NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Masuk ke dalam novel / Menjadi NPC / Fantasi Wanita
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8 : Ingatan Tentang Bunga Daisy & Bunga Azalea

...Happy Reading^^...

...💮...

Aku menoleh ke arah wanita yang sedang menyiapkan sarapanku.

"Kamu harus makan yang lembut dulu agar mudah dicerna," ucap wanita tersebut. Aku dapat merasakan kehangatan dan kelembutannya dalam setiap tatapannya padaku. Aku seperti merasakan kasih sayang Mamaku sendiri.

Ya sebenarnya itu memang Mamaku di dunia ini.

"Terima kasih, Mama." jawabku sambil disuapi makanan yang disiapkan olehnya. Dia tersenyum senang, amat sangat berbeda dengan beberapa jam yang lalu.

Wanita cantik itu meneteskan air matanya membuatku terkejut.

"Anda kenapa Nyonya Countess? Apakah kata-kata saya tadi menyinggung anda?"

"Tentu saja! Mama mana yang tidak tersinggung saat putrinya sendiri memanggilnya Nyonya bukan mama seperti biasanya!" serunya pelan dengan air mata yang masih membasahi kedua pipinya.

Saat menangis saja, anda sangat cantik.

Ah, gila! Aku harus menghentikan tangisannya.

"Mama! Kumohon maafkan aku dan berhentilah menangis,"

Dia tampak terkejut. "Apa? Ulangi, sayang!"

"Mama! Berhentilah menangis, kumohon!"

Lalu Countess tertawa kecil dan menghapus air matanya.

"Maaf, Mama hanya syok kamu memanggil Ibu seperti itu. Nah, sekarang...kamu harus makan, ya?"

"Ayo bawa masuk sarapannya untuk Aza!" seru Countess lalu masuk diikuti oleh seorang pelayan yang membawa troli makanan.

Wanita cantik berambut merah muda itu duduk di samping ranjang Azalea dan mulai membantu menyiapkan sarapan Azalea di atas tempat tidurnya.

"Kalian boleh pergi!" perintahnya pada para pelayan.

"Baik, Nyonya Countess! Selamat menikmati sarapannya Nona Azalea. Jika perlu sesuatu, panggil saja kami yang akan berjaga di dekat pintu masuk." setelah itu, semua pelayan segera pergi dari ruanganku itu.

Sembari mengunyah, aku menatap ke arah jendela yang menampilkan beberapa bunga yang digantung atau memang dibiarkan tumbuh di dinding Kastil.

"Bunga-bunga di Taman pasti cantik sekali!" pujiku sambil menatap Countess yang dengan telaten menyuapiku.

Dia tersenyum sangat cantik. "Taman itu adalah Taman turun temurun yang dijaga setiap Countess Lorienfield termasuk Mama," aku mengangguk mendengarkan penjelasan tersebut.

"Di Taman itu juga kamu menanam beberapa bunga yang kamu sukai," jelas Countess.

Aku terdiam mendengar fakta itu, aku juga kembali menoleh ke arah bunga-bunga yang menghiasi Taman Lorienfield.

Tiba-tiba saja, aku seperti melihat sebuah ingatan.

Terlihat sepasang suami istri dengan warna rambut yang berbeda bersama dengan anak-anak mereka. Sang Pria tengah membantu Istrinya menanam beberapa bunga, sementara kedua anaknya tengah bermain di sekitar mereka. Para pelayan hanya bisa berdiri sambil memperhatikan aktifitas keluarga Lorienfield tersebut, karena mereka semua dilarang Nyonya Lorienfield untuk membantu...kecuali Suaminya.

Sang Putri pun mendekat ke arah mereka dengan ceria.

"Mama! Mama! Mama! Apa yang sedang Mama lakukan?" tanyanya dengan wajah polos.

Azalea Lorienfield. 5 Tahun.

Sang Mama mengangkat wajahnya dan menatap sang Putri dengan senyuman cantik.

"Mama sedang menanam bunga!" jawabnya dengan ceria.

Mata berwarna hijau cerah itu berbinar.

"Wah! Kalau gitu, Azalea mau bantu menanam juga!"

"Azalea mau membantu menanam? Baiklah, pilih tanaman apa yang mau Azalea tanam dan kasih ke Mama."

"Huum!" setelah itu, Azalea kecil pergi ke tempat yang ditunjuk sang Mama yang ternyata terdapat beberapa biji bunga yang nantinya akan ditanam.

Di sana, terdapat bermacam biji bunga dan Azalea harus memilihnya.

Setelah selesai memilih, Azalea mendekati sang Mama dan memberikan biji bunga pilihannya.

"Ini Ma!"

"Ah, Azalea memilih bunga Daisy!"

"Iya, karena Mama sangat menyukai bunga Daisy merah muda dan kuning...karena kedua warna dari bunga itu mirip dengan mata dan rambut Mama." ucapan polos sang Putri membuat sang Mama bahagia. Dengan gemas dia mencium pipi tembem sang Mama. Lalu mereka menanam biji pilihan Azalea tersebut.

Sementara kakaknya Azalea membantu Papa mereka menanam bunga yang lainnya.

Pada usia sepuluh tahun, Azalea kembali menanam bunga yang lainnya yaitu bunga Daisy berwarna hijau. Karena warna itu sangat mirip dengan warna mata dari dirinya, ayah dan kakak laki-lakinya.

"Mama! Apa Azalea boleh menanam bunga Azalea di dekat jendela kamarku?"

"Hmmm, untuk apa?"

"Sebagai pemandangan saja, seperti Mama yang suka menanam bunga Daisy berwarna merah muda dan kuning yang mirip fisik Mama. Azalea juga ingin menanam bunga yang sama dengan nama Azalea juga,"

Lalu Mamanya tertawa. "Baiklah! Nanti kita buat tanaman Azalea ada di dekat jendela kamarmu."

"Yeaayyy!"

Aku mengedipkan mataku berkali-kali agar kembali sadar. Sepertinya itu adalah ingatan Azalea Lorienfield di masa kecil.

Aku memegangi kepalaku yang sedikit berdenyut karena ingatan Azalea tiba-tiba muncul.

"Nak! Kamu kenapa?" tanya khawatir.

Aku tersenyum untuk bisa menenangkannya. "Aku baik-baik saja...ma," jawabku.

Aku menoleh ke arah jendela itu dan melihat bahwa bunga Azalea yang mana salah satu bunga yang ditanam olehnya dan Mamanya di dekat jendela kamarnya. 

"Bunga Azalea yang ada di jendela kamarku ini tumbuh  dengan subur ya, sepertinya tukang kebun memelihara mereka dengan baik." celetukku tiba-tiba.

Saat aku menoleh, aku terkejut dengan Nyonya Countess yang terpaku padaku dengan mata berkaca-kaca.

"Kamu mengingat itu semua, nak?"

Aku tidak tahu harus menjawab apa.

"Kamu mengingat saat kita menanam bunga bersama-sama?"

Aku menganggukkan kepalaku. "Tadi ingatan itu tiba-tiba muncul sesaat saya menatap bunga-bunga di jendelaku." jawabku jujur. Ya, kurasa jawaban ini dapat diterima karena Countess tampak senang dengan kembali sebagian ingatanku.

"Mama sangat senang ingatanmu perlahan-lahan kembali," lalu dia kembali menyuapiku sambil mengelus rambutku.

"Kamu ingat kenapa bunga-bunga Daisy yang kita tanam di Taman Kastil lalu bunga Azalea yang tumbuh di dekat jendela kamar kamu ini?" tampaknya Countess ingin tahu sejauh apa ingatanku itu muncul.

"Azalea memilih menanam bunga Krisan merah muda, kuning dan hijau karena mirip dengan fisik Mama dan Azalea. Lalu Azalea meminta dibuatkan tanaman Azalea ada di dekat jendela kamar Azalea," jelasku sesuai dengan ingatan yang muncul.

"Aaaaa syukurlah!" aku senang melihat Countess senang. Melihat wajah Countess membuatku kembali mengingat wajah Mamaku yang telah tiada. Mereka berdua sangat mirip hanya saja berbeda warna rambut.

Tanpa sadar, aku meneteskan air mata membuat Countess terkejut.

"Ada apa, nak? Apa ada tubuhmu yang sakit?"

"Tidak, ma. Aku hanya....hanya..." aku langsung teringat perkataan suara itu. Dia bilang kalau aku adalah jiwa dari Azalea Lorienfield didimensi diriku. Apa itu artinya orangtua Azalea juga adalah orangtuaku yang telah meninggal?

"Nak? Ada apa?" tampaknya wanita itu khawatir melihat diriku menangis seperti anak bayi.

"Tidak, Ma. Aku hanya teringat masa lalu saja. Bolehlah Mama memeluk diriku?" pintaku pada wanita itu, tidak maksudku Mamaku ini.

Dengan mata ikut berkaca-kaca, wanita cantik bersurai merah muda itu meletakkan sendok yang berisi makanan yang akan disiapkan padaku ke mangkok. Lalu, dengan perlahan dia mendekat ke arahku dan memeluk diriku dengan amat sangat erat. Aku pun membalas pelukan itu tidak kalah erat.

Di pelukan ini, aku sangat bisa merasakan kehangatan Mamaku. Dia memang benar-benar Mamaku, hanya saja berbeda orang tapi masih satu jiwa.

"Mama! Mama! Mama!"

"Iya, Putriku."

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 23 Januari 2026....

1
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!