NovelToon NovelToon
Bukan Lagi Gadis Lemah

Bukan Lagi Gadis Lemah

Status: tamat
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Shanum disiksa sampai matii oleh dua kakak tirinya. Sejak ibunya meninggal, dia memang diperlakukan dengan sangat tidak baik di rumah ayahnya yang membawa mantan kekasihnya dan anak haramnya itu.

Terlahir kembali ke waktu dia masih SMA, ketika ibunya baru satu tahun meninggal. Shanum bangkit, dia tidak akan membiarkan dirinya dilukai oleh siapapun lagi. Dia bukan lagi seorang gadis yang lemah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Masalah Bertubi-tubi

Setelah mereka berada di rumah, Diana dan Yuyun tampak kesal.

"Bagaimana ini, bagaimana kalau ayahmu tahu dan bertanya" resah Yuyun yang duduk di sofa sambil memegang kepalanya yang berdenyut.

Diana pun mendengus kesal di sebelahnya.

"Wanita yang bernama Soraya itu benar-benar menyebalkan! pokoknya ibu harus adukan semua ini pada ayah. Ayah kan sangat percaya pada ibu, ibu pasti menyelesaikan masalah ini!" katanya.

Padahal, sebenarnya dia juga cukup kesal karena tidak bisa membeli perhiasan yang dia inginkan itu. Jadi, saat Shanum datang nanti. Dia juga tidak bisa pamer pada akhirnya. Itu sangat menyebalkan baginya.

Baru juga Diana menutup mulutnya. Terdengar suara mobil di depan rumah. Yuyun yang memang sudah hafal betul suara mobil suaminya itu terlihat panik.

"Kenapa ayah kamu sudah pulang?" tanya Yuyun yang belum menyiapkan kata-kata untuk membujuk suaminya.

Diana juga bingung, ayahnya memang biasanya tidak pulang jam segini. Diana segera berdiri seperti ibunya. Dia baru akan menyapa ayahnya yang baru membuka pintu, tapi Ricky sudah langsung membentak Yuyun dan Diana.

"Apa yang sudah kalian lakukan? Jelaskan padaku, berita yang sedang beredar di luar itu? kalian menindas istri karyawan di tempat umum, apa itu benar? Yuyun, sejak kapan kamu menjadi ceroboh seperti ini?" tanya Ricky dengan wajah merah.

Dia sedang meeting di perusahaannya tadi. Ketika seluruh klien dan para pemegang saham mendapatkan kiriman video yang menunjukkan kalau istri dan anaknya menindas orang di mall.

Semua klien langsung minta penjelasan pada Ricky. Bahkan para pemegang saham terlihat sangat kesal, mereka bilang kalau tidak bisa memimpin keluarganya, bagaimana bisa memimpin perusahaan ini.

Ricky bahkan langsung kembali ketika meeting itu selesai. Dia ingin mendengar tentang sebenarnya apa yang terjadi. Setahunya memang anak dan istrinya itu suka membuat masalah. Tapi tidak sampai akan seramai itu. Biasanya Yuyun sangat hati-hati. Bagaimana bisa istrinya itu seceroboh itu sampai semua orang menyebarkan berita itu.

"Mas, tadi itu..."

Belum juga emosi Ricky mereda, belum juga Yuyun bisa menjelaskan. Tapi ponselnya yang baru dia hidupkan mendapatkan notifikasi kiriman video dan yang lebih mengejutkannya. Ada dana keluar dari rekening tabungannya, jumlah yang fantastis untuk satu hari. 3 milyar, itu membuat pria itu semakin merah padam saja wajahnya.

"Yuyun, 3 milyar? untuk apa?" tanya Ricky yang semakin tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh istri dan anaknya hari ini.

**

Sementara itu, di tempat berbeda. Anak buah Erick yang lain juga tengah mengawasi Dion. Seseorang menyalip laju mobil yang dikendarai Dion. Pemuda yang sedang dalam masa sok jago dan tidak mau diremehkan di jalanan itu terprovokasii oleh beberapa temannya yang ada di dalam mobil bersamanya.

"Wah, ini parah sih Dion! masa iya kamu di balap kayak gitu?"

"Iya, harga diri kita dong Dion!"

"Ngebut lagi Dion! Hajarr!"

Dion yang tentu saja tidak terima teman-temannya berkata seperti itu. Lantas menginjak pedal gasnya semakin kencang.

Sayangnya yang sedang dia kejar itu adalah seorang pembalap pengganti, atau seorang pengemudi yang biasa menggantikan adegan berbahaya mengemudi di film-film. Tentu saja dari skill dan pengalaman, dia sudah memiliki jam terbang yang tinggi. Tidak mudah bagi pemuda yang hanya suka balapan liarr seperti Dion untuk bisa mengalahkannya.

Namun semakin diprovokasii oleh teman-temannya. Dion semakin kencang melajukan kendaraannya. Hingga dia nyaris hilang kendali dan pada akhirnya.

Brakkk

Dion menabrak pembatas jalan, dan membuat mobilnya terguling beberapa kali.

"Kecelakaan!"

"Lihat itu!"

"Ck, pasti anak muda itu. Ugal-ugalan di jalan, benar-benar membahayakan!"

"Nanti dulu ngomelnya, ayo tolong dulu!"

**

Sementara hal buruk terjadi pada Dion. Yuyun juga masih berusaha membujuk Ricky yang masih tampak marah.

"Bukan masalah aku tidak perduli dan tidak mau membela kalian. Ini semua orang di kantor sudah tahu, kamu biasanya kan tidak seperti ini Yuyun. Sekarang di kantor semua orang mengatakan, aku menggunakan jabatan untuk menindas orang. Bagaimana tanggapan para klien?" tanya Ricky masih sangat kecewa terhadap apa yang telah dilakukan oleh Yuyun.

"Mas, aku minta maaf. Aku akan lebih hati-hati lain kali. Tapi kamu juga tidak bisa biarkan si Soraya itu. Dia sudah membuatku mengganti 3 milyar mas. Kamu harus kasih peringatan sama dia, suaminya direktur keuangan itu harus dipecat. Biar dia tidak membuat ulah lagi mas!" bujuk Yuyun merangkul lengan suaminya dan bergelayut manja di sana.

"Soraya? istri direktur keuangan?" tanya Ricky.

Yuyun mengangguk cepat.

Ricky mengernyitkan keningnya.

"Mana ada istri direktur keuangan namanya Soraya?" tanya Ricky.

Yuyun terlihat bingung.

"Direktur keuangan di perusahaan itu, ibu Karlina. Dia seorang wanita, bagaimana bisa dia punya istri! kamu ini!" geram Ricky yang mulai berpikir istrinya mengada-ada.

Namun baru Yuyun mau buka suara, membela dirinya. Ponsel Ricky kembali berdering.

Ricky melihat panggilan itu, dan yang tertera di layar ponselnya adalah nama Dion.

"Kenapa lagi ini Dion?" gumam Ricky yang entah bagaimana, merasa mungkin Dion juga akan memberikannya masalah seperti Diana dan Yuyun.

Ricky segera menggeser icon telepon berwarna hijau ke arah atas.

"Halo..."

[Dengan pak Ricky, ayah Dion]

"Benar, tunggu! kamu siapa? kenapa kamu menghubungiku dengan nomor anakku?" Tanya Ricky.

[Saya Mario, dari rumah sakit umum Medika pak Ricky, anak pak Ricky, Dion mengalami kecelakaan...

"Dion kecelakaan?"

Yuyun langsung tampak terkejut.

"Dion kecelakaan? kecelakaan apa mas?" tanyanya cemas.

[Benar pak, dan sekarang sedang berada di ruang operasi. Dia dan tiga temannya sedang kritis. Dan menurut hasil penyelidikan, itu mobil saudara Dion dan yang mengemudi juga saudara Dion. Jadi, petugas minta pak Ricky untuk bisa datang ke rumah sakit. Guna admistrasi dan penyelidikan petugas]

"Petugas?"

[Benar pak, menurut kesaksian para warga yang melihat dan mengantarkan Dion ke rumah sakit. Dion mengemudi dengan kecepatan di luar batas yang diperbolehkan! tolong segera datang ke rumah sakit ya pak. Terimakasih]

Tut Tut Tut

Panggilan telepon itu berakhir.

"Mas, gimana keadaan Dion mas. Ayo kita ke rumah sakit!" ajak Yuyun.

"Iya, aku akan telepon pengacara Mario dulu..."

"Mas, anak kita kecelakaan. Kok malah telepon pengacara?" tanya Yuyun panik.

"Anakmu kebut-kebutan di jalan. Kasus ini sudah di tangani polisi. Kalau tidak telepon pengacara lalu bagaimana? apa kamu mau anakmu di tuntut orang tua teman-temannya itu kalau mereka kenapa-kenapa? lagipula ada apa dengan kalian semua sebenarnya? kenapa memberikan masalah terus padaku?" gerutu Ricky yang merasa begitu pusing, hari ini istri dan anaknya itu telah memberinya masalah bertubi-tubi.

***

Bersambung...

1
Kamiem sag
apa kata Ricky Wicaksono!?!?
Dion mau dijadikan penerusnya!?!?
penerus perusahaan hasil merampok Shanum!?!?
Kamiem sag
serem Num
Kamiem sag
rasakan Ricky!!!!
gaya ngeluh Yuyun tdk pintar
kau dpt istri cantik pintar baik kaya kau bunuh dgn racun!!
nikmatilah istri bodohmu itu
Kamiem sag
selamat ya nyonya Yuyun Ricky Wicaksono
Kamiem sag
Dion harus mati tengglam seperti Shanum
Kamiem sag
Dimas bucin
Kamiem sag
rencana yg luarbiasa
Kamiem sag
keren sekali paman Dimas balas dendamnya
Kamiem sag
wahh.... racun untuk tuan Ricky yg terhormat otw
Kamiem sag
menikahlah akan lebih aman
Kamiem sag
ma ka nyaaaaa jadi orang itu jgn terlalu serakah Ricky
Kamiem sag
Alhamdulillah wajah Diana yg sombong itu tersiram eh... disiram air keras meski bisa oplas setidaknya dia syock menerima perlakuan itu
Kamiem sag
Alhamdulillah.... moga prediksi dokter ttg Dion benar... lumpuh permanen dan kesulitan bicara
Kamiem sag
ya.... Shanum benar balasan buat mereka belum seberapa
Kamiem sag
sukses
aku gak nyangka se be ra ni itu Shanum
Kamiem sag
itu pisau mak jleb ke Dion ada sidik jarimu gak sih Shanum
Kamiem sag
gimana coba Shanum mo naruh obat tidur dimakanan atau minuman mereka dlm situasi seperyi itu
sementara racun sdh ditabur dimakanan dan minuman untuk Shanum
Kamiem sag
aku kok pingin nepok jidatnya Ricky
begitu bodohnya dia membunuh Shofia demi betina ular beludak si Yuyun paokpekoklongor itu
Kamiem sag
bu BK Regina main paksa aja untuk tanda tangan malas capek berdebat
Kamiem sag
urus itu anak tersayangmu Ricky
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!