Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Derek
Julian pun di antar oleh ajudan Zane untuk pulang, sedangkan zane mengantar Riana untuk ke Paviliunnya dulu
Mereka pun sampai dan riana mengganti baju dengan baju kakak zane lagi.
Riana pun duduk di Sofa yang di suruh zane tadi "Maaf ya aku memakai Bajunya lagi"
Zane menggelengkan kepala "Tidak masalah, lagian aku yang membawamu"
"Ah.. kalau begitu aku akan menarik Permintaan maafku" Ucap riana sambil tersenyum
"Tariklah" Ucap zane dengan tidak peduli "Baiklah, nona Riana"
Riana terdiam berhenti menyirup coklat panas yang tadi di siapkan Pelayan "Hm?"
"Kenapa Kau dan adikmu bisa ada di sungai? Apa Kalian berdua begitu Mirip sampai ingin melihat Air terjun?" Tanya Zane
Riana pun menyeringai namun kesal "Sok tau sekali ya?" ia menyirup Coklat panasnya lalu menjawab "tadi aku kena penyergapan"
Zane sedikit terkejut "Kalian berdua tadi di sergap?"
"Bukan di sergap, tapi sepertinya ke arah... Di jebak" gumam riana sambil menaruh Gelasnya
Riana pun Menceritakan Tentang ia alami tadi, Tentang Julian bersikap aneh, Tapi ternyata itu bukan julian. Tentang Ia mencari julian dan menemukan nya di sungai lalu mencoba menolong tapi sayangnya mereka hanya bisa berpegangan tangan dan yang membuat riana dan julian harus melompat di air terjun
"Jadi gitu..."
Riana Pun menghela nafas "Apa pihak istana begitu ingin sekali menghancurkan Orang yang Mengaktifkan kekuatan itu?"
Zane pun terdiam "Tau dari mana?"
"Di desa tadi, Banyak poster Tentang pencarian" Ucap riana
"Oh.." Zane pun mengangguk "Ya, pihak istana sedang mencari orang itu dengan ketat. jika mereka sudah menemukan orang itu, mereka akan menghukum mati ke orang itu" Ucap zane
riana Mengernyit kan Dahinya, menggenggam erat Roknya
"Tapi tidak masalah, Mereka hanya menganalisa kekuatan kekuatan Masyarakat. Tidak menanyakan ke hal yang privasi" Ucapnya sambil mencoba menenangkan Riana
Riana Pun menoleh ke Zane lalu tersenyum miring "Berarti aku tidak perlu khawatir, Aku pikir dengan pihak Istana yang begitu terobsesi mencari orang itu. Mereka rela Mengecek Masyarakatnya Sampai bert*l*nj*ng"
Zane terkejut, wajahnya sedikit memerah "Mana mungkin, tenang saja.. Mereka tidak akan mengecekmu sampai Harus bert*l*njang"
Riana memperhatikan perubahan wajah Zane yang memerah lalu tertawa kecil "Kau lucu sekali ya?"
wajahnya Semakin memerah ketika riana bilang padanya bahwa dia lucu "Sudahlah, kau bisa menginap disini. Atau jika kau mau pergi, pergi lah. Biarkan ajudan ku yang mengantar mu" zane pun langsung berdiri
"Aku akan menginap disini saja" Ucap riana sambil tersenyum
"Kamar tamu ada di dekat perpustakaan" zane pun langsung berdiri
"Iyaa~" Riana tersenyum, Suka melihat Zane yang kepanasan akibat perkataannya
Besoknya, zane mengantarkan Riana pulang.
Ketika mereka berdua Masuk ke dalam Kediaman riana, Riana kebingungan melihat Seorang pria yang memakai seragam Istana yang sedang mengobrol bersama lisa dan ayahnya di ruang tamu
"Zane.."
Zane pun menoleh "Ya?"
"Laki laki itu siapa?" Tanya Riana
"Ah.. Dia Pangeran ketiga, atau bisa dibilang.. Putra mahkota" Jawab Zane
"Loh? Bukannya kau Pangeran kedua?" Tanya riana
"Aku menolak tahta, makanya aku menjadi Granduke" Ucap Zane dengan tenang sambil memegang tangan riana
Riana hanya mengangguk "Gitu ya.. ngapain dia disini?" Gumam Riana
Mereka berdua pun Lanjut
"Ah .. Gitu ya" ucap lisa
"Jadi kapan kakakmu Pulang?" Tanya Putra mahkota
"Sedikit la-" lisa terdiam, melihat Riana yang datang bersama Zane "Ah.. Itu dia" tunjuk Lisa ke Riana
Putra mahkota pun Menoleh ke riana dan zane
Riana pun berhenti dan membungkuk, memberi Hormat "Salam untuk putra mahkota"
"Salam untuk anda juga, nona riana" ia mengulurkan tangannya "Saya derek a-"
Riana Mengulurkan tangannya, Menunjukkan berhenti "saya sudah tahu anda derek, putra mahkota" Ucapnya sambil tersenyum namun itu menandakan riana tidak Perlu tahu semuanya
"Ah.. bagus jika nona sudah tahu saya" Ucap derek sambil membalas Senyumannya dengan lembut, namun ia menoleh ke zane yang ada di sebelah riana "Oh ya, Kenapa Anda Datang kesini. kakak zane?"
zane Pun hanya diam, namun riana menyela "Dia hanya mengantar saya, Tuan. Justru saya Yang bertanya itu pada anda" Ucap riana
"Oh, Begitu ya? Kalau begitu saya akan menjawabnya dengan Sopan" Derek pun Berlutut "Saya, Putra mahkota. Bisakah saya Menikahi anda... Nona Riana?"
Riana terdiam, matanya sedikit melebar. Zane di belakang pun terkejut dan Sedikit marah
"apa apaan ini?.." Ucap zane di dalam hati sambil mengepalkan Tangannya dengan erat
Riana pun Akhirnya bisa mencerna, Walaupun sekarang ia Tidak ada niatan untuk menikah sama sekali namun..
Wajah Lisa Sedikit tidak suka dengan Permintaan Derek, Riana Hanya bisa menyeringai Dengan drama ini
Drama Lagi hm? Aku ingin lihat apa tindakannya Ketika Pangeran kesayangannya berpaling pada orang yang ia benci
Riana semakin menatap Wajah lisa yang sedikit kesal
Ayo Lisa~ Mana tindakanmu
Akhirnya Lisa menghela nafas lalu berjalan mendekati zane sambil tersenyum "Jika kakak menerima lamaran Putra mahkota, Aku dan Kak zane.." Ucapnya sambil merangkul lengan zane
Zane terkejut, Ia ingin melepaskan lengannya namun Lisa menahannya. Riana yang melihat gerakan kecil itu membuat nya sedikit Bingung namun Ia tahu, permainan ini akan di mulai
Riana menghela nafas namun tiba tiba Derek memberinya bunga "Bagaimana, nona Riana?"
Riana sedikit tersentak lalu tersenyum canggung "A-ah..."
di belakang Riana, zane sedang menatap riana dengan penuh harap bahwa ia akan menolak permintaan derek itu
"Terima lah, Lagian ini bersama putra mahkota. Kau bisa menjadi permaisuri kaisar" Ucap Tuan verios sambil menyipitkan matanya
Riana Hanya diam, sedikit bingung dan cursed pun tiba tiba Menyela di dalam Pikiran Riana. Waktu terasa berhenti
"Hey"
Riana tersentak sedikit lagi dan mendengar suara cursed di kepalanya "Apa? Jangan mengganggu dulu"
"Tenang saja, waktu berhenti. Mereka tidak akan bergerak ataupun sadar Aku hanya membantu mu, Pasti kau adalah jiwa yang berenkarnasi ke dunia ini kan?" Tanya cursed dalam telepati
"B-bagaimana kau tahu?"
"Jiwa mu asing, Jadi aku menyimpulkan begitu" Ucap cursed
"Aku memang berenkarnasi, Apa kau memiliki saran untuk ini? sepertinya aku terlalu gegabah Untuk masuk ke dalam permainan ini" ucap riana dalam telepati
"Aku Memberi saran tapi tidak gratis tahu?" gumam cursed dengan sedikit tengil
"Hey, Jangan begitu. Cursed" Ucap sun
"Tenanglah, aku tidak memberi bayaran yang Susah" Ucap Cursed lagi
"Ugh, ya. Katakan"
"nanti, Berikan aku kebebasan di malam hari"
Riana pun kebingungan "Huh? Itu saja?"
Cursed mengangguk "Ya, Aku Hanya butuh tenaga bulan sabit nanti"
"Baiklah, Aku akan Mengeluarkan mu nanti malam. Sekarang beritahu lah" Ucap riana dengan tegas
"Aku memberi saran, Lebih baik kau menerima pertunangan nya" Ucap Cursed
Riana pun terkejut "Apa? Kau gila? Jika aku disana, nanti kalian-"
Sun pun menyela "Tenang saja nona, Di istana itu kita tidak bisa di lacak walaupun mereka mau mengecek Nona. Kan Kita berdua sudah menyamar menjadi kekuatan penyembuh" Ucapnya
"Ugh.. Aku tahu tapi-"
"Oee, Jangan keras kepala" Ucap Cursed, nadanya mulai menjadi sarkas
"Lagian juga jika kau menolak, Kau tidak bisa tahu dalang di balik rumor 'Duchess verios menghancurkan sebagian Benua' kan? Atau.. Kau memang berpikir Ibumu Beneran melakukan nya dengan memakai kami?" Ucap cursed lagi
Riana semakin terkejut, wajahnya sedikit serius "Tapi kan.. Aku bisa Tahu dari kalian, kenapa aku perlu mencari tahu lagi?"
"Kita hanya tahu bahwa kita tidak pernah melakukan nya dengan ibumu dan itu hanya rumor busuk yang lewat, tapi kita belum tahu orang di balik rumor Busuk itu" Ucap sun
"Jadi .. Menurut kalian.. Kalian belum tahu dan menyimpulkan yang menyebar rumor busuk itu adalah orang dari.. Istana?" Tanya riana untuk memastikan
"Yap, betul. Dan tadi sesuai saran cursed, Terima lah" Ucap sun
Riana pun terdiam, ia pun menghela nafas lagi "Baiklah, Semoga saja kalian tidak mempermainkan ku"
Cursed dan sun pun mengangguk
Waktu pun Berjalan
"Terima lah, Riana. Ini demi Masa depanmu" Ucap tuan verios
Riana terdiam lalu tersenyum kecil "Baiklah, aku akan menerima mu. pangeran derek"
Derek pun langsung tersenyum, sedangkan zane.. Terkejut dan tidak menyangka