NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

999 tahun pencarian....

“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”

PLAK!

“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.

Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Insiden Yang Sudah Direncanakan

Begitu tersadar, Ivory segera mendorong tubuh Ragnar untuk menjauh. Namun sayang, Ragnar semakin erat memeluknya hingga membuat jarak wajah keduanya sangat dekat sampai hidungnya hampir saling bersentuhan.

Wajah Ivory memerah. “Kau sedang mencari apa, sih?!”

“Jejak reinkarnasi,” jawabnya serius. “Biasanya muncul ditempat yang sedikit mudah terlihat. Namun sepertinya kali ini berada ditempat yang lebih tertutup.”

Ivory mendengus. “Jejak reinkarnasi apalagi… yang ada cuma bekas jerawat.”

Hening sedetik. Lalu Raja Vampir tertawa. Tawa rendah, hangat, dan menyebalkan. Namun, detik itu juga Ivory teringat dengan tato bulan sabit dan bunga Ryder Red Lily yang berada dibelakang telinga kanannya yang kini dia sembunyikan dengan foundation.

“Jangan-jangan tanda yang dia maksud adalah tato yang Kak Elena suruh untuk menyembunyikannya? Benarkah aku seorang reinkarnasi dari ratunya di masa lalu?” Dalam hatinya Ivory mulai bertanya-tanya.

“Kalau begitu,” katanya sambil melangkah mundur, “kita punya banyak waktu untuk menemukannya.”

“Sial, berani kau berbuat macam-macam padaku lagi! Aku benar-benar akan lapor polisi atas tindakan pelecehan yang kau lakukan terhadap karyawanmu sendiri,” ancam Ivory yang segera menjaga jarak aman.

“Yang mul—maksudku, Tuan! Sebaiknya anda jangan terlalu buru-buru memastikannya, apalagi dengan cara yang baru saja anda lakukan.” Dorian segera melerai.

“Kenapa tidak bisa? Aku tidak akan berbuat lebih jauh, hanya memastikan tentang keberadaan tanda itu saja,” ujar Ragnar tidak terima.

“Namun cara yang anda lakukan disebut sebagai kasus pelecehan terhadap karyawan. Jika reinkarnasi ratu sampai melaporkan anda ke polisi, maka dia bisa berhenti dari perusahaan ini dengan mudah. Artinya, kita akan semakin kesulitan mendekatinya di masa depan,” bisik Dorian menjelaskan.

“Benar juga apa yang kau katakan,” gumam Ragnar mempertimbangkan perkataan Dorian.

Ragnar lantas beralih pada Ivory, tersenyum canggung sembari mengulurkan tangannya. “Maaf, atas sikapku barusan yang tidak sopan. Ke depannya aku pastikan tidak akan melakukannya lagi.”

Ivory mengabaikan uluran tangan tersebut dan memilih kembali melanjutkan serah terima pekerjaannya saja. Namun, dalam hatinya Ivory sudah bertekad akan membentengi diri untuk menjaga jarak dengan Bos gilanya itu. Meskipun ada rasa penasaran yang begitu besar, apakah benar dirinya adalah reinkarnasi dari Ratu vampire? Benarkah ada hubungannya dengan keberadaan tato atau tanda itu ditubuhnya?

...****************...

Matahari menggantung tinggi di atas gedung pencakar langit. Di lingkaran meja bundar yang terdapat di sasana tinju itu. Satu per satu sosok bayangan muncul dari balik pintu, mata mereka berkilat kuning di kegelapan.

Ren Damien Xandrio, sang Enigma pemimpin pack Ocean sekaligus Ceo sebuah perusahaan bernama Xandrio Group. Bahunya lebar, wajahnya tenang, tetapi aura yang memancar darinya membuat para alpha lain diam tanpa diminta.

“Dia sudah muncul,” kata Draven Zarion, alpha yang menjadi tangan kanan sang Enigma bertugas sebagai asisten pribadinya.

Desir angin membawa namanya, meski tak satu pun mengucapkannya keras-keras. Reinkarnasi dari sang Ratu Vampir.

“Manusia?” Ren mencibir. “Kau yakin itu dia?”

Draven mengangguk pelan. “Jiwanya sama. Ikatan bulan mengenalinya. Bahkan sebelum darahnya dipastikan bahwa itu reinkarnasinya.”

“Dan Raja Vampir?” tanya Ren. “Dia pasti sudah merasakannya.”

“Sudah,” jawab Draven singkat. “Itulah masalahnya. Saat ini Raja Vampir menjadikan dia sebagai sekretarisnya, memastikan wanita itu terus berada di sisinya.”

Eldrik Tallarico, alpha dengan posisi sebagai pengawal pribadi Ren melangkah satu langkah ke depan. “Jika raja vampir lebih dulu mendapatkannya kembali,” lanjut Eldrick, “maka pembalasan dendam anda akan semakin sulit, Tuan!”

Keheningan menekan. Seorang Alpha lain bernama Danny Aquilera menunduk hormat. “Lalu apa rencana kita, Ketua? Semua informasi yang anda perintahkan sebelumnya, kini sudah berada ditangan kita. Bahkan sebelum bangsa vampire menyadari kebenarannya kita sudah lebih dulu mengetahui bahwa wanita itu memang reinkarnasi dari Ratu Ivory.”

Ren menatap ketiga anak buah setianya itu. Di balik mata emasnya, terpantul wajah Ivory yang rapuh, tertawa tanpa tahu bahwa dunia lamanya sedang memburunya. Ada dendam membara yang siap dilampiaskan kepadanya.

“Kita tidak menyerangnya,” kata Ren pelan. “Dan kita tidak merebutnya dengan kekerasan.”

Ketiga alpha mendengus tidak setuju. Tujuan mereka jelas hanya satu… membalaskan dendam darah diantara mereka. Dendam yang tidak akan pernah padam sampai terlampiaskan.

“Kita akan mendekatinya,” lanjut Ren, matanya berkilat. “Sebagai manusia. Sebagai teman. Sebagai orang yang tidak mengingat masa lalu penuh darah.”

“Tapi dia musuh kita,” geram Draven.

“Ya, memang. Tapi jika dia kembali terlahir sebagai Ratu vampire dan bukan manusia biasa,” sahut Ren cepat. “Sekarang dia adalah pilihan atau bisa jadi kita menjadikannya sebagai senjata untuk membunuh Ragnar dan seluruh rakyatnya.”

Ia menoleh, menatap satu per satu anggota klan.

“Jika dia mengingat kembali siapa dirinya dan memilih raja vampire, maka saat itu juga kita langsung membunuhnya. Tapi jika sebelum itu… dia memilih jalan lain…”

“…. atau memilih kita, maka akan menjadi keuntungan yang sangat besar bagi kaum werewolf.” lanjut Danny itu pelan.

Ren tidak menyangkal. “Kita tidak akan memaksanya,” katanya tegas. “Tidak ada ikatan paksa. Tidak ada darah. Tidak ada ancaman.”

“Karena jika Ratu Vampir jatuh cinta… bukan pada takdirnya,” Ren menutup pernyataannya, “maka sejarah akan berubah.”

Pembicaraan selesai, kini mereka bersiap untuk menjalankan rencana yang sudah disusun dengan sangat rapi. Hampir dikatakan sebuah kebetulan, jika tidak mengetahui bahwa semuanya sudah direncanakan dengan sangat matang.

...****************...

Jam makan siang selalu menjadi satu-satunya waktu di mana kantor terasa… manusiawi. Ivory melangkah cepat keluar gedung dengan ponsel pintar yang selalu berada dalam genggaman tangannya, pikirannya masih dipenuhi kejadian tidak menyenangkan pagi tadi. Sampai ia tidak memperhatikan sosok tinggi yang berdiri tepat di tikungan menuju deretan kedai makanan. Sampai semuanya terjadi terlalu cepat.

Bruk.

Yap, Ivory menabrak seseorang tanpa sengaja.

“Oh—astaga!” Ivory refleks menahan ponsel miliknya sendiri, sementara kresek berisi makanan milik pria asing di depannya sudah jatuh berserakan di atas aspal. Tumpahan makanan itu bahkan mengotori sepatu yang pria itu kenakan. Keheningan sekejap menyelimuti trotoar.

Ivory memucat. “Saya minta maaf! Saya benar-benar tidak sengaja!”

Pria itu menunduk menatap sepatunya yang basah, lalu mengangkat wajahnya perlahan. Rambut hitamnya sedikit berantakan, matanya kelabu dan tajam, namun entah kenapa tenang. Seperti hutan saat hujan berhenti.

“Tidak! Sepertinya… aku yang berdiri di tempat yang salah,” katanya ringan. Nada suaranya terlalu santai untuk seseorang yang baru saja kehilangan makan siangnya.

Ivory menggeleng panik. “Tidak, ini jelas salah saya. Makan siang Anda jadi berantakan.”

Ia menatap makanan milik pria itu yang kini tak lagi layak disantap, lalu menghela napas pasrah. “Biar saya ganti. Saya traktir makan siang. Pilih tempat mana saja.”

Bersambung ….

1
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu kelanjutannya kak semangat terus ya
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author.. Semoga sehat selalu.. 🙏🥰
Fahmi Ardiansyah
iya terserah kmu ivori
Desyi Alawiyah
Sangat menarik dan luar biasa.. 😇
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author, makasih udah up.. 🙏
Desyi Alawiyah
Aku juga nurut kamu Ivory, terserah kamu mau melakukan apapun... Yang penting kamu dan Elena baik-baik saja...

Tapi, apakah Ragnar akan nyerah gitu aja? Pasti Ragnar akan semakin gencar mendekati Ivory dan terus mencari tanda itu..

Iya ngga sih... 😩
Desyi Alawiyah
Lanjut lagi dong kak...

Terus kapan nih, Ragnar lihat tanda dibelakang telinganya Ivory... Ngga sabar pengen lihat reaksinya... 😋

Meskipun Ragnar udah yakin kalo Ivory reinkarnasi Ratu nya, tapi Ragnar belum lihat tanda itu kan? 😌😌😌
Desyi Alawiyah
Oh, begitu ceritanya...

Penyihir hitam dan Ratu Vampir emang kakak beradik, tapi mereka terpisah. Gitu yah?
Fahmi Ardiansyah
lanjut kak.
Cindy
lanjut kak
Desyi Alawiyah
Update lagi dong Kak.. 🤭🙏
Fahmi Ardiansyah
tu ratumu LG marah Ragnar n susah di redamkan.
Desyi Alawiyah
Nggantung lagi ceritanya..

Ivory mau bilang apa yah ke Elena? Apa Ivory udah tahu, kalau dirinya adalah reinkarnasi dari Ratu Vampir? 🤔
Desyi Alawiyah
Nah loh Ragnar, reinkarnasi Ratu mu marah tuh... Kamu sih pake bohong segala... 🤭
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Fahmi Ardiansyah
ya tunggu aja bentar LG pulng kok adkmu.tpi jgn kaget entar klu nyampek rumah cemberut n marah.
Fahmi Ardiansyah
ya iyalah seharusnya lukanya yg lebih parah LG n pertahankan agar lukanya gak hilng Ragnar skrg ivory merasa tertipu aku pastikan besok ivory pasti masih kecewa n marah.
Fahmi Ardiansyah
yaelah Ragnar caper bisa2 ivory malah merasa bersalah tu.
Fahmi Ardiansyah
aku senang cerita nya tambah seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!