Az Kim Alexandria nama gadis itu, wajahnya yang tenang, tatapannya yang tajam sikapnya yang dingin, membuat salah satu CEO miliarder terkenal di kota Seattle merasa terhantui oleh paras gadis itu.
Siapakah sebenarnya gadis itu?
Tanpa gadis itu ketahui ada seseorang yang ingin mengetahui rahasia apa yang dia sembunyikan.
Jangan lupa teman-teman readers beri Coment, like and Votenya yaaaa🙋😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedikit Perkelahian
Wajahnya menyeringai, pria bernama Alferd mendengus tidak percaya mendengar Andria menantangnya, andria menatap mereka semua dengan seringai jahat, seketika orang-orang berteriak riuh menggema di rumah itu.
Alferd melangkah maju seringai Muncul diwajahnya dengan menatap merendahkan, tangan Chris terkepal kuat mencoba menghalangi siapa saja yang mendekati andria. Andria bersedekap menatap jijik wajah Alferd.
"Kenapa? kau takut!?" Andria tersenyum memiringkan bibirnya, seketika tanpa ragu Alferd dengan badannya yang lebar dan gempal melangkah, tangannya tanpa ragu mengambil ancang-ancang siap menerjang. Chris berjalan dan berdiri dihadapan Andria mencoba menghalau siapa saja yang coba mendekat.
"Kau betul-betul pengecut Alferd, aku tidak tahu kau seperti itu." Seru chris menatapnya tajam.
Chrisllo Nick
Alferd menjilat bibirnya. "Salahkan gadis itu, dia terlalu berani untuk menantang, kau pikir aku tidak berani menghajar seorang wanita hina sepertimu, aku mendengar kau tidak mengetahui siapa orang tuamu, bahkan tempat tinggalpun kau tidak punya, kau hanyalah gelandangan yang di tampung di rumah makan bau itu." Kata Alferd. Mereka semua yang ada di sana tertawa-tawa, apalagi Katty dan teman-temannya, dia terkejut senang dan menatap Andria merendahkan.
Andria berjalan tenang dia mendorong Chris kebelakang, perkelahian semacam ini makanan sehari-harinya di panti asuhan St. Gardenia, kau harus cukup tangguh untuk mendapatkan makanan tiga kali sehari plus dengan makanan penutup.
Tanpa ragu Andria menghadapi pria besar seperti Gorilla yang ada dihadapannya. Andria mendengus menatapnya, dengan cepat tanpa mengambil ancang-ancang Andria menyerang wajah Alferd menendang kedua kakinya, lalu menonjok hidung besarnya, seketika darah segar mengucur membuat orang-orang yang ada di sana berteriak.
beberapa orang kini maju ingin menyerbu andria, dengan sigap tangan Andria terkepal lima orang pria tengah mengelilinginya, Andria memperhatikan satu-satu wajah mereka dan merekamnya di kepalanya.
"Berhenti !"
Seseorang berteriak dengan suara serak dan tegas menatap tajam kearah kami, pria botak dengan rambut memutih menatap ke arahku.
"Alferd apa yang kau lakukan!" Matanya tiba-tiba membelalak.
"Ada apa dengan wajahmu, siapa yang melakukannya?" Wajah pria tua itu memandangku tajam, Katy berlari-lari kecil mendekati orang tua Alferd dan tangannya menunjuk ke arahku.
"Dia Mr. Kein, dia yang memukul Alferd." Pria tua bernama Kein menatap tajam ke arah andria memperhatikan penampilannya.
"Kau satu sekolah dengannya Al?" tanyanya kepada anaknya. Alferd dengan cepat mengangguk masih memegang hidungnya yang berdarah dengan handuk.
"Gadis berandalan sepertimu bersekolah di Corttage high school juga? kau tinggal di mana !" bentaknya.
Chris mencoba maju untuk menjelaskan, tetapi satu tatapan tajam dari Mr, Kein dia lalu menutup mulutnya. Andria berdiri seorang diri di tengah orang-orang yang menyalahkannya.
Dia berdiri masih dengan sikap tenangnya.
"Bukan urusanmu aku tinggal dimana !" kata Andria tenang, Orang-orang yang ada di sana seperti berhenti bernapas, kata-kata tidak sopan Andria membuat mereka semua bungkam. Mr. Kein berdiri lalu menatap andria.
"Besok ! mungkin kau tidak akan bersekolah lagi di sana, keluar dari rumahku." Bentaknya.
Andria tersenyum miring, perlakukan kasar dari orang-orang yang merendahkannya dengan melihat statusnya membuatnya tidak heran dan terbiasa dengan semua itu.
"Senang mendengarnya !" Kata Andria acuh. Dia berbalik keluar tetapi matanya menangkap sosok yang berdiri di depan pintu. Kenapa pria ini ada di sini! pikir Andria sedikit terkejut.
Wajah Mr.Kein melotot, dia begitu terkejut melihatnya, tentu saja..dia adalah pemilik Alt golden enterprise tempatnya bekerja, tetapi kenapa Mr. Alex berada di rumahnya?
"Mr. Alexander anda....Erm silahkan masuk kenapa anda ada di sini?" Pria bernama Kein merapikan bajunya dengan cepat, berjalan tergopoh-gopoh menghadapinya.
"Kebetulan lewat, aku mencari seseorang." Matanya mengerling Andria yang tidak memperdulikan kehadirannya dia berjalan begitu saja melewatinya, membuka pintu dan menuruni undakan.
Alec hanya terdiam menyilangkan kedua tangannya di dadanya, tetapi Gery membisikkan sesuatu membuat wajah Mr. Kein pucat pasi, dia mengangguk cepat lalu berkata tidak mempermasalahkannya lagi. Beberapa gadis berteriak riuh menatap alec, wajah tampannya tentu saja membuat siapa saja terpesona. Katty menatapnya dengan tatapan menggoda.
Alec kemudian berbalik lalu pergi, diikuti Gery yang mengikutinya dari belakang.
"Mr.Alec? anda tuan Alec kan?"
Katty berlari-lari kecil memanggilnya. Alec berjalan begitu saja tanpa memperdulikan Panggilan gadis itu.
"Aku..aku mencari temanku, dia baru saja pergi bolehkah aku menumpang di mobil anda?" Serunya dramatis.
"Teman? siapa yang anda maksudkan nona?" Kata Gery yang masih di luar mobil sementara Alex sudah duduk didalam mobil mendengarkan percakapan mereka.
"Em..andria, aku mencari Andria ! Katanya cepat.
"Biarkan dia masuk !" kata alec dari dalam mobilnya. Katy melompat senang dengan tergesa-gesa membuka pintu mobilnya.
"Terima kasih Mr Alec." Godanya. Dia memiringkan rambutnya yang pirang memperlihatkan leher jenjangnya dan payudaranya yang sedikit menyembul. "Berhenti Gery !" kata Alec, dia melihat Andria menyeret sepedanya yang kempes dan teralisnya yang terlepas.
Alec keluar dari mobilnya begitupun katty, dia berteriak memanggil Andria.
"Hai Andria, kau baik-baik saja?" Wajah Andria yang datar memandang Katty dan bergantian memandang Alec.
"Malam Nona Andria." Kata Gery sopan. Katy melangkah mendekati andria.
"Kau dari mana saja aku mencarimu dari tadi !" dia ingin merangkul tangan Andria tetapi dengan tiba-tiba Andria menonjok hidung Katty.
"Jangan berlagak mengenalku, gadis bodoh !" Kata Andria cuek, dia lalu kembali menyeret sepedanya dan pergi, Katty ternganga dan memegang hidungnya yang kesakitan.
"Dia betul-betul pembuat onar." Gumam Alec menatap Andria dari kejauhan.