NovelToon NovelToon
Dosen Posesif

Dosen Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dosen / One Night Stand / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.

 "Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.

  "Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."

 Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.

  Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nekad melamar ~(21+)

Di tempat lain

 Dio sibuk dengan pekerjaan dimeja kerjanya, setumpuk kertas sudah tersusun rapi dimeja dan sebagian sudah dia koreksi.

 Tiba-tiba saja handphone Dio bergetar yang dimana ada pesan masuk yang ternyata dari Mamanya.

 "Ternyata Mama sudah mempersiapkan semuanya,kini tinggal satu langkah untuk aku nikahi wanita itu."ucap Dio yang tak sabar lagi menunggu kesempatan itu.

 Beberapa jam kemudian

 Posisi Malia dan Nita berada di kantin kampus, setelah tugas mereka selesai mereka berdua pergi mencari minuman dingin.

 "Aku tinggal kesana dulu." Ucap Nita yang pergi sebentar mengambil makanan pesanannya.

 Malia membalas dengan menganggukkan kepala, setelah Nita pergi ada seseorang wanita yang datang menghampiri Malia.

 "Malia." Ia pun menoleh ke arah samping.

 "Iya,ada apa?"Tanya balik Malia.

  Wanita itu datang menjelaskan maksud kedatangannya,"Apa kamu bilang pak Dio?" Tanya lagi Malia.

 "Iya pak Dio, beliau berpesan untuk kamu segera kesana mengambil tugas." Mendengar alasan itu,Malia merasa sesuatu yang aneh dari panggilan itu.

 "Ya sudah, nanti aku akan ke sana mengambil tugas." Jawab Malia yang terpaksa harus menemui pria itu lagi.

 Terlihat Malia begitu kesal dia merasa kehidupannya yang sekarang semakin berantakan. Posisi Malia sudah ada di depan pintu ruang kerja milik dosennya.

 "Tok...tok..."

 "Masuk."

 Malia sudah masuk ke dalam ruangan itu.Dio yang sedari tadi fokus dengan pekerjaannya, seketika berhenti dan ekspresinya berubah sedikit hangat setelah melihat kedatangan calon istrinya.

 "Sayang." Sapa Dio yang seketika sedikit tersenyum.

 "Ada apa Bapak memanggil saya?" Tanya Malia yang terlihat sedang menahan rasa kesalnya pada Dosennya itu.

 Dio berjalan mendekati Malia yang saat itu berdiri didekat meja kerjanya.

 "Ayo duduk."Ajak Dio yang langsung menarik tangan Malia.

 Malia hanya terdiam mengikuti perintah Dosennya itu. Sedangkan Dio mengambil sesuatu di kantong plastik di dekat meja kerjanya.

 Ada sebuah kotak berwarna hitam mirip dengan kotak nasi."Aku siapkan makan siang kita." Dio sengaja mempersiapkan itu untuk menikmati makan siang berdua.

 "Maaf Pak,saya masih kenyang." Malia langsung menolaknya.

 "Aku tidak ingin ada penolakan,kamu harus makan." Terpaksa Malia harus menuruti apa perintah dari pria itu.

 "Kenapa nasibku begini, bagaimana caranya agar aku bisa lari dari pria ini."Batin Malia yang sudah lelah hidupnya terus diganggu oleh pria itu.

 Setelah selesai makan siang,Malia mulai membersihkan meja itu.

 "Jangan keluar dulu,ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." Perintah Dio yang langsung menghentikan langkah Malia.

 Setelah mereka duduk bersama, Dio menjelaskan satu hal penting pada Malia yang langsung direspon kaget dari Malia.

 "Apa Bapak bilang!" Teriak Malia yang kaget mendengarkan perintah dari Pak Dosennya.

 "Besok kamu harus ikut saya." Jawab Dio yang tak begitu banyak menjawab.

 "Sebenarnya Bapak mau mengajak saya kemana?" Tanya Malia yang terlihat begitu bingung.

 "Nanti kamu tahu sendiri siapa orangnya." Jawab Dio yang terdengar seperti permainan teka-teki.

 Malia sebenarnya merasa ada yang aneh, kenapa pria itu mengajaknya keluar dan dia mulai mulai mencurigai apa yang sedang Pria itu lakukan dibelakang dirinya.

 Malia segera berdiri dari tempat duduknya dan bergegas keluar dari ruangan.Tapi sayangnya dia tak bisa keluar, Dio lari dan menghadap langkah Malia.

 "Mau pergi kemana sayang?" Tanya Dio pada Malia yang begitu ingin lari menghindari dirinya.

 "Maaf Pak,saya ingin keluar." Jawab Malia yang spontan Dio menarik tangan Malia.

 "Jangan keluar,temani aku disini." Dio menarik tangan kiri,posisi Malia duduk dipangkuan Dio.

 Tangan Dio melingkar diperut Malia,"Sayang." Dio mencium leher Malia dengan bibirnya.

 "Lepas Pak." Malia menolaknya,tapi tetap saja kekuatan pria itu lebih kuat.

 "Pak ini di kampus, bagaimana jika ada yang melihat." Malia mencoba memakai cara lain untuk mengingatkan pria itu.

 "Tenang saja sayang,tak ada orang lain masuk diruangan ini." bisik Dio yang langsung mencium bibir manis Malia.

 Tangan Dio tak berhenti meraba tubuhnya hingga Malia tak sadar baju kemejanya terbuka dan hanya terlihat dalaman bajunya.

 "Sayang,aku menginginkannya." Bisik Dio yang langsung mencium area telinga Malia.

 Malia tanpa sadar mendesah."Sayang." Ucap Dio yang langsung melumat bibir manis Malia dengan gairah yang mulai menyelimuti dirinya.

 Dio memindahkan Malia di tempat duduk sampingnya, dengan posisi Dio diatas tubuh Malia.

 Dio tak henti-hentinya melakukan hingga Malia terkapar karna ulah pria itu.Dio merasa puas dan yakin jika hanya wanita ini yang mampu membangkitkan gairahnya.

 "Tak akan aku sia-siakan kesempatan ini demi memilikimu." Batin Dio yang merasa yakin jika Malia wanita yang cocok menemani dirinya dan hanyalah dia penawaran dari dalam tubuhnya.

 Berbeda dengan Malia yang benar-benar merasa marah dengan apa yang pria itu lakukan pada dirinya.Dia sadar betul jika apa yang mereka lakukan salah,tapi pria itu benar-benar terobsesi pada dirinya hingga dia benar-benar ingin melarikan diri .

 "Sayang."

 "Stop ,jangan ganggu saya lagi!" Malia benar-benar emosi dengan apa yang pria itu lakukan.

 Tiba-tiba saja Dio memeluk Malia dengan erat,"Aku tahu kamu pasti marah,aku akan bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan padamu." Jawab Dio yang terdengar serius apa yang dilakukannya,Dio pun menunjukkan keseriusan pada Malia.

 Dio memegang kedua pipi Malia,"Akan aku buktikan keseriusanku ini,akan aku jadikan kamu menjadi istriku tidak ada wanita lain." Malia terdiam memandang wajah pria itu, tanpa Malia sadari jika dilihat dari dekat wajah pria itu terlihat begitu tampan dengan wajah blasteran campuran yang membuat wanita lain menyukainya.

 "Apa mungkin dia benar-benar serius dengan apa yang dia katakan." Batin Malia yang masih meragukan kesungguhan pria itu.

 "Aku harap besok kamu dandan yang cantik,karena besok adalah momen penting untuk kita." Ucap Dio yang mengelus pipi kanan Malia.

 "Apa kamu bilang,momen penting?" Tanya lagi Malia yang penasaran kenapa dia bisa berkata seperti itu.

 "Iya momen penting,dari itulah aku minta besok kamu tidak perlu masuk dan untuk rencana besok kita pergi bersama karena ada seseorang yang ingin menemui mu." Pertanyaan itu membuat Malia penasaran dengan apa yang sedang pria itu rencanakan.

 Posisi Malia sudah keluar dari ruang itu, dirinya berjalan terdiam memikirkan apa yang pria itu katakan."Seseorang siapa yang pria itu maksudkan." Pikirannya masih penuh dengan pertanyaan, apalagi dia sekilas mengingatkan apa yang terjadi diruangan itu membuat dirinya sendiri malu sendiri.

 "Kenapa aku bisa melakukan hal itu." Malia memarahi dirinya sendiri kenapa dirinya sampai bersedia berhubungan seperti itu.

1
Blueberry Solenne
enaknya jadi Dosen tinggal tunjuk aja bawain tugas muridnya😁
Blueberry Solenne
Lokal banget namanya tapi bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!