NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyonya Besar

"Tuam Dom, ada tragedi?" asisten Brian menyodorkan ponsel ke sang bos.

"Sialan," umpat Dominic.

"Kita ke 'Wijaya'! perintah Dominic.

"Kita mau sampai di perusahaan pusat Tuan Dom," beritahu asisten Brian.

"Putar balik,"

Asisten Brian tak membantah perintah sang bos.

Dominic mengacak rambutnya kasar. Belum mulai start, malah sang mama mengacau duluan.

Keluarga Alexander tak membiarkan Dominic bergerak leluasa. Padahal informasi tentang Berlian, Dominic tutup rapat.

"Brian, siapa kira-kira?" tanya Dominic dengan tangan mengepal erat.

"Saya tak berani berasumsi tuan," tegas Brian.

"Selidiki!" perintah Dominic.

"Baik tuan," asisten Brian mengiyakan tanpa bantahan.

"Gimana Berlian?"

"Mendapat bonus tuan, sebuah tamparan," imbuh asisten Brian.

"Berlian tak tahu kalau yang barusan adalah nyonya besar," imbuh asisten Brian.

"Hhmmm baiklah," ucap Dominic.

Rasa ingin melindungi Berlian muncul di benak Dominic, meski harus bermusuhan dengan keluarga besar Alexander. Entah apa yang mendasari. Jatuh cinta kah Dominic? Hanya author yang tahu.

.

Dominic berjalan tergesa.

"Dom," suara yang tak asing di telinga Dominic.

"Ternyata dugaan mama benar. Ada hubungan apa kamu dengan wanita itu?" ternyata nyonya besar belum pergi dari perusahaan Wijaya.

Dominic menarik mama nya ke tempat sepi, agar tak menjadi perhatian karyawan yang lalu lalang.

"Dia direktur di sini Mah. Dan aku ada kerjasama dengannya," jelas Dominic.

"Dengan bertemu Wiranata?" tatap nyonya besar mengharap kejujuran sang putra.

"Mah, aku menemui uncle Wiranata karena urusan kerja," sanggah Dominic.

"Ingat Dom, hanya dengan Kinara kamu bisa menikah," nyonya besar meninggalkan Dominic, tak mau mendengar alasan Dominic menolak perjodohan dengan keluarga Santosa itu.

"Haisssss....," Dominic kesal dengan dirinya.

"Semangat tuan, selamat berjuang," ucap asisten Brian saat menjumpai sang bos tengah meninju ruang kosong.

"Siap," umpat Dominic.

"Kita ke ruang direktur," ajak Dominic.

"Tapi tuan, kita ditunggu untuk penandatanganan kontrak kerjasama dengan kolega," beritahu asisten Brian.

"Mereka sudah menunggu satu jam lebih," lanjut asisten Brian.

"Oke, kita balik," Dominic menyadari pentingnya tanda tangan ini. Ini ajang pembuktian dirinya, perusahaan nya bekerjasama dengan perusahaan dari luar negeri.

"Baru jatuh cinta saja, segini repotnya. Aku tak bayangin kalau bos menikah dan punya anak," gumam asisten Brian seraya menepuk jidat.

"Apa kamu bilang? Mau hilang bonus kamu?" ancam Dominic.

"Issshh... ampun bos. Kemarin sudah kepotong dua puluh lima persen. Bos tega banget," tukas asisten Brian.

Dominic pergi tanpa bertemu dengan Berlian.

"Gimana hasil penyelidikanmu?" tanya Dominic.

"Baru tiga puluh menit yang lalu turun perintah, ini sudah nanya hasil," Brian menepuk jidat.

"Emang sulapan?" omel Brian

Dominic diam, kembali serius dengan tab yang dipegang.

.

"Kenapa tuh muka?" Maura menatap Berlian yang langsung duduk di depan nya.

Berlian mengedikkan bahu, "Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba ada yang menamparku di lobi. Untung sepi di sana," cerita Berlian.

"Ada masalah?" telisik Maura.

"Aku nggak tahu. Yang aku ingat sih, katanya aku tak layak buat anaknya," lanjut Berlian bercerita.

"Ibunya Arya kah?" tukas Maura.

"Yaelah, sama mantan mertua masak aku lupa," seloroh Berlian.

"Kali aja, kamu amnesia," canda Maura.

"Pipi kamu sampe merah gitu,"

"Iya, perih banget," ungkap Berlian.

"Atau jangan-jangan tadi itu mamanya tuan Dominic," celetuk Maura.

"Kamu nggak ngigau kan? Ngapain juga nyari aku? Aneh!" tukas Berlian sewot.

"Aku rasa Tuan Dom suka sama kamu deh," ucap Maura.

"Aku dan tuan Dominic tuh bak bumi dan langit. Nggak mungkin banget," seru Berlian.

"Nggak percaya, tanya aja ke asisten Brian," suruh Maura.

"Idih, ogah banget," tolak Berlian.

Tapi mereka berdua, nyatanya masih penasaran sama wanita yang menampar Berlian.

"Lihat cctv," kata mereka bersamaan.

"Emang kalau sudah lihat, kamu tahu siapa?" komen Berlian.

"Enggak," balas Maura kemudian keduanya tertawa.

Maura mengambil ponsel, "Kita searching aja, kita sama-sama lihat wajah nyonya Alexander," bilang Maura.

Jari lentik Maura, bergerak mencari yang dimaksud.

"Inikah?" seorang wanita berkelas dan elegan yang ditunjuk Maura dan Berlian mengangguk.

"Fix, tuan Dominic jatuh cinta sama kamu," Maura menyimpulkan.

Berlian menjitak kepala sang sahabat.

"Kalau ngomong tuh difilter. Takut yang lain salah sangka. Tuan Dom nggak mungkin seperti itu," sanggah Berlian.

"Emang kenapa? Tuan Dom pria dan kamu wanita. Wajar kan?" Maura membuka kedua tangannya lebar saat menjelaskan.

"Impossible. Siapa gue? Janda, mandul lagi," ucap Berlian dengan mimik berbeda.

"Sorry, aku nggak maksud menyinggung ke sana. Tapi aku tahu, kalau tuan Dom perhatian sama kamu," imbuh Maura.

"Oke, kita lihat cctv," sebagai asisten Maura diberi akses untuk melihat rekaman cctv.

Berlian menyetujui.

Dalam rekaman cctv, sepeninggal Berlian Dominic terlihat berjalan tergesa. Wanita yang menampar Berlian tadi menghampiri.

Nampak Dominic dan wanita itu terlibat pembicaraan serius.

"Tuh kan," bilang Maura.

Berlian masih menyangkal. Tak mungkin pria balok es itu jatuh cinta padanya.

Ponsel Berlian berdering. Dilihatnya layar yang menyala

"Siapa?"

"Nyonya Arya yang terhormat," bilang Berlian.

"Nggak usah diangkat," larang Maura.

Berlian tak mengindahkan.

"Halo," sapanya.

"Halo kakakku yang cantik dan baik. Gimana rasanya ditampar oleh mamanya tuan Arya?" bilang Intan di ujung telpon.

Berlian menautkan alis.

"Nggak nanya, kenapa aku bisa tahu semua?" lanjut Intan.

"Jelas dong aku tahu, karena aku berkawan baik dengan nyonya besar Alexander," terdengar tawa sinis Intan.

Berlian diam tak menyahut.

"Makanya jangan sok-sok an deh sama aku. Pakai ngusir aku dan mas Arya segala. Ini akibatnya," kata Intan lantas menutup panggilan.

"Sialan, ternyata dia," umpat Maura ikutan kesal.

"Sekali licik tetap licik," kata Berlian.

.

.

Like, komen dan vote nya masih sepi ajah 🤭💖

Kopi dan koin pun no problem

1
Dewa Dewi
dasar bapak engga punya otak, engga tau diri🤬🤬
Ande Pesik
Bagus ceritanya, bahasanya jg enak
ken darsihk
Bonchap nya gantung yak
Khan keluarga nya Adrian baru bebas berikut si Intan
ken darsihk
Eehhh ada bonchap nya
ken darsihk
Nanti mampir thor
ken darsihk
Akhir nya sampai juga di bab ini
Terimakasih author 🌹🌹🌹
ken darsihk
Pasti si William dan Kinara bersaudara , mangka nya mamah William melarang dengan keras jangan sampai mereka pacaran 🤣🤣🤣😠😠😠
ken darsihk
Weh pe de sekaleee kamu William 🤣🤣🤣
ken darsihk
Penasaran William
ken darsihk
Apa pasal nya koq xi William ujug2 jadi musuh nya Dominic
ken darsihk
Kinara percaya diri se x bahwa perusahaan mu akan pulih kmbali
Lho dalam kehancuran Kinara , orang kepercayaan mu sdh tertangkap 🤣🤣🤣
ken darsihk
Beruntung nya Berlian dan baby kembar nya terselamat kan
ken darsihk
Kapokkk lo kapan Intan , masih sajah berniat ingin mencelakai Berlian dasar perempuan stresss 🤣🤣🤣
ken darsihk
siapa yng menyabotase makanan yng di konsumsi Berlian yak
apa itu Intan atau Arya dan Kinara
Lala lala
Main syah aja..wali nikahnya siapa dl hrs diceritakan...harus wali hakim..
kan anak diluar nikah...detail kecil tp perlu bagi pembaca 🙏🤭
Lala lala
Lah..ada mas idah jd dia muslimah.
dulu gg nikahin arya sm barlian siapa..klk bapaknya si adrian adl org lain..mana syah nikahnya. hrs jelas diceritakan dl nikah wali hakim kah dgn alasan sebaik mgkin spy barlian tdk tau dia ayah tiri..kan dia br tau ayahnya bkn ayah kandung
ken darsihk
Ooh ternyata wanita misterius itu si napi yang kabur si Intan , nekat itu orang mendekati Dom dan Berlian 😠😠😠
Lala lala
main tampar, koq diem. lapor dong
echa purin
👍👍
ken darsihk
Lha iya ya lupa sama keberadaan napi kabur si Intan , kirain dia sdh tobat dan menjadi manusia berguna
Nyata nya di Intan masih menjadi manusia brengsekkk 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!