Nyari ide itu susah lho, so please jangan plagiat!
Marisa Ayu (Caca) selalu hidup sendiri tanpa kehadiran ayah dan ibunya yang super sibuk. Untung saja ada Rani sahabat yang sedari kecil menemaninya melalui hari-hari hampa di hidupnya.
Sampai ia bertemu Rendi Wijaya yang membuka hatinya dan membuatnya merasakan jatuh cinta.
Bagaimana kisah cinta pertama Caca akan berakhir ?
Enjoy reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sayang...
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘😘
****
"Maaf ya mbok, aku tolongin ibu tadi dulu terus nungguin sampe sadar." ucap Caca dengan nafas terengah - engah karena berlari.
"Ndak papa non, mbok mau nyusul inget belanjaan ini piye nek ditinggal."
jawab mbok Nah dengan logat Jawa yang khas.
"Aku pesenin taxi ya mbok pulang sendiri aku mau nunggu ibu tadi sampe ada yang jemput." ujar Caca.
"Ndak mau, ndak mau, nanti si mbok diculik piye? terus di dedel duyel piye, hiihhh serem non." jawab mbok Nah agak takut.
"Hahahaha mbok mbok, parno banget sih kalo diculik tinggal teriak, lagian driver nya kan udah kedaftar mbok, samain aja fotonya sama di aplikasi gitu kalo macem macem tinggal lapor." ucap Caca
"Tetep aja non, mbok mana paham." ucap Mbok Nah.
"Lagian mana ada yang mau nyulik mbok mbok kaya gini." goda Caca sambil memandang mbok Nah dari atas kepala sampai kaki dan tertawa kecil.
"Ndak mau pokoknya !" tegas mbok Nah.
Terpaksa Caca membawa belanjaan dan mbok Nah ikut serta ke klinik.
"Hai Ibu Maya ini kenalin mbok Nah." ucap Caca seraya memperkenalkan mbok Nah.
Mbok nah dan ibu Maya saling berjabat tangan dan melempar senyum, sekarang Bu Maya sudah dengan posisi duduk diatas kasur klinik.
"Oh iya, Caca pulang saja, anak ibu sudah menuju kesini tadi mau jemput ibu, nanti dua yang urus ibu." ucap Bu Maya dengan suara yang lembut.
"Alhamdulillah bagus deh Bu, aku tunggu sampai anak ibu dateng terus pulang ya." jawab Caca tersenyum.
"Kamu baik banget sih, mama kamu pasti bangga, dia pasti seneng punya anak kaya kamu." ucap Bu Maya sambil membelai rambut Caca yang duduk di bangku klinik samping kasur Bu Maya.
"Emmm Mama aku udah meninggal Bu sebulan yang lalu." ucap caca menunduk sedih.
"Hu hu... hiks... huhu... hiks." mbok Nah menangis dipojokan.
"Harusnya aku yang nangis mbok, kok mbok nangis sih ngeduluin aku aja." sahut Caca.
"Mbok inget nyonya Mira non, coba dulu non begini sama nyonya." ucap mbok Nah terisak.
"Ahhhh mbok mah bikin aku makin sedih huuu...Huuuu... hiks ... hikss..." Caca membenamkan kepalanya dipangkuan Bu Maya sambil menangis.
"Maafin Caca ya mah, Caca durhaka banget sama mama." ucap Caca sambil menangis.
"Loh loh ini kok jadi nangis semua sih? nanti aku ikutan nangis juga loh." ucap Bu Maya sambil membelai rambut Caca.
Caca mengangkat kepalanya lalu menoleh ke arah mbok Nah.
"Mbok sih, tisu mbok ambilin dikantong belanja tadi." bisik nya pelan.
Si mbok mengiyakan lalu mengelap airmata dan ingusnya yang sudah menyatu dengan jilbab nya.
"Ih... mbok Nah jorok." pekik Caca.
"Maaf ya Bu aku jadi melow." sambil mengelap air mata Caca dengan tisunya
Seorang laki-laki datang dengan langkah terburu-buru lalu masuk ke ruangan kamar klinik tempat Caca berada.
"Mama, mama gak apa-apa kan?"
ucapnya sambil memeluk Bu Maya.
Betapa kagetnya Caca melihat sosok pria itu dan saat pria itu menoleh kearahnya terucap...
"Sayang, kamu disini?" tanyanya
"HAH...!!! Sayang..???" ucap mbok Nah dan Bu Maya bersamaan.
***
"Oh jadi Nyonya ini ibunya den Rendi toh." ucap mbok Nah dari kursi belakang mobil Rendi.
Bu Maya memutuskan agar Rendi mengantar Caca dan mbok Nah pulang dulu.
"Iya mbok, ni anak tertampan saya satu-satunya." jawab Bu Maya seraya menepuk bahu Rendi.
Lalu dia teringat dia menoleh kebelakang dan dipandanginya Caca lalu berucap.
"Oh mama inget sekarang, jadi ini yang kamu tunjukin photo nya waktu itu ya Ren?"
ucap mama seraya menggoda Rendi yang terlihat malu.
"Eh foto apa Tante? bukan foto yang aneh aneh kan?" tanya Caca sambil mencondongkan badannya ke arah depan.
"Enggak kok, enggak aneh foto cantik malah. eh aslinya lebih cantik, ya Ren?" goda mama melirik Rendi.
Rendi mengangguk semangat sembari melihat Caca dari kaca spion mobil.
"Ehm ehm, fokus Ren lihatnya ke depan dong jangan ke spion." goda ibu Maya pada anak tampannya itu.
Mbok Nah menepuk paha Caca dan tertawa dengan senangnya.
Duh malunya gue.
batin Caca.
***
bersambung...
Caca rendi saudara😱😱