mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26 pingsan
Matahari nampak telah merangkak sedikit tinggi di langit sana.
Bu Santy nampak melangkah dengan langkah lebar ke arah kamar Yari.
Yari baru saja berangkat setengah jam yang lalu setelah memberitahunya untuk tidak mengharapkan Xyra membersihkan rumah hari ini karena Xyra sedang sakit.
Sesampainya di kamar, wanita baya itu membuka pintu kamar dengan sangat kasarnya.
Hatinya meradang dan dadanya terasa panas melihat sosok Xyra nampak masih bergelung di bawah selimut.
Bruakkk.....
Xyra yang masih terlelap seketika kaget dan langsung terbangun dari tidurnya kala ia mendengar suara yang terdengar begitu keras di sekitarnya.
Tubuhnya sampai gemetar hingga keringat dingin langsung membasahi keningnya.
Bu Santy menggebrak pintu kamar itu dengan begitu kasarnya.
Sungguh ia sengaja melakukan itu.
" bu...ma...ma...maaf maaf....a....a...aku...." cicit Xyra ketakutan sambil bangkit dari berbaringnya. Wajahnya nampak memucat.
" cepat bangun dan pergi bekerja seperti biasa...
aku muak melihatmu di rumah seharian "
omel bu Santy sambil menatap Xyra dengan wajah penuh kebencian.
Kemudian wanita itu memutar tubuhnya dan keluar dari kamar itu sambil membanting pintu dengan kasar.
Xyra terjengkit,
Xyra menghela nafas berat sebelum akhirnya ia bangun dan turun dari ranjang.
Dengan tubuh sempoyongan, ia membersihkan kamar kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
🍀
Pukul sembilan pagi Xyra nampak baru sampai di vila dan turun dari ojekannya.
Ia hanya melambai dan tak berbincang seperti biasa dengan pak Sofyan dan juga Ucup.
Di atas balkon sana....
Bryan yang telah berada di sana sejak tadi menghela nafas lega ketika melihat kedatangan wanita itu.
Setelah bayangan Xyra tak lagi terlihat oleh netranya,
Bryan melangkah masuk ke dalam kamarnya.
Sementara Xyra,
Ia yang sadar telah datang terlambat langsung mendatangi kamar sang majikan.
Nyonya Laura masih berada di dalam kamar ketika Xyra datang dan masuk kedalam kamarnya setelah mengetuk pintu terlebih dahulu tentunya.
" maaf nyonya....saya datang terlambat hari ini " ucap Xyra dengan menunduk di hadapan sang majikan.
Nyonya Laura yang telah duduk di kursi roda dan nampak sibuk dengan berkas di tangannya mendongak menatap Xyra.
" kamu sakit Xyxi ?! Wajahmu pucat sekali " tanya nyonya Laura.
" hanya sedikit lelah nyonya...." jawab Xyra
" jika begitu....kenapa memaksa untuk datang ?! Kamu bisa izin untuk libur beberapa hari padaku Xyxi... "
" tidak nyonya...saya baik baik saja " jawab Xyra, di dalam hati ia menjerit.
Andai ia tinggal di rumah orang tuanya sendiri, ia pasti akan memilih apa yang di katakan sang majikan barusan.
Karena ia merasa ia memang membutuhkan itu.
Tapi masalahnya....
Ia tidak tinggal di rumah orang tuanya sendiri, melainkan tinggal menumpang di rumah mertua yang sama sekali tidak menyukainya.
Tanpa sadar Xyra menggigit bibirnya sendiri ketika ia teringat perintah sang ibu mertua kepadanya tadi pagi yang memintanya untuk tetap pergi bekerja meski kondisinya sedang tidak sehat.
" kau yakin ?! " tanya nyonya Laura lagi
" ya nyonya..."
" baiklah terserah padamu...tapi jika kau merasa tidak enak katakan padaku dan jangan sungkan.
Kau bisa beristirahat di kamar belakang..."
" iya nyonya...
terimakasih atas kebaikannya..."
" ah sudahlah...jangan terlalu formal begitu....
oh ya...tolong letakkan berkas ini di dalam brankas sana.
Setelah itu bawa aku keluar untuk berjemur seperti biasa...."
perintah nyonya Laura kepada Xyra dan Xyra pun segera melaksanakan perintah sang majikan.
Tak lama,
Xyra nampak mendorong kursi roda nyonya Laura keluar dari kamar itu.
Terus mendorong menuju halaman samping rumah di mana nyonya Laura biasanya sering berjemur.
Ketika telah sampai di teras rumah, sinar matahari mulai terasa panas.
Xyra yang masih berdiri di belakang nyonya Laura tiba tiba merasa pusing dan pandangannya mulai mengabur.
Hingga akhirnya....
Brugh....
Tubuh wanita itu luruh dan ambruk ke lantai.
" Xyxi...." pekik nyonya Laura kaget bukan main melihat Xyra tiba tiba jatuh tergeletak di sisinya.
" nona Xyxi...." madam Liana yang baru sampai ikut terpekik kaget.
Kedua wanita berbeda generasi itu hampir memekik bersamaan.
" apa yang terjadi nyonya ?! " tanya madan Liana dengan raut wajah khawatir sambil berjongkok di hadapan tubuh Xyra yang sudah tergeletak di lantai tak sadarkan diri.
" entahlah...cepat kau panggil pak Taman untuk membawa Xyxi masuk,
kita atau kau sendiri tidak mungkinkan bisa mengangkatnya sendiri " perintah nyonya Laura dengan wajah cemas.
" iya nyonya " jawab madam Liana, segera wanita itu bangkit dan melangkah masuk kembali ke dalam vila.
" ada apa ?! Kenapa wajahmu cemas dan seperti panik begitu madam ?! " tanya Bryan yang sedang menuruni anak tangga.
" maaf tuan muda...perawat nenek anda tiba tiba pingsan dan saya akan memanggil pak Taman untuk membawanya masuk ke dalam "
" apa ?! "
Pekik Bryan dengan wajah yang tiba tiba berubah cemas dan khawatir.
" nona Xyxi pingsan " memperjelas kata katanya.
" di mana ?! "
" teras samping vila tuan mu ..." belum sempat menyelesaikan jawabannya, Bryan telah lebih dulu bergerak cepat.
Ia yang masih berada di tengah tengah tangga segera menuruni anak tangga dengan cepat.
Setengah berlari laki laki itu menuju arah yang di katakan madam Liana.
Madam Liana nampak terhenyak dan melongo melihat reaksi tuan mudanya yang tak biasa itu.
" nenek..apa yang terjadi ?! " tanya Bryan ketika ia sampai di teras yang di maksud madam Liana, segera ia melihat tubuh Xyra yang tergeletak di lantai tak berdaya.
Bryan langsung berjongkok dan meraup tubuh Ringkih Xyra dan membawanya ke dalam dekapannya.
Nyonya Laura pun bereaksi sama dengan madam Liana,
Wanita tua itu terhenyak dan di buat kaget bukan kepalang melihat reaksi sang cucu.
Bryan memeluk dan membawa tubuh seorang wanita ke dalam dekapannya.....?!
Satu hal yang tak pernah di lakukan sama sekali oleh sang cucu.
" nenek tidak tahu Bryan...Xyxi tiba tiba pingsan begitu saja.
Tadi dia memang terlihat pucat ketika datang " jawab nyonya Laura sambil menatap sang cucu yang sedang mendekap perawatnya posesif dengan penuh selidik.
" bawa dia kekamar tamu saja Bryan..." ucap nyonya Laura lagi.
" tidak...aku akan membawanya ke kamarku, aku khawatir dia tidak akan nyaman di sana " jawab Bryan.
" madam Liana...panggil dokter Heru dan suruh dia untuk cepat kemari... " perintah Bryan kepada madam Liana yang saat ini telah berdiri di ambang pintu sambil melangkah masuk ke dalam vila dan memeluk tubuh Xyra yang terkulai lemah tak berdaya.
" baik tuan muda...." jawab Madam Liana.
Mata wanita baya itu melihat ke arah sang nyonya majikan dan begitu pula sebaliknya.
" Liana...apa yang terjadi ?! Aku tidak salah lihatkan ?!
Bryan....
terlihat begitu khawatir dan cemas kepada....Xyxi...?! " cicit nyonya Laura.
" i...i...iya nyonya...tuan muda terlihat sangat mengkhawatirkan nona Xyxi "
" apa itu artinya....Bryan......"
" entahlah nyonya....hanya tuan muda yang tahu...."
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.