NovelToon NovelToon
Kembali Ke Akhir Dunia

Kembali Ke Akhir Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Hari Kiamat / Ruang Ajaib
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Serigala Kecil

Gugur dalam sebuah pemberontakan tepat di hari pelantikannya sebagai jenderal, Ellenoir, mantan prajurit wanita hebat di dunia kuno, kembali ke dunia aslinya, dunia yang sudah hancur. Dengan membawa pedang dan tekad ia bergerak menumpas kejahatan dan zombie.

Sepupu dan tunangan yang selingkuh? Bunuh!
Paman dan Bibi yang licik? Bunuh!
Orang-orang serakah yang berniat jahat? Bunuh!

Meski perjalanan panjang dan berdarah menanti, Elle siap menghadapinya. Bersama orang-orang kepercayaannya, menaklukkan kota miskin yang terbuang, menciptakan sebuah kota aman yang akan menjadi cahaya dimasa depan. Menciptakan sebuah harapan ditengah-tengah keputusasaan.

Mampukah Elle menciptakan harapan ditengah kehancuran? Atau justru gugur dimakan kejinya akhir dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serigala Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan Ruang

**

"Uhuk!"

"Jangan terlalu memaksakan diri." Ucap Elle begitu terbangun, melihat Luca menyemburkan darah. Ia memegangi kepalanya yang terasa pusing dengan mata kembali terpejam.

Luca memegangi dadanya, ia menatap Elle dengan mata menyipit menahan sakit. "Kau sudah bangun. Baguslah.." Ucapnya tersenyum samar.

Elle mendudukkan dirinya, menatap Luca yang kesakitan. "Ada apa denganmu? Tidak cukup kekuatan psikis itu?" Tanyanya, seraya mencari tas miliknya untuk kemudian mengeluarkan air pohon dari dalam sana. "Minum ini, lalu serap satu inti kristal transparan putih untuk memulihkan diri." Ucap Elle berlanjut, seraya menyodorkan air.

"Terimakasih." Ucap Luca, kemudian minum dan menyerap inti kristal untuk pemulihan.

"Kau kehilangan kendali." Gumam Elle menatap Luca yang sedang fokus meditasi. Lekat, ia merasa lebih penasaran akan dirinya. Elle selalu merasa, ada sesuatu yang besar yang disembunyikan orang didepannya. Tapi ia tidak tahu apa itu. Meski pilirannya sempat menebak, bahwa Luca juga terlahir kembali. Tapi Elle enggan percaya, selalu ada beberapa variabel yang tidak cocok dengan perilakunya jika ia terlahir kembali.

"Ada apa?" Tanya Luca setelah menyelesaikan penyerapannya. Dengan raut semula, tanpa ekspresi.

"Kau siapa?" Tanya Elle menatapnya tajam.

Luca mendengus, telunjuknya menyentuh dahi Elle. "Aku rasa, kau masih belum sembuh." Ucapnya dengan mata memicing.

"Aku sudah baik-baik saja! Jawab aku!" Pekik Elle dengan nada tertahan.

Luca mengangkat sudut bibir kanannya, menyunggingkan senyum yang terlihat agak mengejek. "Kau kehilangan kendali." Ucapnya. Kemudian ia keluar dari hummer, dan duduk bersandar diluar hummer, menatap api yang hampir padam karena tidak ada lagi kayu yang terbakar.

Elle berdecak sebal. Alih-alih keluar dari hummer, ia memilih memasuki ruangnya setelah memastikan Luca bersandar dengan mata terpejam. Ia tertidur, dengan kaki yang diselimuti jaketnya sendiri.

Begitu masuk ruangan, Elle tertegun dengan mata terbuka lebar. Mulutnya ternganga menatap perubahan yang terjadi di dalam ruangnya. "Apa yang terjadi?" Tanyanya bingung, meski dalam hati ia merasa sangat bersemangat.

Perubahan besar yang terjadi adalah, rumah kayu miliknya kini berubah menjadi rumah bata sederhana persis seperti rumah-rumah yang ada dipedesaan, dapur kecil diluar rumah kini menghilang dan pohon yang sebelumnya tumbuh didepan halaman berpindah ditempat dimana dapur sebelumnya ada. Dikejauhan, terbentang pemandangan gunung yang terlihat hijau karena rimbunnya pepohonan. Semua tanaman yang ia tanam juga sudah matang sempurna. Tanah tandus seperti gurun, berubah menjadi padang rumput hijau yang terlihat rapi dan sangat alami.

"AHHH!!!!" Teriaknya dengan raut bersemangat. Berteriak senang dengan sangat bahagia. Tidak peduli dengan penyebab perubahan ruangnya, ia pertama-tama berlari menatap tanaman yang sudah matang sempurna.

Memetik satu tomat merah besar dan mengigitnya. "Hmmm! Lezat sekali!" Ucapnya senang, sangat menikmati tomat yang berair tersebut. "Astaga, aku kaya! Hahaha!" Lanjutnya kembali berteriak, seraya tertawa lebar.

Setelahnya, ia memanen satu persatu tomat, dan sayuran hijau yang mudah dipanen, ia suka sekali kegiatan memetik itu. Sedangkan untuk panen yang lebih besar seperti gandum dan padi ia menggunakan kesadarannya untuk memanen semuanya. Yang lebih praktis.

Untuk padi dan gandum, Elle juga punya penggiling yang tentu saja Elle minta buatkan berdasarkan pengetahuannya di dunia ini. Tanpa perlu bergerak, padi dan gandum bisa langsung ia gunakan untuk memasak dan dimakan, yang membuatnya lebih nyaman.

Selain itu, sudah ada gudang khusus untuk tanaman yang ia panen. Gudang ini dibangun olehnya sendiri didunia kuno, sengaja ia buat tidak menapak tanah agar mudah dipindahkan ke ruang miliknya. Sebetulnya sangat berguna, ada dua gudang seperti ini di ruangnya. Satu untuk hasil panen, satu untuk keperluan sehari-hari yang ia kumpulkan didunia kuno. Sisanya, semua perbekalan yang ia temukan di dunia ini, berada diluar dua gudang ini, belum ia sortir sama sekali.

Tunggu ia luang, ia akan mulai membereskannya. Sepertinya ia butuh satu gudang lain, khusus untuk menampung perbekalan ini, agar tidak tercampur dengan perbekalan sebelumnya yang di gudang pun penuh, bercampur antara senjata dan perbekalan tersebut, masing-masing menempati setengah ruangan gudang.

"Tomat, tomat, ayo buat telur tomat~" Ucap Elle seraya berjalan memasuki rumah barunya dengan bersenandung kecil.

Masuk rumah, isinya masih sama, tidak banyak yang berubah. Hanya saja, ada tambahan 4 ruangan disana. Selain ruang tamu dan satu kamar yang sebelumnya dengan isi sama. 3 ruang lain masing-masing adalah dapur, kamar mandi dan satu ruang kosong yang luas.

Elle hanya melihat ruangan sekilas, merasa tidakada yang baru selain bertambahnya ruangan, ia bergegas memasuki dapur. Mulai memasak tomat telur yang sudah sangat ia dambakan, seolah-olah sudah berada diujung lidahnya.

Setelah beberapa saat dan telur tomat matang, ia mulai memakannya dengan hati senang. Memakannya dengan nasi yang ia miliki, yang selalu ada diruangnya karena ia selalu memasak banyak sekaligus disana. Waktu ruang stagnan bahkan makanan matang tidak akan basi jika didiamkan. Jadi, dengan pikirannya yang jika dimasa depan ia tidak bisa memasak sama sekali, Elle pun mulai memasak banyak hal agar lebih praktis baginya jika ingin makan enak.

Masak semuanya, lalu simpan. Jika menginginkannya, Elle tinggal mengambilnya dsri ruangan. Yang sangat nyaman baginya. Jadi, setelah 2 jam berkutat dengan alat dan masakan di dapur, Elle meregangkan tubuhnya yang pegal.

Ia berjalan memasuki kamar mandi baru yang bersih. Hanya pancuran air tanpa ada apapun didalamnya, jadi Elle menggunakan kesadarannya untuk memindahkan tong mandi yang terbuat dari kayu ke dalam. Menampung air dan mulai berendam dengan sabun yang memiliki wangi bunga.

"Ah! Nyamannya..." Gumam Elle merasa rileks. Sudah lama sekali sejak ia bisa berendam. Oh, ini memang sangat nyaman, dimasa depan ia harus lebih sering melakukannya demi kenyamanan diri sendiri, pikirnya.

Makan dan mandi sudah ia lakukan, begitu waktunya tiba untuk tidur, Elle memilih keluar dari ruangan, memilih tidur di hummer yang sangat tidak nyaman itu daripada diruangan.

Sebab masih ada Luca diluar Hummer, kalau-kalau ia bangun dan melihat tidak ada dirinya di hummer, ia mungkin akan panik dan curiga padanya. Terlebih ia punya kemampuan psikis yang seperti radar. Titik kehidupan di kepalanya mungkin hilang, dan muncul ketika ia masuk dan keluar dari dalam ruang.

Jadi setelah berpakaian dengan pakaian dari dunianya yang sekarang, Elle keluar dengan keadaan segar. Ia muncul lagi didalam Hummer dalam keadaan duduk.

"Ekhem!"

"Ah!" Pekik Elle. Kaget menatap Luca yang berdehem mengode dirinya yang baru saja keluar menampilkan diri.

"Terkejut?" Tanya Luca seraya tersenyum miring.

"T-tidak.." Balas Elle gagap.

"Oh ya? Lalu kenapa kau terlihat gugup sekali?" Tanya Luca tersenyum tipis dengan raut dibuat serius dan kedua mata tajam menatapnya. "Siapa kau?" Tanya Luca seolah membalikkan pertanyaan yang selama ini selalu Elle tanyakan pada Luca.

**

1
azka aldric Pratama
hadir 😁
Windy Hapsarini
lanjut Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!