menangkap setiap kata yang keluar dari mulut mertuanya itu.

"Luna baru saja melewati masa yang sangat gelap sebelum bertemu kamu. Dia dikhianati oleh kekasihnya, Noah. Pria itu hanya menginginkan kekuasaan di Jati Grup. Di malam dia bertemu kamu, Luna sedang dalam bahaya besar. Dia hampir diculik saat pulang kerja oleh orang suruhan Noah."

Papa Jati menghela napas panjang, mengingat malam yang mengubah segalanya itu.

"Motornya jatuh di jalanan sepi saat ia mencoba melarikan diri, dan kamulah orangnya, Pratama. Kamu yang menyelamatkannya tanpa tahu siapa dia. Sampai akhirnya kamu membawanya ke rumahmu karena dia terluka, dan warga malah menggerebek kalian hingga kalian dipaksa menikah."

Pratama memejamkan mata. Ingatan malam itu berputar kembali.

Sosok wanita malang yang ia tolong di pinggir jalan, yang ia kira hanya wanita biasa yang ketakutan, ternyata adalah penguasa bisnis yang sedang dalam pelarian.

"Luna merasa, hanya bersamamu ia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa embel-embel jabatan. Dia merasa aman karena kamu mencintainya saat dia tidak punya apa-apa. Papa juga minta maaf. Papa ikut membohongi kamu demi kebahagiaan putri Papa," ucap Papa Jati dengan tulus.

Pratama masih tetap membisu. Dadanya sesak. Segala potongan teka-teki dalam hidupnya belakangan ini mulai menyatu.

"Ruko strategis itu, kamar VVIP yang katanya hadiah ulang tahun rumah sakit,.makanan mewah dari 'Hamba Allah'..." gumam Pratama dengan suara yang hampir tidak terdengar.

Air mata kemarahan sekaligus perih mengalir di pipinya.

"Semuanya dari Luna. Semuanya sudah diatur," lanjutnya dengan tawa getir yang menyayat hati.

Ia merasa sangat kecil. Selama ini ia bangga bisa menafkahi Luna dengan uang hasil jualan sotonya, ia bangga bisa melindungi istrinya yang "rapuh". Namun kenyataannya, ia hanyalah seorang pria yang sedang "dipelihara" dalam sangkar emas yang dibangun dengan kebohongan.

"Jadi selama ini, aku hanya dianggap sebagai pion dalam permainan penyamarannya?" tanya Pratama dengan nada suara yang bergetar hebat.

"Bukan begitu, Pratama! Dia mencintaimu!" bantah Papa Jati.

"Cinta tidak dibangun di atas kebohongan, Pa!" bentak Pratama. Namun, kemarahannya langsung surut saat ia teringat satu hal: istrinya saat ini sedang dalam bahaya.

"Tapi sekarang bukan waktunya membahas harga diriku yang hancur. Di mana Luna? Siapa yang menculiknya?!"

Tepat saat itu, ponsel Arini di kursi depan berbunyi.

"Tuan Besar! GPS dari jam tangan Nyonya aktif! Lokasinya ada di sebuah gedung tua di pinggiran pelabuhan. Dan dari data intelijen kami, kendaraan itu terdaftar atas nama perusahaan cangkang milik Noah Pramono!"

Mendengar nama itu, tangan Pratama mengepal hingga buku jarinya memutih.

"Noah, pria itu lagi."

"Arini! Perintahkan pasukan elite langsung ke lokasi! Jangan tunggu polisi!" perintah Papa Jati dengan suara menggelegar.

Pratama menatap ke arah pelabuhan yang mulai terlihat di kejauhan.

Meskipun hatinya hancur karena dibohongi, namun insting pelindungnya sebagai seorang suami tidak bisa hilang.

"Cepat, Pa. Kebohongan ini belum selesai, dia tidak boleh terluka sebelum aku mendengar penjelasannya secara langsung," tegas Pratama.

Sementara itu di gudang tua di pinggiran pelabuhan itu terasa dingin dan pengap, hanya diterangi oleh lampu bohlam kuning yang berkedip-kedip.

Di tengah ruangan, Luna duduk terikat kuat pada sebuah kursi kayu.

Mulutnya tersumpal kain putih, dan keringat dingin bercampur air mata membasahi wajahnya yang pucat.

Noah dan Dirga berdiri di depannya, menatap Luna dengan pandangan predator yang lapar.

Mereka tertawa terbahak-bahak, seolah baru saja memenangkan lotre terbesar dalam hidup mereka.

"Akhirnya kamu sadar, sayang," ucap Dirga dengan nada suara yang memuakkan.

Ia melangkah maju, lalu dengan lancang mendaratkan ciuman paksa di leher Luna.

"Mmmmpphh!! MMMMPPHH!!" Luna meronta hebat, tubuhnya berguncang di atas kursi, namun ikatan tali itu justru semakin menyayat kulitnya.

"Sssshh... Tenang saja. Tidak ada yang akan mendengar suara indahmu di sini. Tempat ini sudah aku siapkan khusus untuk merayakan kembalinya kamu ke pelukanku," bisik Dirga di telinganya.

Luna menggelengkan kepalanya dengan histeris, air matanya tumpah sesenggukan.

Ia merasa sangat terhina. Di benaknya, ia hanya memikirkan Pratama. Ia takut tidak akan pernah bisa melihat suaminya lagi.

"Lihat dia, Dirga. CEO sombong ini sekarang tidak lebih dari seekor kelinci yang ketakutan," cibir Noah sambil menenggak minuman keras dari botolnya.

"Mari kita lihat, apa dia masih tetap sombong setelah kita memberikan kenang-kenangan malam ini."

Dirga tersenyum licik. Dengan gerakan kasar, ia mencengkeram kerah pakaian Luna.

SREEETTT!!

Pakaian bagian atas Luna robek, menampakkan bahunya yang gemetar ketakutan.

Luna memejamkan mata, menjerit dalam bungkam, memohon pertolongan dalam hati.

BRAKKKK!!!

Pintu besi gudang itu terlempar hantam ke lantai. Debu berterbangan menutupi pandangan sejenak, namun di balik remang cahaya, muncul sosok pria yang paling tidak terduga oleh Noah dan Dirga.

"LEPASKAN ISTRKU!!!" suara menggelegar itu bukan datang dari Papa Jati, melainkan dari Pratama yang berlari paling depan dengan wajah penuh amarah yang mengerikan.

Di belakangnya, Papa Jati dan puluhan tim keamanan bersenjata lengkap masuk dengan gerakan taktis, mengepung seluruh area gudang dalam hitungan detik.

"Sial!! Bagaimana mereka bisa tahu tempat ini?!" teriak Noah panik, botol minumannya jatuh pecah ke lantai.

"Dirga, lari lewat pintu belakang! Sekarang!" seru Noah melihat tim keamanan mulai melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Tanpa mempedulikan Luna lagi, kedua pria pengecut itu langsung berbalik dan melompat keluar melalui jendela belakang yang menuju ke arah dermaga, melarikan diri ke dalam kegelapan malam sebelum tim keamanan sempat meringkus mereka.

Pratama tidak mengejar mereka. Fokusnya hanya satu. Ia berlari kencang menuju Luna.

"Dik! Luna!" tangan Pratama gemetar saat ia dengan cepat melepas sumbat mulut Luna dan memotong ikatan talinya.

Begitu tali terlepas, Luna langsung jatuh ke pelukan Pratama.

Ia menangis histeris di dada suaminya, menutupi pakaiannya yang robek dengan sisa tenaganya.

"Mas,.maafkan aku... Mas..." isak Luna sesenggukan.

Pratama tidak menjawab. Ia segera melepas jaketnya dan menyelimuti tubuh Luna dengan erat.

Ia memeluk istrinya dengan sangat protektif, meskipun di dalam hatinya masih ada badai yang belum reda soal kebohongan identitas Luna.

Papa Jati mendekat, wajahnya tampak lega namun juga penuh dendam.

"Kejar mereka! Jangan biarkan Noah dan Dirga meninggalkan pelabuhan ini hidup-hidup!" perintahnya pada tim keamanan.

Di tengah kekacauan itu, Pratama hanya mendekap Luna.

Ia mencium kening istrinya lama, mencoba memberikan ketenangan, sementara matanya menatap Papa Jati dengan tatapan yang sulit diartikan.

1
tiara
itu pingsan kaget apa karena hamil ya🤭🤭🤭
awesome moment
pratama tu org dgn banyak potensi tp tersembunyi dalam kekisminan
Nabila Nabil
itu pingsan karna papa jati mau dipanggil opa dan arini dipanggil oma.... 🤣🤣
awesome moment
kpm tertangkap tu mokondo 2 ekor
awesome moment
lambe turah g punya obyek julid lg n
my name is pho: 🤭🤭 hehehe
total 1 replies
tiara
semoga Dirga dan Noah lekas tertangkap ya,agar papa Jati cepat menikah
my name is pho: iya kak
total 1 replies
tiara
pa Wandi ga bisa lagi gangguin Pratama tuh, hilang juga pemasukan ya kasian deh tukang nyinyir
my name is pho: 🤭🤭 hehe
total 1 replies
awesome moment
smg luna g kaget klo arini dan papa jati jujur.
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Setiawan
kog aneh yah ?? bukannya td pratama lg di jln pulang br bs nolongin luna ?? itu kesian amat mtr bebek tua nya di tggl di jln 🤭🤭🤭
awesome moment
whoah...sama2 virgin ternyata
awesome moment
smg pratam slain kejujuran punya kecerdasan bisnis yg keyen. biar g njomplang bgts sm luna
awesome moment
udh terhura dluan
awesome moment
dih...juwita tu perempuan model p c
awesome moment
👍👍👍luna panggil arini, mama dunk😄😄😄
tiara
wah ternyata Arini menjalin hubungan dengan papa Jati toh, seru nih nantinya
Nabila Nabil
ini nanti ceritanya Luna yg gantian manggil bu ke arini🤣🤣🤣🤣🤣 kocak sih... 🤣🤣🤣
deepey
saling support ya kk. 💪💪
deepey
paginya gulingnya sdh pindah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!