NovelToon NovelToon
Ibu Susu Berdarah Dingin

Ibu Susu Berdarah Dingin

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Cintamanis / Ibu susu / Balas Dendam / Transmigrasi / Agen Wanita / Tamat
Popularitas:613.1k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Yura bukanlah wanita lemah. Di dunia asalnya, dia adalah agen rahasia berdarah dingin dengan tatapan setajam elang yang mampu mengendus pengkhianatan dari jarak terjauh. Namun, sebuah insiden melempar jiwanya ke raga Calista, seorang ibu susu rendahan di Kerajaan Florist.

Grand Duke Jayden, sang pelindung kerajaan, yang membenci wanita. Trauma menyaksikan ayah dan kakaknya dikhianati hingga tewas oleh wanita yang mereka percayai, membuat hati Jayden membeku. Baginya, Calista hanyalah "alat" yang bisa dibuang kapan saja, namun dia terpaksa menjaganya demi kelangsungan takhta keponakannya.

______________________________________________

"Kau hanyalah ibu susu bagi keponakanku! Jangan berani kau menyakitinya, atau nyawamu akan berakhir di tanganku!" ancam Jayden dengan tatapan sedingin es.

"Bodoh. Kau sibuk mengancam ku karena takut aku menyakiti bayi ini, tapi kau membiarkan pengkhianat yang sebenarnya berkeliaran bebas di depan matamu," jawab Calista dengan jiwa Yura, menyeringai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MANTAN IBU SURI

Tak

Dengan sengaja Yura menjatuhkan sisirnya ke lantai, lalu membungkuk dengan gerakan yang sangat anggun namun waspada, sengaja memperlihatkan pada siapapun yang mengintai bahwa dia bukanlah mangsa yang mudah.

"Rahasiaku sebagai transmigran adalah senjataku yang paling mematikan," batin Yura, dengan mata berkilat tajam.

"Biarlah mereka mengira aku adalah ibu susu yang gila, itu akan membuat mereka lengah," lanjut Yura, berjalan ke arah ranjang.

Yura mematikan lilin terakhir di ruangan itu, membuat kamar jatuh ke dalam kegelapan total. Namun, di dalam kegelapan itu, indra pendengarannya tetap aktif, memetakan setiap detak jantung di sekitar paviliun.

Yura merebahkan tubuhnya, di samping Pangeran Lorenzo yang sedang tertidur pulas.

"Selamat malam, Pangeran Kecil," bisik Yura

sambil memejamkan mata, namun tangannya tetap menggenggam erat belati hasil rampasan tadi di bawah selimut.

"Besok, kita akan mulai membersihkan sarang ular ini," batin Yura, sebelum akhirnya pergi ke alam mimpi nya, menyusul anak susu nya.

Di waktu yang sama, di tempat yang berbeda., di sebuah paviliun megah namun tersembunyi di sudut paling gelap ibu kota Kerajaan Florist, suasana mencekam menyelimuti sebuah ruangan beraroma dupa yang menyengat.

Seorang wanita dengan gaun sutra berwarna merah darah duduk di balik tirai tipis. Jemarinya yang lentik dengan kuku panjang berwarna hitam sedang mengelus seekor kucing persia putih yang mengeong gelisah.

BRAK

Seorang pria berpakaian zirah ringan masuk dengan terengah-engah, langsung berlutut hingga dahinya menyentuh lantai yang dingin.

"Ampun, Yang Mulia, rencana i-itu, rencana itu gagal," ucap pria itu dengan suara gemetar hebat.

Gerakan tangan wanita di balik tirai itu terhenti, suasana seketika menjadi begitu sunyi hingga suara tetesan lilin pun terdengar jelas.

"Gagal?" tanya wanita itu lembut, namun dinginnya sanggup membekukan sumsum tulang.

"Bagaimana bisa lima pembunuh bayaran terbaik dari klan bayangan gagal menghabisi seorang bayi dan seorang ibu susu yang bahkan takut melihat darahnya sendiri?" tanya wanita itu, dengan suara dingin nya.

"I-itu... ada sesuatu yang salah, Yang Mulia," jawab pria itu tanpa berani mengangkat kepala.

"Laporan dari mata-mata kita mengatakan bahwa Calista... ibu susu itu... dia bukan lagi manusia biasa. Dia membantai mereka semua dalam hitungan detik, tanpa bantuan pengawal. Hanya dengan sebuah tusuk konde," lanjut pria itu, dengan tubuh bergetar.

Wanita itu berdiri, bayangannya terpantul panjang di dinding akibat cahaya lilin yang bergoyang.

"Ibu susu itu? Calista yang malang itu? Kau bercanda?" tanya wanita itu, mengeram rendah.

"Tidak, Yang Mulia! Mata-mata kita yang menyamar sebagai pelayan melihatnya sendiri sebelum dia tertangkap oleh Grand Duke. Dia bilang, mata wanita itu seperti mata iblis yang keluar dari neraka. Dia bergerak secepat kilat dan tidak memiliki rasa takut," jawab pria itu, menggeleng kan kepala nya.

PRANG.

Wanita itu melempar cangkir teh porselennya hingga hancur berkeping-keping tepat di depan wajah sang utusan.

"Jayden pasti sudah melatihnya secara rahasia!" gumam wanita itu, geram.

"Pantas saja dia begitu tenang meskipun aku menyebarkan rumor bahwa dialah pembunuh kakak iparnya sendiri. Ternyata dia sudah menyiapkan bidak tersembunyi di samping Lorenzo!" ucap wanita itu, dengan mata berkilat tajam.

Wanita itu berjalan mendekati jendela, menatap ke arah istana utama yang terlihat megah di kejauhan.

"Calista... jika dia benar-benar sudah berubah, maka dia adalah ancaman yang lebih besar daripada Jayden. Seorang pelindung yang berada tepat di jantung musuh, yang bisa menyerang kapan saja..." gumam wanita itu, lirih.

Wanita itu kemudian berbalik, menatap pria yang masih berlutut itu dengan tatapan haus darah.

"Siapkan racun Anggrek hitam, jika pedang gagal karena kelincahannya, maka biarkan udara yang dia hirup membunuhnya!" perintah wanita itu dingin.

"Aku tidak peduli berapa banyak pelayan di paviliun itu yang harus mati, pastikan Lorenzo dan wanita jalang itu tidak melihat matahari terbit dua hari lagi!"lanjut wanita itu, penuh penekan.

"Baik, Yang Mulia! Segera laksanakan!" jawab pria itu, mengangguk patuh.

"Jayden, kau pikir kau bisa menyembunyikan kartu as-mu selamanya? Mari kita lihat, seberapa hebat Calista milikmu itu saat dia harus menghadapi kematian yang tidak terlihat," gumam wanita itu, tersenyum miring.

Wanita di balik tirai itu adalah mantan Ibu Suri Isabella, ibu kandung Jayden, dia sedang dalam pengasingan dari sepuluh tahun yang lalu, karena telah membunuh Raja, suaminya sendiri.

Isabella hanya lah seorang Selir Raja, tapi walaupun begitu, Raja sangat mencintai Isabella, membuat Isabella memanfaatkan perasaan cinta Raja, untuk menguasai kerajaan Florist, segala cara dia lakukan untuk melenyapkan Putra Mahkota, tapi semua nya gagal, hingga akhir beberapa tahun yang lalu dia kembali memanfaatkan seorang gadis, untuk membunuh Pengeran Mahkota, dan wanita itu berhasil membunuh Putra Mahkota, dan sialnya wanita itu memiliki anak dengan Pangeran Mahkota.

Isabella menyandarkan tubuhnya pada kursi sutra, menatap kuku-kukunya yang hitam legam dengan pandangan kosong yang mematikan.

"Rencana racun itu simpan dulu," ucap Isabella tiba-tiba, membatalkan perintah sebelumnya.

"Jika aku meracuni mereka malam ini, Jayden yang sedang dalam mode waspada akan langsung tahu itu perbuatanku. Aku tidak ingin putraku yang keras kepala itu semakin menjauh dariku," lanjut Isabella, melirik pria yang tadi masih berdiri di sana.

Pelayan setianya, seorang wanita tua bernama Maria, mendekat dengan langkah tanpa suara.

"Lalu apa rencana Anda selanjutnya, Yang Mulia? Jika ibu susu itu benar-benar memiliki kemampuan bertarung, dia akan menjadi benteng yang sulit ditembus di samping bayi itu," tanya Maria, hati-hati.

Isabella tersenyum miring, senyum yang tidak mencapai matanya.

"Seorang petarung sehebat apa pun akan kalah oleh opini publik dan hukum istana," bisik Isabella, menyeringai

"Calista itu hanya seorang pelayan rendahan. Jika dia tiba-tiba menjadi jago bertarung, bukankah itu mencurigakan? Aku akan menggunakan kegilaan ini untuk menjatuhkannya," lanjut Isabella, tersenyum licik.

Wanita paruh baya itu kemudian mengambil sebuah surat kecil yang tersegel lilin merah.

"Besok pagi, sebarkan berita di seluruh paviliun pelayan dan telinga para menteri bahwa Calista telah kerasukan roh jahat atau menggunakan sihir hitam untuk membunuh para penyusup," ucap Isabella, melirik Maria.

"Di Kerajaan Florist, menggunakan sihir terlarang hukumannya adalah dibakar hidup-hidup," lanjut Isabella tersenyum dingin.

"Baik Yang Mulia," jawab Maria, mengangguk paham.

"Mari kita lihat bagaimana Jayden melindunginya jika seluruh tetua kuil menuntut kepala ibu susu itu. Dan saat Calista ditarik paksa dari kamar Lorenzo, saat itulah kita ambil bayi itu dan melenyapkannya tanpa ada yang menghalangi," ucap Isabella tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti gesekan logam.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jay konyol... tapi bisa di acungi jempol perjuangannya.👍🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuhh Jay tinggal bilang saja kalau kamu memang mencintai dia dan ingin hidup bersama bukan karna Lorenzo saja.. apa susahnya siihh..🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Betul Cal kalau ada cara mudah ngapain buang tenaga buat menang.👍🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Pengirim hadiah misteri, siapa ya.🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mending Jujur saja Cal, bahwa kamu adalah Yura si Agen Rahasia pejuang wanita tangguh.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
🤣🤣🤣 Calista kayak Penampakan, datngnya tiba² tanpa suara.👍🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
🤣🤣🤣 Owen saja Syookk ya lihat jiwa Iblisnya Calista kalau jiwa Yura sudah bangkit.. apa lagi orang lain.👍🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nurut saja Calista, jangan ngeyel.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
jadi ikutan Ngilu bacanya, ya ampuunn..🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di semprot makanya pake Baygon istananya Cal, biar ga terus di masukin lagi Para tikus kecilnya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Calista versi Yura memang Mengerikan.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hama datang lagi minta di semprot obat pestisida rupanya.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
guliran sudah sadar malah kumat arogannya...🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Emosimu belum bisa terkontrol Jay
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Emosionalku di buat naik turun bacanya, bentar² biasa, bentar lagi ngakak terus di bikin mewek sama Authornya... untung ga sampe meraung² Nangisku.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau Jayden tetap meminta mu untuk mengakhiri nyawanya, coba pancing emosionalnya Owen... bilang kalau seandainyapun Jayden meninggal dan Calista selamat, pasti Calista bakal lanjutin hidupnya dan bakal jadi milik laki² lain dan hidup bahagia tanpa Jayden biar dia mikir² lagi buat ga nyakitin dirinya sendiri.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bangkit Jay, lawan trauma mu... Ingat Keponakanmu ga punya siapa² lagi kalau kamu pergi terus Calista lagi berjuang buat bertahan hidup, harusnya kamu bisa lawan paranoidmu dengan melihat perjuangan Calista.

karna kalau kamu beneran pergi tar Calista bangun otomatis bakal kepincut lagi sama Owen dan artinya kamu kalah.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jayden di hajar mentalnya bertubi² sedari kecil, di racuni otak dan pikirannya dengan hal negatif, di jadikan umpan hanya untuk kekuasaan yang di inginkan Ibunya dan sekarang dibsaat sudah mulai bisa bahagia dengan adanya Calista dan mulai tenang malah ujian datang lagi jadi berat banget jadi kamu Jay... Ayo Calista bangun dan cepatlah sadar kasian Jayden dan Lorenzo membutuhkanmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Itu yang jatuh kepala manusia apa kepala Ayam Jay, enteng banget tebasnya.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Perasaan Jantung itu posisinya di dada sebelah Kiri deh Thor, bukan sebelah Kanan.🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!