NovelToon NovelToon
Cinta Suci Raina

Cinta Suci Raina

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:55.9k
Nilai: 5
Nama Author: tris riyana

"Setiap orang memiliki alasannya sendiri mengenai bagaimana ia harus bersikap. Jadi, tugas kita bukanlah untuk membenci ataupun bertanya mengapa? tapi kita wajib menghargainya"
.
Aisyah Raina Abdullah, gadis cantik yang memilih menutup dirinya, demi untuk menjaga marwah pribadinya juga keluarganya.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak ia mengenal sifat. Ada yang murah senyum, ada pula yang dingin layaknya es.

Saat itu juga, Raina menemukan sosok pria yang sangat berbeda baginya, namanya Malik Fajar Admajaya. Akrab di sapa Fajar, ia adalah laki-laki yang memiliki sifat sedingin es.

Ia juga sangat membenci sosok wanita, kecuali sang Ibunda. Selama ini ia tak mau perduli dan tersenyum pada wanita manapun, kalaupun ia memiliki seorang 'wanita' itu hanyalah permainan baginya.
.
Kemudian, dua anak manusia yang berbeda karakter itu dipersatukan dalam mahligai cinta yang halal.

Walaupun pasti banyak rintangan yang akan menghadang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tris riyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan Karena Sang Pemilik Cinta

Raina Pov

Mentari yang indah telah menyingsing. Menyambut para pegiat untuk memulai hari dengan semangat. Secangkir kopi telah ku suguhkan untuknya.

Senyuman yang terpatri dari bibirnya yang indah membuatku tak mampu memalingkan mata walau hanya sekejap.

Apakah dirinya sungguh telah berubah? – batinku yang masih meragukan perubahan sikap dari Bang Fajar yang mendadak.

Seolah, ia memiliki ramuan yang mampu membuatku terhipnotis karenanya.

Aku termenung melihatnya, kemudian ia yang menyadari aku sedari tadi menatapnya, langsung menghampiriku dan menenggelamkan tatapanku kedalam dasar bola matanya yang hitam.

Tak ada kata yang saling kami lontarkan. Aku dan Bang Fajar seolah telah di mabuk tatapan yang menghangatkan.

Hingga akhirnya tatapan kami beralih pada ponsel milik Bang Fajar sedang berdering.

“Abang angkat sebentar ya,” katanya pelan padaku, yang kujawab dengan anggukan pelan.

Kemudian aku memilih untuk menikmati udara pagi, yang terasa sejuk dihari yang indah ini, masih di atas balkon kamar kami.

Mataku cukup jauh menelisik setiap sudut kota metropolitan ini, yang berhiaskan permadani berkilau dari pancaran gedung-gedung pencakar langit yang tampak kokoh berdiri, sungguh elok di pandang mata.

Aku memejamkan mata dan merasakan hembusan angin segar di kota ini. Aku sempat berfikir, bahwa mungkin tidak akan mudah menjalani hidupku yang baru dengan Bang Fajar.

Namun.. Allah memiliki rencana yang lebih indah dari yang pernah kuduga. Dalam waktu secepat ini, dia akan berjuang bersamaku, untuk bangkit dari masa lalu.

Memoriku kembali memutar tentang pertemuan pertamaku dengannya, aku terhanyut dalam memori tak mengenakkan tentang ku dan dia ‘pria es’.

“Astaghfirullah..” kataku terkejut karena tak sengaja ada sosok tinggi yang menabrak tasku, aku juga sempat terjatuh serta lututku juga sempat terpentuk sebuah batu.

Namun, respon yang pria itu berikan sedikit membuatku heran. Karena dengan mata tajam setajam elang, ia melihatku dengan penuh keangkuhan. Tak ada kata maaf sedikitpun yang terucap dari pria itu, ia malah langsung beranjak pergi, dan seolah-olah ia tak menabrak seseorang.

Kemudian aku tersenyum, ketika melihat sosok Bang Fajar yang berdiri di sampingku dengan mendekatkan bahunya dengan bahuku.

“Abang baru tahu, Balkon adalah spot favorite kamu. Sejak hari pertama menikah, kemudian kemarin dan hari ini.. Abang selalu lihat kamu berada di balkon ini. Emang, apa yang indah sih?” tanyanya padaku, yang membuatku langsung mengalihkan pandanganku kepadanya.

“Di balkon ini, ana bisa lihat dunia. Dunia dengan beragam warna dan cerita. Seperti yang ada di mata Abang, ana juga lihat segalanya.. sakit hati, kecewa, amarah, perasaan yang dalam satu waktu bisa berubah-ubah,” kataku dengan menatap lekat mata Bang Fajar.

“Abang minta maaf, tempo hari mungkin Abang adalah orang terburuk yang penah kamu kenal,” katanya dengan tatapan sendu padaku.

“Abang tahu ndak? Apa yang membuatku yakin menikah denganmu?” tanyaku pelan, yang dijawab dengan gelengan oleh bang Fajar.

“Ana ingin, rumah tangga ini menjadi jalanku menuju surga-Nya. Juga.. ana ingin sehidup sesurga dengan suami ana.”

Bang Fajar kali ini tampak terdiam, kemudian mengalihkan tatapannya ke arah depan, ia menghilangkan bayanganku di dalam mata hitamnya.

Kemudian ia memulai katanya, “Walaupun.. Abang baru memulai membuka hati untukmu. Namun Abang akan selalu berusaha dan berjuang untuk sehidup sesurga denganmu, seperti cita-citamu.”

Bang Fajar kali ini tersenyum hangat padaku, kemudian ia melanjutkan katanya, “Ajari Abang untuk kembali pada-Nya, Raina. Ajari abang agar kelak, menjadi pangeran surgamu. Abang tahu, pernikahan kita bukan didasarkan oleh cinta. Namun, Abang yakin.. pernikahan kita terjadi karena rencana Sang Pemilik Cinta.”

Agaknya kalimat puitis Bang Fajar akan mulai dirangkainya lagi, setelah lama vakum selama ini.

Tapi.. aku telah mencintaimu Bang Fajar, bahkan sejak kamu berani menjabat tangan Abiku. Aku cukup bahagia, menyadari rasa ini secepat ini, bukan karena pengaruh perkataan orang lain. Namun.. ini lah yang hatiku inginkan. Dan aku akan berusaha agar kelak ada secuil tempat untukku di hatimu. Pangeran Surgaku – batinku sambil menatap lekat Bang Fajar, yang tampak sedang memikirkan sesuatu.

Seketika ia beranjak dari pandanganya, kemudian mendekatkan dirinya padaku. Aku terkesiap, dan menahan nafasku.

“Apakah kamu tidak ingin melihat dunia lebih jauh lagi? Bukan hanya lewat sebuah balkon, bersamaku,” pertanyaannya membuatku bingung, aku terdiam kemudian Bang Fajar melanjutkan katanya.

“Mari kita lihat dunia yang sesungguhnya,” katanya singkat padaku.

Mungkin karena melihatku dengan ekspresi tidak mengerti, ia menjelaskan maksud perkataannya padaku, “Sebenarnya.. tadi team moge Abang yang telepon, mereka ajak Abang untuk pergi. Biasa, pergi touring keluar kota, sampai sehari atau dua hari.”

Mendengarkan penjelasan Bang Fajar, kemudian aku berfikir ia akan meninggalkanku dirumah sebesar ini, hanya bersama dengan Mbok Asih dan Pak Maman, karena Bunda dan Ayah juga masih belum pulang.

Kemudian aku tertunduk, aku tak bisa menyampaikan rasa yang ku alami jika nanti ia meninggalkanku sendiri. Bahkan aku juga berfikir ingin pulang saja ke Semarang, setidaknya di sana ada Mas Arkan yang akan menemaniku.

Namun, tiba-tiba Bang Fajar mendangakkan kepalaku untuk kembali mengatakan sesuatu padaku. “Kabar baiknya.. Abang nggak mau sendiri. Istri Abang harus ikut. Nggak mungkin kan, Abang hidup seperti bujangan, sementara bidadarinya di rumah? Sekalian juga; Abang mau ngenalin kamu ke teman-teman abang.”

Katanya yang membuatku kembali tersenyum, karena niatnya yang ingin memperkenalkanku pada teman-temannya.

Namun, dengan lembut aku menolaknya, “Ana ke Semarang aja ya Bang, ana ndak terlalu suka dengan kegiatan seperti itu. Lagi pula.. itu adalah teman-teman Abang. Mungkin kalau di rumah, Abang ajak mereka, dengan senang hati ana akan berkenalan dengan mereka. Tapi.. untuk keluar rumah, apalagi teman-teman Abang yang mayoritas pria, ana ndak bisa Bang.”

Aku hanya tidak ingin, jika nanti aku ikut, itu akan menyulitkan bagi Bang Fajar untuk menjelaskan pada teman-temannya.

Aku tahu teman-teman bang Fajar adalah orang-orang yang baik, namun aku ragu mereka akan mudah menerimaku nantinya, ditambah lagi penampilanku yang sangat asing bagi mereka tentunya.

“So.. kamu akan ke Semarang sendiri?”

“Iya, lagian.. enak kok naik kereta, viewnya bagus. Emm.. kalau gitu, ana mau siapin perlengkapan Abang touring sama baju yang mau ana bawa ke Semarang dulu ya, dua hari kan bukan waktu yang sebentar,” ucapku yang langsung pergi meninggalkan Bang Fajar di balkon.

Iya.. asal Bang Fajar tahu, dua hari tanpa melihat mata tajammu itu mungkin akan membuatku merasa aneh, aku sudah terbiasa dengan itu - batinku sambil tersenyum geli, memikirkan perasaanku pada ‘pria es’ yang sedang meleleh belakangan ini.

Aku yang tengah sibuk membereskan segalanya, dibuat terkejut karena baju yang kemarin ku letakkan di dalam koper sudah tidak ada, pencarianku lumayan membuat kepalaku pusing.

Tapi.. pria di pojok kamar yang sedang asyik memainkan gadgetnya, tampak tak menghiraukanku ataupun memberikanku petunjuk.

Sebenarnya, aku ingin bertanya padanya, apakah pakaianku ia masukkan kembali ke dalam lemari? tapi.. jika iya, mengapa kemarin Bang Fajar mengeluarkan semuanya?

Ahh.. aku belum paham dengannya, untuk menghilangkan sedikit rasa kesalku aku mencoba membolak-balikkan mataku. Sambil mencari-cari rangkaian kalimat yang tepat, untuk memberikan pertanyaan mengenai pakaianku pada bang Fajar.

...-----♡●♡-----...

Alhamdulillah bisa up lagi😁

Apakah epsisode Kali ini menurut teman-teman menambah ke-uwuan Raina dan Fajar?🤔

Yuk nyalakan jempol merahnya🖒 tulis komentarnya😉 dan jangan lupa votenya

ya🤗

“Mungkin kita hanya orang asing, kemudian berusaha untuk dekat lewat tulisan, jadi.. jangan ragu untuk saling menyapa yah” - salam hangat dariku untuk kita semua♡TR😊

.

Jazakillah Khair 💖

1
Dandelion
Fajarr
Dandelion
Masa lalu bisa saja merubah kepribadian seseorang, Fajar ternyata pemuda yang malang🤧
Dandelion
Fajar😬
Dandelion
wah, penasaran😍
Dandelion
Ceritanya bagus, sukaa💖
zha_zha
ceritanya indah kak... maksh.. 🙏🙏
Panah Aksara🌼: makasih ya Kak😁
total 1 replies
nazaruddin thamrin
4 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Ghiie-nae
yaaaaahhh...tamat ya thor....

semangat terus ya thor...
Panah Aksara🌼: Iya Kak, terimakasih banyak ya Kak😍😍
total 1 replies
Dian Anggraeni
senang bisa lihat notif biru di novelmu toor 👏👏👍👍👍👍
Never Home
seribu cinta untuk Raina .. eh, Riyana ....

tetap semangat untuk karya selanjutnya .... love you full....😍😍😍
Panah Aksara🌼: Makasih banyak ya kak😘 ❤1001 cinta buat kakak juga pokoknya😍😍😍

tetap semangat dan selalu sukses juga ya kak❤💪
total 1 replies
Dedek Gemmezzzz
weeeeh lama tak muncul ternyata nyiapin end 🙂 akan ada sequelnya kah...? semangat ya sayang ✊✊✊❤
Dedek Gemmezzzz: waah ikut pindah lapak kah...?
total 2 replies
Eva Santi Lubis
hadir thor mari saling mendukung
Panah Aksara🌼: siap.. insyaa Allah kakak😁
total 1 replies
mimi
lanjut thor
Panah Aksara🌼: siap.. insyaa Allah kak😁
total 1 replies
💎⃞⃟вѕ❀•พ͠ɑพɑ⃟🍏𝕸y💞
lanjuut kak
Dian Anggraeni
senang bisa up lagi tor...akupun baru mampir lagi nih...semangaaat 👏👏👏👍👍👍
Panah Aksara🌼: makasih banyak ya kak😊aku malah yang belum sempat mampir di tempat kakak..
total 1 replies
Ghiie-nae
lanjut kak.....


semangat ya....

aku udah baca sampai sini....

lanjut terooos....💪💪💪💪💪💪
Panah Aksara🌼: makasih banyak ya kak😁
total 1 replies
Never Home
episode bawang lagi... 😭😭😭
Panah Aksara🌼: kemarin kebanyakan beli bawangnya kak, gak abis2 jadinya 😢😢
total 1 replies
isniriswana
tetap berjuang juga untuk author semangat meraih cita cita 👍👍❤❤❤

di tunggu kelanjutan nya 👍👍❤❤❤
isniriswana: sama sama sayy❤❤❤
total 2 replies
Liana'S
Lanjuuut
triana 13
semangat kak 😉


salam hangat dari Zahra Anak Yang Tak Berdosa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!